
Karena banyak yang minta crazy up jadi...
kali ini ku update 2 chapter.
Meskipun capek yah... tak apalah.
Tapi aku rasa chapter ini tak seperti yang kalian harapkan deh...
Xixixi....
Okeh next adegan...
...ECTION...
#di luar perbatasan kekaisaran --->toko buku (hadiah penyelesaian perang)
"hoam..."
"ngantuk banget"
Ucap Dareen menguap dengan matanya yang sudah berkedip-kedip dan merasa berat karna seharian atau bisa dibilang 1 hari 1 malam sudah bekerja nonstop.
Apalagi matahari sudah memamerkan cahaya Rahmatnya keseluruhan penjuru daratan.
"lah katanya mau menepati janji?"
"iya nih, bos katanya doang yang jadi"
"udah ah, capek tau berakting semalaman"
Ucap Yin dan yang kecewa karena tidak dapat melihat pertunjukan dareen lagi lalu dibalas Dareen dengan ketus lalu mengetuk tombol melepas pakaian juga memasukkan yin dan yang kedalam tangan kirinya untuk mengistirahatkan mereka.
"Qiu... Qiu... kau ada?"
"iya tuan, saya ad..."
Panggil Dareen dengan suara serak menjatuhkan tubuhnya ke kasur yang agak kusut dan kasar dan Qiu Ming datang dengan cepat dan membuka pintu dan tak bisa berkata-kata setelah melihat tubuh Dareen yang telanjang bulat.
"selimutnya mana?"
"say... akan saya ambilkan"
Tanya Dareen mencari selimut namun tak juga ia temukan lalu Qiu Ming keluar dari kamar itu dengan muka merona dan berniat mengambil selimut untuk Dareen.
Tak lama kemudian Qiu Ming datang dengan selimut di tangannya dengan menyiapkan hatinya ia pun masuk dengan hembusan nafas kedalam kamar Dareen.
Dengan muka malunya serta rasa dipipinya yang mulai memanas membuat pipinya terlihat memerah menyelimuti tubuh Dareen dengan perlahan agar tak membangunkannya.
Meski tubuh Dareen yang tengah tengkurap dan menampakkan punggungnya yang berlekuk sempurna ia tetap merasakan jantungnya berdegup tak karuan.
"Qiu... itu kau?"
"i.. iya"
"bangunkan aku saat waktunya makan siang"
"iy.. iya tuan, saya akan membangunkan anda"
Tanya Dareen yang melihat wajah Qiu Ming samar dan dijawab dengan terbata oleh Qiu Ming.
__ADS_1
"huff... hampir saja aku mengacaukannya"
Desahnya keluar dan menutup kamar Dareen lalu menuju ke sebuah ruangan yang berada di lantai 3.
"huh... kau seharusnya berterimakasih kepada tuanku karena masih mau mengurusku, setelah penghianatan yang kau lakukan"
"jika bukan karena tuanku menyuruhku mengurusmu dengan baik, aku bahkan tidak sudi untuk memberikanmu makanan sesuap pun"
"aih, kau bahkan tidak bisa makan dengan dengan tenang yah?, sampai perlu untuk disuapi"
Ucap Qiu Ming kepada Ming Xiu yang merasa enggan untuk memberi makan kepada Ming Xiu bahkan ia menyuapinya karena kondisinya yang tengah diikat di tiang.
"kau... kaukan anak selir ayahanda"
"bagaimana kau bisa masih hidup?"
Ucap Ming Xiu yang terkejut melihat sosok yang ada didepannya yang merupakan anak dari selir raja Ming yang telah dibuang setelah dilahirkan.
"bagiamana kau bilang?"
"aku dibuang oleh ibu dan ayahku sendiri sesaat setelah lahir, lalu diasuh oleh seorang nenek di desa namun nenek malah mati dikarenakan perang, lalu akupun jadi tawanan perang dan telah masuk ke penjara pada umur 2 tahun"
"namum kerajaan yang membuatku di penjara di serang dan masuk lagi kepenjara lainnya hingga sampai ke penjara kekaisaran Yao"
"namun aku sangat sangat berterimakasih karena telah dibuang, aku akhirnya menemukan sosok orang tua yang mau menerimaku meski tau aku adalah seorang anak dari Raja Ming yang memberontak setelah diberi kesempatan untuk hidup"
"kau tahu seberapa sengsaranya aku hidup dibalik jeruji, dan dengan bodohnya menganggap penjara sebagai rumahku sendiri, padahal ada dunia yang lebih berwarna dibalik jeruji, dan tuankulah yang membawaku dari dunia hitam putih dalam penjara ke dunia penuh warna didunia luar"
"aku bahkan sempat berpikir bahwa aku ini sebenarnya apa? dan untuk apa aku ada?"
"saat itu aku sangat putus asa, takut bahkan aku merasa aku lebih baik mati saja, tapi aku tak melakukannya karena merasa takut dengan kematian"
"tapi tuanku datang dan mengulurkan tangannya kearahku dan membawaku keluar dari balik jeruji dan menunjukkanku dunia luar"
"aku benar-benar bersyukur dan bersumpah setia hanya untuknya seorang"
Ucapnya memuji-muji Dareen yang telah menyelamatkan dari dunia yang kelamnya menceritakan pengalaman hidupnya yang merasa berterimakasih karena telah dibuang dan menemukan sosok orang tua yang menyayanginya.
"aku... sebenarnya aku tak berhak untuk mengatakan ini tapi, aku sudah mencari-cari keberadaanmu selama ini"
"ayahanda dan Ibunda serta selir berkata kau sudah mati tapi aku tak percaya kepada mereka dan terus mencarimu"
"hingga seorang prajurit mengatakan kalau mayatmu telah ditemukan setelah 5 tahun berlalu dan menunjukkan jasadmu yang telah membusuk"
"aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau masih hidup, aku benar benar tidak menyangka kalau kau masih hidup"
"adikku... adikku Liu'er"
Ucap Ming Xiu dengan berat hati mengatakan kebenaran yang merupakan kebohongan dari sang ayahanda nya sendiri dan air matanya pun mengalir deras membuat hati Qiu Ming terasa goyah namun ia menguatkan hatinya kembali.
"jangan panggil aku dengan nama busuk itu, aku sudah memiliki namaku sendiri yang telah diberikan tuanku"
"Qiu Ming, dia memberiku nama tapi juga memberikan marga keluarga mingmu kedalam namaku agar aku tidak pernah melupakan perasaan benci dan dendam ku terhadap keluarga Ming"
"dan aku... tidak akan pernah memaafkanmu"
"sejak aku dibuang dari keluarga sampah itu aku sudah memutuskan untuk tidak pernah memaafkan kalian dan memendam benciku kepada kalian dan mengingat semua yang telah kalian lakukan kepadaku"
"tolong jangan pernah mencoba untuk membuatku merasa ingin membunuhmu, karena tuanku ingin menepati janjinya kepadamu"
__ADS_1
"aku tidak ingin tuan marah kepadaku karena tidak menjalankan perintahnya dengan sempurna"
"cepatlah makan dan jangan berkata sepatah kata pun"
Ucap Qiu Ming merasa sesak didadanya meski ia merasa ingin mencabik-cabik orang yang ada didepannya tapi dengan ingatannya tentang sang kakak yang menggendongnya ketika ia baru lahir dan perintah untuk menjaganya dengan baik ia pun memendam perasaan itu dalam dalam dan menyuapi sang kakak yang tengah memandanginya dengan rasa bersalah.
Ming Xiu sangat terpukul dengan ucapan Qiu Ming yang membencinya sampai ia ingin untuk membunuhnya, ia pun merasa bersalah dan kecewa kepada dirinya sendiri dan juga menyesali apa yang telah ia buat dahulu.
Setelah melalui beberapa menit dengan sunyi yang hanya terdengar dentingan dari piring dan sendok dan suara kunyahan yang menelan makanan dan meneguk air minum dengan bantuan Qiu Ming.
Qiu ming pun beranjak keluar dari ruangan itu dan menuju dapur untuk mencuci piring kotor yang telah dipakai.
Ia kemudian pergi keluar dan memburu beberapa hewan ternak seperti ayam liar berjenggot juga kelinci batu untuk Dareen.
...12:10...
Qiu Ming sudah selesai memburu beberapa hewan yang berada dihutan dan gunung dan memasak beberapa makanan yang terlihat sederhana namun ada juga yang gosong.
Ia menuju kekamar Dareen yang berada dilantai dua dan masuk kekamarnya dengan pelan-pelan tidak membangunkan Dareen meski tujuannya adalah untuk membangunkan Dareen.
"tuan... tuan..."
"bangun... sudah saatnya makan siang"
Panggilnya membangunkan Dareen dengan goncangan pelan membuat Dareen terduduk meski matanya masih terpejam karna rasa lelahnya masih menghantui tubuhnya.
"hoam...".
"cepat sekali waktu berjalan"
"rasanya aku baru saja memejamkan mata sebentar"
Ucap Dareen menguap dan meregangkan otot-ototnya dan merilekskan pandangannya kembali menatap kearah Qiu Ming yang nampak mamatung dengan muka yang merona.
"kenapa denganmu?"
"kau sakit?"
"ti.. tidak, saya tidak sakit"
"saya hanya... hanya..."
Tanya Dareen setelah melihat wajah Qiu Ming yang tampak memerah membuatnya mengira bahwa Qiu Ming tengah sakit namun di sangkal oleh Qiu Ming yang tampak memikirkan alasan apa yang harus ia katakan.
"aku ingin mandi"
"ah... saya sudah menyiapkan bak mandi dengan air hangat untuk anda"
"bantu aku mandi!"
Ucap Dareen merasa tubuhnya agak lengket dan berbau sekalian mengalihkan pembicaraan yang membuat Qiu Ming merasa tidak nyaman.
"eh..."
"b... ba... bantu anda mandi?"
Ucap Qiu Ming yang tergagap-gagap dan matanya sudah berputar-putar karna otaknya memikirkan hal lain.
Dan...
__ADS_1
...Bersambung:)...