
"kenapa kau menyalahkan ku?"
"yang harus disalahkan disini itu kau"
"jika kau tidak bunuh diri apa semuanya akan menjadi seperti ini?"
"dengan egoisnya kau memutuskan untuk bunuh diri tanpa memikirkan Qiu yang masih ingin punya keluarga yang menemani disisinya"
"meski ia memiliki diriku yang menerimanya... menjadi kakak untuknya, tapi baginya kau tetaplah kakak yang ia ingat dalam ingatan masa bayinya"
Ucap Dareen berteriak keras supaya Ming Xiu mendengarkan kata-kata nya dengan baik, tak ingin Ming Xiu untuk tidak menerima kenyataan lagi.
......
"aku tidak akan percaya kepadamu..."
"AKU TIDAK PERCAYA!!!"
"sebelum aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri"
"lepaskan aku!!"
"cepat lepaskan!!"
"LEPASKAN IKATAN INI!!"
"aku ingin mencari adikku!!"
Teriak Ming Xiu meronta-ronta ingin lepas dari jeratan tali yang mengikat tubuhnya bahkan kini matanya memerah karena sudah dikuasai oleh amarah.
"hahaha...."
"kau... kau ingin melihat Qiu?"
"aku tak akan pernah mengizinkan kau untuk menemuinya"
"kalian keluarga Ming benar-benar kejam"
"bahkan sampai mati, Qiu masih ingin bersatu dengan keluarganya, tapi yang kulihat hanyalah..."
"kalian... kau..."
"hah... baiklah.. kau ingin melihat Qiu kan?"
"ini lihatlah ini!!"
"lihat dengan baik-baik"
"hanya rambut ini yang tersisa dari dirinya"
"kau yang seperti ini..."
"apa kau ingin bilang kalau kau tidak percaya kata-kata ku lagi"
Ucap Dareen menghayati perannya sebagai provokator sekaligus membuat ceritanya tampak dramatis hingga Ming Xiu tak bisa berkutik menelaah semua ucapan Dareen.
"Khu.. khukhukhu... nikmatnya hujan poin setelah makan siang"
"ais... sekali jalan langsung dapat dua"
"bisalah ikut main film kalo lagi dibumi, hehehe"
Batin Dareen yang tersenyum senang mendapati System memberinya notifikasi.
[Ding]
[Ming Xiu tak ingin percaya dengan kata-kata anda +30.000 poin negatif]
[Ming Xiu marah setelah mendengar kebohongan anda +43.000 poin negatif]
[Ming Xiu sangat ingin untuk menghajar anda +65.000 poin negatif]
__ADS_1
[Ming Xiu geram terhadap kebohongan anda +43.000 poin negatif]
[Qiu Ming berteriak kepada anda +47.000 poin positif]
[Qiu Ming berharap anda melepaskan dinding pembatas yang anda buat +92.000 poin positif]
[Qiu Ming memohon kepada anda untuk tidak memancing amarah Ming Xiu +59.000 poin positif]
[Qiu Ming berteriak tak rela anda bertengkar dengan Ming Xiu +87.000 poin positif]
[Ming Xiu merasa gelisah terhadap ucapan anda +76.000 poin positif]
[Qiu Ming memohon untuk melepaskan Ming Xiu +58.000 poin positif]
"hehehe... lumayanlah buat pengeluaranku tadi pagi"
Batin Dareen tertawa puas mendapatkan hadiah berupa poin karma yang sudah lebih dari pengeluarannya tadi pagi.
Ming Xiu kini sudah terlepas dari tali yang mengikatnya karena di potong oleh Dareen.
Ming Xiu langsung menghampiri rambut Qiu Ming yang sudah dipotong terikat oleh Dareen sebelum Qiu Ming pergi.
Ia memeluk rambut itu seerat-eratnya, ia tak ingin melepas rambut itu karena merasa hanya itulah hal yang bisa ia dapatkan dari Dareen.
Ia sangat menyesal telah melakukan sesuatu yang membuat adiknya berkorban begitu banyak sedangkan dirinya tak pernah sekalipun melakukan apapun untuknya.
Ia menangisi rambut yang ada dipelukannya tidak memperdulikan semua luka yang ada ditubuhnya, yang ada dipikirannya hanyalah rasa penyesalan.
"sepertinya kau sudah menyesali perbuatanmu"
"yah... kau setidaknya sudah tahu kalau akan ada orang yang kesakitan jika kau sakit"
"meski nyawamu kau anggap tak berharga, tapi kau juga harus berfikir bahwa ada orang yang menganggap nyawamu lebih berharga daripada berlian sebesar gunung"
Ucap Dareen membuat Ming Xiu bertanya-tanya dalam lubuk hatinya dan mencoba menelaah ucapan Dareen tapi tak kunjung mengerti karena saat ini ia sedang sibuk menangisi penyesalannya.
Dinding pembatas yang dibuat oleh Dareen sudah dibuka, Qiu Ming melangkah masuk dengan cepat memeluk tubuh Ming Xiu.
Teriak Qiu Ming memanggil kakaknya yang tertunduk dan seketika itu Ming Xiu mengangkat kepalanya dan melihat sosok yang berlari kearahnya dengan mata yang terbelalak.
"Qiu.. Qiu.. adikku"
"kau masih hidup"
"tapi.. jika kau masih hidup lalu ini apa?"
Panggil Qiu Ming kepada sosok yang kini tengah memeluknya dengan erat dan merasa heran terhadap pelukan hangat yang ia rasakan sekarang.
"ini semua hanya akal-akalan tuan untuk menyadarkan dirimu"
"tuan ingin agar kakak sadar kalau yang selama ini kakak lakukan itu merupakan kejahatan"
"tuan juga memasang dinding pembatas yang membuatku tidak bisa masuk dan kakak tidak bisa lihat dari dalam"
Ucap Qiu Ming menjelaskan semuanya kepada Ming Xiu tanpa memperdulikan kehadiran Dareen.
"maaf karena mengganggu reuni kalian"
"aku hanya ingin mengatakan beberapa kata sebelum pergi"
Ucap Dareen menengahi pembicaraan mereka hingga merekapun menoleh kearahnya.
"eh.. tuan akan pergi?"
Tanya Qiu Ming terkejut kepada Dareen yang mengatakan bahwa ia akan pergi entak kemana itu.
"dari awal tujuanku hanyalah menyatukan ikatan persaudaraan diantara kalian"
"dan tujuanku akhirnya tercapai"
"karena aku tahu, ingatan tentang diriku tak akan bisa kau lupakan maka dari itu aku hanya akan membuat kakakmu melupakan kejadian hari ini dan menulis ulang beberapa ingatannya"
__ADS_1
Ucap Dareen lalu menggoyangkan tangannya hingga tampak menari dengan cahaya kerlap-kerlip yang keluar lalu menuju kearah Ming Xiu lalu menyebar keseluruh tubuhnya.
"kakak!"
Panggil Qiu Ming melihat kakaknya yang kini jatuh tak sadarkan diri.
"tenanglah.. kakak mu baik-baik saja, dia hanya akan tidur. Besok dia akan bangun dengan sendirinya kok"
"ingatlah bahwa kamu masih punya keluarga, dan lupakan untuk bertemu denganku di kehidupan ini"
"aku juga akan mengubah penampilan kakakmu agar tidak ada yang akan mengira bahwa dia adalah Ming Xiu"
"mulai sekarang nama kakakmu adalah Xiu Shao"
"kurasa hal inilah yang kamu nanti nanti dalam hidupmu"
"jalanilah hidup bahagia bersama dengan kakakmu"
"aku tidak bisa membawamu disisiku karena aku tidak berasal dari dunia ini, dan suatu hari aku akan pergi dari dunia ini"
"karena itu aku tidak ingin terikat dan malah tak ingin pergi dari dunia ini"
"aku akan meninggalkan rumah ini untukmu dan kakakmu"
"kuharap kalian bisa bahagia"
"terutama kamu, kamu harus hidup bahagia untukku"
Ucap Dareen melangkah menghampiri Qiu Ming dan memeluknya, pelukannya pun dibalas erat oleh Qiu Ming.
"tidak bisakah tuan tinggal lebih lama"
"tidak sehari saja"
"tuankan sudah berjanji akan menuruti satu permintaan ku"
"aku ingin permintaan ku sekarang"
Ucap Qiu Ming tak ingin ditinggalkan oleh sosok kakak sekaligus ayah yang ada dipelukannya sambil menagis.
"aku tidak bisa menepati itu sekarang"
"tapi tidak usah khawatir suatu saat jika kau bereinkarnasi ke bumi, carilah aku dan aku akan menepati janji ku kepadamu"
"jika aku mengatakan ini maka ia pasti akan berharap tapi setidaknya ia tidak perlu memikirkan dan cemas terhadap diriku sekarang"
Ucap Dareen menepuk-nepuk punggung Qiu Ming dan menenangkannya dengan membohonginya dengan kata-kata reinkarnasi.
"baiklah saatnya kita berpisah"
"selamat tinggal si kecil menggemaskan"
Ucap Dareen dengan salam perpisahan mengeluarkan sayapnya ditengah ruangan itu kemudian terbang menembus atap rumahnya.
"tu.. tuan... siapa nama anda di b..b..Bu..bumi?"
"Dareen"
Tanya Qiu Ming yang penasaran dengan nama tuannya di dunia yang disebut bumi itu lalu dijawab dengan agak sedikit lambat oleh Dareen tampak seperti ia sedang berpikir dulu lalu menjawab.
Setelah itu, Dareen terbang tinggi menembus awan hingga berada diatas awan agar tak terlihat oleh orang-orang yang ada di bawah.
Dan...
.
.
.
...Bersambung:)...
__ADS_1