Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 67 Bangun kesiangan


__ADS_3

Skip...


Sesampainya mereka berdua di ruangan para pekerja yang bertugas untuk menyalin lembar-lembar kertas yang sudah Dareen tulisi dengan ceritanya.


"ada apa ini?"


Tanya Dareen setelah membuka pintu yang mana ia melihat semua orang menangis sambil terus menyalin cerita yang disuruh.


"tuan... kenapa anda memisahkan mereka berdua hiks..."


"kasihan Yura"


Ucap seorang pekerja yang kini memandangi Dareen dengan berlinang air mata di pipinya, sambil sesenggukan.


Melihat hal itu, Dareen geleng-geleng kepala memijit pelipisnya pusing melihat mereka semua menangisi cerita yang ia buat.


"makanya baca sampai selesai"


"haih..."


Dareen mengucapkan kata-katanya lalu berbalik dan menyeret Chong Liyao yang mematung ketika melihat suasana di dalam ruangan itu yang sepenuhnya menangisi cerita yang disalin.


Dareen menarik kerah Chong Liyao yang tak bisa berkata-kata hingga kedepan pintu masuk toko buku itu, tak sedikit orang yang melihat mereka berbisik-bisik dan bergosip.


"sudahkan, besok tidak perlu datang lagi, aku akan memberitahu adikku untuk menemuimu besok di tempat lelang"


Ucap Dareen melepaskan tarikannya lalu menyuruh Chong Liyao untuk tidak datang ke toko bukunya lagi besok karena merasa terlalu merepotkan jika ia harus berubah di toko dengan tergesa-gesa.


"benarkah?"


"terimakasih kakak ipar (calon)"


"jangan memanggilku kakak ipar dulu, kau tidak tahu seberapa banyak pria yang menyukai adikku yang cantik, dan banyak yang lebih baik darimu jadi sebelum mendapatkan hati adikku jangan memanggilku dengan sebutan kakak ipar"


Tanya Chong Liyao antusias dan berterimakasih sambil berekspresi manyun, sedangkan Dareen yang tidak nyaman dengan sebutan 'kakak ipar' menyuruh Chong Liyao untuk tidak memanggilnya seperti itu.


Chong Liyao pun pergi dengan kereta kuda yang ia tunggangi ketempat Dareen berada dan dengan wajah berseri-seri bergegas ke paviliun yang sudah ia sewa di ibukota.


"astaga... aku lupa menyuruhnya mengembalikan penanda buku ku"


Ucap Dareen menepuk dahinya kasar karena terlupa untuk meminta penanda buku yang diambil oleh Chong Liyao.


"untuk aku bilang akan menemuinya di pelelangan"


Puasnya yang merasa lega karena sudah berkata akan menemui Chong Liyao di acara pelelangan dimana Chyou akan dilelang.


Ia pun beranjak naik kelantai 3 tepatnya di ruang kerjanya berada untuk melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Ia tak lupa mencari undangan yang dikirimkan oleh keluarga Li supaya tidak susah untuk mencarinya besok.


Karena berkas-berkas serta laporan yang menumpuk Dareen jadi bekerja semalaman dan baru tidur sekitar jam 3 pagi.


Skip...


Sekitar jam 12 siang atau sebentar lagi tengah hari, Dareen dengan lusuh terbangun karena suara berisik di luar jendelanya.


Dareen masih setengah sadar lalu mendudukkan dirinya di pinggir ranjang seraya meregangkan tubuhnya agar otot-ototnya tidak kaku.


Ia berjalan sempoyongan karena masih setengah sadar ke arah bak mandi yang ada di sudut ruangannya.


"seperti ada sesuatu yang kulupa?"


"tapi apa yah?"


Tanyanya kepada dirinya sendiri yang melangkah naik ke bak mandi yang masih hangat dengan kelopak mawar biru yang membuatnya merasa rileks.


"eh kak Huang baru bangun?"


"kak Huang tidak jadi ke pelelangan kah?"


Tanya Chu Yi yang memasuki kamar Dareen lalu melihat Dareen yang tengah berendam dibalik tirai di sudut ruangan dengan santai.


"astaga...!!!"


"sekarang masih belum mulai kan?"


Teriak Dareen lalu berdiri dengan cepat dan melangkah keluar dari bak mandinya dan berlari kearah Chu Yi dan memegang pundaknya sambil bertanya.


"bb.. belum sih, tapi sebentar lagi akan dimulai"


Jawab Chu Yi yang terbata-bata melihat tubuh Dareen yang bugil didepan matanya sendiri, membuatnya merasa malu apalagi melihat otot-otot kekar Dareen tidak seperti dirinya.


"akh... bisa-bisanya aku melupakan pelelangan itu?"


"aku harus bersiap-siap!!"


Teriak Dareen frustasi kepada dirinya sendiri karena begadang hingga bangun kesiangan dibuatnya.


Chu Yi hanya bisa mengendap-endap perlahan berniat melarikan diri dari ruangan Dareen karena melihat Dareen yang tampak menyeramkan.


Dareen yang tergesa-gesa dengan secepatnya memakai baju lalu merubah tampilannya menjadi versi wanita, lalu melihat bahwa bajunya sangat tidak cocok karena bajunya terlalu kebesaran untuk ukuran versi wanita nya.


Dareen pun lalu melepaskan bajunya lalu berganti dengan baju feminim yang cocok dengan ukuran tubuhnya lalu memakai cadar untuk menutupi kecantikannya.


Setelah selesai memakai hanfu feminim yang berwarna merah dihiasi dengan beberapa manik-manik yang membuatnya semakin cantik lalu berangkat.

__ADS_1


Tak lupa dengan surat undangan dari keluarga Li, iapun dengan berlari menuruni nak tangga yang ada di tokonya itu, sesekali mengumpat kepada tokonya yang terlalu banyak anak tangga.


Menaiki kereta kuda yang sudah dipesankan oleh Chu Yi untuk Dareen Naoki menuju tempat yang dituju dengan cepat karena pelelangan akan segera dimulai.


Meski sedikit khawatir Dareen tetap harus menjaga image nya di depan umum, jadi dia segera merapikan tatanan rambutnya yang terurai, cadarnya yang miring, tusuk konde nya yang hampir lepas, juga tak lupa merapikan hanfunya yang lusuh karena berlari.


Skip...


Dareen sudah sampai di tempat lelang yang dimaksudkan, ia turun dari kereta kuda dengan dibantu oleh si supir tak lupa mengkondisikan rambutnya yang terlerai kedepan hingga wajah mulus nan cantik itu dilihati oleh banyak orang yang berada di luar tempat lelang.


Ada banyak sekali nama-nama orang-orang yang berkuasa yang membuat system terus berbunyi tanda orang-orang memujinya dan berhasil mendapatkan beberapa poin karma.


Sementara Chong Liyao yang sudah sedari tadi menunggu si cantik, langsung dengan cepat menuju kedepan si cantik dan sedikit membungkukkan pundaknya lalu menjulurkan tangan kanannya agar si cantik memegang tangannya.


"tenang... tenang... ini semua hanya untuk poin karma, jadi tahanlah sebentar saja sambil tersenyum"


Dengan berat hati Dareen memegang tangan Chong Liyao hingga akhirnya wajah Chong Liyao tersenyum berseri-seri dan berjalan beriringan dan menggandeng tangan Dareen melewati orang-orang yang menatap mereka juga bergosip.


"tahan Dareen... hanya perlu tersenyum, setelah itu selesai"


Dengan senyuman cerah ia berjalan masuk ke pelelangan yang diawali dengan pesta yang diselenggarakan oleh keluarga Li, meski dengan tujuan lain.


Setelah sampai di dalam ruangan yang sangat luas dengan banyaknya meja-meja bundar dimana-mana juga tak lupa orang-orang yang menikmati pesta dengan teman-teman mereka, meminum anggur juga menyantap hidangan penutup yang sudah disiapkan.


Bisa dikatakan bahwa, keluarga Li benar-benar sudah menyiapkan acaranya dengan sangat teliti, sampai mejanya juga sudah ada nomor pada setiap bangku.


Dareen melepaskan genggaman tangan Chong Liyao dan mendahuluinya masuk ke ruangan tempat diselenggarakannya acara pembuka.


Setelah masuk, pandangan semua orang kini tertuju kepada sesosok wanita cantik yang tengah berjalan di tengah-tengah mereka menuju meja dengan nomor 45.


Tak sedikit orang yang bertanya-tanya siapa gerangan sosok wanita cantik yang sedang berjalan dengan santai mengabaikan pandangan orang-orang hingga duduk dengan anggun di kursi nomor 873.


"siapa wanita itu?"


"sangat cantik"


"bukankah itu pangeran ketiga kekaisaran Chong, Chong Liyao yang berada dibelakang nya"


"ada hubungan apa wanita itu dengan pangeran Liyao"


"kelihatannya pangeran Chong Liyao jatuh cinta kepada wanita itu"


"entahlah... untuk apa aku mengurusi mereka, lebih baik aku duduk dengan santai sambil menonton"


Seperti itulah kira-kira bisikan-bisikan yang masih terdengar oleh Dareen yang hanya acuh tak acuh menikmati hidangan penutup yang ada di depan matanya.


Sementara itu di sisi lain tempat Dareen berada, seseorang sedang memperhatikannya dengan tatapan menyelidiki.

__ADS_1


...Bersambung:)...


__ADS_2