
2 bulan yang lalu...
"Hah... hari yang sangat melelahkan." ucapnya seraya meregangkan otot - otot tubuhnya yang kaku.
Setelah berjalan dari gang yang ia masuki saat keluar dari tempat lelang, Dareen sudah kembali ketubuh laki -lakinya. Siapa yang menyangka akan ada orang yang melihatnya mucul tiba - tiba di tengah - tengah gang.
"Menarik...!." Ucap orang tersebut dibalik gelap sudut gang - gang itu.
Meski sudah ada pemberitahuan dari system tentang keberadaan orang tersebut, Dareen tetap melanjutkan perjalanannya melalui pasar raya.
"Hari ini ada festival yah..." ucap Dareen ketika melihat meriahnya dan ramainya pasar sepanjang jalan.
Disepanjang jalan sungguh sangat ramai dan berisik tapi tak luput dari kesenangan orang - orang yang baik itu anak-anak hingga orang tua.
Dareen juga merasa hal yang bagus jika dirinya juga ikut dalam festival tersebut. Dia hanya sekadar menikmati rasa senang orang - orang hingga akhirnya iapun ikut membeli beberapa masakan yang dijual oleh pedagang kaki lima.
"Ee... pencuri kecil, mau lari kemana kamu." Teriak seorang pedagang yang mengundang perhatian orang - orang dan mengerumuni seorang anak kecil yang tampaknya yatim piatu.
"Kita memang tidak bisa menilai anak - anak sepolos itu"
"Masih kecil begini saja sudah jadi pencuri, bagaimana nanti jika sudah besar"
"Akhir - akhir ini ada banyak sekali pencuri, kita harus selalu hati - hati, takut nantinya harta kita yang dicuri"
Seperti itulah orang orang yang berkerumun mulai mengkritik apa yang diperbuat oleh orang lain yang bahkan masih kecil.
"Mana tadi barang yang kau curi dariku, bocah!!." Teriak pedagang itu sambil mengangkat kerah leher baju compang - camping anak itu.
__ADS_1
Anak itu tampak menggigil ketakutan, tapi seakan enggan untuk memberikan barang yang dicurinya.
"Hei.. hei... ada apa ini?" Ucap seseorang yang menerobos masuk dan ikut campur dalam urusan persoalan tersebut.
"bukankah anda sama saja dengan menindas seseorang yang lemah" Ucap orang itu yang ternyata seorang pria buta dengan kain putih yang menutupi matanya.
"Heh hanya seorang pria cacat, sungguh berani" Ucap paman pedagang itu mencibir.
"Bukankah pria ini aneh?, bagaimana bisa dia berkeliaran di tempat seramai ini, sedangkan dia itu buta" Ucap orang yang menyadari ada sesuatu yang aneh dengan pria buta itu.
"ini... benar juga, mungkinkah orang ini adalah seorang master?. Tapi dia sama sekali tidak membawa pedang, heh tidak mungkin itu dia. Paling hanya orang biasa yang bertindak layaknya seorang master" Ucap paman pedagang itu dalam hatinya mencibir dan menghina pria buta itu.
"Mohon kepada anda untuk melepaskan anak ini" Ucap pria buta itu melindungi anak kecil itu yang berlari ke belakangnya.
"Melepaskan pencuri kecil itu?, heh bisa saja, tapi aku ingin kamu mengganti barang yang dicurinya dariku" Ucap paman pedagang itu tidak mau mengalah.
"aku keluar karena merasa jenuh tidak disangka akan bertemu dengan keadaan yang seperti ini, akhirnya aku tidak bawa sepeserpun uang" Ucap pria buta itu dalam hati merasa menyesal.
"Heh... tidak bawa uang, tapi masih berniat untuk menolong pencuri kecil. Pengawal tangkap pencuri itu." Ucap paman pedagang itu geram terhadap perilaku pria buta tersebut yang ternyata tidak membawa uang sepeserpun dan menyuruh penjaga yang bertugas untuk menjaga keamanan pasar untuk menangkap anak kecil yang sekarang sedang ketakutan di belakang pria buta itu sambil menggenggam erat hanfu pria buta itu.
Sementara itu...
Dareen saat ini sedang bertaruh harga dengan pejudi yang ada di rumah judi dengan tubuh wanitanya.
"Berjudi sebagai wanita seksi memang lebih mudah, hahaha..." Batin Dareen yang sedang memenangkan judi dengan cara menggoda para pria untuk bertaruh dengannya.
Siapa coba yang akan menolak untuk bertaruh tubuh wanita seksi dan menggoda. Seperti itulah saat ini bentuk tubuh Dareen yang membuat semua pria menjadi bangkrut dalam sekali taruhan.
__ADS_1
"Tidak hanya menghasilkan banyak spirit stone, tapi juga menghasilkan banyak poin karma, hahaha.." Ucap Dareen dalam hatinya sangat menikmati situasi yang banyak membuatnya untung.
Sampai akhirnya semua orang yang ada di rumah judi berhamburan keluar dari rumah judi karena sebuah kegaduhan yang terdengar sangat sengit.
"sebaiknya anda serahkan saja anak itu, sebelum kami membuat keputusan untuk memaksa" Ucap salah satu diantara 3 prajurit keamanan dengan baju sirah serta pedang di genggaman mereka.
"..." Pria buta itu hanya diam dan semakin melindungi anak kecil itu di belakangnya dan bahkan ia tampak mengambil ancang - ancang.
"Baiklah karena anda tidak ingin bekerja sama dengan kami, maka kami akan melakukan tugas kami" Ucapnya lagi dari salah satu prajurit yang akan mengambil tindakan paksa dalam situasi dimana semua orang berharap pencuri kecil itu untuk di beri hukuman agar tidak akan ada lagi yang membuat mereka resah dengan tindakan pencurian lagi.
Ketiga prajurit itupun maju dan mengangkat pedangnya seraya menyerang pria buta itu. Tapi anehnya pria buta itu berhasil menghindar dengan tepat seraya menggendong anak kecil itu.
Setelah beberapa menit berlalu dengan pertarungan 3 orang prajurit melawan satu orang pria buta. Walaupun pria buta itu cukup gesit dalam menghindari serangan para prajurit bersenjata itu ia juga ada kalanya terkena beberapa goresan di tubuhnya karena perkiraannya tidak bisa selamanya tepat.
"Kalian ini prajurit atau apa, seorang pria cacat saja tidak bisa diatasi, aku akan melaporkan ini ke komandan kalian" Ucap paman pedagang itu mendesak para prajurit untuk segera melaksanakan tugasnya jika tidak maka mereka akan di keluarkan dari pekerjaan mereka.
"Tidak bisa begini terus, aku harus membawa anak ini pergi bersamaku" Pikir pria buta itu hendak melompat dan melarikan diri dengan anak kecil itu.
"paman awas..." Ucap anak kecil yang ada digendongan pria buta itu memperingatkannya untuk menghindar karena ada prajurit yang menyerangnya dari belakang.
Dari bantuan anak kecil itu akhirnya pria buta itu berhasil menghindar disituasi yang begitu gawat hingga hampir mengambil nyawanya. Tapi tidak disangka para prajurit lainnya malah mengambil keuntungan dan menusukkan pedang tepat pada bagian perut pria buta itu.
"uhk.." Pria buta itu pun segera menarik diri dari tusukan pedang itu hingga luka diperutnya mengeluarkan darah dan membuatnya muntah darah.
Melihat kesempatan sebagus ini, para prajurit itu ingin segera menikam pria buta itu bersama - sama, tapi untungnya Dareen datang tepat waktu dan melerai mereka dengan gelombang aura yang membuat ketiga prajurit itu pun terhempas mundur.
"Hanya membayar ganti rugi saja kan?, ini!" Ucap Dareen melemparkan sekantong spirit stone ke tanah tepat didepan paman pedagang itu.
__ADS_1
Paman pedangang serta orang - orang yang menyaksikan keributan tersebut terkejut dengan kedatangan Dareen yang membuat aura disekitar terasa pekat dan membuat semua orang disekitar merasa tertekan dan tak bisa berkata - kata.
Maaf yah gaes..., Aku kan dah janji kemarin aku seharusnya udah update tapi ternyata aku malah dapat ancaman dari guru kalo tugasnya nggak selesai, aku bakal masuk bk. Maka dari itu kemarin aku benar - benar tidak bisa lanjutin.😙🤸🏻♀️🤸🏻♀️