Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 66 Sudah terlanjur


__ADS_3

#masih ditempat yang sama --->toko buku alun-alun ibukota ---->ruang tamunya


Dareen dan si Chong Liyao masih duduk berhadapan dan menuangkan teh pada cangkir yang sudah ada di meja itu lalu sesekali menyeruput teh dengan nikmat.


Chong Liyao masih dengan ekspresi wajah tersenyum berseri-seri memandangi Dareen yang dia duga bahwa Dareen adalah sang kakak si cantik.


Sedangkan Chu Yi, tidak perlu dikatakan lagi dia dengan gembira sambil melompat lompat memegang buku yang diberikan oleh Dareen lalu membungkuk antusias berterimakasih lalu beranjak pergi dari tempat itu menuju ruangannya sendiri tidak mau berbagi dengan yang lain.


"hekhem... tidak usah pedulikan anak itu"


"jadi untuk apa pangeran ketiga kekaisaran Chong berada di kekaisaran Yao?"


Deheman Dareen yang membuat pandangan Chong Liyao kembali kearah Dareen yang tengah menuangkan teh ke cangkir Chong Liyao yang sudah kosong.


"itu... sebenarnya saya diundang ke pelelangan yang diadakan oleh keluarga Li"


"katanya mereka akan melelang benda-benda berharga"


"tapi yang membuatku tertarik adalah keluarga Li akan melelang seseorang dari suku kuno"


"Keluarga Li tidak menjelaskan dari mana asal usul orang kuno itu tapi katanya bisa memperpanjang umur hingga 1.000 tahun"


Jawab Chong Liyao dengan jelas karena ingin memberikan kesan yang baik pada kakak iparnya(calon) agar direstui.


'"jadi Chyou akan dilelang di keluarga Li yah?"


"kurasa aku juga dapat surat undangan dari keluarga Li, ah iya... sudah tertumpuk dengan berkas-berkas di ruang kerjaku"


"jika pangeran ketiga kekaisaran Chong saja diundang pasti akan banyak orang-orang dengan kekuasaan dan kekayaan ikut dalam pelelangan ini, yang pastinya akan sulit untuk memenangkan pelelangan ini"


Batin Dareen berdiskusi dengan pikirannya sambil terus menyeruput teh dengan pelan menatap meja kemudian di letakkan kembali.


"jadi kau dapat undangan dari keluarga Li juga?"


Tanya Dareen kepada Chong Liyao ingin memastikan apa benar akan banyak saingan disana.


"jadi, kakak Xiu akan ikut pelelangan juga?"


"sayangnya aku tidak ada waktu untuk ikut pelelangan ini, tapi karena adikku datang pagi ini, jadi aku menyuruhnya untuk ikut pelelangan ini?"


"toh... karena sudah seperti ini, mending kumanfaatkan saja sekalian"😏


Tanya Chong Liyao ketika mendengar Dareen berkata 'juga' namun sayangnya yang akan pergi adalah Dareen versi wanita.


"meski begitu aku tidak akan membiarkanmu dekat-dekat dengan adikku"🙂


"aku tidak ingin adikku ternodai oleh pria yang suka berganti-ganti wanita seperti mengganti pakaian"


Lanjut Dareen untuk membuat si Chong Liyao ini untuk menjaga jarak dengan Dareen versi wanita yang membuat Chong Liyao merasa tertusuk sebuah tombak tak terlihat.


"bagaimana dia bisa tahu kalau aku ini suka gonta-ganti wanita"


Batin Chong Liyao memegang perutnya yang merasa perih meski hanya batinnya saja yang terkena.


"bagaimana aku tahu?"


"hah.. karena tubuhmu yang memberitahuku"


"hanfu yang terbuka"


"rambut yang dibiarkan terurai"


"bau parfum yang sangat banyak"


"bekas gigitan dileher"


Seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Chong Liyao ia menebak dan memberikan kritikan dengan setelah ia mengidentifikasi seluruh tubuh Chong Liyao.

__ADS_1


sfx:jleb... jleb.. jleb.. jleb...


Seakan ditusuk beberapa tombak tubuh Chong Liyao terasa lemas karena semua yang dikatakan Dareen itu benar adanya.


"habis sudah... kesan pertamaku untuk mendapatkan restu kakak si cantik"


Batin Chong Liyao yang sudah terkapar akibat serangan bertubi Dareen memegang pinggir meja berniat untuk bangkit dan memegang perutnya dengan tangan satunya.


"tapi sepertinya kau cukup lumayan lah"


"badanmu kekar berotot"


"wajahmu cukup lumayan"


"tangan kasar dan beberapa luka di lengan juga wajahmu menunjukkan bahwa kau sudah terjun ke medan perang selama hidupmu"


"dan gonta-ganti wanita juga menunjukkan bahwa yang dibawah itu masih berguna dan bersemangat"


Ucap Dareen yang kini memberikan sebuah pujian hingga membuat Chong Liyao bangkit kembali dan merasa segar setelah mendapatkan pujian dari (calon) kakak iparnya.


"tapi hal itu membuktikan bahwa kau adalah lelaki murahan"


"jadi jauh-jauh lah dari adikku"


Sambung Dareen membuat Chong Liyao tertusuk tombak besar hingga ia terkapar kebelakang karena yang diucapkan (calon) kakak iparnya itu benar.


"**..tapi aku benar-benar serius kali ini"


"aku benar-benar tulus mencintainya"


"aku janji akan menjauh dari wanita lainnya dan hanya memperbolehkan si cantik saja yang boleh menyentuhku"


"aku berjanji akan melindungi si cantik dengan segenap jiwa dan ragaku"


"jadi aku mohon untuk memberikanku kesempatan"


"mati aku..!"


"sekarang aku sudah tidak bisa menjelaskan kebenarannya kepada anak ini"


Ucap Dareen dalam hatinya yang seperti tertusuk sebuah pedang karena ia sudah tidak memiliki harapan untuk menjelaskan kebenarannya kepada Chong Liyao.


"ehkh... baiklah, akan kuberi satu kesempatan untukmu memenangkan hati adikku"


"jika sekali saja kau menyakiti hatinya, akan kupenggal kepalamu"


Ucap Dareen memberikan kesempatan bagi Chong Liyao untuk mendekati dirinya versi wanita lalu mengancam jika ia menyakiti dirinya versi wanita, maka ia akan memenggal kepalanya.


"tenang saja, kakak ipar"


"aku akan menjaganya dengan baik dan tidak akan berani untuk menyakitinya"


"yes... sekarang tinggal mendapatkan hati si cantik"


Ucap Chong Liyao menyuruh Dareen untuk tenang dengan bangganya membusungkan dadanya dan membatin senang karena sekarang hanya perlu mendapatkan hati si wanita.


Dan inilah orang yang merasa bersalah atas seseorang 👉🏻 Dareen.


Dareen hanya diam dan menyeruput teh berusaha untuk tenang dan tidak membuat ekspresi wajah yang mencurigakan.


"eh... itu.. anu... em, jadi sekarang aku bisa bertemu dengan si cantik?"


"tidak...!"


"ehh... kenapa?"


Tanya Chong Liyao ragu-ragu lalu dengan cepat Dareen menjawab tidak yang membuat Chong Liyao berontak dan bertanya kenapa?.

__ADS_1


"aku tidak akan mau jalan bersamamu"😣


Batin Dareen setelah menolak permintaan Chong Liyao untuk bertemu dengannya dirinya versi wanita.


"tidak ya tidak"


"ee... tapi kenapa?"


"karena aku tidak mau saja"


"sekali ini saja yah..."


"ya ya ya... kakak ipar"🥺


"kubilang tidak ya tidak"


Dan terjadilah pertarungan hak bertemu dengan Dareen versi wanita antara Chong Liyao dan Dareen versi laki-laki.


Satunya sangat-sangat ingin bertemu dengan si cantik, satunya lagi tidak ingin terlalu sering berganti tubuh karena hal itu membuatnya merasa letih dan sakit kepala.


Ditengah perdebatan yang tidak ada hentinya itu, terdengarlah suara teriakan disertai tangis di ruangan sebelah mereka yang membuat perhatian mereka berdua teralihkan dan menghentikan perdebatan.


"huaaa...."


"kenapa jadi seperti ini??"


"hueee..."


"tidak Keiryu..."


"kenapa...? KENAPA?!!"


"kenapa kau.. hiks... berbuat seperti itu kepada.. hiks... Yura.. hiks..., Keiryu...!!"


"hiks..."


"waaa...rkh"


"huaaa... tidak boleh seperti ini"


"tidak... Yura, jangan.. hiks... tinggalkan kami.. hiks..."


"tidak Yura, kenapa.. hiks... kau meninggalkan kami.. hiks..."


"ini... hiks... bukan... hiks... salahmu Yura"


"hiks... kenapa kau menyalahkan dirimu sendiri, sedangkan... hiks..."


"WAAAA...."


"tidak boleh seperti ini?"


"teganya kamu Keiryu... hiks..."


"teganya kamu melakukan... hiks... ini kepada Yura hiks.."


"hiks..."


"hiks"


"hikscrot..."


Seperti itulah kira-kira teriakan diiringi dengan tangisan sesegukan oleh sekumpulan pekerja yang disuruh untuk menyalin cerita yang ditulis oleh Dareen.


Dareen dan Chong Liyao sontak berdiri dan menuju ke asal teriakan disertai tangis itu.


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2