Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 44 Suara hati yang terucap {sudah revisi}


__ADS_3

Yao Siyue yang mendengar rakyatnya begitu mendukung dirinya bahkan setelah apa yang terjadi merasa bahagia sekaligus senang karna rencananya tetap lancar.


"terimakasih karena tetap mempercayaiku setelah semua yang telah terjadi"


"bagaimanapun aku akan membalaskan dendam kalian kepada mereka yang telah membumi hanguskan ibukota Yue"


"dan sebagai balasan kepada kepercayaan kalian kepadamu, aku.. tidak temanku akan membangkitkan keluarga serta anak-anak kita yang tewas tanpa tahu apa-apa"


Ucap Yao Siyue berterimakasih kemudian memberikan kompensasi berupa membangkitkan kembali orang-orang yang telah tewas serta memusnahkan para penjajah.


"apa?!"


"apa aku tidak salah dengar?"


"kau tidak salah dengar pak tua, yang mulia kaisar menjanjikan kebangkitan orang-orang yang telah gugur dan kembali hidup"


"Ha! an.. anakku, yang mulia kumohon hidupkan kembali anak-anak ku yang tiada karna keganasan pasukan Raja Ming"


"jika... jika memang benar ibuku bisa hidup kembali maka aku akan bersumpah setia dan tak akan pernah mencoba untuk berkhianat kepadamu"


Begitulah suasana yang mencekam berubah menjadi tangis penuh permohonan tertuju kearah Yao Siyue yang telah menjanjikan kembalinya orang-orang yang telah gugur.


Sementara itu, ditengah pasukan Raja Ming hadirlah sosok yang terasa familiar, yap inilah sosok penghianat kekaisaran yang dicari-cari oleh semua orang.


Benar, Ming Xiu seorang selir kesayangan kaisar Yao Siyue yang telah berkolusi dengan Raja Ming dan bergabung dengan mereka untuk menyerang kekaisaran.


"apa... apa yang terjadi?"


"tidak... tidak, aku bukan penghianat"


"aku.. aku.. aku hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh rubah jantan itu demi dirimu"


"kenapa?, kenapa?, kenapa?, KENAPA????"


Ucap Ming Xiu frustasi dan menjadi gila karena merasa telah disalahkan tanpa melakukan kesalahan.


"aku... aku sangat mencintaimu kaisarku"


"tidak mungkin aku mengkhianatimu"


"aku hanya ingin tau pria seperti apa yang kau sukai"


"tidak, tidak mungkin kaisarku tercinta menyalahkan ku"


"ini semua terjadi karena pria ja**** itu"


"benar pria ja**** itulah sumber masalah yang membuat semuanya menjadi seperti ini"

__ADS_1


"iya, benar pria ja**** itu, pria ja**** itulah yang membuat hubungan kita semakin menjauh"


"kau pasti masih mencintai ku kan?"


"benar, tidak mungkin kaisarku tercinta membenciku"


"pasti pria ja**** itulah yang telah mempermainkan kaisarku"


"tidak akan kubiarkan"


"tidak akan... KUBIARKAN...!!!"


Teriak frustasi Ming Xiu kebingungan karna selama ini yang membuatnya menjadi seperti ini adalah Yao Siyue sendirilah yang telah menyelamatkannya.


Teriakan itu menggema diantara pasukan Raja Ming tapi tak terdengar oleh siapapun karna pasukan Raja Ming sudah tak memiliki akal sehat.


Sementara itu, ditempat Raja Ming berada. Raja Ming telah bangkit dari tempat ia terkapar lalu berjalan kearah pasukannya yang telah terbaring dengan luka di sekujur tubuhnya.


Meskipun mayat-mayat itu ada yang sudah tak utuh tubuhnya ia tetap mengarah ke tempat dimana banyak mayat berserakan.


Kemudian ia mengangkat tangannya seraya menggumamkan bahasa yang tak dimengerti.


Tak lama kemudian ia mengiris tangannya dengan pedang yang tergeletak lalu membuat lingkaran dengan bintang di dalamnya dengan darahnya sendiri.


"tak kusangka ternyata yang terjebak disini adalah aku, bukannya ja**** itu"


"Khu Khu khu... akan kugunakan semua manaku yang tersisa untuk membuat 10 mayat raksasa"


Ucap Raja Ming yang masih menggambar lingkaran diatas tumpukan mayat seraya tersenyum licik.


Tak lama kemudian lingkaran dengan bintang dan juga tulisan-tulisan kuno telah selesai ia gambar diatas mayat lalu menggumamkan ayat-ayat kuno.


Tak berselang beberapa menit lingkaran yang telah digambar Raja Ming bersinar merah menjulang naik keatas langit.


Belum selesai ia melantunkan ayat-ayat kuno, ia telah terhempas keluar dari tengah lingkaran dengan tendangan menukik dari Gaora.


"meski aku tidak tau apa yang sedang kau perbuat, tapi gerak-gerik mu terasa janggal jadi terima saja jurus tendangan keras dariku"


"keren..."


"boss itulah yang dinamakan keren sebenarnya"


"huahahaha..."


Ucap Gaora dengan mengibaskan rambutnya yang pendek seraya menyentil debu yang ada di hidungnya, dan di beri komentar candaan oleh rekan-rekannya yang berakhir tawaan yang receh.


"kalian ini, masih sempat-sempatnya bercanda di saat yang seperti ini"

__ADS_1


"kenapa?, ada yang marah?"


"kami itu memujimu bos"


"benar, bos yang paling keren"


Bincang mereka yang menyembunyikan kepenatan mereka dengan candaan agar tak merasa sedih atas kehilangan rekan seperjuangan mereka.


"ka.. kalian, sebenarnya apa mau kalian, mereka kan hanya sampah, untuk apa kalian mempedulikan sampah yang bukan apa-apa itu?"


Ucap Raja Ming yang tidak mengerti kenapa juga mereka masih menyerangnya setelah mereka juga telah masuk dalam perangkap yang membuat mereka tidak bisa mengeluarkan roh Yuan-hun mereka.


#note: yang dimaksud sampah itu teman teman mereka yang sudah gugur ya. So marah ngk sih kalo temen dibilangin sampah ngk guna?.


#reader: marah lah masa enggak


"sampah kau bilang"


"berani beraninya kau menghina teman-teman kami yang berharga"


"yang sampah disini itu kamu, kau bahkan tidak bisa menjaga anakmu yang pengecut itu"


"Binyu, walaupun gemuk dan tubuhnya besar dan suka makan, bahkan sering mengambil jatah makan siangku, dia itu teman curhatan paling berharga bagiku. Dia selalu mendengarkan keluhanku saat orang tuaku selalu memaksaku untuk memakai baju yang feminim"


"Chawu, teman kami yang paling berharga kau bilang dia itu sampah, meskipun dia benar seorang sampah yang akan melirik setiap wanita cantik yang ia lihat dan selalu menggoda mereka tapi dia tidak pernah sekalipun punya niat jahat untuk memaksa untuk dicintai, tapi dia itu adalah orang yang paling aku cintai"


"Muchu itu anak yang ceria dia bergabung kedalam kelompok kami saat masih kecil dan dia satu-satunya teman kami yang selalu membuat kami tertawa saat aku sangat terpuruk setelah mendengar bahwa orangtuaku telah meninggal tanpa sebab. Dialah satu-satunya gadis diantar kelompok kami, sosok yang selalu ceria meskipun ia sendiri memendam kesedihan, tapi ia tak pernah sedikitpun menunjukkan kesedihannya"


"Ryou adalah sosok yang dingin, dan tak suka bicara banyak, dialah yang selalu membuatku kesal karna tak pernah membalas ucapanku tapi dia adalah orang yang berhati lembut dan penuh perhatian diantara kami, meskipun dia tak pernah memperlihatkan kehangatan hatinya kepada kami, tapi kami tau kalau dialah yang selalu memberikan kami kehangatan dengan caranya sendiri"


"teman-teman kami yang berharga, kau sebut sebagai sampah, kaulah yang sebenarnya sampah diantara sampah"


"kau tidak tahu bahwa orang yang kau anggap sampah itu adalah orang orang yang sangat berharga bagi kami"


"meskipun mereka mati dengan bangga, tapi kau.. kau bahkan tak menghargai kematian teman-teman kami"


"kau tidak tau seberapa ingin aku untuk menyatakan cinta kepadanya sampai saat dia mati pun tak kunjung ku katakan"


"setidaknya, hargailah mereka yang sudah kau bunuh dengan tanganmu sendiri, kau tidak takut dengan karma yang akan mendatangimu"


Ucap mereka yang merasa sesak didada mereka ketika teman mereka yang berharga hanya dianggap sebagai sampah tak berguna dan tak rela mereka dibilangi sampah.


"heh... karma?, sebelum karma itu mendatangiku, kepala kalian sudah tak tersambung lagi dengan tubuh kalian"


"cuih, sampah tetaplah sampah"


Ucap Raja Ming memprovokasi yang membuat mereka tak lagi bisa menahan amarah dan dengan kemarahan atas teman mereka yang dihina, tubuh mereka tergerak dan sangat ingin untuk menghajar sosok yang ada didepan mereka.

__ADS_1


...Bersambung:)...


__ADS_2