Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 24 selembar kertas bergambar {sudah revisi}


__ADS_3

Beberapa menit sebelum kejadian...


"system apa tubuhku akan beregenerasi kembali jika tubuhku hancur?"


[menjawab]


[dengan darah Slime peniru yang mengalir dalam tubuh anda meski tubuh anda hancur menjadi abu tubuh anda akan terus beregenerasi kembali]


"kurasa hanya ini caranya agar bisa mengalahkan semua laba-laba berwajah yang ada disini"


Ucap Dareen kemudian mengeluarkan semua tangki bahan bakar minyak yang sudah ia beli dan menumpahkan 150 tangki dari 300 tangki dari setiap jenisnya.


Lalu 150 tangki lainnya ia tempatkan mengelilingi tempat yang ada di tempatnya saat ini.


[Ding]


[70.000 laba-laba berwajah manusia datang dan bergabung dalam pengejaran anda]


[jumlah laba-laba berwajah yang datang menuju tempat anda ada 100.000 laba-laba berwajah manusia]


"APA!!... jumlah ini kan terlalu... kurasa caraku memang sudah bagus untuk menghancurkan mereka sekaligus"


Ucapnya berdiri di tengah tangki bahan bakar minyak yang telah ditaruh mengelilinginya.


"meski harus mengambil resiko yang berbahaya tapi ini memang harus dilakukan"


Ucapnya memandangi kearah sekeliling lalu mengeluarkan sayapnya lalu terbang ke atas dan melihat banyak dari laba-laba itu tergelincir.


Kebanyakan dari mereka kini bergerak lambat karena minyak yang ditumpah oleh Dareen lalu banyak yang terjatuh setelah mencoba beberapa kali untuk berjalan di atas minyak.


Kemudian laba-laba berwajah manusia yang ada dibelakang memutuskan untuk menggunakan laba-laba yang terjatuh menjadi pijakannya.


Seperti itu terus menerus hingga mencapai 150 tangki yang telah dibuat melingkar.


Ketika sampai di tangki bahan bakar minyak itu kemudian mereka menuruni tangki menuju kearah Dareen.


Karna Dareen terbang di langit langit labirin laba-laba itu memutuskan untuk memanfaatkan yang dibawah seperti tangga menuju ke arah Dareen.


Banyak dari mereka hampir mencapai Dareen tapi Dareen menggunakan elemen kayu untuk menumbuhkan batang pohon yang di gerakkan kesan kemari dan batang itu terus membuat cabang ketika menembus tubuh laba-laba berwajah manusia itu.


[Ding]


[penguasaan terhadap elemen kayu meningkat 02,07%/100%]


Laba-laba itu tak ingin terus dibantai, dan berinisiatif mengeluarkan jaring jeratnya untuk menjerat tubuh Dareen.


Tapi jaring itu di hempaskan oleh pelindung angin yang membungkus tubuh Dareen.


[Ding]


[penguasaan terhadap elemen angin meningkat 01,53%/100%]


Mereka(laba-laba berwajah manusia) terus menyerang menggunakan jaring mereka tapi terus di hempaskan oleh pelindung angin yang membungkus Dareen.


[Ding]

__ADS_1


[musuh telah memasuki garis lingkup peledakan]


"bagus...!"


Dareen kemudian melepas skill pelindung anginnya lalu mengangkat kedua tangannya yang kemudian bercahaya coklat.


Tak lama kemudian getaran terjadi dari arah yang jauh dimana laba-laba itu berdatangan.


Lalu muncul tanah dari bawah lantai labirin kemudian muncul naik dengan cepat lalu melambat sebentar di tengah tengah.


Tanah itu membentuk dinding yang mengitari semua laba-laba berwajah manusia yang ada di sana.


Ketika tanah itu sampai ke atas dinding labirin banyak laba-laba yang berusaha kabur namun tak bisa karna tak ada lagi jalan keluar bagi mereka.


[Ding]


[penguasaan terhadap elemen tanah meningkat 03,21%/100%]


Dareen kemudian menumbuhkan pohon yang berukuran sedang yang secara acak ia keluarkan di dalam kurungan itu.


[Ding]


[penguasaan terhadap elemen kayu meningkat 10,08%/100%]


Laba-laba berwajah manusia yang ada didalam kurungan itu tak menyerah untuk menyerang Dareen.


Laba-laba itu berhasil menggapai tubuh Dareen yang sedang membuat pohon di sekitar dengan jaring mereka.


Jaring yang menjerat Dareen sangat keras, membuat Dareen tak bisa apa apa dibuatnya.


Ucapnya yang terjatuh karna sedang di jerat oleh jaring laba-laba.


"aku yang dulu pasti sudah berteriak ketakutan bahkan hanya dengan melihat laba-laba kecil saja sudah membuatku takut, tapi sekarang semuanya sudah berubah"


Ucapnya menyadari perubahan dalam hidupnya setelah bereinkarnasi ke dunia daratan jiwa.


Dareen kemudian memejamkan matanya lalu membukanya dan seketika itu sabit yang ada di tangan kirinya serta kuku yang ada di tangan kirinya muncul lalu akhirnya berhasil keluar dari jeratan jaring laba-laba yang menangkapnya.


Sayap yang tadinya sedang terjerat kini melebar lalu mengepak dan terbang ke atas lagi.


"kurasa ini saat yang bagus mengingat semuanya sudah ada di sini dan semua yang di rencanakan telah selesai"


Ucapnya memandang semua yang ada di salam sana.


"cukup satu sentuhan terakhir maka semuanya akan berakhir"


Ucapnya kemudian mengangkat tangan kirinya yang masih ada kuku serta sabit itu muncul api kecil disetiap kukunya.


Kemudian menembakkannya ke arah tangki bahan bakar minyak itu.


sfx:duar...


sfx:boom...


sfx:buum...

__ADS_1


sfx:paak...


sfx:pook...


Seketika itu ledakan besar terjadi satu persatu yang menyebabkan guncangan dahsyat yang menggetarkan seisi labirin.


Dengan cepat api menjalar ke minyak minyak yang telah di tumpahkan dan melebar sampai ke ujung setiap ujung kurungan itu.


Dalam sekejap mata banyak laba-laba yang mati dan menghilang dan meninggalkan kristal berwarna merah berkilau serta genangan darah.


Teriakan kesakitan dan putus asa terdengar sepanjang kurungan itu. Seperti halnya open yang memanggang daging didalamnya.


Sementara itu Dareen yang juga saat itu sedang berada di dalam kurungan itu juga terkena dampak dari ledakan besar itu.


Tubuhnya terlempar ke arah dinding labirin akibat ledakan lalu api juga mengenai tubuhnya membakar tubuhnya secara perlahan.


"akh..!!"


Desahnya yang kesakitan ketika menabrak dinding labirin dan ia mendengar banyak tulang di tubuhnya retak dengan sangat jelas.


Ia tak berdaya karna ia tak punya cukup MP untuk digunakan dan energinya habis karna mendirikan dinding yang mengitari 100.000 laba-laba berwajah manusia.


Apalagi dampak yang ia dapatkan ketika tubuhnya terhempas menabrak dinding labirin itu membuat tulang belakangnya patah dan tergeser dan membuat tulangnya menembus kulitnya.


Darah mengalir dari dagingnya yang di tembus oleh tulangnya sendiri, darah mengalir dari matanya bercampur dengan air matanya yang membuat matanya jadi lebih perih.


"ah... sekali lagi aku seperti melihat nenek tersenyum lebar di balik cahaya itu"


Ucapnya yang tak berdaya lalu mengabaikan rasa sakit karena sudah tak ada tenaga untuk merasakan rasa sakit.


Darah keluar dari mulutnya dengan bantuan batuk, darah juga mengalir dari hidungnya serta kepalanya yang bocor akibat benturan keras mengenai salah satu kaki laba laba berwajah manusia.


"ah.. ah.."


Ia kesulitan mengucapkan kata kata karna tenggorokannya tertusuk oleh ranting kayu yang menembus kebelakang lehernya.


Kedua tulang tangannya patah dan membengkok menembus dagingnya yang membuat darah mengalir deras.


Ia sangat ingin menggerakkan tangannya untuk meraih sesuatu yang tergeletak dekat di sampingnya tapi tak bisa karna tangannya yang bengkok.


Sayapnya kini patah karna benturan keras akibat ledakan yang besar itu.


Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya dan menggunakan mulutnya untuk menggapai sebuah gambar dengan seorang nenek yang sedang tersenyum yang ada di dalam gambar yang sudah ia gambar untuk mengingat neneknya.


Karna ia tidak tahu kapan ia akan bertemu lagi dengan sang nenek 100 tahun 1.000 tahun 10.000 tahun 100.000 tahun. Memikirkan waktu yang harus ia lalui untuk bertemu sang nenek ia jadi berpikir 'apakah sang nenek masih hidup jika ia harus bertahan hidup di dunia itu selama 100.000 tidak bahkan setahun saja ia berada di dunia itu ia tidak tahu apakah sang nenek masih hidup saat ia baru bisa kembali ke bumi'.


Abaikan setahun ia bahkan tidak tahu apakah ia bisa kembali jika ia sudah menjadi kuat, tapi ia tidak tahu kapan ia akan menjadi sangat kuat hingga bisa kembali ke bumi.


"sakit"


Itulah kata-kata yang terucap dari bibirnya untuk terakhir kalinya lalu matanya tertutup dan kesadarannya menghilang.


Dareen tahu apa yang akan terjadi jika ia melakukan hal itu tapi ia tak menyangka akan jadi lebih parah dari bayangannya.


Tubuhnya melemas dan api menjalar kearahnya dengan cepat membungkus tubuhnya dan membuat tubuhnya hangus dan seketika menjadi debu.

__ADS_1


...Bersambung:)...


__ADS_2