
"setelah pria itu mati, tubuh kami jadi mengecil seperti ini dan umur kami berkurang dan mencapai batas umur awal kami '25 tahun'"
"disitu kami suku rambut warna warni semakin hari semakin berkurang, hingga akhirnya seluruh suku rambut warna warni bersepakat untuk memberikan semua umur mereka kepada kami berlima"
"hari itu hanya ada kami berlima yang masih kecil, jadi semuanya sepakat untuk memberikan semua umur mereka kepada kami dan berharap kami bisa bertemu dengan tuan dan membentuk suku kami kembali"
"dan akhirnya kami memiliki batas umur 2.000 tahun, dan bertahan hingga sekarang hanya untuk bertemu dengan tuan"
"kami berharap bisa kembali seperti tubuh normal kami"
Lanjut Jiancheng menjelaskan dengan rinci kepada Dareen, sementara Dareen masih setia mengelus-elus kepalanya karena gemes.
"trus, kakak kalian?"
Tanya Dareen tanpa berpaling, dan terus mengelus lembut rambut Jiancheng sesekali memegang dan mencubit pipinya yang gembul.
"suku rambut warna warni adalah suku yang semakin terang dan berkilau rambutnya, maka umurnya juga banyak, begitu pula dengan kami yang terkenal bisa berbagi umur membuat orang-orang yang serakah akan umur panjang jadi suka memburu kami dan memeras semua umur kami"
"awalnya kami ada lebih dari 50 orang yang bertahan tapi 45 teman kami yang lainnya sudah mati karena umurnya dikuras habis oleh orang yang serakah kehidupan"
"karena itulah kami hidup sengsara terus dikejar dan selalu merasa terancam"
"kami tidak bisa melawan sebab kekuatan kami hilang bersamaan dengan meninggalnya pria itu"
Jawab Jiancheng menjelaskan kepada Dareen yang sesekali menepis dan mendorong tangan Dareen yang nyosor sana-sini membuatnya tidak nyaman.
"oh... jadi seperti itu"
"karena itulah kalian mencariku"
"ternyata untuk meminta pertolongan yah?"
"tenang saja, selama ada aku kalian pasti aman"
Ucap Dareen akhirnya menurunkan Jiancheng dari pangkuannya lalu berdiri dan memeluk mereka berempat dan menjamin keselamatan mereka kedepannya.
"bukan hanya itu, kami juga ingin tuan untuk mengembalikan kami seperti semula"
"iya, karena tubuh mungil ini, kami jadi kesusahan untuk melarikan diri dan bertahan dari orang-orang yang mengejar kami"
"iya, Yu mohon... tolong kembalikan kekuatan kami"
Ucap Yaoshan dan sikembar Shilin memohon kepada Dareen agar mengembalikan mereka agar menjadi normal.
"baiklah, akan kulakukan"
"tapi bagaimana caranya?"
"aku tidak tahu bagaimana cara mengembalikan kalian seperti semula"
Ucap Dareen mengiyakan permintaan mereka lalu menurunkan mereka dari pelukannya hingga akhirnya bertanya karena sama sekali tidak tahu bagaimana cara mengembalikan mereka seperti semula.
"kakak Chyou pernah bilang, mencium kening tuan akan mengembalikan kami seperti semula"
"ouh... seperti itu"
Jawab Shilin Yu yang polos sambil menggigit jarinya mengingat ucapan kakak nya kemudian di iyakan oleh Dareen.
"kemarilah!!"
Ucap Dareen menyuruh mereka kearahnya seraya menjongkokkan tubuhnya sejajar dengan tinggi mereka.
"eh... kau setuju...??"
"tentu saja kenapa tidak??๐คจ
Tanya Yaoshan yang merasa sangat mudah untuk mendapatkan apa yang diminta sedangkan Dareen mengangkat satu alisnya heran.
"yey... bisa jadi kuat kembali!!"
__ADS_1
Ucap Shilin Yu senang dan Engan cepat mencium kening Dareen bergantian dengan ketiga kakaknya.
Tak lama kemudian cahaya dengan warna biru kental, coklat muda, merah dan hijau dari dahi Dareen tepatnya pada tato lingkaran yang menjadi tanda bahwa ia memiliki tubuh 12 elemen.
Cahaya biru kental mewakili elemen air yang kemudian terbang menuju kearah Jiancheng tepatnya di kepalanya dan seketika membuat rambutnya bercahaya biru lalu perlahan rambutnya memanjang.
Bersamaan dengan itu Yaoshan , shilin Yuwen dan Shilin Yu juga di hampiri oleh cahaya yang mewakili kekuatan mereka masing-masing.
Yaoshan mendapat warna coklat muda yang mewakili elemen tanah, shilin Yuwen mendapat warna merah yang mewakili elemen api, dan shilin Yu mendapat warna hijau yang mewakili elemen tumbuhan.
Rambut mereka perlahan tumbuh memanjang dengan warna yang mereka dapatkan masing-masing.
Tubuh mereka juga semakin membesar alias kembali tubuh mereka yang semula atau bisa dibilang kembali normal.
Tubuh mereka semakin berkembang dan terus berkembang hingga melebihi tinggi tubuh modifikasi Dareen.
Tubuh mereka menjadi kekar permanen, hingga baju yang mereka kenakan jadi robek dan membuat mereka bugil.
Mereka semua akhirnya kembali seperti semula, dan mendapat kekuatan mereka kembali seperti hidup kembali.
Dareen yang melihat hal itu merasa takjub akan perubahan mereka tepat di depan matanya, mereka berubah dengan perlahan membuatnya tambah takjub melihatnya.
Melihat tubuh mereka bugil, Dareen dengan cepat membeli empat hanfu yang cocok dipakai mereka berempat.
"wah... akhirnya tubuh kita jadi seperti semula"
"rasanya sangat nyaman"
"uff... hah...."
"nikmatnya, rasanya seperti terlahir kembali"
Ucap Shilin Yu, Shilin Yuwen dan Jiancheng menikmati perubahan tubuh mereka dengan perlahan sedangkan Yaoshan hanya diam karena memang dia selalu diam.
"sudahkan..., nih pakai hanfu ini!, kalian sudah telanjang bulat masih saja bahagia"
Ucap Dareen memberikan 4 lembar hanfu sesuai ukuran mereka masing-masing, sontak mereka berempat tertawa canggung.
Mereka berempat lalu tersadar bahwa tuan mereka itu seorang wanita, jadi mereka dengan refleks menutupi bagian bawah nya merasa malu karena bertelanjang penuh di depan seorang wanita (yang nyatanya pria).
.
.
.
.
.
.
.
"maafkan kami, karena memperlihatkan hal seperti ini kepada anda"
Seketika itu merekapun menundukkan kepalanya merasa bersalah atas hal yang mereka lakukan kepada tuan yang sudah mengembalikan mereka seperti semula.
"tidak apa-apa, lagian aku juga sorang pria, jadi tidak usah merasa bersalah?"
"!!!!"
Ucap Dareen mengelus-elus lembut kepala Shilin Yu yang sudah berkaca-kaca hampir meneteskan air matanya, Namun mereka dengan cepat membulat kan pupil mata mereka sempurna karena mendengar apa yang dikatakan Dareen.
"ee...h !!!"
Teriak mereka berempat yang baru konek dari bulatan matanya, mengangkat kepala melihat kearah Dareen.
"stt..."
__ADS_1
"kalian berisik"
"lihat!!"
Ringis Dareen merasa kupingnya berdenyut-denyut karena teriak mereka berempat lalu menyuruh melihat tubuhnya sekali lagi yang sudah kembali seperti semula.
"๐ณ๐ต"
Sontak mereka berempat kembali membulatkan mata hingga akhirnya merasa pusing dengan perubahan Dareen yang tiba-tiba.
"ja.. jadi tuan itu laki-laki atau perempuan?!"
"aku laki-laki lah"
"aku hanya menyamar menjadi wanita cantik agar identitas ku sebagai penulis terkenal tertutupi dan tidak mendapatkan masalah"
Tanya Jiancheng yang bingung terhadap gender tuannya lalu dijawab Dareen dengan sedikit kesal.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
#disebuah ruangan yang gelap --->sebuah ruangan dengan pintu jeruji
Chyou yang masih setia di ikat dan di cambuki meski ia sudah mendapatkan banyak luka lebam pada tubuhnya.
sfx:ctar..
sfx:srak..
sfx:srak..
Chyou tak henti meringis kesakitan namun masih bisa ia tahan dengan mengepalkan kedua tangannya sekaligus menggigit bibir bawahnya hingga berdarah.
Tubuhnya yang mungil apalagi tanpa kekuatannya yang dulu ia tidak bisa menahan rasa sakit yang menyentuh tubuhnya hingga akhirnya mengerang dan berteriak kesakitan.
Tak lama seorang wanita datang dan masuk ke sel itu lalu menyuruh pria berbadan besar penuh otot yang tengah mencambuk tubuh Chyou untuk berhenti.
"tubuh ini harus tampak bersih ketika dilelang"
"tenanglah, 2 hari lagi kau akan dilelang jadi kau tidak usah merasa tersiksa disini lagi"
Ucap wanita itu mengangkat dagu Chyou yang wajahnya tampak geram seraya memaju mundurkan dadanya yang sangat ingin menghajar sosok didepannya.
"kenapa dengan mukamu itu"
sfx:plak...
"sungguh menjijikkan"
"sudahlah, setelah dibeli kau juga akan mati"
"lanjutkan pekerjaanmu"
"wahahaha..."
Ucap wanita itu kesal lalu menampar wajah mungil Chyou dan memberitahukan kepada nya hari dimana ia akan mati sambil menyuruh pria berbadan besar nan kekar itu untuk terus mencambuk tubuh Chyou dan keluar dari sel itu dengan tertawa puas.
...Bersambung:)...
__ADS_1