Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 47 Ketiga iblis dan kedua penghianat


__ADS_3

#di pinggiran ibukota Yue --->diatas langit


"bagaimana mungkin?"


"bagaimana bisa malaikat turun ke wilayah ja**** ini?"


Ucap Raja Ming yang bertanya-tanya kenapa malaikat turun di tempat Yao Siyue sedangkan dulu kerajaannya hancur tapi tak ada satupun malaikat yang turun.


"kenapa ini semua terjadi padaku?"


"padahal semuanya sudah tersusun rapi"


"rencana yang kubuat selama lebih dari 10 tahun hancur begitu saja"


Ucap Raja Ming mengeluh karena rasa sakit yang ia terima dari kekalahannya dulu tayang bagai film dalam kepalanya.


"Apakah ini yang dinamakan karma?"


"hahaha..."


"karma, benar... inilah yang mereka sebut sebagai karma"


Ucapnya yang bergetar tak tahan dengan semua hal yang terjadi, tertawa keras bagai kesurupan, dan tak lama kemudian ia merasa kepalanya menjadi berat, dan mulai Ling-lung.


Ia terjatuh ketanah karna efek gas beracun yang sudah ia hirup dalam perjalanannya ke ibukota.


Meski merasa tubuhnya mulai tak bisa digerakkan ia masih sadar dan berdiri menggunakan pedan sebagai penyeimbang agar tak terjatuh.


"kenapa ini?"


"tubuhku... tubuhku... aku semakin sulit untuk menggerakkan tubuhku"


"apa yang terjadi kepada tubuhku?"


"racun?!"


"tapi sejauh ini aku sama sekali tak melihat dan mencium bau racun"


Tak lama kemudian...


"bom itu... pantas saja bom ranjau yang berada diluar perbatasan tidak menimbulkan efek ledak yang luar biasa"


"melainkan ledakan itu hanya pengalihan agar tidak terlalu memperhatikan asap yang keluar setelah bom itu meledak"


"ataukah, racun ini adalah racun pada kuku iblis iblis itu?"


"tidak... iblis iblis itu tidak mungkin memiliki racun, sedangkan yang ada dipikiran mereka hanya membalas dendam tak peduli hal lain"


"maka benar bahwa ranjau itu pasti beracun"


"pantas saja aku kalah, ternyata ja**** itu sudah tau rencanaku dari awal"


"tunggu... bagaimana mungkin si ja**** itu tau apa yang kurencanakan"


"apakah... ada penghianat disisiku"


"Ming Xiu.. tidak penasehat Qi"


"itu dia, penasehat Qi adalah penghianat sebenarnya"


"yang tahu semu rencanaku hanya dia seorang"


"pantas aku merasa sangat kesal kepadanya, ternyata dia penghianat"


Ucap Raja Ming berdebat dengan dirinya sendiri mengira-ngira siapakah penghianat yang berada di sisinya.


Tak lama kemudian tubuhnya pun ambruk tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, meski kesadarannya masih ada meski sudah mencoba banyak kali ia tetap tidak bisa menggerakkan tubuhnya.

__ADS_1


"hrrrr"


"grrr"


"rrrrr"


"ghhhh"


"wrrrr"


Geraman iblis iblis yang merupakan sosok teman seperjuangan ketua Gaora yang mendekat kearah tubuh Raja Ming yang sudah lumpuh.


Meskipun mereka hanya tersisa 3 orang akibat serangan terakhir raja Ming sebelum ia lumpuh, berniat untuk mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki sebelum ia mati.


Ketiga iblis itu kemudian menerkam tubuh Raja Ming dengan gigi-gigi mereka yang tajam dan mencakarnya dengan segenap kemarahan serta benci mereka.


Tubuh Raja Ming sudah nampak tak dikenali tubuhnya sudah terpisah-pisah menjadi beberapa bagian hingga darah memberciki tubuh ketiga iblis itu.


Meskipun tubuh Raja Ming sudah tak terhubung lagi mereka terus mencakar dan mencabik-cabik tubuh Raja Ming.


Raja Ming yang kesadarannya masih ada merasakan rasa sakit yang luar biasa, meski tubuhnya tak bereaksi apa-apa tapi kesadaran merasakan rasa sakit yang amat sakit.


#ditengah hamparan mayat


Ming Xiu yang meringkuk dan menggigil ketakutan di balik tumpukan mayat dihampiri oleh penasehat Qi.


"pangeran, apa yang pangeran lakukan disini?"


"pangeran harus segera pergi dari sini, sebelum pihak kekaisaran menemukan anda"


"penasehat Qi, apakah itu kau?"


"cepat...! cepat bawa aku pergi dari sini"


"aku tidak peduli dimana, yang penting kau bawa aku ketempat yang selamat"


Tanya penasehat Qi yang melihat Ming Xiu yang tengah bersembunyi dibalik mayat-mayat yang sudah ditumpuk hingga membuatnya tidak kelihatan. Ming Xiu yang sudah gila keputusasaan ia hanya bisa pasrah dan menyuruh penasehat Qi untuk membawanya kemanapun itu yang penting dirinya aman.


"baiklah yang mulia"


"naiklah ke punggungku, saya akan membawa anda ke tempat yang aman"


Ucap penasehat Qi mengiyakan perintah Ming Xiu dan menjongkokkan tubuhnya hingga Ming Xiu bisa naik dalan gendongannya. Wajahnya nampak menyunggingkan senyum licik.


Ming Xiu yang sudah tidak ingin memikirkan hal lain ia dengan cepat naik ke gendongan belakang penasehat Qi.


"cih, kenapa aku harus bersentuhan dengan makhluk menyedihkan ini?"


"jika saja tuan tidak menyuruhku untuk membawa pengecut ini kehadapannya dengan keadaan yang masih hidup, aku tidak akan mau menggendong bayi besar ini"


Ucap penasehat Qi dalam hati yang tak rela tubuhnya disentuh oleh orang lain selain tuannya. Ia dengan terpaksa harus bersentuhan dengan Ming Xiu agar perintah tuannya terlaksana dengan baik.


"ah... tuan... seandainya kau tahu aku mencintaimu"


"meski begitu aku tak ingin tuan malah menjauhiku hanya karna pernyataan cintaku"


"setidaknya aku rela melakukan apapun untuk tuan, hehehe... apakah kali ini aku akan mendapatkan elusan di kepala lagi"


"aku tak sabar di elus tuan"


"sebaiknya aku mempercepat lariku"


"hehehe..."


Ucapnya lagi membatin berdebat dengan dirinya sendiri yang berujung senyuman tak sabar untuk memberitahu tuannya bahwa misinya berhasil ia lakukan dengan lancar.


#di Ibukota Yue --->pada ujung ibukota lainnya

__ADS_1


Semua orang takjub melihat cahaya yang membanjiri kekaisaran dan merasa pemasaran darimana cahaya itu datang, namun setelah melihat arah datangnya cahaya itu mereka jadi lebih takjub lagi karena melihat sosok malaikat yang dikelilingi cahaya hijau, emas dan coklat.


"ibu.. ibu... ada cahaya masuk kedalam tubuhku.. lihat cahaya itu juga masuk ketubuh ibu"


"eh apa ini"


"tidak terasa sakit"


"eh lukaku, lukaku sembuh"


"kakiku... kakiku yang hilang satu menjadi tumbuh kembali"


"aku bisa bergerak... hahah... akhirnya aku bisa bergerak..."


"ibu... ibu... akhirnya kau bangun juga huhuhu..."


"istriku... an.. anak kita.. anak kita bisa berjalan lagi"


"aku bisa melihat, aku bisa melihat, huahaha... akhirnya... akhirnya aku bisa melihat. Ibu.. ibu.. aku bisa melihat".


Begitulah teriak kegembiraan penuh tangis bahagia pada malam hari yang disinari bulan tanpa satu bintang pun terlihat.


"tenanglah semuanya, cahaya yang masuk ketubuh kalian adalah berkat dari sang malaikat menyembuhkan penyakit yang kalian derita selama ini"


"dan setelah ini sang malaikat akan menghidupkan kembali saudara saudari, orang tua serta anak-anak kita yang telah mati"


Ucap Yao Siyue menenangkan semua orang atas mayat-mayat yang dibawa masuk kedalam tanah oleh akar-akar yang dibuat oleh Dareen.


Ucapan Yao Siyue tentu menimbulkan rasa penasaran, lega serta syukur dan juga gembira bahwa sang malaikat akan menghidupkan kembali orang-orang tercinta mereka.


#diatas pohon beringin raksasa


[Ding]


[Yao Siyue merasa sangat berterimakasih kepada anda karena telah membantunya menyelesaikan banyak masalah yang terjadi pada kekaisarannya +50.000 poin positif]


[Chiyi dan 1.065.980 orang lainnya berterimakasih sebesar-besarnya kepada anda yang telah menyembuhkan mereka kekondisi prima +5.790.673 poin positif]


[Rhushu dan 2.500.000 orang lainnya sedih bahagia kepada anda karena mau mendengarkan permohonan mereka untuk membangkitkan kembali orang-orang yang telah mati +10.970.546 poin positif]


"beginilah seharusnya, tidak sia-sia aku memutar otak untuk merencanakan semua ini"


"nikmat... nikmat sekali... teruslah mengalir, pujilah aku, banjiri aku dengan poin karma"


Ucap Dareen kesenangan menikmati banjir tsunami poin karma yang terus berdengung di depan pandangannya.


"tuan"


"siapa yang sedang anda ajak bicara tuan?"


"ah.. oh kau sudah kembali, anak pintar"


Tanya sesosok pria yang tengah bertekuk lutut di belakang Dareen meski tak ada tanah dan bermodalkan aura padat yang ia buat dibawah kakinya yang menjadi pijakannya. Lalu Dareen berbalik dan mengalihkan topik pembicaraan dengan mengelus-elus kepala sodok pria itu.


Sosok pria itu tersenyum kesenangan menikmati elusan lembut dari Dareen, jika dia memiliki ekor mungkin sekarang ekornya akan berkibas kibas.


"lucunya"


"anak baik, bagiamana dengan misi yang ku suruh?"


"oh iya dimana bocah itu?"


Ucap Dareen dalam hati memuji kelucuannya dan bertanya kepada lelaki itu yang masih bertekuk lutut dan tak ingin menjawab karna masih menikmati elusan lembut dari Dareen


Dan...


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2