Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 02 Mendapatkan tubuh fisik {sudah revisi}


__ADS_3

Dareen membuka matanya dan anehnya sepanjang ia memandang ke sekitar hanya ada warna 'hitam' atau bisa dibilang gelap.


"di mana ini?"


"huh... tubuhku, rasanya tubuhku kembali seperti manusia"


"gelap sekali"


Tak lama di hadapannya muncul titik cahaya terang dan sesosok wanita paruh baya membungkuk dan memegang tongkat dan perlahan memalingkan wajahnya melihat ke arah Dareen.


"ne... nenek!!"


"akhirnya aku bisa melihat nenek..."


"nenek tahu... ada banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan padamu... aku sangat mer..."


Belum selesai berbicara, sang nenek sudah berbalik dan menuju ke arah cahaya tadi.


"eh... nenek!, nenek mau kemana?, tunggu aku nek!"


Dareen berlari mengejar sang nenek dengan air mata yang sudah tak bisa ia tampung, perlahan sejumlah ingatan manis bersama nenek tayang layaknya sebuah film yang berputar di sekitarnya.


Tidak ingin berhenti, Dareen terus berlari mengejar sang nenek, namun semakin ia berlari semakin jauh jarak antara dia dan sang nenek.


Samar-samar sosok sang nenek menghilang bak di telan cahaya. Dareen tidak ingin percaya bahwa sang nenek meninggalkannya dan terus berlari ke arah cahaya itu, sesampainya... cahaya itu menyilaukan matanya dan dalam sekejap ia berada di ruang yang sepenuhnya berlatar biru kehitaman dengan bintik bintik putih layaknya bintang di langit malam.


Dalam ruang tersebut terdapat seekor burung Phoenix api hijau dan harimau es bertanduk yang ia lihat saat pertarungan 3 hari 3 malam tersebut.


Kedua binatang roh itu membungkukkan tubuhnya lalu perlahan menghilang dengan meninggalkan cincin roh berwarna merah berusia 100.000 tahun.


Kedua cincin roh berwarna merah itu perlahan menuju kearah Dareen dan masuk ke tubuhnya.


Sesaat setelah masuk ke tubuh Dareen rasa sakit yang amat sangat amat luar biasa menyengat dari dalam tubuhnya.


Rasa sakit yang sangat menyakitkan seakan akan tulangnya satu per satu di hancurkan hingga berkeping keping lalu membentuk tulang baru, darahnya yang pecah lalu menyatu kembali, otot otot di tubuhnya putus lalu tersambung kembali, setiap organnya di hancurkan berkeping-keping lalu di satukan kembali. Semua rasa sakit itu terus terulang ulang kembali.


Erangan kecil akhirnya berganti teriakan, semakin lama waktu berjalan rasa sakit itu terus bertambah bersamaan dengan teriakan tersebut.


Kini... yang semula hanya sepotong batang secara bertahap menumbuhkan kepala, badan, kaki dan tangan serta organ organ dalam tubuhnya.


Dengan kerinduannya kepada sang nenek tercinta ia tak tanggung-tanggung menahan rasa sakit hanya untuk kembali ke bumi, dengan 0,001% kemungkinan baginya untuk bisa kembali ke bumi lagi, meski mustahil tetap saja ada kemungkinan baginya untuk kembali ke bumi.


─\=≡Σ(╯°□°)╯︵┻┻


Setelah melalui siksaan yang terasa panjang, menguras tenaga dan batin.


Akhirnya tubuhnya pun terbentuk menjadi sesosok pria tampan berambut hijau kebiru-biruan, matanya biru dengan iris mata meruncing, di punggungnya terdapat sayap yang lebar berwarna merah kehijauan, tangannya beserta kaki dan tubuhnya kekar.


.


.


.


.


.


Ditengah kubah yang lumayan dalam, sosok manusia bersayap tanpa sehelai benang yang menutupinya tengah tidur dengan santainya dibawah rembulan yang memancarkan sinar yang membawa kesejukan.


Sementara itu di tengah gelapnya malam yang di sinari bulan seorang wanita cantik tengah berlari di kejar sekumpulan orang berjubah hitam.

__ADS_1


Tampak wanita itu memegang tangan satunya yang terluka, pakaiannya compang-camping, beberapa luka terlihat mengeluarkan darah dan terlihat lelah dalam pengejaran tersebut.


.


.


─\=≡Σ(╯°□°)╯︵┻┻


.


.


"hoam..."


[selamat pagi master]


"selamat pagi"


Tanpa sadar Dareen menjawab sahutan system. Dan secara tak sadar Dareen meregangkan tubuhnya.


"tunggu dulu..."


"ada yang salah"


"aku... bisa bicara, ini bukan mimpi kan?"


Dan lagi secara tak sadar ia melompat kegirangan kesana kemari.


"yesh..."


"akhirnya punya kaki bisa jalan" ( ╹▽╹ )


"ada p**** bisa ***"


"ada rambut... panjang lagi"


"apalagi ada sayap"


"tunggu... tunggu sayap?, sejak kapan aku punya sayap? -_-"


"system... system... apa yang terjadi?"


[menjawab]


[kemarin tubuh anda menerima kerusakan 99% akibat pertarungan Phoenix api hijau dan harimau es bertanduk]


[jadi system memutuskan mengambil alih tubuh master untuk memperbaiki keadaan tubuh master dengan menggunakan skill penyerapan darah dan menyerap setiap tetes darah dari tubuh Phoenix api hijau dan harimau es bertanduk]


[serta menggunakan apel kristal untuk membentuk tubuh baru master]


"jadi semua rasa sakit kemarin bukan mimpi yah?"


[menjawab]


[benar(─.─|| )]


"huh... apa apaan ekspresi itu?"


[Ding]


[mendeteksi adanya sejumlah kelompok serigala sedang mengelilingi master]

__ADS_1


"oho... pas sekali, aku sudah tidak sabar mengetes tubuh baru ini, hehehe(☞ ͡° ͜ʖ ͡°)☞"


Dari dasar kubah Dareen melihat sekelompok serigala mengelilinginya dari atas kubah dan bersiap untuk menyerang.


[Ding]


[terdeteksi ada 50 serigala guntur dan 1 raja serigala guntur]


"beraninya maen keroyokan... satu lawan satu kalo berani"


[huh_-]


"hey... apa apaan itu, yasudah lah urus kucing garong ini dulu"


Dareen mengepakkan sayap nya lalu dengan cepat melesat naik ke udara dengan tidak terkontrol.


"eh... eh.. eh... terlalu cepat, wah..... ada pohon"


Karena belum terbiasa, Dareen belum bisa sepenuhnya mengontrol kecepatan nya, hingga menabrak pohon besar.


"huff... huff..., aku tidak akan menyerah"


Dengan itu Dareen mengatur nafas nya lalu terjun dari atas batang pohon, saat hampir mencapai tanah ia melebarkan sayapnya dan akhirnya ia bisa terbang.༎ຶ‿༎ຶ


Layaknya seekor anak burung iya sangat amat senang bisa terbang menjelajahi langit dan menembus awan. ಥ‿ಥ


Tidak lupa dengan musuhnya, ia pun melesat dengan cepat kearah kawanan serigala dan menggenggam ekornya untuk di bawa ke atas langit lalu di hempaskan ketanah.


Kawanan serigala mulai panik dan menyebar, tapi itu tak menghentikan Dareen untuk terus membantai kawanan serigala guntur.


Raja serigala guntur geram dan melolong sebagai isyarat untuk menyerang dengan petir dengan kekuatan penuh secara berkala kepada para kawanannya.


Benar saja kawanan serigala guntur menjadi tegar kembali dan mulai menyerang dengan serangan petirnya yang keluar dari mulutnya, meskipun agak sulit tapi Dareen tetap bisa menghindari serangan para serigala guntur itu.


Sementara itu raja serigala guntur mengawasi dan mencari kesempatan untuk menembakkan serangan terkuatnya ke arah Dareen.


Satu persatu serigala guntur mati, kini tinggal 2 ekor tersisa yang sudah terbaring di tanah karna kelelahan bersama dengan raja serigala Guntur.


Melihat ada kesempatan raja serigala Guntur menyerang dengan kekuatan penuhnya. Dan sebuah kilat dari langit muncul dan terus menargetkan Dareen.


Dareen terus menghindari kilatan petir itu dengan kecepatan penuhnya, tapi kecepatannya tidak lebih cepat dari kilatan petir itu yang akhirnya mengenai pipi kanan Dareen.


"kilatan petir ini cepat sekali"


"curang ini curang!"


"kalau tidak ada sayap aku pasti sudah mati"


"system keluarkan senjata jiwa bintang 3 yang kudapat kemarin"


[baik master]


"semoga saja senjatanya itu busur, dalam keadaan ini busur adalah senjata yang paling berguna"


Seolah tau apa yang di inginkan Dareen senjata jiwa itu muncul dalam bentuk busur dan 3 anak panah.


"tiga anak panah berarti 3 kesempatan"


Ucapnya mengambil satu dari tiga anak panah yang mengambang di hadapannya lalu membidik kearah Raja serigala guntur.


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2