
"Oi... kau tidak apa-apa kan?." Ucap Dareen kepada pria buta itu yang sedang terhuyung-huyung.
"Aku tidak ap..." Belum selesai mengucapkan sepatah kata, pria buta itu sudah terjatuh ketanah.
Yang dilihat dengan samar oleh pria buta itu adalah Dareen yang mendatanginya dengan kecemasan diwajahnya.
Dalam mimpi si pria buta...
"ibu... lihat apa yang kutemukan!!." Ucap si pria buta yang masih kecil.
"hahaha... itukan kepompong." Tawa ibu melihat Xiang'er kecil yang membawa kepompong dengan tangan kecilnya.
"kepompong itu apa?." Tanya Xiang'er kecil yang tidak tahu apa yang dimaksud kepompong oleh ibunya, karena dimatanya kepompong yang dikatakan oleh ibunya itu adalah benda berkilau yang sangat cantik.
"Kepompong itu nantinya akan menetas menjadi kupu - kupu yang sangat cantik." Ucap ibunya yang tidak ia mengerti.
Xiang'er memiringkan kepala, sembari memperhatikan wajah ibunya yang kini tengah berkilau dibarengi oleh tawa ibunya, hingga seekor kupu - kupu mengalihkan pandangannya.
Xiang,er kecil sangat tertarik dengan kupu - kupu itu dan sesekali melompat karena kupu - kupu itu terbang terlalu tinggi dan sangat sulit baginya untuk menggapai kupu - kupu itu dengan tubuhnya yang mungil.
"Itu dia kupu - kupu yang tadi ibu bilang, ayo cepat tangkap." Sorak ibu Xiang'er dibarengi dengan tawa cekikikannya melihat tingkah anaknya yang imut.
"kupu - kupu cantik, mau kemana?, kamu harus jadi milikku." Teriak kecil Xiang'er yang masih berusaha mengejar kupu - kupu itu.
"Ahaha..." Tawa sang ibu yang sangat gemas dengan anaknya yang imut itu.
"Apa yang kamu tertawakan istriku?." Tanya si suami yang datang setelah melihat ibu Xiang'er yang tertawa riang hingga berseri - seri.
__ADS_1
"Ah... tuan!." Ucap ibu Xiang'er yang sontak memberi salam dengan sedikit membungkukkan badannya.
Si suami nampak sedikit kesal entah apa yang di sesalkan hingga senyumannya tadi menjadi datar seperti semula.
"Maaf tuan, saya sudah tidak sopan seperti ini, mohon maafkan saya dan anak saya." Ucap ibu Xiang'er yang membuat si suami agak tersentak dengan kata - katanya itu dan sedikit kesal dengan perilaku yang sangat berbeda dengan yang dia tunjukkan saat bersama dengan Xiang'er.
"Sudahlah, tidak perlu seperti itu saat bersamaku." Ucap si suami yang sangat berharap istrinya tidak bersikap sesopan tadi.
Baru saja ibu Xiang'er bangkit dari bungkukan sopannya, suara Xiang'er yang berteriak sudah membuat mereka gempar dan berlari ke arah suara Xiang'er berada.
Akhirnya mereka menemukan xiang'er dengan keadaan terbaring di pinggiran semak - semak dengan luka di bagian kedua matanya. Melihat hal seperti itu ibu Xiang'er sangat shock hingga pingsan.
______________ . . . .
"Ibu... ibu..." Panggil si pria buta itu mengigaukan tentang ibunya dalam keadaan masih tertidur, yang membuat Dareen kesulitan untuk megobati luka ditubuhnya.
"Bocah ini... ngigau ya ngigau saja, tidak usah banyak goyang, hei kamu... em siapa tadi namamu?." Ucap Dareen yang kesulitan untuk mengobati luka - luka ditubuh pria buta itu, hingga ia butuh bantuan anak yang diselamatkan olehnya.
"Rui yah, bisa tolong pegang kepala bocah ini?." Tanya Dareen kepada Rui yang agak ketakutan tapi dia masih mengangguk iya karena tidak ingin sesuatu terjadi kepada sang penyelamatnya.
"Hmm... luka dimatanya tidak terlalu parah, tapi ada sedikit bekas racun di area bawah matanya." Ucap Dareen pada dirinya sendiri mengamati penyebab si pria buta itu menjadi buta.
"Oh... apa ini?, ternyata racunnya memiliki 6 titik, dua di area bawah mata, satu dibagian bawah hati, dua di area lutut dan satu di..." Setelah diselidiki ternyata ada 6 titik yang membuat racunnya menyebabkan penyakit parah ada tubuhnya tapi ada satu titik yang membuat Dareen was - was.
"ukh... kenapa harus dibagian itu?." Ucap dareen yang tidak habis pikir lagi dengan satu titik racun yang membuat si pria buta itu sangat lemah, bahkan kejantanannya menjadi lemah hingga tidak bisa melangsungkan keturunan.
"Terserah lah..., Rui kamu keluar dulu, biarkan aku mengobati bocah ini dulu" Ucap Dareen menyuruh Rui keluar karena takut anak itu ternodai.
__ADS_1
"Haah... merepotkan saja" Ucapnya sambil tubuhnya kembali menjadi tubuh lelakinya karena tidak nyaman baginya untuk mengobati dengan tubuh wanita apalagi dengan si pria buta itu yang sebentar lagi akan terbangun.
"Kurasa aku ada menyimpan jarum perak di kotak penyimpanan deh..., nah ini dia, pas sekali ada 6!." Ucap Dareen yang memeriksa kotak penyimpanannya lalu menemukan bahan yang di perlukan lalu mengeluarkannya dan bersiap - siap untuk mengobati si pria buta itu.
Pertama - tama Dareen mengolesi luka - luka di tubuh pria buta itu akibat pertarungan tadi dengan obat yang ia racik pada percobaannya yang entah sejak kapan dia meraciknya lalu di balut dengan perban yang ia beli di toko system. Lalu melanjutkan ke pengobatan luka lama yang membuat tubuhnya melemah sampai merusak beberapa organ dalamnya hingga matanya menjadi buta.
Dareen mengambil satu persatu jarum perak lalu mengolesinya dengan obat racik lain yang dia olesi dengan beberapa bahan cair lalu menusukkannya ke semua titik - titik racun tadi dengan sangat cepat dan tepat.
"fyuh... akhirnya selesai juga" Hembus Dareen lalu menyandarkan dirinya seraya mengelap keringatnya yang bercucuran.
"Siapa?." Tak lama Dareen menyandarkan dirinya, suara ketukan pintu membuatnya kembali waspada.
"Rui membawa makan dan minum untuk tuan penyelamat." Ternyata Rui yang mengetok - ketok pintu.
Dareen segera berubah menjadi bentuk wanita tadi agar tidak membuat Rui terkejut dengan keadaan yang terlalu tiba - tiba. Rui pun masuk dan menyajikan minuman dingin yang nampak segar hingga membuat Dareen tergiur.
"terimakasih, minuman yang kamu bawa sangat segar" Ucap Dareen sangat puas dengan minuman saji yang diberikan oleh Rui.
"Ini pertama kalinya aku di puji" Batin Rui tidak berkata apa - apa malah merasa malu mendengar pujian Dareen.
Tiba - tiba tubuh pria buta itu memberikan reaksi bahwa ia akan menerobos tingkatan hingga membuat tubuhnya memancarkan sinar kerlap - kerlip dan mulai melayang dan akhirnya tubuhnya memancarkan aura bergelombang kesekitar sebagai pertanda bahwa tubuhnya sudah pulih dan berhasil menerobos beberapa tingkatan dan tubuhnya kembali terbaring di ranjang.
"Apakah terjadi sesuatu kepada kakak penyelamat." Tanya Rui yang merasa khawatir karena rekasi barusan adlah hal yang pertama kali iya lihat.
"Tidak apa - apa, bocah ini baru saja menerobos, butuh waktu baginya untuk menyesuaikan aura yang begitu banyak didalam tubuhnya." Jawab Dareen menenangkan Rui dengan mengelus - elus rambutnya.
Bukannya merasa sedikit lebih baik, malah Rui nampak semakin khawatir dengan keadaan pria buta itu yang sudah menyelamatkannya.
__ADS_1
"Sudahlah, aku sudah menyembuhkan penyakitnya. Biarkan dia beristirahat, tubuhnya menyerap banyak aura sedangkan dia dalam keadaan tak sadar, mungkin besok dia akan sadar kembali. Sebelum itu kamu jagalah dia agar merasa nyaman, aku akan pergi sebentar. Ah.... tenang saja aku akan kembali kok." Ucap Dareen menenangkannya kembali dan berpamitan sebentar karena ada keperluan lain.
Bersambung...