Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 30 Benua kecil di dalam labirin {sudah revisi}


__ADS_3

Seorang wanita cantik yang meski di tutupi dengan cadar, lekukan tubuhnya yang indah dan ramping terlihat jelas dengan posisi duduknya yang memangku tangan memandangi seorang pria yang membuatnya tertarik hingga dari bibir mungilnya melantunkan pertanyaan...


"siapa pria itu?"


"baru kali ini aku melihat pria secantik dirinya"


Tanya Yao Siyue mengunci pandangan matanya ke arah pria yang ada dibawah dan senyum muncul sepintas di bibirnya.


"entahlah nona"


"saya juga baru kali ini melihat pria itu di penginapan saya, mungkin pria itu baru sampai hari ini".


Ucap seorang wanita pemilik rumah makan tersebut dan sudah bertanya kepada pelayan yang tadinya mengantarkan pesanan ke meja Dareen.


"siapa namanya?"


Tanya Yao Siyue dengan wajah berseri-seri merasa ingin tahu segala sesuatu tentang nya tanpa memalingkan pandangannya.


"itu... anu... eh..."


"pelanggan itu ingin kami merahasiakan namanya"


Jawab Wanita pemilik penginapan itu dengan tubuh yang gemetar ketakutan hingga membuatnya berkeringat.


"di satu sisi ada seorang pria kaya raya dan di sisi lain ada seorang wanita berkuasa atas kekaisaran"


"ya Tuhan kenapa engkau mengujiku seperti ini, rasanya seperti diapit oleh rubah jantan dan harimau betina"


Ucap pemilik penginapan itu membatin gemetar ketakutan karna merasa tak berdaya pada 2 orang membuatnya kewalahan sampai ingin rasanya ia terkencing di tempat.


Apalah daya seorang pemilik penginapan kecil sepertinya yang hanya bisa pasrah pada nasib yang akan mendatanginya.


Yao Siyue tampak geram ke pemilik penginapan itu karena tidak memberitahukan nama pria yang ada dilantai bawah.


Melihat pelanggan wanita itu tampak kesal kepadanya, dia segera angkat bicara demi menghindari nasib yang mengenaskan.


"tap.. tapi pelanggan di bawah telah memesan kamar nomor 5 selama seminggu kedepan"


Ucap pemilik penginapan itu dengan mata tertutup dan berucap dengan cepat karena merasa tertekan dengan pandangan tajam wanita didepannya.


"hoh... jadi seperti itu"


Ucap Yao Siyue yang melirik sekilas pria cantik di lantai bawah yang tengah membayar makanan serta kamar untuk seminggu lalu dengan cepat beralih ke pelayan lelaki itu.


"apakah ada yang menempati kamar nomor 4 dan 6?"


Tanya Yao Siyue kepada pemilik penginapan itu dengan nada suara lembut tapi menyeramkan bagi pemilik penginapan kecil sepertinya.


"ad.. ada"


Jawab pemilik penginapan itu cepat dan tegang ketakutan takut dengan tatapan mata Yao Siyue.


"pindahkan mereka!"


Suruh Yao Siyue mengibaskan tangannya menyuruh pemilik penginapan untuk melakukan perintahnya dengan lancar.


"tapi...nona... ini bertentangan dengan peraturan penginapan ini"


Jawab pemilik penginapan bergetar takut akan diapa-apakan oleh pelanggan didepannya.


"tentu saja..."


"anda pasti rugi jika memindahkan pelanggan begitu saja"


"aku akan bayar 10 kali lipat dari yang mereka bayar"

__ADS_1


"kurasa segitu sudah cukup untuk mengganti kerugian anda"


Ucap Yao Siyue mengeluarkan sekotak spirit stone dengan warna oranye yang membuat pemilik penginapan itu terkejut dan tergiur dengan jumlah uang yang luar biasa tepat didepannya.


#note: spirit stone merupakan barang yang memang kegunaannya adalah untuk bertransaksi/barter/jual beli


"baik nona!"


Jawab pemilik penginapan lalu mengambil sekotak spirit stone berwarna oranye dan memasukkannya kedalam hanfunya lalu membungkuk pelan dan menjauh dari meja Yao Siyue untuk melaksanakan tugas yang diterima nya.


...★ ★ ★ ★ ★...


#dikamar nomor 5


"huff... hari yang sangat melelahkan, tapi aku senang bisa keluar dari labirin"


"sungguh luar biasa, wahahaha..."


Ucap Dareen yang membaringkan tubuhnya seraya tersenyum dan tertawa atas kebebasannya dari labirin yang gelap.


[Ding]


[sekarang anda berada di lantai ke 50 labirin]


"hah!!.. apa!!..."


"mustahil...!"


Teriak Dareen karena tidak menyangka bahwa yang berada di dalam portal lantai ke 50 itu adalah sebuah dunia kecil dengan hanya memiliki 1 benua yang terdiri dari 4 kekaisaran.


"hah... kukira aku bisa santai-santai disini"


"kali ini benar-benar melelahkan"


Keluh Dareen tidak menyangka bahwa dirinya masih berada di dalam labirin yang ternyata ada benua kecil didalamnya.


"sekarang aku harus berbuat apa?"


Ucap Dareen yang menjatuhkan dirinya lagi ke atas ranjang karena tidak kuat menahan beban tubuhnya yang lelah secara batin.


"lelah rasanya"


Ucapnya kemudian secara tak sengaja mengetuk tombol melepas pakaian.


"senang sih bisa ke lantai 50 dengan cepat tapi apa memang semudah itu?"


Ucapnya merasa ada yang janggal kemudian memejamkan matanya di atas bantal dan guling tanpa memakai sehelai benang pun.


Sementara itu...


Di sisi lain tempat penginapan itu...


"berani-beraninya pria ja**** itu menggoda kaisar ku"


"berani-beraninya dia membuat kaisar tertarik kepadanya"


Ucap seorang lelaki yang tak lain adalah Ming Xiu yang merubah namanya menjadi Xiu Ming dan merupakan selir kesayangan kaisar Yao Siyue.


Xiu Ming sangat mencintai Yao Siyue karna sifatnya yang kejam kepadanya ketika sedang berhubungan badan.


Xiu Ming selalu mengikuti kemanapun kaisar Yao pergi, jika ia melihat Yao Siyue tertarik dengan seseorang maka dia tidak segan-segan untuk mengirim seseorang memperkosa ataupun menghancurkan wajah pria yang membuat Yao Siyue tertarik kepadanya.


"shiu! shia!"


"kalian pasti tahu apa yang harus kalian lakukan kan?"

__ADS_1


Panggil Ming Xiu kepada prajurit bayangan yang diberikan oleh ayahnya untuk menjaga agar dia tidak mendapatkan situasi yang bahaya.


"MENGERTI!!"


Ucap mereka serempak dengan tegas dan membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat.


"entah siapa lagi yang akan menjadi korban"


"yah... siapapun itu, aku hanya bisa berdoa agar diberi keberuntungan"


Ucap shiu dan shia membatin secara bersamaan, setelah mendengar perintah dari tuannya.


.


.


.


.


.


#Tengah malam di penginapan


Shiu dan Shia melancarkan aksinya memasuki penginapan dengan nomor 5 dimana target mereka berada.


"benar kamar ini kan?"


Bisik Shiu membuka pintu kamar dengan pelan-pelan agar sasarannya yaitu Dareen tidak terbangun dan menjadi waspada.


"benar kamar ini kok, nomor 5"


Bisik Shia membenarkan pertanyaan Shiu dan melangkah ke arah target mereka yang tengah tidur pulas tanpa pakaian tapi tertutupi selimut.


"woah... tubuhnya benar-benar wow"


Ucap Shiu dan Shia bersamaan melihat tubuh Dareen yang bugil tapi bagian bawahnya di tutupi selimut.


"waj... wajahnya sangat cantik, sangat sayang jika wajahnya dirusak"


Ucap Shia mengagumi wajah serta roti sobek alias otot perut Dareen.


"benar!, lebih baik kita cicipi dulu baru kita bunuh"


"daripada membuat wajahnya hancur"


Ucap Shiu kemudian menyuntikkan cairan racun pelumpuh ke tubuh Dareen dan membakar dupa yang membuat Mr. P para pria bisa dengan cepat tegak agar mereka bisa menikmati tubuh Dareen tanpa ada penolakan.


"meskipun kita disuruh untuk langsung membunuh pria ini, tapi lebih baik jika memanfaatkannya dulu sebelum mati"


"lagipula lebih nikmat jika memakan pria cantik saat mereka sadar namun tak bisa apa-apa"


Ucap Shiu membuka hanfunya sehelai demi sehelai hingga tak ada sehelai kain yang menutupi tubuhnya diikuti dengan Shia.


"kali ini kita harus berterimakasih kepada tuan muda bodoh itu karna membiarkan kita untuk mencicipi pria cantik ini"


Ucap Shia yang berterima kasih kepada tuannya yang merupakan Ming Xiu karena sudah diberikan perintah yang sangat bagus.


"benar... tubuh sebagus ini sangat sayang jika harus disia-siakan tanpa di manfaatkan"


Ucap Shiu membenarkan ucapan adiknya yang sudah terlarut dalam nafsu birahinya dan tak ingin lepas dari nafsunya itu.


Shiu dan Shia sudah sangat gatal ingin bersetubuh dengan pria cantik yang sangat menggoda yang tak berdaya melawan nafsunya.


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2