
"sayang, kapan kau akan menerima cintaku?"
Ucap seorang pria dengan wajah rupawan kepada seorang wanita yang meringkuk di kasur yang sangat indah dan mewah.
"kenapa aku harus menerima seseorang yang menikahi seseorang?, tanpa bertanya kepada yang ingin dinikahi"
Ucap wanita itu kemudian bangun dari ringkukannya dan mengepalkan kedua tangannya dengan wajah penuh emosi yang ternyata wanita itu adalah Shi Que.
"kita sudah menikah lebih dari setahun, tepatnya 1 tahun 4 bulan 15 hari 12 jam, 25 menit 45 detik"
Ucap pria yang menawan itu kepada Shi Que dengan memeluknya dari belakang dan berbisik di telinganya.
"MENJAUH DARIKU!!... Xiuhuang"
Ucap Shi Que dengan cepat mendorong pria yang menawan itu dan meneriakkan nama pria yang pernah menyelamatkannya.
"lelaki itu lagi"
"cih!... memangnya apa yang sangat menarik dari dirinya sampai-sampai kau tidak pernah mau menerimaku"
Ucap lelaki itu dengan wajah yang penuh benci dengan nama yang Shi Que sebutkan dari mulutnya yang indah namun ketakutan.
"ehk..."
Ucap Shi Que yang tergidik karena tanpa sadar ia mengucapkan nama seseorang yang ia jadikan sandaran dan satu satunya orang yang ia kenal dari dunia luar.
"ma.. maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatmu takut"
Ucap lelaki itu yang dengan cepat ingin untuk menenangkan sang belahan jiwa meski sang belahan jiwa tak pernah menganggapnya sebagai lelaki.
"maafkan aku, kalau ada sesuatu yang kau inginkan aku akan segera memberikannya kepadamu"
Ucap lelaki itu lagi dengan tangan yang tak tau harus melakukan apa untuk menenangkan sang belahan jiwa.
"aku mau xiuhuang!"
Ucap Shi Que mengucapkan keinginannya karma yang ia ketahui cuman xiuhuang yang ia kenal.
Lelaki itu tak menjawab namun malah memancarkan wajah penuh kebencian kepada seseorang dengan nama xiuhuang itu lalu kemudian mencekik leher sang belahan jiwa.
"ukh.. ah.."
__ADS_1
Desah Shi Que yang merasa kesakitan lehernya di cekik dengan kasar oleh orang satu ini.
"kenapa harus lelaki itu?, aku bisa memberikanmu apa pun yang kau inginkan, aku bahkan sudah mengusir semua selirku hanya untukmu, aku juga sudah merenovasi istanaku hanya untuk memuaskanmu hatimu"
Ucap lelaki itu dengan wajah menghitam dengan alis yang terlihat bersatu dan dengan perasaan sedih dalam hatinya masih mencekik sang belahan jiwa nya.
"kumohon!, apapun bisa kuberikan untukmu, tapi tidak dengan yang satu itu. Kumohon lupakan saja orang itu!, Aku tidak bisa hidup tanpamu"
Ucap sang lelaki itu mengendurkan cekikiannya lalu menyandarkan kepalanya pada bahu sang belahan jiwa.
"kalau kau terus seperti ini aku bahkan tidak tahu apa lagi yang harus kulakukan untuk mendapatkan hatimu"
Ucap lelaki itu dalam batinnya dengan wajah penuh kesedihan dan kemarahan secara bersamaan juga perasaan putus asa, iri, dan juga benci.
"sampai kapan kamu ingin aku menderita seperti ini"
"baiklah... jika itu keinginanmu"
"maka teruslah diam di sana... jangan pernah berharap kau bisa melarikan diri dari istanaku"
Ucap sang lelaki itu kemudian berjalan keluar dari ruangan, memakai pakaiannya dan meninggalkan Shi Que di ruangan itu sendirian.
"permaisuri sedang merasa tidak enak badan, jadi untuk sementara permaisuri akan tinggal di kamarnya hingga keadaannya membaik"
"pelayan tetap awasi permaisuri, jangan sampai permaisuri melarikan diri lagi"
Ucap lelaki itu mengancam beberapa pelayanan yang jika pekerjaan mereka lengah sekali lagi saja maka kepala mereka pasti akan mengucapkan selamat tinggal dengan tubuh mereka.
"baik yang mulia"
Ucap semua yang di perintahkan sang lelaki yang menawan itu dengan serempak dengan perasaan takut yang melanda hati mereka.
Ternyata orang yang menikahi Shi Que adalah seorang kaisar suatu kekaisaran, yang jatuh cinta kepada Shi Que pada pandangan pertama nya.
Pelayan serta prajurit yang disuruh oleh sang kaisar akhirnya mengikuti kata tuannya dengan patuh dan takut dengan perasaan campur aduk dan ingin menyalahkannya kepada wanita yang membuat mereka seperti itu tapi mengurungkan niat karena wanita itu adalah seseorang yang sangat dicintai tuan mereka.
Sang kaisar pun meninggalkan sang permaisuri yang sedang dilanda kesedihan yang di ikuti dengan ketakutan yang mengenai jiwanya.
"nyonya... nyonya lebih baik nyonya patuhi saja keinginan yang mulia"
Ucap pelayan yang sedang memandu Shi Que kearah ranjang di kamar itu induk duduk dengan nyaman.
__ADS_1
"be.. benar nyonya, kami tidak tega melihat nyonya terus disiksa oleh yang mulia seperti ini"
Jawab pelayan yang sedang melerai rambut panjang Shi Que dengan perasaan cemas.
"meskipun xiao xiao bodoh tapi, xiao xiao tahu kalau yang mulia sangat mencintai dan menyayangi nyonya, tapi yang mulia terlalu gengsi hingga selalu kasar dan keras kepala ketika menginginkan sesuatu"
Ucap pelayan yang bernama xiao xiao yang sedang mengobati luka yang ada di leher Shi Que dengan es batu yang dibungkus dengan kain tipis.
"kalian tidak akan mengerti!, aku sebenarnya bukan orang dari dunia ini sama sekali"
Ucap Shi Que kepada ke tiga pelayan yang sangat baik itu kepadanya dengan pandangan sedih kearah dinding ruangan itu.
Pelayan-pelayan yang melayani Shi Que hanya bisa saling pandang pandang karena tak mengerti apa yang diucapkan oleh nyonya mereka.
"aku awalnya seorang putri dari suatu keluarga yang sangat kuat namun suatu hari keluargaku hancur dikarenakan seorang lelaki yang kejam dan sangat menginginkan diriku"
"rumahku, keluargaku, ayahku, bahkan ibuku yang paling kusayanyi dan sangat menyayangi ku meninggal karenanya"
"suatu hari aku berlari menjauh dari kejaran orang suruhan lelaki itu namun aku terpojok lalu terpaksa untuk terjun dari tebing yang sangat tinggi dan di dasar tebing itu dipenuhi oleh binatang-binatang yang ganas"
"saat semua yang berarti bagiku menghilang dan keputusasaan melanda hatiku, pria itu menyelamatkanku, bahkan ia memberiku keberanian dan membuatkanku makanan yang paling lezat uang pernah kumakan"
"lelaki itu memberiku sebuah perasaan yang hangat meski dirinya sangat aneh karena bisa menangis hanya karena aku menghabiskan daging yang ia masak sendiri untuk dirinya"
"pria itu membuatku lupa dengan lelaki yang menghancurkan seluruh hidupku dan membuatku kembali merasakan hasrat untuk tetap hidup dan balas dendam kepada lelaki yang telah menghancurkan keluargaku"
"tapi suatu kecelakaan menimpa kami, orang orang yang diutus untuk mengejar ku menemukan kami tapi pria itu berhasil membuat mereka pergi dengan aktingnya yang buruk sekali, hahaha"
"tepat ketika kami akhirnya berhasil menjauh dari kejaran mereka, kami di hadang oleh binatang yang sangat kuat dan besar, pria itu dengan cepat mengeluarkan sayapnya yang indah dan memelukku dengan erat saat dirinya sendiri tengah berkeringat dan kelelahan"
"saat jantungku yang tadinya berdetak kencang karena sentuhan darinya, suatu penghalang membuat kami terpisah dan akhirnya aku sampai disini"
"aku seharusnya sudah mati karena dimakan oleh monster yang ada di labirin itu, tapi aku diselamatkan oleh banyak pria besar kekar berotot yang berkata bahwa tuan mereka ingin menjadikanku selirnya"
"kupikir hal itu akan baik-baik saja selama dia tidak menyentuhku, tapi yang tak kusadari bahwa lelaki itu akan menyukaiku hingga rela mengusir semua selir yang telah ia kumpulkan, bahkan memberikan semua yang kuinginkan"
"kupikir tidak apa-apa selama ia tak mengasariku tapi tak kusangka demi mendapatkan ku seutuhnya ia mengancam ku dengan berbagai hal yang tidak kuinginkan"
"hal itu membuatku mengingat kembali kenangan ketika seorang lelaki dengan keras memaksaku melakukan sesuatu yang tidak kuinginkan"
Ucap Shi Que yang menceritakan perjalanannya hingga sampai ke kekaisaran dengan berbagai emosi yang membuatnya tambah sedih.
__ADS_1
...Bersambung:)...