Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 39 Rencana Dareen dan Binatang Mitos {sudah revisi}


__ADS_3

#beberapa saat sebelum perang sebenarnya dimulai --->Aula istana


"sebenarnya apa sih rencana yang kamu buat tanpa sepengetahuan ku?"


"eh.. itu.. ha.. ha.. ha.."


Tanya Yao Siyue dibalas oleh Dareen dengan tawa yang garing tak ingin memberi tahu kebenarannya.


"ehem.. gimana yah?"


"em... sebenarnya aku bisa membangkitkan orang.. orang yang mati, makanya aku bilang untuk memanfaatkan semua yang ada di ibukota untuk saling berperang"


Ucap Dareen menjelaskan dengan sedikit ragu-ragu karena membangkitkan orang mati sudah menentang hukum alam.


"apa!?"


"me... membangkitkan orang yang sudah mati?!"


Teriak Yao Siyue membuat semua orang berbalik kearah Dareen.


"ehem... itu karna roh yuan-hun ku roh binatang yin dan yang"


Ucap Dareen mendehem lalu mengulurkan tangan kirinya dan seketika roh ikan kembar dengan warna yang berbeda muncul dan terus berputar putar di atas tangan Dareen.


Yin berwarna hitam melambangkan kematian, keputusasaan, keserakahan dan segala sesuatu emosi yang bersifat negatif dan yang berwarna putih melambangkan kehidupan, keceriaan, kedermawanan dan segala sesuatu emosi yang melambangkan sifat positif.


Semua orang terbelalak dan ternganga meski ada juga yang jatuh pingsan setelah melihat roh yuan-hun Dareen.


"binatang Yin dan Yang dikatakan suka memakan jiwa jiwa yang telah mati, entah itu benar atau tidak"


"bukankah binatang yin dan yang sudah lama menghilang, bagaimana bisa kau mendapatkan roh yuan-hun yin dan yang"


Ucap Yao Siyue yang masih ternganga tak percaya bahwa roh yuan-hun Dareen adalah binatang mitos yang sudah lama hilang dari permukaan daratan yuan-hun.


"memang benar roh yuan-hun ku bisa memakan roh yang bergentayangan, tapi itu tak sepenuhnya benar. Yin hanya menyerap jiwa yang kotor lalu dibersihkan kemudian di hidupkan kembali oleh Yang"


"sederhananya Yin dan Yang memakan roh hanya untuk mengambil semua emosi yang berlebihan lalu di hidupkan kembali seperti semula"


Ucap Dareen menerangkan kepada Yao Siyue meski penjelasannya itu sudah didengar oleh semua prajurit yang tengah menyaksikan mereka berdua.


"yah... meski begitu roh yuan-hun ku tidak bisa menyerang, jadi sulit bagiku jika ada seseorang yang menyerang dengan kekuatan diatasku"


"tentu saja itu bohong, untuk apa menggunakan kekuatanku sendiri kalau bisa menggunakan kekuatan orang-orang yang bersedia menjadi tameng untukku"


Ucap Dareen menjelaskan dan membatinkan kebohongannya.

__ADS_1


"jad... jadi seperti itu, ha.. ha.. ha.."


"bisa bisanya dia mengatakan bahwa roh yuan-hun mitos tidak berguna dengan santainya"


Ucap Yao Siyue dengan tawa garing kemudian membatin bersamaan dengan semua orang yang menyaksikannya.


"yah... pokoknya semua sudah sesuai dengan rencana, dan juga kita sudah memasang bom asap beracun di luar pembatas"


"mereka pasti tidak menyadari bahwa ranjau yang mereka injak adalah bom beracun karena daya ledaknya yang rendah dan racun yang tipis dan tak berbau"


"tapi dengan banyaknya ranjau yang terpasang mereka pasti akan merasakan efeknya beberapa saat jika dipicu dengan penggunaan mana"


"bahkan jika mereka hanya menggunakan secuil manapun mereka seketika akan melemah, tubuh mereka tidak akan bisa dikendalikan, layaknya lumpuh tak bisa menggerakkan tubuhnya"


"yang menanti mereka hanyalah kematian"


"hahaha..."


Ucap Dareen dengan tawa yang menggelegar dimana mana yang membuat semua orang berbalik kearah Dareen.


"ehem.. ehem..., pokoknya kalau mereka sudah masuk kedalam Medan perang, maka kalian harus segera terjun menggunakan elang tempur"


"kalian juga harus memberikan tanda kepada para kesatria yang sudah bersembunyi di luar pembatas untuk segera menyerbu dari belakang"


"aku berjanji jika ada diantara kalian yang mati dalam perang aku akan membangkitkan kalian, jadi tidak usah khawatir untuk menyerbu dengan segenap kekuatan kalian"


Ucap Dareen memberi arahan kepada para prajurit serta komandan pasukan yang ada di aula istana.


"dan juga, kurasa pekerjaan selir tercintamu sangat lancar"


Goda Dareen kepada Yao Siyue menggunakan nama selir kesayangan nya yang sudah berkhianat.


"kenapa?, kau menyukainya, jika kau menyukainya maka kau ambil saja"


Balas Yao Siyue tak mau kalah dengan Dareen hanya karena godaan ataupun candaan.


"Ho... kurasa kau benar-benar sudah mencari informasi identitasku dengan terperinci yah"


Ucap Dareen yang kini mengerti bahwa Yao Siyue sudah mencari informasi tentang Dareen dengan sangat terperinci kali ini.


Yap, informasi yang Yao Siyue dapatkan adalah bahwa Dareen hanya tertarik pada sesama jenis. Dan tentu saja itu bohong, Dareen menggunakan identitas itu hanya untuk membuat jarak agar tak direbutkan oleh wanita-wanita yang ada di kekaisaran Yao yang sepenuhnya dikuasai oleh wanita.


"sudah sudah... hentikan itu!"


"jadi apa tugasku?"

__ADS_1


Tanya Yao Siyue tentang apa yang akan ia lakukan pada perang kali ini.


"tenang, aku punya tugas penting untuk kau lakukan"


Jawab Dareen menenangkan Yao Siyue yang sudah tidak sabar untuk mengetahui tugas seperti apa yang akan ia dapatkan.


#kembali ke beberapa jam kedepan --->Lokasi peperangan ---->Pinggiran ibukota


Perang sudah dimulai dengan masuknya pasukan Raja Ming dengan menerobos dinding pembatas.


Prajurit-prajurit yang sudah merajalela masuk kedalam ibukota dan menyerang secara membabi-buta dan tak pandang bulu.


Para Warga yang tadinya yang memulai perang antar kubu kini bersatu dengan kubu netral untuk menghalang pasukan Raja Ming untuk masuk lebih dalam.


Dengan didorong oleh balas dendam atas keluarga, rumah, lahan, bahkan dengan dorongan untuk anak-anak mereka yang bahkan belum genap sebulan mati ditangan pasukan Raja Ming.


Meski mereka penuh dengan semangat juang dan demi balas dendam, tapi mereka tetap kalah jumlah dan malah terkepung oleh pasukan Raja Ming.


Dibawah keputusasaan, mereka mati satu persatu dengan perasaan lega bahwa setidaknya mereka sudah mengerahkan seluruh kekuatan dan tenaga mereka dengan bangga mati dimedan perang.


Dibawah keputusasaan itu, para prajurit kekaisaran terjun dari langit menerjang para pasukan Raja Ming dengan baju Sirah yang lengkap membuat mereka tak bisa mengontrol jika ada yang mereka tabrak.


Dengan bantuan elang perang yang bersirah mereka di pegang oleh kaki elang itu kemudian di terjunkan dari atas langit dengan menentukan sasaran untuk mendarat tepat di atas pasukan Raja Ming.


Dengan kecepatan elang perang bersirah membuat kecepatan jatuh para prajurit istana menjadi lebih cepat dan tidak terkontrol.


Dengan bantuan 100.000 elang perang yang dilengkapi dengan sirah yang terbang bolak-balik membuat para prajurit yang datang semakin cepat dan bertambah dengan berkala.


#diatas langit --->Para komandan yang tengah menaiki elang tempur bersirah


"tugas ini... pasti akan dilaksanakan dengan lancar"


"yang mulia telah memberiku tugas untuk mengarahkan semua pasukan yang ada dibawah. Sungguh kepercayaan yang sangat kutunggu tunggu"


Gumam komandan Wei yang merasa takjub dengan dirinya sendiri dan merasa tanggung jawabnya sudah bertambah dan begitu juga rasa senangnya.


"sudah waktunya"


"cepat nyalakan kembang apinya!!!"


"baik!!"


Ucap Komandan Wei menyuruh para komandan pasukan mawar merah, mawar putih, mawar hitam, dan mawar biru untuk menyalakan tanda untuk para kesatria yang berada di luar pembatas.


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2