Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 68 Dua bulan kemudian


__ADS_3

Skip...


Pelelangan akhirnya dimulai, semua orang sudah duduk dimeja dan kursi masing-masing termasuk Dareen juga Chong Liyao.


Seseorang yang memperkenalkan dirinya lalu menyambut kedatangan orang-orang di pelelangan diatas sebuah panggung.


Dia mengeluarkan roh Yuan-hun berupa binatang roh yang bisa mengeraskan suara layaknya mic speaker.


"selamat datang para hadirin semua"


"kalian pasti sudah menunggu nunggu saat ini"


"baiklah tidak perlu terlalu lama, mari kita mulai pelelangan dengan batu permata hijau"


"batu ini sangat langka dan terkenal dengan kekuatan ajaib yang terkandung didalamnya dan karena kecantikannya banyak juga para pemburu harta, kolektor berlian, dan perancang perhiasan"


"harga dimulai dari 1.000.000 spirit stone kuning"


Dan terjadilah penawaran dari beberapa orang yang menginginkan batu permata hijau dengan berbagai alasan.


Pelelangan pun berlanjut...


"baiklah, kita telah sampai kepuncak pelelangan yang ditunggu-tunggu"


"kalian yang hadir disini pasti sudah mendengar bahwa kami akan melelang orang ras kuno yang sudah hidup pada awal mula zaman"


"Ras ini sudah sangat langka karena hanya ada 5 dari ras rambut warna warni yang masih hidup hingga saat ini dan kami akan melelang salah satunya"


"karena kelangkaannya kami akan memberikan harga sebesar 10.000.000 spirit stone oranye dan penawaran tidak boleh kurang dari 500.000 spirit stone"


Ucap seorang yang berdiri diatas panggung dan mempersembahkan barang pelelangan dengan wajah penuh semangatnya.


Seseorang yang berada di balik tiraipun datang dan mendorong sebuah kotak besar yang telah ditutupi dengan kain hitam lalu dibuka ditengah-tengah panggung.


Semua mata kini tertuju pada seseorang yang berada di dalam kurungan yang akan dilelang yang membuat orang itu ketakutan.


"20.000.000"


"25.000.000"


"25.500.000"


"45.500.000"


"60.000.000"


Seperti itulah orang-orang menaikkan harga hanya untuk mendapatkan barang lelang kali ini yang merupakan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan.

__ADS_1


"1.000.000.000 spirit stone"


Ucap seorang laki-laki yang memakai topeng mengangkat papan nomor 12 yang membuat semua orang terdiam seribu bahasa.


Karena tak ada yang mau menawar lagi, Dareen akhirnya angkat bicara dan menaikkan harga sebanyak...


"5.000.000.000 spirit stone"


Baiklah sekarang mata orang-orang tertuju pada sosok Dareen dalam versi wanita dan merasa terkejut dengan jumlah spirit stone yang ditawar olehnya.


"apakah ada yang mau menawar lagi?"


"baiklah selamat kepada meja nomor 45 dengan kursi bernomor 873 telah memenangkan lelang kali ini dengan total penawaran 5.000.000.000"


"terimakasih atas kehadiran para hadirin semua atas pelelangan, kami keluarga Li mengucapkan banyak terimakasih"


Dengan itu pelelangan pun berakhir dengan kemenangan Dareen dalam menawar Chyou dengan harga yang membuat mata terbelalak.


Skip...


Orang-orang pun sudah pergi dari pelelangan dengan kereta kuda masing-masing meski banyak orang yang pergi tanpa membawa apa-apa tapi mereka sudah melihat pertunjukan yang menarik.


Dareen juga sudah membayar kepada panitia lelang harga yang perlu ia bayar, kali ini Dareen benar-benar kehilangan separuh spirit stone nya.


Sedangkan Chong Liyao masih setia mengikuti Dareen hingga akhirnya disuruh untuk pulang juga karena hari sudah sore.


Skip...


Sekarang mereka berada di lantai pertama yaitu perpustakaan, Chyou yang tahu kalau wanita yang membelinya itu adlah tuan yang ia tunggu tunggu setelah melihat tato yang ada di dahi Dareen hanya diam mengikuti Dareen dengan tenang.


Setelah itu Chyou disuruh untuk mencium dahi Dareen tepatnya di tato yang ada di dahi Dareen dengan sangat patuh hingga akhirnya cahaya hitam dan putih perak memasuki tubuhnya.


Chyou pun kembali seperti sediakala juga Dareen membelikan sebuah hanfu sesuai ukuran tubuh choy tanpa sepengetahuannya.


Karena tidak ada siapapun termasuk keempat bersaudara jadi tidak ada keributan sama sekali di tempat itu hingga akhirnya si keempat bersaudara turun dari lantai atas bersama dengan sikembar Shiu dan Shia.


Dareen dengan cepat merubah tampilan kembali seperti semula agar tidak dicurigai oleh si kembar Shiu dan Shia.


Mereka pun berbincang-bincang sementara Dareen kembali keluar dari ruangan itu agar tidak ditanyai pertanyaan yang aneh-aneh.


Lalu iapun berangkat keluar dari gang sepi dan menuju ke toko buku nya dengan menyewa kereta kuda.


"ah, aku lupa lagi meminta Chong Liyao mengembalikan penanda buku ku"


Ucap Dareen kepada dirinya yang merasa bodoh karena melupakan barangnya yang ada di tangan Chong Liyao.


Skip... (gak ada ide)

__ADS_1


Sesampainya di toko buku nya ia berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai atas yang membuatnya kelelahan karena harus menaiki banyak anak tangga.


Meski ada teriakan pada lantai 3 yang merupakan tempat para pekerja menyalin buku yang diberikan Dareen karena terlalu menghayati cerita yang ada di dalam buku.


Chu Yi hanya membiarkan mereka lalu mengantarkan secangkir teh keruangan Dareen yang tahu kalau Dareen dari pelelangan.


Dareen membiarkannya untuk masuk kedalam ruangannya karena tahu kalau si Chu Yi ini akan datang kepadanya ketika baru sampai.


Dareen yang kala itu hanya memakai piyama untuk tidur karena capek dengan semua hal.


Dareen menyuruh Chu Yi untuk menaruh cangkir berisi teh yang dibawa Chu Yi di sebuah meja yang berada di dekat jendela.


Chu Yi pun pergi karena masih ada pekerjaan ayang perlu ia lakukan hingga akhirnya Dareen duduk di dekat jendela dan menyeruput teh dengan nikmat memandangi orang-orang yang berlalu-lalang.


Setelah menikmati tehnya dengan seruputan yang nikmat Dareen berjalan kearah ranjang dan menjatuhkan tubuhnya yang lelah sepanjang hari menguras tenaganya.


Tak berselang lama Dareen menutup mata lalu tertidur dengan nyenyak menghilangkan rasa lelahnya.


Hari pun berganti hari, Minggu berganti menjadi bulan dan tak terasa sudah 2 bulan berlalu dengan cepat.


Hari ini seperti biasa Dareen mengerjakan tugasnya sebagai pemilik toko buku untuk menjalankan bisnis juga tak lupa dengan menyeruput secangkir teh hangat di lantai 2 tempat untuk bersantai dan merilekskan pikiran.


Hari yang damai dan tentram membuat Dareen merasa nyaman hingga akhirnya 6 orang pria datang menghampirinya hingga hari damainya pun menghilang.


"kalian ini..."


"kukira kalian akan berhenti ketika aku mengatakan yang sebenarnya didepan kalian semua"


"berhentilah menggangguku, aku ini masihlah seorang pria normal!, pria sejati!!"


Ucap Dareen tanpa melirik mereka sama sekali sambil terus menyeruput tehnya dengan nikmat meski merasa risih dengan kehadiran 6 orang pria itu.


"meskipun begitu, tapi hatiku masihlah milikmu"


"aku tulus mencintaimu, makanya aku tidak memandang hal yang seperti itu"


"maafkan aku tapi jiwaku sudah mengenali jiwamu terlebih dahulu sebelum aku memilih mu"


"haih... aku mencintai dirimu bukan sekedar cinta belaka, tapi cintaku itu lebih murni tanpa memandang gender"


"aku sudah menetapkan hatiku hanya untukmu jadi berhentilah menolak ku"


"aku hanya ingin selalu berada di dekatmu meskipun kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku, aku hanya ingin selalu di sampingmu jadi kumohon jangan menyuruhku untuk pergi"


Ucap mereka berenam secara bergantian dengan gombalan yang tidak disengaja meski terdengar seperti digunakan untuk merayu Dareen.


Jadi sebenarnya apa yang terjadi selama 2 bulan ini?

__ADS_1


Entahlah, aku juga tidak tahu?😪


...Bersambung:)...


__ADS_2