Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 49 Bangkitnya jiwa dan Ketiga iblis yang dicari


__ADS_3

#dibawah akar-akar menggantung pohon beringin


Dareen masih mengirimkan elemen tumbuhan dari batang pohon beringin raksasa itu yang kemudian melahirkan tubuh-tubuh baru tanpa jiwa di dalamnya.


Tubuh-tubuh itu lahir dengan wujud yang sudah dimodifikasi menjadi ras elf.


Setelah 2 jam berlalu, semua tubuh elf tanpa jiwa telah selesai dibuat hanya tinggal memasukkan jiwa kedalam tubuh itu.


Karena tubuh yang baru lahir itu tampak bugil, Dareen mau tidak mau ia harus menggunakan elemen tumbuhannya untuk menutupi tubuh elf itu.


[Ding]


[berhasil membuat tubuh baru untuk 5.689.311.019 jiwa yang masih utuh]


[jiwa binatang elang tempur tidak bisa dimasukkan kedalam tubuh baru karena jiwa mereka belum mendapatkan kesadaran untuk berpikir layaknya manusia]


[penguasaan terhadap elemen tumbuhan meningkat {39,10%/100**%}]


"sekarang giliran kalian"


"Baik bos,"


"serahkan saja kepada kami bos"


Ucap Dareen memberikan kesempatan kepada yin dan yang untuk menunjukkan kemampuan mereka yang di balas dengan senang hati.


Yin dan yang kemudian berputar-putar naik ke atas puncak pohon beringin raksasa itu.


Serbuk-serbuk cahaya berwarna putih pun bertebaran ke pucuk pohon beringin raksasa itu hingga terserap oleh pohon beringin raksasa itu.


Nampak pohon beringin raksasa itu kembali bercahaya dengan kilau-kilauan hingga cahaya itu mengalir bagaikan meneteskan air kepada air yang tenang hingga riak-riak kecil muncul di air yang tenang itu bergelombang.


Cahaya itu seakan mengalir keakar akar menggantung pohon beringin kemudian mengalir menuju tubuh yang sudah dibuat oleh pohon beringin raksasa itu.


Setelah beberapa menit kemudian...


"bangunlah... wahai anak-anakku"


"kehidupan baru kalian akan segera dimulai"


"kuharap kalian tidak menyesali takdir kalian kedepannya"


Ucap pohon beringin raksasa itu terdengar seperti suara wanita yang lembut dan bagaikan suara Dewi.


"baiklah, kalian sudah dengar sendiri kan?"


"buka mata kalian segera, jika tidak ingin menutup mata selama-lamanya"


Ucap Dareen bertepuk tangan membangunkan jejeran orang-orang dengan tubuh elfnya yang mengelilingi pohon beringin raksasa itu dibawah naungan daun serta akar akarnya.


"aku masih hidup"


"qiudie, apa kau qiudie, tak kusangka tubuhmu jadi langsing seperti ini"


"kak kenapa dengan telingamu, eh telingaku juga?"


"ibu... ibu, ini ibu kan?"


"wah itu beneran nenek buk"


"hai cantik, kenalan dong"

__ADS_1


"apa ada yang bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi disini?"


"seseorang tolong jelaskan situasi sekarang ini"


Begitulah, setelah bangun mereka sudah ribut bergosip meski mereka tau bahwa mereka sudah mati sekali, tapi itu semua layaknya khayalan mereka semata dan berinteraksi dengan situasi lebih cepat dari yang seharusnya.


"ini.., sebenarnya apa yang terjadi padaku?"


"tubuhku sudah bukan tubuhku yang dulu"


"aku hanya mengingat terakhir kali sebelum aku mati aku melihat sesosok malaikat yang sangat indah di atas awan disinari oleh bulan"


"eh itu kan soa, dan teman-teman laninnya"


"Yo boss, tampaknya boss jadi makin keren deh..."


"benar, bos jadi lebih keren dengan rambut panjangnya"


"kan sudah kubilang rambut panjang memang cocok buat bos"


"kalian... kalian semua... ternyata kalian juga dihidupkan kembali"


"eh... bos menangis!!!"


"mana... mana, ini kejadian yang sangat langka terjadi pada bos, aku ingin melihatnya sendiri dengan mata kepalaku sendiri"


"sayang sekali ini bukanlah kali pertamanya bos menangis, kalian tau tidak, setelah bis tertusuk pedang dia nangis"


"jadi pengen ngelukis adegan itu hahaha..."


"padahal yang nangis sampe keluar ingus itu kamu loh Ki'. hahaha..."


Ucap mereka berbincang-bincang dengan harmonis meski kadang menyinggung perasaan sedikit tapi hal itu hanya berujung tawa bagi mereka semua.


"yah, kan memang benar, iya kan phi',"


"iyain"


Canda mereka yang berujung pertengkaran yang membuat yang lain tertawa melihat mereka yang akur meski dengan sedikit kekerasan.


"ngomong-ngomong Chiyou, Duon dengan Fhuse dimana?"


"aku tidak melihat mereka dari tadi, biasanya mereka akan ribut ribut duluan"


Tanya Gaora yang menyadari bahwa ada 3 sosok yang ia kenali tidak ada diantara mereka yang membuat mereka semua terdiam membeku seakan akan membisu tak tau apa yang harus dikatakan kepada Gaora.


"eh... ada apa dengan kalian?"


"mereka tidak ada?, berarti mereka masih hidup dong"


"mereka bertiga beruntung banget masih hidup"


Ucap Gaora yang sekali lagi membuat mereka terdiam seribu kata tak tahu harus menjelaskan seperti apa, tapi tak tega melihat Gaora yang nantinya akan seperti apa saat tahu yang sebenarnya.


"kenapa kalian masih diam?"


"mereka tidak ada disinikan?"


"berarti mereka selamat dong"


"atau... ah... sebenarnya apa yang terjadi?"

__ADS_1


"cepat jelaskan?!"


Ucap Gaora bertanya-tanya kepada teman-temannya soal ketiga temannya yang tidak di hidupkan lagi bersama mereka yang menandakan bahwa mereka tidak mati tapi ketidak pastian memenuhi kepalanya ketika tak ada seorangpun dari mereka yang menjawab iya.


"sut... cepat jelaskan"


"kenapa harus aku yang menjelaskannya, kaukan juga ada saat itu"


"tapi kan kau yang paling terakhir mati"


"aku tidak mau, kau ingin membunuhku yah"


Bisik mereka berdua saling menunjuk-nunjuk tak ingin menjadi orang yang menjelaskan semuanya.


"Ermi jelaskan semuanya!"


"CEPAT JELASKAN!"


Ucap Gaora kepada Ermi karena mendengar bisikan mereka tadi dan berteriak karena sudah tidak bisa lagi terlalu lama tidak tahu apa apa setelah mereka mati.


"itu... anu... eh.. emm"


"sebenarnya, setelah ketua mati, kami berdua belas merasa sangat sedih sampai sampai kami berubah jadi iblis, kami tidak tau kenapa tiba-tiba berubah jadi iblis"


"yang ada dipikiranku saat itu hanyalah membalaskan dendam ketua, dan kurasa mereka juga sama"


"meski tubuh kami telah berubah menjadi iblis tapi kesadaran kami masih ada, meski tidak bisa mengontrol tubuh kami"


"setelah itu tau tau mereka semua mati kecuali kami berempat dan secara tak sengaja aku mati juga karna kehilangan banyak darah"


Ucap Ermi menjelaskan situasinya sebelum dirinya mati.


"seperti itu ceritanya, meski mereka masih hidup setelah kami semua mati, bukan berarti mereka itu aman, dengan tubuh mereka yang masih menjadi iblis, tak akan ada yang akan menerima iblis seperti mereka.


"pada akhirnya kami juga tidak tau apakah mereka masih hidup atau tidak"


Sambungnya lagi takut ada yang salah mengartikan hal yang dijelaskannya tadi.


"ah.. kau tidak perlu risau bos, kau kan tau kalau mereka itu meskipun sering berkelahi baku hantam, mereka akan tetap akrab"


"iyakan teman-teman"


"benar tuh ketua"


"yang dikatakan sibodoh ini kali ini kuakui bahwa ucapannya bisa benar juga"


"hei, jangan mancing mancing dong?, emangnya kapan aku pernah salah ha?!"


"selalu" Ucap mereka kompak


"hahaha...'


Ucap seseorang yang mengalihkan perhatian Gaora kemudian mendapat hujatan dari teman-teman yang lainnya.


"baiklah semuanya, tolong berhenti bicara sebentar!"


"aku akan menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan kalian"


Ucap Dareen menepuk tangan dengan aura yang terpancar keluar dari tepukan tangannya membuat semua orang mengalihkan pandangannya mengarah ke sesosok malaikat yang terbang diantara tanah dan akar akar yang menggelantung.


Dan...

__ADS_1


...Bersambung:)...


__ADS_2