Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 32 Kasus pembunuh berantai part 1 {sudah revisi}


__ADS_3

"hah..."


"teh di pagi hari memang nikmat"


"apalagi setelah melakukan olahraga semalaman"


Dareen yang tengah menghirup aroma teh di pagi hari dengan seruputan yang nikmat.


Sementara itu...


Di lantai atas seorang wanita yang disampingnya berdiri seorang pengawal wanita yang setia menunggu sang majikan.


"yang mulia... tolong kondisikan kantong mata anda"


Ujar sang pengawal wanita itu karena melihat majikannya yang tak mementingkan kondisi nya.


"tidak apa-apa, aku cuman tidak tidur semalaman"


"sayang kan jika melewatkan acara olahraga malam pria cantik itu"


"tidak kusangka tubuh pria cantik itu penuh dengan tenaga"


Ucap Yao Siyue menjawab pertanyaan pengawalnya yang terlihat jelas bahwa ia sedang menghawatirkan nya.


"aku jadi semakin menginginkannya"


Sambungnya lagi yang kemudian tak dimengerti oleh sang pengawal wanita yang masih setia berdiri di samping junjungannya.


"ikuti aku"


Disamping itu...


Seorang lelaki yang tengah mengintai tak jauh dari tempat Yao Siyue dengan nampan yang menghalangi pandangannya agar tak di ketahui tampak sedang kesal.


"kenapa lelaki ja**** itu masih hidup"


"dan lagi wajahnya masih cantik seperti kemarin"


Kesal lelaki itu yang tak lain adalah Xiu Ming.


"kenapa mereka masih belum kembali juga"


"Shiu Shia"


"akan kuberi pelajaran kepada mereka jika mereka kembali"


Gerutu Xiu Ming yang tak sengaja membuat nampan di depannya retak dan di tegur oleh pelayan yang melihatnya.


"tuan!"


"tolong redakan amarah anda"


"mohon untuk tidak menghancurkan properti kami"


Pinta sang pelayan lelaki dengan baju terbuka juga wajah tampan dan rambut terurai dan membungkuk.


"ini lagi, kenapa sih kalian suka terbar-tebar pesona"


Geram Xiu Ming melihat lelaki pelayan itu yang dia rasa sama dengan Dareen yang suk tebar pesona.


...★ ★ ★ ★ ★...


"hum... hum..."


"terimakasih atas poinnya"


"hahaha...!


Ucap Dareen yang tak dimengerti oleh orang orang sekitar.


[Ding]

__ADS_1


[Xiu Ming geram kepada anda +1.200 poin negatif]


[Xiu Ming kesal karena anda +2.989 poin negatif]


[Xiu Ming marah terhadap pesona anda +3.402 poin negatif]


[Yao Siyue tambah menginginkan anda +5.000 poin positif]


[Wushu menangis melihat kerlip kerlip pad anda +342 poin positif]


[Bhichu terpesona dengan wajah cantik anda +324 poin positif]


[jichao merasa jantungnya ingin melompat keluar +1.900 poin positif]


___


Begitulah pagi hari yang sudah di suguhi oleh banyak poin karma yang bertebaran dimana-mana.


Tak lama kemudian Dareen di datangi oleh Yao Siyue bersama dengan pengawal pribadi nya.


"boleh aku duduk di sini"


Ujar Yao Siyue yang menarik bangku berhadapan dengan Dareen.


[Ding]


[Xiu Ming kesal karena anda +7.980 poin negatif]


"Xiu Ming ini siapa sih?"


Batin Dareen kemudian melirik kearah lantai atas dan mencari sosok yang Xiu Ming lalu mata mereka bertemu.


Dareen tersenyum ke arah Xiu Ming yang terlihat kesal yang kemudian Xiu Ming mengalihkan pandangannya.


"tentu saja nona cantik"


Tawar Dareen yang kemudian memangku tangan menatap Yao Siyue.


"bagaimana kau tahu aku cantik sedangkan aku sedang memakai cadar"


Ucap Yao Siyue yang menolak pujian dari Dareen.


"Mana ada orang mengaku jelek"


"lagipula seorang wanita memakai cadar jika bukan karena wajahnya buruk rupa maka pasti sedang merahasiakan identitasnya"


"benar kan kaisar Yao Siyue"


Balas Dareen dengan senyum cerah ke arah Yao Siyue lalu mengangkat teko berisi teh dengan elegan mengisi cangkir Yao Siyue.


Yao Siyue yang tadinya senyum ingin memiliki, kini menjadi tatapan ingin menginterogasi.


"bagaimana ia tahu?"


Batin Yao Siyue melirik ke arah pengawal pribadi nya kemudian pengawal yang dilirik menggelengkan kepalanya tidak tahu apapun.


"aku tak menyangka bahwa rumor itu memang benar adanya"


Ucap Dareen mengangkat cangkirnya dan menyeruput teh dengan sekali tegukan.


"rumor?"


Bingung Yao Siyue karna segala rumor tentangnya telah di hapus tuntaskan.


"rumor tentang yang mulia Yao Siyue yang suka meninggalkan istana untuk bermain-main dengan pria yang cantik"


Jawab Dareen yang tentu saja berbohong karna ia tahu itu dari notifikasi system sebelumnya dan juga kemarin.


"entah dimana kau mendengar rumor itu tapi yang jelas aku keluar istana itu untuk memantau perkembangan kekaisaran ku"


Ujar Yao Siyue yang juga meminum teh yang di tuangkan oleh Dareen.

__ADS_1


"aku baru tahu bahwa mendengarkan aktivitas malam juga merupakan pekerjaan seorang kaisar"


Ujar Dareen mengangkat teko lalu menuangkan teh ke cangkirnya dengan seelegan mungkin.


"fruuuft..."


"uhuk.. uhuk..."


Sembur Yao Siyue ke arah pengawalnya yang tak bersalah dan di akhiri dengan pura-pura batuk.


Dareen hanya tenang dan menuangkan teh kedalam cangkir Yao Siyue.


"mana ada?, ngak tuh?"


Balas Yao Siyue yang berbohong dan memutar bola matanya menghindari tatapan Dareen.


"lagipula aku mendatangimu itu karna aku ingin meminta bantuanmu"


Ucap Yao Siyue menghindari topik tadi tak ingin merasa malu lagi.


"bantuan?"


"entah hal apa yang membuat kaisar butuh batuan pria yang bukan dari ibukota ini"


Ucap Dareen menatap Yao Siyue dengan tanda tanya yang besar di kepalanya.


"huk...! aku ingin kamu untuk membantuku menyelidiki kasus pembunuh berantai di ibukota"


Ujar Yao Siyue meminta bantuan Dareen.


"oh... kurasa aku tidak perlu memperkenalkan diri"


"yah kurasa itu sepadan"


Dareen sadar bahwa indentitasnya telah diketahui tapi itu sepadan dengan dirinya telah tahu identitas Yao Siyue. Tentu saja identitas itu palsu.


"jadi kasus apakah ini?"


Tanya Dareen kepada Yao Siyue yang masih menyeruput tehnya.


"kasus kali ini sangat sulit untuk kami pecahkan dan sudah memakan 99 korban"


"pembunuh ini hanya membunuh wanita yang tengah hamil, dan berhasil membuat warga menjadi panik"


"Dan setiap kali ia membunuh dia selalu meletakkan korbannya di sebuah gang".


"mayat korban diletakkan dengan darah yang bercucuran di seluruh tubuh mayat hingga dikatakan korban dibunuh tepat pada lokasi".


"setiap kali pembunuh itu membunuh juga sering menggunakan darah korban untuk menulis nomor korban yang telah ia bunuh"


"bayi yang ada di kandungan korban juga di keluarkan dan dibunuh dengan cara yang sadis"


"selain itu kami tidak memiliki informasi apapun mengenai pelaku karna tak pernah meninggalkan jejak sedikitpun"


Terangan Yao Siyue menjelaskan kasus berantai yang membunuh 99 korban ibu hamil.


"pelaku ini..."


"cukup pintar dan licik"


"meninggalkan korban dengan berlumuran darah hingga bisa dikatakan dia membunuh korban tepat di lokasi mayat korban"


"tapi sebenarnya pelaku tidak membunuh korban di lokasi mayat melainkan di suatu tempat yang tidak ada orang yang tahu"


"lalu pelaku ini membawa korban kelokasi yang ditentukan lalu menebas tubuh korban hingga nampak seperti dibunuh di tempat"


"dan dengan menulis angka orang yang telah ia bunuh maka memperkuat bukti bahwa ia membunuh tepat di lokasi"


"karna itulah tak ada yang menyadari bahwa pelaku membawa korban ke tempat yang jauh dan tak ada seorangpun yang akan curiga kepadanya"


"pertanyaan adalah siapakah pelaku ini?"

__ADS_1


Ucap Dareen menyimpulkan kasus yang di dengar dari Yao Siyue dengan memangku tangan dan berwajah serius.


...Bersambung:)...


__ADS_2