
"beritahu kepada komandan mawar merah dan mawar putih untuk menangkap orang yang tak memiliki telinga sebelah kiri"
"kenapa masih bengong, cepat laksanakan"
Teriak Yao Siyue dibarengi Dareen ke semua orang untuk menangkap orang dengan telinga kirinya yang tak ada.
"mohon maafkan kelancangan saya"
"tapi apa Maksud dari menangkap orang tanpa telinga kiri?"
Tanya Hakim Cao yang masih belum mengerti kenapa harus menangkap orang tanpa telinga kiri nya.
"itu karena pelaku memiliki motif tersembunyi tentang telinga kiri korbannya"
"jika dipikirkan baik-baik"
"maka korban pasti merasa iri pada korbannya yang memiliki telinga kiri"
"yang merujuk pada pelaku yang kehilangan telinga kirinya entah karena apa"
Jawab Yao Siyue menerangkan kepada Hakim Cao dengan mengerutkan dahinya.
"jadi mungkinkah pelaku ini tidak hanya satu saja"
Simpul Hakim Cao dengan tubuh yang tergidik karena merasa Kasus ini menjadi lebih rumit.
Semua orang terdiam sejenak hingga akhirnya Dareen angkat bicara...
"tidak!!"
"pelaku hanya seorang saja"
"dan jelas pelakunya adalah seorang wanita"
"pelaku bisa jadi memiliki motif membunuh korban yang tengah hamil karna dia pernah hamil tapi anaknya keguruan"
"atau mungkin pelaku adalah korban kekerasan dalam rumah tangga hingga menyebabkan pelaku kehilangan anaknya akibat kekerasan yang dialami"
"dan membuatnya menjadi stres dan berujung melampiaskan kemarahannya kepada para ibu-ibu hamil lainya"
Ucap Dareen memberi beberapa jawaban yang tidak pasti hingga membuat mereka kembali memutar otak.
"tapi bagaimana pelaku seorang wanita bisa pergi bebas dan membunuh tanpa diketahui oleh siapapun?"
Sambung Dareen yang kemudian membuat mereka semua termenung memikirkan kembali siapa dan bagaimana pelaku bisa membuat semua rencana yang amat rumit itu.
Belum angkat bicara, seorang prajurit mendatangi mereka dan memberikan laporan...
"hormat hamba yang mulia kaisar"
"hormat kepada hakim Cao"
"salam kepada si bijaksana Xiuhuan"
Hormat si prajurit membungkuk kepada mereka bertiga secara bergantian.
"cepat laporkan apa yang terjadi"
Ujar Yao Siyue kepada prajurit itu menyuruhnya untuk bangkit dari tundukkan nya.
"lapor"
"kami telah menangkap 5 orang dengan ciri-ciri yang telah anda berikan"
"4 orang diantaranya merupakan seorang perempuan 1 orang laki-laki"
Ucap prajurit itu melaporkan tugas dari atasannya yaitu komandannya.
"kalau begitu bawa kami ke tempat mereka di tahan"
Ucap Yao Siyue menyuruh prajurit itu untuk menuntun mereka bertiga ke tempat 5 orang itu berada.
__ADS_1
#kedai teh Ling long --->pinggiran ibukota ---->dekat gerbang selatan
Mereka bertiga akhirnya sampai ke lokasi dimana para prajurit tengah menahan 5 orang yang dicurigai sebagai pelaku.
Mereka menahan 5 orang yang 1 diantaranya seorang pria dengan tanpa telinga kiri.
Mereka berlima sama-sama tak memiliki telinga kiri.
"sebutkan nama kalian!"
Ucap Yao Siyue menginterogasi mereka berlima secara bersamaan.
"ada apa ini yang mulia"
"kenapa anda menangkap saya"
"saya hanya seorang pengemis yang sudah tua"
"apa salah saya?"
"nama saya Wexun"
Ucap seorang wanita tua dengan tubuh kerempeng dan baju compang-camping mengeluh karena merasa tidak terima dirinya di tangkap sedang dia tidak melakukan kesalahan apapun.
"ampun yang mulia"
"saya tidak berani"
"saya tidak pernah melakukan kejahatan dalam hidup saya"
"saya bahkan belum memilih suami untuk anak-anak saya"
"nama saya Wang"
Ucap seorang wanita gemuk dengan tangis yang mengisi ruangan itu tanpa telinga kiri yang merupakan seorang janda dengan 7 anak.
"diam!!"
Seketika ruangan itu menjadi sunyi karena tidak ada yang berani angkat bicara.
"itu... nama saya Rin Sou"
"saya adalah seorang pedagang keliling"
"saya yakin yang mulia bisa menilai sendiri apakah saya ada salah atau tidak"
"saya sudah berkeliling dari berbagai kerajaan dan sudah melihat begitu banyak orang dengan watak yang berbeda beda"
"dan yang mulia kaisar lah yang paling bijaksana"
"anda adalah kaisar pendiri kekaisaran wanita dan saya sangat menghormati anda"
"engkau adalah pujaan hati saja"
"saya rela ditangkap hanya untuk bertemu dengan anda"
"mohon terima cinta saya yang mulia"
"saya akan memberikan apapun untuk anda"
"bahkan jika anda menyuruh saya untuk melewati lembah dan menyusuri lautan atau bahkan jika anda menyuruh saya untuk menyelami gunung berapi"
"saya rela"
Ucap wanita yang nampak memakai perhiasan yang mewah tapi telinga kirinya tidak ada dengan kata-katanya yang terlalu menyanjung dan terkesan tak mau berhenti menyanjung.
"diam!!!"
Teriak Yao Siyue lagi karena si pedagang keliling yang tak bisa mengerem mulutnya dan tak berhenti untuk bicara.
Dan... seketika hening... dan kembali melanjutkan interogasi.
__ADS_1
"aku menyuruh kalian untuk memberitahuku nama kalian bukan cerita hidup kalian"
Teriak Yao Siyue yang geram dan kesal kepada mereka berlima karna lain pertanyaan yang diberikan lain juga jawabannya.
"saya Chu Rhut yang mulia"
Ucapnya dengan lancar karena merasa dirinya tak bersalah sedikitpun dan tak mungkin dirinya melakukan kesalahan
"saya Jin yang mulua"
"saya adalah pelacur di bawah naungan bu Ang"
"saya tidak tahu saya salah apa hingga di tahan seperti ini"
"meski saya dengan diam-diam suka mengintip pengunjung yang tengah berganti pakaian"
"dan juga saya pernah mencuri pakaian dalam pengunjung"
"saya juga pernah memimpikan anda juga"
"saya tidak tahu saya salah apa?"
"tolong yang mulia untuk tidak memenjarakan saya"
Ucap pria yang mengaku sebagai pelacur di bawah naungan bu Ang dan mengaku sudah melakukan perbuatan tak senonoh saat menerima pengunjung.
Semua orang terkejut dan menatap Jin dengan wajah jijik kepadanya.
"ke... kenapa kalian menatapku seperti itu"
"aku benar benar tidak pernah melakukan sesuatu yang jahat Hinga harus dipenjarakan"
Ucapannya tertatih-tatih karena melihat semua orang menatapnya jijik.
"menjijikkan"
Ucap mereka semua serempak dan membuat jarak hingga membuat Jin merasa di abaikan.
"hais... lepaskan mereka semua"
"mereka tak ada kaitannya dengan sang pelaku"
Ucap Yao Siyue mengibaskan tangan kanannya dan tangan kirinya mengerut kening dengan pusing.
Akhirnya mereka berlima pun di lepaskan karna tidak ada hubungannya dengan pelaku pembunuhan.
"hais... kenapa susah sekali hanya untuk menangkap pelaku pembunuhan"
"mungkin pelaku sudah tau bahwa kita akan menyadari bahwa pelaku tidak memiliki telinga kirinya dan pelaku membuat telinga palsu untuk menutupi telinganya yang hilang sebelah"
Desah Yao Siyue pusing dan di tenangkan oleh Dareen dengan sapuan pelan pada punggungnya.
"aku benar-benar capek sekarang"
"kenapa semuanya tambah rumit?"
"kenapa juga pelaku membunuh seseorang yang tak bersalah apalagi sama anak yang bahkan belum lahir"
"sigh... aku ingin istirahat sebentar"
Keluh Yao Siyue kepada Dareen karna terlalu lama memukul beban yang tak tahu kapan akan menjadi ringan.
Belum sampai ke pintu Yao Siyue dihentikan oleh Dareen karena sebuah pertanyaan.
"hei... apa kereta kuda bisa keluar masuk ibukota secara bebas?"
Tanya Dareen seraya menunjuk kearah gerbang dimana ada satu kereta kuda yang dibiarkan untuk keluar dengan alasan mengantar seorang keluarga kaya dan dibiarkan untuk keluar.
Padahal sudah ada perintah untuk menyuruh semua penjaga gerbang untuk tidak membuka gerbang sementara waktu.
...Bersambung:)...
__ADS_1