Tragedi Malam Itu

Tragedi Malam Itu
7.Terungkap


__ADS_3

Suara mesin mobil menggema di depan perkarangan rumah. Mobil SUV itu diparkirkan di depan rumah minimalis milik Nisa. Tak lama setelah mobil itu terparkir, keluarlah dua orang lelaki yang mirip bagaikan pinang dibelah dua dari dalam sana.


"Nggak sabaran banget rasanya pengen ketemu mama, apalagi adik cantiku si Nisa itu. Awas aja tu anak nanti, aku pastikan hidupnya tidak akan pernah tenang," ucap Habib yang baru saja pulang dari Mesir sambil menampilkan smirk khasnya.


Laki-laki bernama Habib itu pun membuka kecamata hitamnya dan meletakan kedalam saku baju koko yang ia kenakan. Lalu ia mendekati begasi mobil dan membantu menurunkan barang-barang serta oleh-oleh titipan Nisa dan Alsya dari dalam begasi mobil. Dan gara-gara kedua perempuan itu pula lah membuat sang ayah serta Habib kehabisan uang akibat banyaknya membeli titipan mereka yang tidak bisa dikatakan sedikit.


Maka dari itu sang ayah dan anak laki-lakinya rela tidak membeli apa-apa di Mesir selain baju gamis. Habib sempat kesal dengan kedua adik rakusnya itu, namun kekesalan yang terdapat di dalam dirinya dengan terpaksa ia singkirkan terlebih dahulu demi kebahagian sang adik. Yah mau bagaiman lagi, dia yang sebagai anak tertua terpaksa harus mengalah dengan yang lebih muda.


"Pak! Tolong barang-barangnya di bawa masuk ke dalam," perintah Ahmad kepada sang satpam.


Satpam yang mendengar dirinya mendapat perintah, langsung menghentikan aktivitasnya dan berbalik menghadap sang majikan dengan hormat. "Baik pak." Selepas mengatakan itu satpam tersebut kembali dengan aktivitasnya yang semula mengemasi barang-barang, lalu ia membawanya masuk kedalam. Yah begitulah pekerjaan seorang satpam, selalu mengerjakan perintah. Mau tidak mau mereka harus menurutinya saja jika ingin mendapatkan uang untuk menafkahi keluarga mereka masing-masing.


"Pa! Habib masuk duluan," ujar Habib seraya melenggang dari sana tanpa mendengar jawaban dari sang ayah terlebih dahulu.


Sedangkan Ahmad yang melihat anak sulungnya yang seperti itu, hanya bisa menggelengkan kepala. Ia berasa gagal mendidik anak laki-lakinya itu. Meskipun sekolah tinggi-tinggi bahkan di sekolahkan sampai di Mesir, tetap saja anak itu tidak memiliki sikap sopan satun sama sekali.


Anak pertamanya itu persis mirip dia pada saat waktu masih muda yang suka membangkang perkataan orang tuanya dan tidak memiliki tata karma dalam bersikap. Bukan lah hal asing lagi bagi Ahmad membuat orang tuanya menangis setiap malam gara-gara sikap pria itu yang menyakitkan hati. Nama saja dari bahasa Arab tetapi kelakuannya Astaghfirullah, namun itu semua hanyalah masa lalu saat sebelum ia insaf dan jatuh cinta dengan Aisyah, beda dengan dirinya sekarang  yang sudah Subhanallah.


Ahmad menarik napas dalam mempersiapkan diri untuk bertemu dengan sang istri serta anak-anaknya yang sangat ia rindukan. Kemudian pria paruh baya itu beranjak dari tempatnya dan menyusul sang putra yang terlebih dahulu sudah masuk.

__ADS_1


"Assalamuallaikum," ucap Ahmad seraya melangkahkan kaki masuk kedalam rumah.


Pemandangan pertama yang ia lihat di dalam rumahnya adalah Alsya yang tengah semangat memilih oleh-oleh yang telah ia pesan, sedangkan di sampingnya ada Habib yang menemani sang adik memilih barang dan sesekali ia juga menjhili sang adik hingga adiknya itu menjadi kesal tidak ketulungan.


"Papa beri salam itu dijawab dong, ni mana lagi papa datang nggak disambut. Gimana sih anak-anak papa ini," ujar Ahmad berpura-pura sedih.


mendengar suara sang ayah dari ambang pintu sontak semuanya yang berada di dalam ruang tamu mengalihkan pandangan mereka kepada sang ayah yang sedang berjalan menuju kearah mereka. Alsya yang melihat itu langsung berlari dan berhambur di dalam pelukan sang ayah, rasa rindu yang dalam kini telah terobati.


"Kangen pa," gumam Alsaya halus di dalam dekapan sang ayah.


"Papa juga kangen dengan Alsya. Alsya udah sholat belum?" Begitulah Ahmad. Jika ia bertemu dengan sang anak pasti kata yang pertama diucapkan adalah 'udah saholat belum' terkadang ketiga anaknya itu bosan mendengarnya, sebab itu-itu saja yang ditanya.


"Ih apaan sih, giliran kaka aja yang datang nggak dipeluk. Gimana sih dek pilih kasih gitu," ujar Habib menggerutu.


"Ya jelas lah, Alsya nggak mau peluk kaka. Kaka bau gitu, mana mau Alsya peluk."


"Awas kamu dek ya," geram Habib.


Alsya yang melihat kakanya menggeram marah langsung berlindung di belakang ayahnya.

__ADS_1


"Pa, kak Habib," lirih Alsya.


"Iya iya sayang. Mama sama kaka mu di mana Sya?" Tanya sang ayah sembari menolehkan tatapan kepada sang anak.


"Di kamar kak Nisa."


Mendapatkan pernyataan dari sang anak, Ahmad langsung pergi menuju kamar Nisa, karena ia tak tahan lagi menahan rindu dengan Aisyah serta Nisa. Sudah cukup lama ia meninggalkan rumah ini, jadi wajarlah rasa rindunya begitu dalam.


Sesampainya di depan pintu, Ahmad sengaja tidak ingin mengetuk terlebih dahulu karena ia ingin memberikan kejutan kepada Nisa dan istrinya. Pelan-pelan ia membuka pintu tersebut agar tidak mengeluarkan bunyi, namun percakapan di dalam membuat Ahmad terdiam membeku seperti salju di kutub utara. Kalau ini mah ia yang mendapatkan kejutan.


Ia pun menutup pintu kamar Nisa kembali dan meninggalkan ruangan tersebut dengan luka yang tertoreh di hati. Percakapan di dalam terus terngiang di kepalanya.


'Ma bgaimana papa marah kalau dia tau Nisa tidak suci lagi dan bahkan sedang mengandung' kalimat itulah yang terus berputar di dalam kepalanya bagaikan kaset rusak.


Kalimat yang menyatakan kalau anaknya itu tidak suci lagi dan sudah pernah disentuh oleh orang lain. Putrinya yang selalu ia jaga dari kecil mati-matian agar terhindar dari pergaulan bebas dan kini telah berakhir sepert ini. Tiba-tiba rasa sakit di dada melandanya. Lantas ia pun mencengkram dadanya tersebut untuk menahan rasa sakit.


Ia tidak percaya keluarganya akan seperti ini. Sumpah tak terpikirkan olehnya waktu dahulu bahwa keluarganya akan diuji seperti ini. Ia bingung tindakan apa yang harus ia lakukan dengan anaknya. Apakah ia harus mengusir Nisa dari rumah sebelum tetangga mengetahui semua ini?


____________

__ADS_1


TBC


__ADS_2