
Chapter 105. Membunuh Long Quan.
Tian Zhi sudah berada di sisi Utara Kota Peristirahatan dalam keadaan masih berubah menjadi udara, dia melihat Long Quan dan Huang Liao yang diikuti banyak orang.
"Aku memang kalah dalam hal basis kultivasi, tapi belum tentu kalah dalam hal membunuh dalam sepi! " gumam Tian Zhi.
"Kwok! Bunuh! Kwok! " sahut Katak Naga yang bersemangat jika Tian Zhi bertarung.
"Oh iya, apa kamu tidak merasakan aneh dengan pria tua itu?" tanya Tian Zhi kepada Katak Naga Keberuntungan.
"Dia kuat ... Kwok... Bahkan di alam ini tidak ada yang mengalahkannya! Kwok! "
Jawaban dari Katak Naga membuat tubuh Tian Zhi sedikit bergetar, tapi dia tidak mempercayai ucapan Katak Naga, lalu berkata:
"Jangan membual! Mana mungkin seseorang yang kuat mau-maunya menjadi penjual botol giok. Tidak masuk akal! "
"Kwok! Ya sudah kalau tidak percaya! Kwok!" ujar Katak Naga yang tidak mempermasalahkan Tian Zhi percaya atau tidak, yang penting baginya mendapatkan Pil Langit Jiwa setiap hari.
"Kulit kayu kuno itu barang berharga, di dalamnya terdapat berbagai Teknik Kitab Hitam, Putih dan Emas! Kwok! "
"Persetan! Kenapa kamu tidak mengatakan saat disana! " umpatan Tian Zhi yang syok saat Katak Naga mengungkapkan isi di dalam kulit kayu kuno.
Tian Zhi benar-benar melepaskan kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, seandainya pria tua itu tidak berbicara tentang hal yang aneh, dia sudah pasti membeli satu atau dua kulit kayu kuno. Sayangnya, kesempatan berharga lewat begitu saja di depan mata.
"Kwok! Sudah aku katakan orang tua itu sangat kuat, makanya aku tidak berani berbicara maupun bergerak! Kwok!" alasan Katak Naga yang memang ketakutan saat itu.
Sebagai binatang, naluri Katak Naga Keberuntungan sangat tajam, apalagi berhadapan dengan seseorang yang kuat. Sebenarnya Katak Naga ingin memberitahukan kepada Tian Zhi, tapi perasaan tertindas saat dekat dengan pria tua itu membuatnya tidak bisa berbicara.
"Sudahlah, mungkin bukan jodohku mendapatkan sesuatu yang berharga!" kekecewaan Tian Zhi terpampang jelas, dia bersiap untuk membunuh Long Quan dan Huang Liao saat sudah mendekatinya.
Semua orang yang mengikuti Long Quan dan Huang Liao berhenti, mereka hanya ingin melihat peserta terkuat di tantang oleh Tian Zhi, mereka juga berharap jika Tian Zhi mampu membunuh peserta terkuat agar tidak kalah mendapatkan Token Giok.
Beberapa hari ini banyak peserta yang ketakutan dan selalu menghindari Tim Peri Bersaudari, sebab kuatir dijarah dan yang terburuk adalah dibunuh atau menyerah dan keluar dari kompetisi Asyura Path, ketiga hal itu yang tidak mereka inginkan, para peserta hanya ingin berkompetisi secara adil.
Long Quan dan Huang Liao mencari keberadaan Tian Zhi, tapi tidak menemukannya, dengan kesal dan berteriak, Long Quan dan Huang Liao menghina dan mengumpat nama Tian Zhi.
"Pengecut!? Keluar?! "
"Jika kamu wanita, lebih baik kembali ke rumah dan memasak!"
Ucapan mereka selalu diulang-ulang agar Tian Zhi keluar. Jelas Tian Zhi tidak akan keluar sebelum Long Quan dan Huang Liao terpisah, Setelah terpisah, disaat itu dia baru bereaksi membunuh mereka berdua.
__ADS_1
Akhirnya kesempatan pun tiba, Long Quan dan Huang Liao memisahkan diri dengan berlainan arah untuk mencari Tian Zhi. Sedangkan Tian Zhi langsung bergerak menargetkan Long Quan terlebih dahulu, sebab dia tadi telah diserang tanpa alasan.
"Wanita, keluar kamu!? " teriakan Long Quan menggema di Hutan sambil terus mengedarkan pandangan untuk mencari.
Tian Zhi yang sudah berada di belakang Long Quan, dia mengeluarkan botol berisi ular tebing beracun yang dia dapat dari Lembah Kematian, tapi di ingatannya sekarang dia mendapatkannya di makam kuno.
Segera Tian Zhi menangkap kepala ular tebing dan melemparkan di kaki Long Quan.
(Berdesis)
Ular tebing langsung berdesis dengan mengangkat kepalanya, dia mengeluarkan asap hitam beracun dari tubuhnya yang menyelimuti kedua kaki Long Quan, setelah itu segera mematuk betis kanan Long Quan. Reaksi ular tebing sangat cepat sehingga targetnya terlambat menghindar.
"Aduh ... Sialan!!" umpat Long Quan sambil melompat jauh dan melihat ular tebing berwarna hitam, dia memegang betisnya yang terasa nyeri dan berlahan mulai mati rasa.
Long Quan tidak tahu jenis ular apa yang dia lihat, hanya saja asap hitam yang keluar bisa dengan mudah diketahui jika itu racun.
Segera dia mengeluarkan Pil Detoksifikasi Racun, saat merasakan kaki kanannya sudah mati rasa terkena racun.
Sling...
Sebelum Long Quan memakan pil, dia merasakan pergerakan cepat dari belakang, Long Quan buru-buru menunduk dan memutar tubuhnya dengan tangan kanan mengeluarkan energi spiritual untuk memukul orang yang menyelinap dari belakang.
Boom💥...
"Aduh...!? Bangsat!?" umpat Long Quan dan langsung melepaskan pukulan energi kepada ular tebing yang masih mengangkat kepalanya.
Swosh...
Namun, sebelum Long Quan melepaskan pukulan energi untuk membunuh ular tebing, Tian mengeluarkan sepuluh Langkah Bayangan dan menyerang secara bersamaan.
Long Quan jelas syok saat muncul sepuluh Tian Zhi yang kembar identik, dia mengurungkan niat untuk membunuh ular tebing ketika sepuluh bayangan menyerang.
Boom 💥... Boom💥...
Rentetan ledakan ketika Long Quan dengan mudah menghancurkan tubuh bayangan, namun sekali lagi ular tebing mematuk, kali ini lutut kaki kiri menjadi targetnya.
"Aduh...!! Argh!! " Long Quan sangat marah ketika dipatuk ular tebing lagi dan lagi.
Disaat dia akan menggerakkan kakinya, dia syok saat kakinya sudah menjadi batu dan jelas tidak mungkin bisa digerakkan. Buru-buru dia mengeluarkan lagi Pil Detoksifikasi Racun, dan sebelum sempat pil dia telan, lagi-lagi merasakan serangan.
Sling...
__ADS_1
Sayangnya Long Quan tidak bisa menghindar kali ini, karena kedua kakinya tidak bisa digerakkan, dia merasakan nyeri pada leher dan melihat kepalanya terlepas dari tubuh, lalu dia melihat sosok yang ingin dia bunuh sedang tersenyum sinis kepadanya.
Bluk...
Dengan mata melotot, Long Quan akhirnya mati dengan tatapan terakhir penuh penyesalan. Tian Zhi segera mengekstrak dantian Long Quan dengan tangan kanan dan tangan kiri mengeluarkan Pil Langit Jiwa untuk upah ular tebing yang telah bekerjasama dalam membunuh Long Quan.
Dengan senang hati ular tebing berlagak-legok mendekati Tian Zhi, lalu melilitkan tubuhnya di pergelangan tangan Tian Zhi dan menelan Pil Langit Jiwa.
Dengan manja ular tebing merayap di lengan Tian Zhi saat merasakan makanan favoritnya, yaitu katak. Katak Naga yang tahu segera ketakutan dan bersuara.
"Kwok! Bahaya, bahaya! Kwok! "
Tian Zhi terkekeh dan segera menangkap ular tebing, lalu memasukkan ke dalam cincin dimensinya. Setelah itu, Tian Zhi segera masuk ke dalam cincin dimensi dengan membawa mayat Long Quan ketika merasakan Huang Liao menuju ke arahnya.
Swosh...
"Long Quan, dimana kamu! " teriakan Huang Liao yang mencari sahabatnya, dia segera datang ketika mendengar suara ledakan energi.
Huang Liao memeriksa sekitarnya dan syok saat melihat kepala Long Quan telah terpenggal dengan mata melotot.
"Long Quan...!! " teriakan Huang Liao sambil berlutut di depan kepala sahabatnya.
He Hua dan Miao Jiang segera datang saat mendengar suara teriakan tangisan Huang Liao, banyak orang yang juga berdatangan. Peri Bersaudari dan semua orang juga kaget melihat kepala Long Quan terpenggal tanpa melihat tubuhnya.
.....
Di Paviliun Asyura Path.
Semua orang penting melihat layar Formasi dan tindakan Tian Zhi selalu dalam pengawasan mereka, sebab posisi Tian Zhi kini masuk dalam dua puluh besar.
Semua orang melihat Tian Zhi yang tiba-tiba muncul dan menghilang juga dalam pantauan, dan reaksi mereka sangat syok melihat Long Quan dipermainkan, setelah itu dibunuh dengan cara mengenaskan.
Tubuh Feng Zixuan bergetar hebat saat ketakutan melihat Ketua Wei Yan menahan amarahnya ketika muridnya mati di depan mata tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Pria muda yang sangat berbakat, aku akan merekrutnya sebagai anggota Organisasi Tangan Hitam! " pujian salah satu pria menggunakan topeng emas yang duduk dekat dengan Ketua Wei Yan.
Pria bertopeng emas tampak bahagia menemukan bakat membunuh yang mengerikan, pria itu adalah wakil dari Organisasi Tangan Hitam, salah satu organisasi pembunuh sewaan yang tersohor di Alam Keabadian. Bakat seperti Tian Zhi lah yang dicari-cari oleh organisasi mereka.
"Belum tentu dia mau bergabung dengan organisasi-mu! Aku juga menginginkan dia masuk di Perguruan Lima Elemen!" seorang pria tua juga menginginkan Tian Zhi.
Pria itu adalah pesaing dari Akademi Istana Surgawi, selalu merekrut bakat-bakat tersembunyi seperti Tian Zhi, mampu melawan seseorang yang lebih kuat.
__ADS_1
Akhirnya Feng Zixuan bernafas lega saat Tian Zhi diperebutkan banyak orang penting, dia tidak kuatir jika Wei Yan berniat buruk kepada Tian Zhi. Berbeda dengan Wei Yan, kedua tangannya telah mengenal erat melihat muridnya dibunuh, dia juga makin marah melihat Tian Zhi membawa mayat Long Quan.
......