
Chapter 163. Kompetisi Perebutan Wilayah.
Keesokan harinya, Tian Zhi telah kembali ke kamarnya sendiri dan tidur di tengah kekasihnya. Semalam dia membuat Meyleen tunduk dan bisa mengendalikannya, baru kali ini ada lawan hubungan intim yang tidak menyerah dengan keganasan tongkatnya.
Tian Zhi juga banyak mengajarkan tentang hubungan bersosialisasi dengan lingkungan, juga mewanti-wanti agar tidak mendekati pria lain. Tian Zhi khawatir dengan kepolosan Meyleen bisa disalahgunakan oleh pihak lain yang ingin memanfaatkan kekuatannya.
Meyleen pun menuruti perintah Tian Zhi, kini dia baru selesai mandi dan menunggu Tian Zhi dengan duduk bersila di kasurnya yang basah kuyup. Meyleen senyum-senyum sendiri saat mengingat hubungan semalam.
Lalu dia melihat He Hua telah terbangun, seketika senyumannya menghilang, dia buru-buru keluar dari kamar, lalu menunggu Tian Zhi di depan pintu kamarnya.
Zhu Rong keluar dari kamar bersama Mu Bingyun dan Jun Mei Lin, karena masih dalam lorong di lantai tujuh yang sama, mereka bertiga melihat Meyleen bersandar di dinding sambil kedua mata menatap pintu kamar milik Tian Zhi.
"Itu dia orangnya! Kamar itu milik musuhnya!" bisik Mu Bingyun kepada Zhu Rong.
Zhu Rong mengangkat alis kirinya, lalu tersenyum sinis. "Apakah dia akan bertarung lagi dengan si Tian?" tanya Zhu Rong.
"Mungkin, jika dilihat dari sorot matanya yang tidak bersahabat!" sahut Jun Mei Lin dengan nada bicara rendah.
"Level 18 mampu menandingi level 50 ... Berarti kekuatan fisik si Tian berada di tingkat Fisik Dewa Matahari!" tebak Zhu Rong, semalam dia telah banyak mendengar cerita pertarungan Tian Zhi dan Meyleen dari Dewi Pesona, karena itu dia bisa menerka kekuatan para peserta kompetisi Duel Sage.
"Mungkin!" sahut Jun Mei Lin yang masih ragu-ragu dengan tebakan Zhu Rong.
Meyleen yang dibicarakan segera melihat Zhu Rong dan Dewi Pesona. Sontak Dewi Pesona bersembunyi di balik punggung Zhu Rong, mereka ketakutan kepada Meyleen.
Namun Meyleen kembali melihat pintu kamar milik Tian Zhi dan tidak menganggap mereka musuh yang kuat. Zhu Rong mendengus dan berjalan menghampiri Meyleen bersama Dewi Pesona yang masih berada di belakangnya.
"Kamu Meyleen, kan! Kenalkan aku adalah Zhu Rong dari Akademi Black Hole, murid elite!" sapa Zhu Rong kepada Meyleen dengan nada sombongnya yang memamerkan diri sebagai murid Akademi Black Hole.
Meyleen tidak bergeming dan menganggap Zhu Rong dan Dewi Pesona ada di dekatnya. Zhu Rong jelas kesal tidak ditanggapi dengan baik.
"Tidak hanya kamu yang kuat dan cantik, kita juga tidak kalah denganmu!" kata Zhu Rong dengan ketus, ingin rasanya dia memukul si Meyleen jika tidak tahu aturan di Kota Beladiri.
Klik...
Pintu kamar Tian Zhi akhirnya terbuka. Meyleen tersenyum tipis melihat Tian Zhi. Zhu Rong dan Dewi Pesona juga melihat Tian Zhi bersama kedua kekasihnya.
Tian Zhi yang dilihat oleh empat wanita cantik itu, dia garuk-garuk kepala tanda tidak mengerti kenapa semua wanita cantik berada di pintu kamarnya. He Hua dan Miao Jiang langsung memeluk lengan kanan dan kiri Tian Zhi, mereka tidak menduga baru membuka pintu kamar sudah berhadapan dengan wanita cantik yang jelas akan menjadi pesaingnya.
Tian Zhi melihat Zhu Rong yang semalam sudah dia ketahui, dari dekat bisa terlihat jelas kecantikannya. Tinggi badan 178 cm, rambut putih panjangnya sepinggang, bibir tipis dengan diberi perona warna ungu yang sesuai dengan pakaiannya, pakaian yang berbeda dengan murid lainnya. Dipunggung Zhu Rong ada alat musik tradisional Guzheng.
"Kenapa kalian berada disini!" tegur He Hua dengan ketus kepada empat wanita itu.
"Senior Zhu!"
__ADS_1
Panggil murid pria Akademi Black Hole saat keluar dari kamar dan melihat Zhu Rong sebagai pemimpin tim. Dan mengalihkan perhatian Tian Zhi dan keenam wanita.
Mereka bergegas mendekati Zhu Rong dan Dewi Pesona. Saat dekat, baru terlihat wajah cantik Meyleen yang masih bersandar di dinding. Lalu murid pria melihat Tian Zhi yang lengannya di pelukan oleh dua kecantikan yang tidak kalah dengan Meyleen dan Zhu Rong.
Murid-murid pria itu bolak-balik melihat He Hua, Miao Jiang, Meyleen dan Zhu Rong, mereka membandingkan siapa yang paling cantik dengan Dewi Pesona. Tapi mereka kebingungan, sebab enam wanita itu semuanya cantik dan memiliki keunikan tersendiri.
Tian Zhi segera keluar dari kamar bersama He Hua dan Miao Jiang yang masih memeluk erat lengannya tanpa memperdulikan mereka. Lalu disusul oleh Meyleen yang berada di belakangnya. Mereka akan jalan-jalan di Kota Beladiri.
"Beruntung pria itu diikuti oleh tiga kecantikan!" seruan salah satu murid pria yang iri melihat Tian Zhi memiliki tiga wanita.
Zhu Rong dan Dewi Pesona jelas kesal dengan juniornya. Zhu Rong mengetuk dahi juniornya yang tadi berbicara. Murid pria itu mengelus dahinya yang dijitak.
"Jika kalian mampu melawannya, aku mau menjadi kekasih siapa saja yang sanggup mengalahkan pria itu!" kata Zhu Rong yang ingin menjadi Tian Zhi musuh banyak pria.
Murid-murid pria bersemangat dengan janji yang diucapkan oleh Zhu Rong, siapapun pria pasti mengharapkan Zhu Rong dan Dewi Pesona menjadi kekasihnya, apapun yang mereka bertiga minta pasti dituruti demi cinta.
Zhu Rong dan Dewi Pesona segera turun dari lantai tujuh melalui anak tangga putar. Saat akan turun, mereka bertemu dengan dua Wali Pelindung, Xu Jiao, Piaoliang dan murid-murid wanita yang juga akan turun.
Sedangkan Tian Tian dan tiga wanitanya telah berada di lantai dasar ruang tamu, disaat akan keluar dari Balai Kota Beladiri... Suara Ketua panitia pemeriksaan menggema di seluruh penjuru Kota Beladiri.
("Semua peserta kompetisi Duel Sage, harap segera berkumpul di lapangan tarung. Akan ada pengumuman tentang aturan kompetisi.")
Tian Zhi dan semua peserta kompetisi jelas kegirangan, akhirnya kompetisi Duel Sage akan segera dimulai. Tian Zhi, He Hua, Miao Jiang dan Meyleen bergegas menuju ke tempat lapangan tarung.
He Hua yang diikuti oleh Meyleen jelas risih, dan meminta kepada Tian Zhi untuk mengusirnya dan jangan mengikuti mereka. Segera Tian Zhi berkata dengan telepatinya, "dia akan menjadi bagian kita. Selama kompetisi, Meyleen akan melindunginya kita." Lalu Tian Tian mengedipkan mata kepada He Hua dan Miao Jiang secara bergantian.
"Semalam dia meminta untuk berbicara empat mata, dia ingin bergabung dengan kita, karena tahu banyak lawan kuat seperti murid-murid dari Akademi Black Hole!" jawab Tian Zhi yang meyakinkan kekasihnya.
He Hua menoleh kebelakang dan melihat Meyleen tersenyum kepadanya dengan terpaksa. Lalu melihat Tian Zhi lagi dan mengangguk paham.
"Apakah benar kamu ingin bergabung dengan kita?" tanya Miao Jiang yang ingin memastikan ucapan Tian Zhi benar.
"Iya," jawab Meyleen dengan nada datar.
"Kalau begitu kamu harus mematuhi aturan dan jangan pernah meninggalkan kita!" sahut He Hua dengan ketus.
"Tentu," jawab Meyleen dengan nada sama.
He Hua menghela nafas saat Meyleen selalu berbicara seperti bukan orang pada umumnya, lalu dia berbicara kepada Tian Zhi dengan telepati, "apa dia orang?"
"Tidak perlu dipikirkan ... Mungkin sudah karakternya!" jawab Tian Zhi sambil melihat ke depan.
Mereka berempat terus berjalan menuju ke tempat lapangan tarung sambil mengobrol...
Setiap jalan di Kota Beladiri ramai dengan para peserta yang mencapai puluhan ribu orang, lebih banyak dari kompetisi Asyura Path. Semua peserta berasal dari belahan dunia luar yang sangat jauh dari Dunia Duel Sage. Berbagai macam karakter bermunculan, pria dan wanita dengan model pakaian yang berbeda-beda.
__ADS_1
Tian Zhi dan kekasihnya melihat sebagian peserta memakai pakaian yang sama, mereka menduga jika peserta itu berasal dari satu tempat. Setiap peserta pria selalu melihat Tian Zhi yang diikuti tiga wanita cantik dan menjadi perhatian banyak orang.
Namun tidak ada yang berani mendekati karena Meyleen selalu mengeluarkan aura kekuatannya, mereka hanya bisa melihat tanpa bisa berkenalan apalagi mendekati.
Tian Zhi tersenyum puas melihat tindakan Meyleen yang super protektif terhadapnya. Seperti ucapan Meyleen semalam yang tidak akan membiarkan siapapun mendekati Tian Zhi, Tian Zhi hanyalah miliknya bersama dua Peri Bersaudari.
Akhirnya Tian Zhi dan ketiga kekasihnya tiba di tempat lapangan tarung. Lapangan tersebut sudah penuh sesak dengan banyaknya peserta kompetisi Duel Sage.
"Kita tunggu disana saja," ajak Tian Zhi yang malas berdempetan dengan banyak peserta, dia melihat pohon rindang yang agak jauh dari para peserta yang berjubel di lapangan...
Tian Zhi menggelar tikar untuk duduk. Segera He Hua, Miao Jiang dan Meyleen duduk menghimpitnya Tian Zhi. Mereka berempat melihat sebuah panggung setingkat dua meter yang dikelilingi oleh peserta kompetisi.
Tindakan Tian Zhi jelas dilihat banyak orang, mereka melihatnya seperti sedang berpiknik dengan tiga wanita cantik, tatapan iri dan cemburu selalu dirasakan oleh Tian Zhi.
Tiba-tiba banyaknya peserta membelah menjadi dua ketika Akademi Black Hole datang. Tian Zhi tersenyum sinis melihat perlakuan peserta terhadap Akademi Black Hole begitu berlebihan.
Zhu Rong dan Dewi Pesona dan semua murid mencari keberadaan Tian Zhi, saat ketemu mereka terkejut melihatnya seperti sedang berpiknik saja. Dua Wali Pelindung mengikuti apa yang dilihatnya muridnya, dan mengunci alisnya ketika merasakan familiar dengan wajah Tian Zhi dan auranya.
"Kenapa aku merasa pernah bertemu dengannya!" gumam Seng Huaran.
"Aku juga!" sahut Seng Qiao yang merasakan hal yang sama.
Zhu Rong dan semua murid melihat Wali Pelindung. Lalu Jun Mei Lin segera berkata, "Kakak, aku juga merasakan hal yang sama, seperti pernah mengenal dia sangat lama dan dekat. Padahal aku baru pertama kali melihat si Tian itu."
Swosh...
Muncul Ketua panitia pelaksana kompetisi di tengah panggung bersama Master Jin. Semua peserta segera menyapa Master Jin.
"Selamat! Bagi peserta yang sudah lulus ujian seleksi. Selamat datang, bagi peserta yang memiliki medali. Besok kompetisi Duel Sage akan dimulai, segala aturan kompetisi dan lainnya akan diberitahukan oleh Ketua panitia," sapa Master Jin kepada semua peserta.
Peserta bersorak-sorai dan terdiam ketika Ketua panitia maju setelah Master Jin mundur...
"Kompetisi Duel Sage kali ini..., " Ketua panitia pelaksana kompetisi berhenti bicara ketika melambaikan tangannya.
Lalu muncul sebuah layar hologram besar berwarna putih kebiruan. Di layar itu terlihat sebuah peta yang membagi menjadi empat wilayah berwarna hijau, merah, biru dan kuning. Wilayah berwarna kuning itu, diapit oleh tiga wilayah yang dipisahkan oleh sungai besar yang membaginya menjadi tiga sebagai perbatasan.
Semua orang kebingungan melihat peta di layar tersebut. Dugaan semua orang jika kompetisi Duel Sage kali ini untuk berburu binatang mistik.
"Kalian lihat di layar ada empat wilayah. Wilayah berwarna kuning adalah kekaisaran, tiga wilayah lainnya adalah kerajaan. Jadi, kompetisi kali ini adalah perebutan wilayah. Seluruh peserta akan dibagi menjadi tiga bagian menurut wilayah berwarna ini...," Ketua panitia pelaksana kompetisi segera menjelaskan aturan kompetisi dan juga apa yang harus diperjuangkan oleh setiap peserta.
Ya, secara garis besarnya, setiap peserta akan berlomba-lomba menjadi kaisar setelah berhasil menduduki wilayah berwarna kuning. Semua peserta yang dibagi menjadi tiga akan diletakkan di wilayah berwarna hijau, merah dan kuning secara acak.
Setelah ditempatkan di wilayah berwarna, setiap peserta diharuskan berjuang menjadi seorang raja sebelum menjadi kaisar, menjadi penguasa dari tiga wilayah. Setiap peserta diijinkan untuk memilih teman minimal sembilan anggota dan maksimal seratus orang.
Kompetisi kali ini tidak ada bedanya dengan kehidupan dalam pemerintahan; ada pangkat, gelar, pahlawan, prajurit. Semakin besar jabatannya semakin besar keuntungannya dalam memperoleh sumberdaya.
__ADS_1
Semua peserta diberikan selembaran informasi terkait kompetisi perebutan wilayah kekuasaan untuk menjadi seorang kaisar dan aturan mainnya. Semua dimulai dari awal dan juga menurut kekuatannya masing-masing, semakin tinggi kekuatannya semakin tinggi pula jabatannya.
(Bersambung.)