Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 315. Upaya Terakhir!


__ADS_3

Chapter 315. Upaya Terakhir!


"Aku bersumpah Galaksi Nebula menjadi abu!"


Tiba-tiba suara Tian Zhi menggelegar di seluruh wilayah Klan Zhi. Pria bertopeng berlian jelas kaget dan buru-buru terbang sambil membawa He Hua yang pingsan.


Tian Zhi langsung mengejarnya dengan sangat cepat, dia seperti badai angin saat mengejar pria bertopeng berlian.


"Ayah...!!" teriakan Xiang Ri Kui, Guo Shun dan Tian Yinping memanggil Tian Zhi secara bersamaan saat mengetahui telah terbangun dari tidur panjangnya.


Semua orang melihat di dadanya Tian Zhi mengeluarkan cahaya hingga tembus ke punggung. Semua orang merasakan aura kekuatan Tian Zhi di tingkat True Gama.


Di hati Xiang Ri Kui, kakak dan adiknya antara senang dan juga marah, marah karena ibunya diculik, senang karena ayahnya menjadi kuat. Dengan segera Xiang Ri Kui naik ke punggung Naga Api dan diikuti adik-adiknya yang naik di punggung binatang penjaganya masing-masing. Lalu Zhi Yinping juga ikut naik ke punggung Naga Bumi.


Mereka ingin menyusul ayah dan ibunya. Namun, Patriark Zhi Longwei segera mencegah mereka. "Jangan ikuti! Kalian justru kalian akan menjadi beban ayahmu yang menyelamatkan ibumu!" alasannya.


"Tapi--"


"Benar yang dikatakan Kakek mu, kalian hanya akan membebani ayahmu!" sela Zhi Shaosheng.


Semua orang melihat wajah Zhi Shaosheng yang pucat, dada kanan dan kiri tercetak telapak tangan yang berwarna hitam, tanda terkena serangan pria bertopeng berlian. Raja Suzaku merangkul bahu Zhi Shaosheng agar bisa berdiri.


"Ayo, kita lihat melalui cermin sihir untuk melihat junior Tian!" ajak Zhi Shaosheng.


Patriark Zhi Longwei melihat pasukan Klan Xu yang mundur, lalu dia segera mengatur semua orang, "segera kumpulkan mayat-mayat dan kremasi jenazahnya agar tidak menjadi penyakit, rawat yang terluka...,"


Semua pasukan mengumpulkan mayat-mayat musuh sesuai dengan perintah. Leluhur Zhi segera dirawat oleh tabib. Sedangkan Xiang Ri Kui, Guo Shun, Tian Yinping dan putrinya menuju ke pusat menara pengawas dan diikuti oleh Raja Guang Liang, High King Kaili, Hing King of Qing Fei, Lu Bai dan semua orang penting.


Semua orang ingin melihat apa yang terjadi...


....


Sedangkan Tian Zhi mengejar pria bertopeng berlian yang menculik istrinya dengan kemarahan yang meluap-luap.


Sebelumnya, Tian Zhi yang berhasil keluar dari kurungan energi spiritual milik Maharaja Yaksa, dia membutuhkan waktu untuk menstabilkan pondasi kekuatannya yang tiba-tiba meningkat, dari tingkat Half Alfa naik ke True Gama level 5.


Selain itu, tubuhnya membutuhkan adaptasi setelah terbaring sekian lamanya, sehingga terlambat melindungi He Hua, dia sudah berusaha secepat mungkin untuk membiasakan diri dengan kondisi yang masih terluka.


Sayangnya, lukanya tidak bisa dipulihkan, hanya bisa pulih kembali saat mendapatkan energi spiritual setingkat True Omega. Kondisinya saat ini sudah sangat dipaksakan untuk bergerak demi menyelamatkan He Hua.


Badai angin yang disertai petir dan salju, itu berkat Tian Zhi yang membantu keluarganya dengan banyak membunuh pasukan lawan, dia juga yang selalu menyerang pria bertopeng berlian saat akan menyentuh He Hua.


Tian Zhi mampu menggunakan kekuatannya karena didukung oleh 24 Galaksi Elemen.


Ya, Mata Penguasa Langit berhasil menghancurkan energi spiritual milik Maharaja Yaksa, tapi itu hanya sementara dan akan terblokir kembali setelah beberapa hari.


Kekuatan Maharaja Yaksa sangat kuat dan Mata Penguasa Langit hanya mampu membuat celah, karena celah inilah Tian Zhi bisa terkoneksi dengan 24 Galaksi Elemen.


Sayangnya, dia tetap tidak bisa menggunakan skill perubahan wujud dan Tubuh Ganda. Saat ini 24 Galaksi Elemen berusaha untuk menyerap energi spiritual milik Maharaja Yaksa mengandung daya rusak mengerikan.


Dibalik topengnya, pria itu tersenyum telah berhasil memancing ikan masuk ke dalam jaring, hal ini sudah direncanakan dengan sangat matang. Senyumannya menghilang saat merasakan serangan dari Tian Zhi.

__ADS_1


Boom boom boom...


Tian Zhi melepaskan pukulan jarak jauh untuk menghambat laju pria bertopeng berlian. Akan tetapi, pria itu dengan mudah menghindari dan makin meningkatkan kecepatannya.


"Lepaskan istriku!?" bentak Tian Zhi dan kembali melepaskan pukulan berenergi.


Namun, Tian Zhi menarik kembali serangannya saat pria itu menjadikan He Hua sebagai tameng. Pria itu menertawakan Tian Zhi yang hampir membunuh istrinya sendiri.


"Seorang pria tidak ada harga dirinya! Sangat memalukan bagi orangtuamu!?" raungan kemarahan Tian Zhi.


Dalam hati Tian Zhi, dia mengumpat berkali-kali karena tidak mampu menggunakan Delapan Batu Keabadian. Dibalik topeng, pria itu hanya tersenyum sinis.


Pria itu meningkatkan kecepatannya lagi dan membuat jalur yang dilewati menjadi seperti sungai terbelah dan memporak-porandakan sekitarnya. Tuan Zhi mengaktifkan garis darah Kasta Kaisar dan keluar sepasang sayap untuk meningkatkan kecepatannya.


Sebenarnya Tian Zhi tahu tidak akan mungkin mengalahkan musuhnya, sebab kekuatannya terpaut jauh. Namun, karena istrinya diculik, dia tidak memperdulikan jika lawan kuat.


Kecepatan Tian Zhi meningkatkan tiga kali lipat dan seperti sinar yang memiliki sayap. Pria bertopeng itu terkejut dan dengan senang meningkatkan kecepatan secara maksimal.


Suara gemuruh angin terdengar ketika dua orang saling mengejar. Tian Zhi tidak lagi berani melepaskan pukulannya, khawatir istrinya akan dijadikan tameng.


Akhirnya pria itu senang melihat Lembah Kekosongan sudah sangat dekat, dia melihat puncak Menara Api Asyura yang menyala. Tian Zhi juga melihatnya, dia memikirkan cara untuk menghentikan pria tersebut.


"Galaksi, bisakah kalian menghentikan waktu? Aku tidak bisa lagi menggunakan Batu Keabadian!" tanya Tian Zhi.


"Bisa. Tapi, hanya berlangsung selama 45 tarikan napas. Tapi, jika kekuatan target lebih tinggi dari Penguasa, kita hanya bisa menghentikan waktu selama 10 tarikan napas. Apakah sekarang kita hentikan waktu?" jawab Galaksi Asal Muasal.


Tian Zhi menahan kegembiraannya, walaupun hanya 15 tarikan napas, untuk menyelamatkan istrinya lebih dari cukup.


Dia segera berbicara, "tunggu dulu, nanti jika dia dekat dengan menara itu."


Pria bertopeng berlian akhirnya tiba di Menara Api Asyura, dia segera masuk ke lantai 11 melalui jendela. Tian Zhi segera mengikutinya...


Tiba-tiba jendela Menara Api Asyura tertutup. Tian Zhi segera berhenti dan menjejakkan kakinya di lantai. Dia melihat dua orang telah menunggunya, mereka adalah Taois Yuma dan Taois Cen. Di sebelah Taois Yuma berdiri pria bertopeng berlian.


Tian Zhi sangat marah melihat pria bertopeng menginjak-injak punggung istrinya, dia mengepalkan kedua tangannya sangat erat hingga kuku jari menembus kulit. Disaat He Hua terbangun dari pingsannya, pria itu menginjak tengkuknya hingga pingsan lagi.


Melihat istrinya disiksa sedemikian rupa, kemarahan Tian Zhi meluap-luap. Taois Yuma dan Taois Cen menertawakan Tian Zhi.


Lalu masuk pria bertopeng emas dan perak, dibelakang mereka ada leluhur Xu, Xu Weici dan Patriark Klan Xu, mereka mengepung Tian Zhi. Lalu masuk Zhi Zixuan sambil menarik rantai energi yang mengikat Zhi Mingyu dan Xue Liena.


Tian Zhi sekilas melihat Zhi Mingyu dan Xue Liena yang tersenyum ramah, lalu melihat pria bertopeng yang kembali menginjak punggung istrinya, hingga membuat tubuh istrinya terhenyak.


"Lepaskan istriku, bajingan Kun!? Jika tidak, kalian juga akan mati! Dikehidupan ku selanjutnya, Galaksi Nebula pasti menjadi target pemusnahan!?" ancam Tian Zhi yang akan meledakkan dirinya sendiri untuk membunuh semua orang.


Pria bertopeng berlian jelas kaget saat Tian Zhi mengetahui identitas aslinya, padahal dia sudah menggunakan topeng berlian yang merupakan Artefak Bintang Lima tahap puncak.


Ya, pria itu adalah Kaisar Kun yang turun tangan sendiri untuk bekerjasama dengan utusan dari Maharaja Yaksa. Kaisar Kun mengetahui Dewa Binatang setelah kedatangan leluhur Xu yang meminta bantuannya.


Kaisar Kun jelas senang mengetahui Dewa Binatang bereinkarnasi. Sebab itu dia secara pribadi turun tangan untuk mendapatkan harta yang diimpikannya selama ini.


Saat baru tiba di Alam Keabadian, dia bertemu dengan anggota Kuil Alam Es. Karena tujuan sama dan lagi utusan dari Maharaja Yaksa, maka Kaisar Kun bergabung bersama Taois Yuma dan Taois Cen untuk menangkap Dewa Binatang hidup-hidup.

__ADS_1


Kaisar Kun menendang perut He Hua hingga terpental dan menabrak dinding. Tian Zhi spontan mengumpat, dia segera menolong istrinya. Namun dihalangi oleh Taois Cen yang mengembangkan senyuman kemenangan.


"Kalian semua akan aku ingat! Bersiaplah ketika waktunya tiba!" ancam Tian Zhi sekali lagi, dia hanya bisa membuat semua orang memikirkan ancaman yang tidak sekedar omong kosong belaka.


Taois Cen dan Taois Yuma menertawakan ancaman Tian Zhi. Setelah berhenti tertawa, Taois Yuma berkata, "aku akui kamu hebat! Dalam kondisi terluka parah, masih saja berusaha keras untuk menyelamatkannya. Sayangnya, ancaman orang lemah, itu hanyalah kentut, berbau tapi tidak menyakitkan!"


Semua orang tertawa mendengar perkataan Taois Yuma, kecuali Zhi Mingyu dan Xue Liena. Tian Zhi menarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan, dia menenangkan emosi.


"Anjing buangan Yaksa memang pandai membuat lelucon seperti tuannya! Bisa berkoar-koar tapi tidak mampu berbuat apa-apa. Kan konyol, aku yang lemah dengan mudah dikalahkan, tapi kalian ... Aiyo, sungguh membuat belatung tertawa!" balas Tian Zhi dengan perkataan pedas.


Seketika semua orang berhenti tertawa dan berganti menjadi amarah, wajah mereka menjadi merah dan kepala berasap. Ucapan Tian Zhi sangat menyakitkan, hinaan yang tidak pernah didengar.


Aura kekuatan mereka keluar dan terfokus pada Tian Zhi. Akan tetapi, Tian Zhi tidak sedikitpun merasakan tekanan aura mereka, sebab di dalam tubuhnya bersemayam Zirah Perang Dewa Binatang.


"Sialan?! Aku robek-robek mulutmu!?" bentak Taois Yuma dan melepaskan pukulan berenergi tanpa bisa dihindari oleh Tian Zhi.


Bang...


Tubuh Tian Zhi terpental dan menghantam dinding, hingga membuat Menara Api Asyura bergetar. Taois Cen melesat dan menendang kepala Tian Zhi dengan sangat keras...


Walaupun Taois Yuma dan Taois Cen sangat marah, mereka masih mengingat pesan Maharaja Yaksa yang tidak boleh membunuh Tian Zhi. Semua orang mengembangkan senyuman bahagia melihat Tian Zhi disiksa.


Zhi Mingyu dan istrinya menunduk, mereka tidak sanggup melihat cucunya disiksa di depan mata.


Zhi Mingyu memegang tangan istrinya, dengan komunikasi telepati, dia berbicara, "waktunya!"


Xue Liena memegang erat tangan suaminya, dia tahu maksud perkataannya, dimana akan meledakkan tubuh cucunya agar tidak dimanfaatkan oleh pihak jahat.


Xue Liena mencucurkan air mata saat menguatkan hati untuk melihat Tian Zhi yang meringkuk di lantai. Dengan menggunakan komunikasi telepati, dia berbicara kepada Tian Zhi, "maafkan kakek dan nenekmu ini yang tidak bisa melindungi. Sekali lagi kami minta maaf! Kami akan meledakkan tubuhmu agar tidak dimanfaatkan oleh Maharaja Yaksa!"


Tian Zhi yang menahan rasa sakitnya, dia melindungi kepala dengan kedua tangannya, dia mendengar suara Xue Liena dibenaknya. Dia melihat Zhi Mingyu dan Xue Liena melalui celah-celah lengannya.


"Tung... Tunggu! Biarkan... Aku selamatkan istriku dulu!" pinta Tian Zhi sambil menahan rasa sakit dihujani tendang oleh Taois Yuma dan Taois Cen.


"Arghh!!" teriakan Tian Zhi sangat keras, dari tubuhnya mengeluarkan Api Suci Petir Asyura.


Taois Yuma dan Taois Cen segera mundur dan membuat perisai energi untuk menahan panas Api Suci Petir Asyura. Semua orang juga melakukan hal yang sama.


Zhi Zixuan, Patriark Klan Xu, leluhur Xu, Xu Weici, dua bawahan Kaisar Kun, mereka tidak mampu menahan panasnya Api Suci Petir Asyura, karena basis kultivasinya dibawah Tian Zhi. Mereka ingin keluar, tapi lantai 11 terblokir Api Suci Petir Asyura, tubuh mereka dengan cepat melepuh.


Hanya He Hua, Zhi Mingyu dan Xue Liena yang tidak terpengaruh oleh kemarahan Api Suci Petir Asyura, bahkan tidak ada satupun sehelai rambut yang terbakar, sebab Tian Zhi hanya memfokuskan kepada musuhnya.


"Bangsatt!?" umpat Taois Yuma dan menyerang Tian Zhi.


"Waktunya Galaksi!" pinta Zhi Shimo yang menggunakan kemampuan Galaksi Elemen.


Tiba-tiba waktu berhenti dan membuat semua orang menjadi patung. Tian Zhi segera berdiri dengan sekuat tenaga, lalu menghampiri He Hua dan bergegas menggendong He Hua yang pingsan.


Tian Zhi keluar dari Menara Api Asyura. Saat berada di luar, dia mengeluarkan giok teleportasi dan meletakkannya di genggam He Hua. Tian Zhi mencium bibir He Hua untuk terakhir kalinya. Setelah itu, dia menatap lekat wajah cantik He Hua.


"Maaf, aku tidak bisa mendampingimu! Jaga baik-baik anak kita!" ucapnya yang terakhir dan memecahkan giok teleportasi.

__ADS_1


He Hua menghilang dan diiringi oleh air mata yang membasahi pipi Tian Zhi...


Bersambung.


__ADS_2