
Chapter 253. Keluarga Yang Rumit!
Saat dalam perjalanan menuju ke Forest Peach Blossom, Tian Zhi melihat Zhi Yinping seorang diri berada di kapal angkasa menuju ke arah Kerajaan Guang. Karena ingin tahu tujuan Zhi Yinping, dia pun mendekatinya.
Saat berada di dalam ruang kendali kapal angkasa, dia melihat Zhi Yinping memegang kalung yang berbentuk Yin Yang. Seketika Tian Zhi teringat memiliki kalung yang sama, dia mengeluarkan dari cincin dimensi dan mencocokkan dengan milik Zhi Yinping.
"Apakah dia adalah wanita bernama Zhi?" batinnya yang masih ingat dengan perkataan Xue Ling yang menyamar sebagai ibunya, Xue Mei (Permaisuri Mei), dan kalungnya sama seperti milik Zhi Yinping.
Seandainya, Zhi Yinping adalah wanita yang bernama Zhi, berarti dia adalah ibu kandung Xiang Tianzhi, pikirnya.
"Apakah aku perlu menceritakan semua ini kepadanya?" gumam Zhi Yinping, "seandainya dia tahu orangtuanya masih hidup dan terluka, apakah dia tidak marah kepada ... Hmm! Rumit, keluargaku yang sangat rumit!" sesalnya kepada keluarganya sendiri yang dalam masalah internal.
Tian Zhi sedikit terkejut jika Zhi Yinping mengetahui identitasnya, itu terbukti dari kalung dan apa yang baru dia gumam kan sesaat yang lalu
Keluarga yang dimaksudkan oleh Zhi Yinping adalah Klan Zhi. Klan Zhi sebenarnya terbagi menjadi empat kasta; Kasta Prajurit, Kasta Bangsawan, Kasta Jenderal dan Kasta Raja.
Setiap kasta itu memiliki wilayahnya masing-masing dan satu pemimpin, Patriark Klan Zhi - Zhi Boqin yang menghadiri pertandingan Alkemis berasal dari Kasta Prajurit, terlemah dari ketiga kasta lainnya.
Kasta Bangsawan dipimpin oleh Zhi Bingwen, wakilnya bernama Zhi Changing. Kasta Jenderal dipimpin oleh Zhi Junjie, wakilnya bernama Zhi Kong. Kasta Raja dipimpin oleh Zhi Longwei dan wakilnya adalah Zhi Shirong.
Walaupun berbeda kasta, mereka berempat tidak pernah akur, selalu berkompetisi dalam segala bidang, terutama bersaing dalam hal kekuatan Api Asyura.
Orang yang menjebak kedua orangtuanya Tian Zhi adalah Zhi Jianying si Dewi Seribu Wajah. Seandainya Tian Zhi tahu, sudah dipastikan masalahnya akan semakin rumit, sebab Zhi Jianying sengaja meminta anak darinya sebagai bentuk antisipasi untuk meredam kemarahan Tian Zhi.
Selain itu, Zhi Yinping dan Zhi Jingying juga diancam oleh Zhi Shirong atau orang mengenalnya sebagai cendikiawan Shirong, ancamannya tidak main-main, yaitu kedua orangtuanya disandera dan akan dibunuh, jika Zhi Yinping dan Zhi Jingying tidak melakukan apa yang diperintahkan.
Yang dibutuhkan oleh Zhi Shirong adalah garis darah Kasta Kaisar yang dimiliki oleh Tian Zhi atau Xiang Tianzhi, Zhi Shirong juga bekerjasama dengan Dewa Es Abadi, ayah kandung Tian Zhi.
Oleh karena ancaman dari Zhi Shirong, Dewi Salju ibu kandung Tian Zhi menjadi korbannya, dan Dewi Seribu Wajah hanya mengikuti rencana saja untuk menjebak Dewa Salju agar saling bertarung dengan Dewa Es Abadi.
Kasta Kaisar adalah projek yang telah lama direncanakan oleh Zhi Shirong, melalui Dewa Es Abadi agar menikahi Dewi Salju. Singkat cerita, Tian Zhi adalah projek ujicoba yang sukses dan waktunya untuk dipanen.
Ya, memang rumit permasalahan ini seperti yang dikatakan oleh Zhi Yinping. Tapi, Ras Asyura memang seperti itu, saling menguntungkan diri sendiri dan tidak peduli siapa korbannya, asal tujuannya tercapai.
Zhi Yinping dan Dewa Seribu Wajah adalah alat bagi Zhi Shirong, sedangkan Dewi Salju adalah korbannya.
Menghilangnya Dewi Salju selama delapan bulan, karena ingin melindungi putranya dengan memindahkan janin ke rahim Xue Mei. Sayangnya, Raja Xiang mengetahui rencana Dewi Salju dan mengabarkan kepada leluhurnya, sedangkan leluhur Xiang memberitahukan kepada Zhi Shirong.
Kembali ke Tian Zhi yang penasaran dengan ucapan Zhi Yinping. Walaupun mendengar kedua orangtuanya terluka, tidak ada rasa marah di hatinya atau kesedihan, sebab Xiang Tianzhi yang asli telah meninggal.
Baginya saat ini, dirinya adalah Tian Zhi Shimo dan bukan lagi Xiang Tianzhi. Akan tetapi, dia tidak akan melupakan jasa Xiang Tianzhi dengan berjanji akan memberikan nama "Xiang" untuk anaknya yang akan datang.
__ADS_1
Yin Yinping tidak mengetahui dan merasakan kehadiran Tian Zhi yang menjadi roh, padahal Tian Zhi sedang memeluknya dari belakang.
"Semua keturunan Deity memang rumit...!"
Mendengar seseorang berbisik, Zhi Yinping langsung menjauhi sumber suara, namun dia tidak menemukan siapapun di dalam ruang kendali kapal angkasa.
"Keluar kamu!?" bentak Zhi Yinping sambil mengeluarkan senjata pedang.
Melihat reaksinya, Tian Zhi mendekat dan berhenti di depan Zhi Yinping, lalu dia meniup wajahnya yang tegang. Spontan Zhi Yinping mengayunkan pedangnya ke depan, namun tidak mengenai apapun.
"Siapa kamu? Cepat tunjukan dirimu!?" sekali lagi Zhi Yinping membentaknya.
Jelas Tian Zhi tidak bisa menunjukkan dirinya, sebab wujudnya dalam bentuk roh. Jadi, dia hanya bisa berkomunikasi dan menyentuh apapun yang dia inginkan tanpa diketahui oleh siapapun.
"Kamu melupakan suara ku?"
"Eh...! Kamu... Dimana kamu sekarang?" akhirnya Zhi Yinping teringat suara khas Zhi Shimo dan menyimpan senjatanya,
"Aku didepan mu dalam bentuk roh, santai saja!" jawab Tian Zhi.
Tian Zhi melihat tangan Zhi Yinping ingin memegangnya, namun tidak merasakan apapun, hanya terasa hembusan angin ketika menggerakkan tangannya.
"Ya Dewa...! Apa... Apa kamu tel--" Zhi Yinping baru tersadar jika energi roh hanya dimiliki jika seseorang telah mati.
"Bukan... Bukannya roh ada setelah seseorang ... Bagaimana kamu bisa menjadi roh?" tanya Zhi Yinping yang tidak mengerti.
"Anggap saja ini seperti menggunakan tubuh kesadaran, namun tubuh kesadaran masih mudah diketahui oleh siapapun. Sedangkan roh jangkauan jelajahnya lebih jauh dan sulit dilihat oleh seseorang, namun roh tidak bisa terlalu lama meninggalkan tubuh aslinya yang masih hidup!" jelasnya panjang lebar.
Zhi Yinping mengangguk paham dan penasaran ingin melihat wujud Tian Zhi yang dalam bentuk roh. "Bagaimana aku bisa melihatmu?" tanyanya sambil berdiri ditempat Tian Zhi melayang.
"Kamu seorang ahli Alkemis, seharusnya mampu merasakan energi roh... Gunakan kekuatan jiwa mu!" jawab Tian Zhi.
Zhi Yinping segera mengikuti apa yang dikatakan Tian Zhi, memejamkan mata dan fokus pada energi yang ada di dalam ruang kendali kapal angkasa. Tiba-tiba Zhi Yinping membuka mata saat inderanya mendeteksi sesuatu yang melayang, namun dengan mata telanjang tidak melihat apapun.
Kembali Zhi Yinping memejamkan mata dan berusaha fokus dengan merasakan fluktuasi energi. Tian Zhi tersenyum melihat Zhi Yinping begitu seriusnya untuk mengetahui wujudnya yang menjadi roh.
"Kamu perlu waktu lama untuk bisa melihat roh dengan jelas, tingkatkan kekuatan jiwa mu dan lambat laun akan mengetahuinya," kata Tian Zhi.
Zhi Yinping membuka mata dan menghembuskan nafas tak berdaya. "Memangnya semudah itu meningkatkan kekuatan? Kamu juga tahu, membutuhkan sumber daya alam yang langka dalam jumlah yang banyak hanya untuk meningkatkan kekuatan jiwa!" gerutunya sambil duduk di kursi dan melihat sudah dekat dengan Pelabuhan Jalur Sutra.
Lalu Zhi Yinping mengendalikan kapal angkasa agar turun. Saat menyentuh permukaan air laut, kapal angkasa sedikit berguncang, dia ingin memperlambat tujuannya untuk mengobrol dengan Tian Zhi.
__ADS_1
Tian Zhi tidak menanggapinya, sebab dia juga tahu kesulitannya untuk meningkatkan kekuatan jiwa, lalu bertanya, "aku tadi mendengar kamu bergumam... Apa yang sebenarnya terjadi...?"
Zhi Yinping kelabakan dengan pertanyaan Tian Zhi, sebab dia bingung harus memulai dari mana semua kejadian tentang keluarganya. Tian Zhi tersenyum tipis melihat respon Zhi Yinping dan menunggu jawaban.
Mengetahui raut wajah yang kebingungan, Tian Zhi berbicara, "jangan khawatir aku marah! Apapun yang kamu ceritakan, aku tidak akan menyalahkan siapapun!"
Zhi Yinping menghela nafas lega. "Apa kamu mengenal kakek dan nenekmu?" tanyanya sebelum menceritakan tentang keluarganya.
"Jelas tidak tahulah...! Aku hanya mengenal kakek dari Keluarga Xiang di Benua Awan Timur!" jawab Tian Zhi dengan nada yang sedikit kesal, sebab sudah tahu tidak pernah bertemu masih saja ditanya.
Zhi Yinping tersenyum masam, setelah itu dia mulai bercerita, "ini dimulai dari kakek mu yang bernama Zhi Mingyu dan Zhi Shirong dari Kasta Raja. Mereka berdua melakukan banyak eksperimen untuk menciptakan bibit unggul, terutama ingin membuat garis darah Ras Asyura Kasta Kaisar. Sebenarnya mereka berdua telah ditentang banyak pihak, sebab khawatir kejadian masa lalu terulang lagi...,"
Kejadian yang dikhawatirkan oleh Keluarga Besar Zhi adalah kegagalan dalam percobaan untuk menciptakan Kasta Kaisar, Jika gagal akan memicu ledakan hebat dan membakar apapun hingga radius ribuan kilometer.
Namun, mereka berdua tidak mengindahkan teguran dari pihak keluarga dan memindahkan laboratorium di Daratan Tengah Samudera sebelum menjadi medan pertarungan sesama pemilik elemen es.
Singkat cerita, Zhi Mingyu berhasil menciptakan Kasta Kaisar melalui campuran garis darah pemilik elemen es dan api Asyura. Dan kebetulan, putri pertamanya yang bernama Zhi Xiancai datang bersama calon menantunya yang memiliki elemen es, yang tidak lain adalah Lu Xu Pang si Dewa Es Abadi.
Kemudian, Zhi Mingyu diam-diam membuat Zhi Xiancai dan Lu Xu Pang pingsan. Lalu dia mengambil darah milik mereka berdua, dan tidak lupa mengambil ****** milik menantu dan sel telur milik putrinya.
Setelah semua yang Zhi Mingyu ambil dan dicampur, ternyata tidak ada dampak buruk ledakan, maka dia diam-diam memasukkan ****** milik Lu Xu Pang kedalam rahim putrinya sendiri.
Kemudian, Zhi Mingyu segera menikahkan putrinya dengan Lu Xu Pang. Setelah empat belas hari pernikahan, Zhi Xiancai dinyatakan telah hamil.
Zhi Shirong jelas senang mengetahui keberhasilan Zhi Mingyu dari catatan yang ditinggalkan di laboratorium, namun di catatannya itu tidak ada keterangan hasil akhir keberhasilan Zhi Mingyu.
"... Karena ayah tidak mau memberitahukan rahasia keberhasilannya, maka Zhi Shirong menangkap ibu dan ayah untuk dijadikan sandera, agar kita mau menuruti perintah dan juga membeberkan rahasianya ayah. Akhirnya, Zhi Jianying kakakku, mau tidak mau menjebak kedua orangtuamu, dia juga dipaksa oleh Zhi Mingyu untuk menyerap kekuatan kedua orangtuamu agar melemah."
Panjang lebar Zhi Yinping menceritakan tentang keluarganya yang kacau. Sedangkan Tian Zhi yang mendengar hanya mengangguk berulang-ulang sambil berpikir.
Zhi Yinping yang tidak mendengar suara Tian Zhi menjadi khawatir akan marah, sebelum dia berbicara, Tian Zhi telah mendahuluinya, "apakah kamu tahu tempat kakek dan nenek dipenjara? Lalu, kenapa Zhi Jianying tidak melepaskan kedua orangtuaku?
Zhi Yinping membuang nafas lega.
"Iya, aku tahu. Ibu dan ayah dipenjara di Menara Api Asyura, jauh dari tempat Klan Zhi, tepatnya di Lembah Kekosongan. Tempat penjara kedua orangtuamu ada Formasi Perlindungan yang terhubung langsung dengan Zhi Shirong. Jika kakak melepaskannya ... Kamu tahu apa yang akan terjadi nanti...!" jawabnya dan menunggu reaksi Tian Zhi.
Tian Zhi terdiam untuk memikirkan semuanya dengan membatin, "apa perlu aku menyelamatkan mereka? Ah! Sudahlah, aku bisa membebaskan mereka kapanpun. Pertama, aku harus mendapatkan dulu Api Asyura Dasar Laut...,"
Tian Zhi kembali merubah rencananya, sebab satu bulan lagi Api Asyura Dasar Laut akan lahir, sambil menunggu dia akan menyelidiki lokasi penjara kedua orangtuanya.
Kedua, membuat banyak pil untuk menarik minat penghuni Alam Mahadewa agar memenuhi wilayah Kerajaan Guang. Perkiraan Tian Zhi akan membutuhkan waktu lama, minimal 5 tahun kondisi Kerajaan Guang akan stabil.
__ADS_1
Ketiga, setelah itu baru menyelamatkan keluarganya sebelum pertemuan besar dimulai...