
Chapter 276. Membuat Kekacauan Istana Surgawi.
Semua orang terlihat gelisah saat tidak melihat satupun mayat hidup yang menyerang. Biasanya setelah hari menjelang malam, mayat hidup berbondong-bondong seperti orang kelaparan saat datang, tapi hari ini sangat berbeda.
Mereka merasakan malam ini akan berbeda dari sebelumnya, angin malam yang berhembus seakan-akan membuat bulu kuduk berdiri, melihat ke arah hutan belantara sebagai perbatasan tampak lebih menyeramkan, seolah-olah sedang ditatap binatang buas seperti mangsa.
"Aneh...! Kenapa mayat menjijikkan itu tidak berdatangan?" gumam Naga Api sambil memicingkan mata agar bisa lebih jelas melihat kedalam hutan belantara.
"Mayat hidup juga bisa dikalahkan, mungkin mereka telah menyerah atau menyerang wilayah lainnya!" sahut Naga Air
"Berarti tebakanku benar jika mayat hidup ada yang mengendalikannya!" ujar Naga Api yang sedikit menyombongkan dirinya.
Ya, Naga Api dan Naga Air telah dimodifikasi oleh Ketua Wei Yan agar tampak lebih sempurna, tapi dia bisa melakukan itu berkat Batu Keabadian sebelum direbut oleh Tian Zhi.
Tian Zhi melihat Naga Api dan Naga Air, dia sedang menggunakan Teknik Tidak Tersembunyi untuk membaca ingatan mereka berdua. Dia sedikit terkejut saat ingatan Naga Api dan Naga Air ada yang dihilangkan.
Tian Zhi menduga jika si Wei Yan dengan sengaja menghilangkan ingatan kedua muridnya, agar persembunyiannya tidak diketahui oleh pihak lain.
"Apa dia tahu jika aku bisa membaca ingatan seseorang?" batin Tian Zhi yang menebak tujuan si Wei Yan.
"Mereka sudah siap keluar dari lorong," kata Jiang Chen Mei yang membuyarkan lamunan Tian Zhi.
"Baiklah, saatnya pesta bagi mayat hidup!" kata Tian Zhi yang bersemangat, lalu dia melihat menara pengawas.
Di menara pengawas itu adalah pusat kendali Formasi Perlindungan dan sangat dijaga ketat oleh beberapa orang yang memiliki kekuatan Dewa Absolute level 10. Menara pengawas memiliki 20 lantai, lantai paling atas tempatnya pusat kendali Formasi Array.
"Apakah itu kendalinya?" tanya Jiang Chen Mei.
"Iya, benar! Setiap tembok pertahanan akan ada satu menara untuk mengendalikan Formasi Perlindungan!" jawab Tian Zhi yang telah menyelidiki wilayah Istana Surgawi dengan Mata Langitnya.
Memang wilayah Istana Surgawi memiliki sembilan tembok pertahanan, setiap tembok pertahanan dengan yang lainnya terpaut jarak yang luas. Bentuk tembok pertahanan pertama melingkari wilayah Istana Surgawi, demikian juga dengan tembok pertahanan kedua, ketiga dan seterusnya hingga tembok pertahanan kesembilan yang merupakan pusat pemerintahan Istana Surgawi.
Bisa dipastikan pihak Istana Surgawi mengelontorkan banyak sumber daya alam hanya untuk melindungi wilayahnya. Setiap wilayah memiliki struktur pemerintahan yang berbeda-beda, semakin masuk ke dalam pusat Istana Surgawi, semakin kuat penghuninya. Namun, masih banyak wilayahnya yang tidak terlindungi tembok pertahanan, seperti desa dan kota kecil yang menjadi sasaran mayat hidup.
"Disaat kita masuk ke dalam menara, segera keluar mayat hidup," kata Tian Zhi yang telah merencanakannya saat berada di Alam Mahadewa, dan Jiang Chen Mei hanya mengangguk paham.
Di dalam kantong spasial milik Jiang Chen Mei, dia telah membawa mayat hidup jenis Zhe Zong yang paling kuat untuk dijadikan pengawalnya.
Tian Zhi kembali berteleportasi dan muncul di dalam lantai 20 dan tanpa diketahui oleh lima orang yang memiliki kekuatan Dewa Absolute level 10, mereka yang bertanggung jawab atas Formasi Perlindungan yang menjadi tembok pertahanan pertama. Saat ini, kelima penjaga menara melihat ke luar jendela dan menunggu mayat hidup menyerang.
Di tengah lantai ada pilar setingkat satu meter lebih yang merupakan tempat sumber energi Formasi Perlindungan, itu target yang harus dihancurkan oleh Tian Zhi agar Formasi Perlindungan menghilang.
Tian Zhi merentangkan tangan kanan ke pilar, keluar dari telapak tangan bola energi, dan suara "Boom" Batu Formasi dan bendera langsung hancur. Sontak lima penjaga kaget dan membalikkan badan, tubuh mereka bergetar dan makin terkejut ketika sepuluh mayat hidup muncul dari celah spasial.
Boom... Boom..
__ADS_1
Terjadilah pertarungan antara Dewa Absolute dengan Zhe Zong di lantai 20. Sedangkan Jiang Chen Mei, langsung menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan pasukan mayat hidup untuk keluar dari lorong persembunyian.
Hilangnya Formasi Perlindungan jelas mengagetkan semua orang yang berada di atas tembok pertahanan pertama, lalu mereka melihat banyak tanah amblas selebar tiga meter, lalu keluar banyak mayat hidup.
"Serangan mayat hidup!!" teriakan komandan pasukan pertahanan pertama agar semua prajurit, murid akademi dan kultivator bersiap.
Komandan pasukan melihat menara pengawas dan terkejut saat ada ledakan energi spiritual milik penjaga. "Sialan!? Pasti ada mata-mata yang berhasil menghancurkan pusat energi Formasi Array!" umpatnya didalam hati. Namun dia segera fokus pada mayat hidup yang telah melompati tembok pertahanan pertama.
Mayat hidup jenis Mao Zong dan Fei Zong dengan mudah melompati tembok pertahanan setinggi 20 meter, sedangkan Zi Zong, Bai Zong dan Luse Zong merayap di dinding tembok pertahanan.
Prajurit, murid akademi dan kultivator segera melepaskan anak panahnya, sebagian menghempaskan tubuh mayat hidup yang melompati tembok pertahanan.
Mayat hidup semakin banyak yang keluar dari lorong, tanpa dikomandoi segera menyerang tembok pertahanan.
Boom... Boom...
Ledakan energi terus terdengar berkali-kali. Sedangkan Tian Zhi dan Jiang Chen Mei muncul di pintu gerbang pertahankan pertama, Tian Zhi menghancurkannya pintu gerbang dalam sekali pukulan berenergi.
Boom...
Sontak membuat komandan pasukan menjadi panik melihat pintu gerbang telah dibobol, dia melihat mayat hidup masuk.
Situasi makin kacau ketika mayat hidup berhasil masuk ke dalam wilayah pertahanan pertama. Jumlah mayat hidup dan pihak Istana Surgawi jauh berbeda dan mengakibatkan banyak korban berjatuhan.
"Ayo, kita hancurkan menara pengawas pertahanan kedua." Ajak Tian Zhi yang tidak pernah melepaskan pinggang Jiang Chen Mei.
Mereka berdua telah muncul di atas menara pengawas dan melihat Pasukan Surgawi telah bersiap-siap untuk mendukung pertahanan pertama.
Boom...
Ledakan terdengar keras di lantai 20 menara pengawas dan membuat Formasi Perlindungan pertahanan kedua menghilang. Jiang Chen Mei sekali lagi mengeluarkan Zhe Zong dan bertarung dengan penjaga menara.
Jenderal bintang satu yang bertanggung jawab terhadap pertahanan kedua jelas kaget dan buru-buru masuk ke menara pengawas.
"Aku haus!" ucap Jiang Chen Mei dengan manja.
Tian Zhi yang tahu maksudnya segera melepaskan pelukannya pada pinggang Jiang Chen Mei. Jiang Chen Mei segera menyerang jenderal bintang satu yang baru tiba di lantai 20. Sang jenderal jelas syok melihat seorang wanita cantik tiba-tiba muncul di depan, dia yang akan bergerak seolah-olah tidak mampu.
"Arghh!!" teriakan Sang jenderal ketika Jiang Chen Mei muncul di belakang dan mengigit lehernya.
Penjaga menara pengawas jelas kaget melihat seorang wanita cantik mengigit leher jenderal bintang satu, mereka ingin menolong tapi Zhe Zong terus menyerangnya.
Jiang Chen Mei menghisap darah Sang jenderal seperti lama tidak minum. Sedangkan tubuh Sang jenderal kejang-kejang karena kehabisan darah, lalu dia mulai berubah menjadi mayat hidup, pupil mata membesar dan berubah menjadi warna merah darah, keluar dua taringnya, kuku-kuku jari memanjang dan menjadi tajam.
"Jadikan semua orang mayat hidup!" perintah Jiang Chen Mei setelah puas meminum darah jenderal bintang satu.
__ADS_1
Tanya banyak bicara, Sang jenderal segera menyerang penjaga menara seperti binatang buas yang kelaparan. Sedangkan Tian Zhi kembali memeluk pinggang Jiang Chen Mei agar tidak terlihat siapapun.
Pertarungan di menara pengawas jelas menarik perhatian banyak orang, mereka berbondong-bondong mendatangi menara.
Bang...
Salah satu penjaga menara terlempar keluar dari jendela lantai 20. Pasukan Surgawi mendongak dan melihat penjaga menara terjatuh, buru-buru dua prajurit terbang untuk mendukung penjaga menara yang akan terjatuh. Namun mereka syok melihat penampilan penjaga menara seperti mayat hidup.
Penjaga menara dipapah langsung mengigit salah satu prajurit. Si prajurit yang lainnya segera memukul kepala penjaga menara, tapi dirinya malah menjadi sasaran gigitannya.
Bang... Bang...
Tiga orang terjatuh keras dan dua prajurit yang berniat menolong penjaga menara telah berubah menjadi mayat hidup. Setelah tiga orang terjatuh, mereka segera bangkit dan menyerang rekan-rekannya.
Pertempuran pun tak terelakkan lagi, antara mayat hidup dan Pasukan Surgawi, satu goresan dan tidak berselang lama berubah menjadi mayat hidup. Prajurit yang tahu kelemahan mayat hidup segera mengayunkan pedangnya ke leher, namun dengan mudah dihindari dan di serang balik.
Tian Zhi dan Jiang Chen Mei melihat kekacauan dari puncak menara pengawas. Dari 10 mayat hidup yang berada di pertahanan kedua dengan cepat bertambah selama lehernya belum terpisah dari tubuh.
Bukannya prajurit tidak berusaha untuk memenggal leher mayat hidup, hanya saja mayat hidup lebih agresif dan juga memiliki perlindungan energi sebagai kultivator. Para prajurit hanya mampu memenggal leher mayat hidup yang memiliki kekuatan lemah, sedangkan mayat hidup yang kuat memburu mereka.
"Kenapa si Wei Yan tidak mau muncul? Padahal aku sudah membuat propaganda tentang asal muasal adanya mayat hidup!" gumam Jiang Chen Mei sambil terus melihat mayat hidup makin bertambah.
Jauh hari sebelum mayat hidup makin bertambah banyak, Jiang Chen Mei telah memerintahkan Lu Bai dan kedua sahabatnya untuk menyebarkan kebenaran tentang Wei Yan yang membawa mayat hidup ke Alam Semesta Aurora. Namun, tetap saja si Wei Yan tidak pernah muncul hingga saat ini.
"Dia memiliki Tubuh Bawaan Dimensi, dan pastinya dengan mudah kabur kemanapun dia mau! Jadi kesimpulannya, dia tidak tahu propaganda yang kamu ciptakan yang bertujuan untuk menghasut banyak orang!" ungkap Tian Zhi tentang keunikan tubuh si Wei Yan.
Jiang Chen Mei sedikit terkejut mengetahui kelebihan tubuh musuhnya. Dan memang benar apa yang dikatakan oleh Tian Zhi, Wei Yan telah kabur setelah tahu adanya mayat hidup, dia telah menduga jika Jiang Chen Mei belum mati dan berniat untuk membalas dendam kepadanya.
"Apa kamu tidak bisa melacaknya?" tanya Jiang Chen Mei dengan penuh harapan.
Tian Zhi menggelengkan kepala, setelah itu dia menjawab, "sulit untuk menemukan robekan spasial yang telah lama menutup! Seandainya aku mengetahuinya atau ada celah spasial yang baru dirobek, kemungkinan besar aku masih bisa melacaknya."
Jiang Chen Mei menghela nafas berat dan menatap bintang-bintang yang bertaburan di angkasa, keinginannya untuk membalaskan dendam bagi Ras Mayat Hidup belum kesampaian.
"Jika memang alam semesta menghendaki kamu untuk membalas perbuatan Wei Yan, lambat laun keinginan mu akan tercapai!" tutur lembut Tian Zhi dan memeluk pinggangnya dengan erat.
Jiang Chen Mei menyandarkan kepalanya di bahu Tian Zhi sambil melihat mayat hidup yang merangsek menuju ke pertahanan ketiga. Sedangkan mayat hidup yang berada dipertahankan pertama terus bergerak menuju pertahanan kedua.
Naga Api, Naga Air, murid akademi dan kultivator mengikuti komandan pasukan yang memerintahkan untuk mundur ke pertahanan ketiga saat mengetahui pertahanan kedua telah kacau balau.
Sebelum hari menjelang pagi, Jiang Chen Mei memerintahkan pasukannya untuk membuat banyak lorong untuk persembunyian dan juga agar terhubung dengan yang lainnya.
"Ayo, kita kembali!" pinta Jiang Chen Mei setelah berhasil menguasai pertahanan pertama dan kedua.
Tian Zhi mengangguk dan segera berteleportasi, mereka berdua muncul di Sekte Tangan Hitam. Sedangkan pasukan mayat hidup mulai mundur ketika matahari akan terbit, mereka masuk ke dalam lorong yang baru dibuat.
__ADS_1