
Chapter 89. Membuat Ratu Siluman Tunduk!
Segera Tian Zhi kembali melanjutkan perjalanannya dan setelah beberapa waktu dupa akhirnya tiba di air terjun Dewi Cahaya. Saat berada di domain milik Dewi Cahaya, Tian Zhi disambut ketiga wanitanya dengan pelukan dan ciuman.
Tian Zhi segera mengeluarkan Yu Bao beserta seluruh anggotanya. Manusia rubah tampak biasa saja dengan melihat tempat baru mereka, sebab mereka lebih nyaman saat berada di dalam cincin dimensi, padahal disini lebih banyak tanaman Roh yang langka.
"Sayang, mereka sejujurnya lebih senang tinggal di cincin dimensi..." kata Yu Bao sambil membelai rambut Tian Zhi yang tiduran di pahanya.
"Aku juga lebih senang berada di cincin dimensi!" sahut Jun Mei Lin yang memijat lengan kiri Tian Zhi.
Sedangkan Mu Bingyun dan Lu Yueyin memijat kaki Tian Zhi, dan sesekali mereka berdua menggoda tongkat Tian Zhi yang secara berlahan mulai berdiri.
Tian Zhi mengangguk pelan sambil melihat manusia rubah memanen tanaman Roh yang sudah matang. "Tidak masalah. Kalau begitu kalian ambil semua tanaman dan sisakan yang masih muda, tempat ini akan tetap menjadi tempat persembunyian!" jawab Tian Zhi sambil menunjuk tongkatnya yang berdiri gara-gara digoda Lu Yueyin.
Yu Bao memanggil salah satu wanita untuk memberikan instruksi. Si wanita melihat Lu Yueyin sedang membuka celana Tian Zhi dan terkejut melihat besarnya tongkat itu.
"Mei, Segera kerjakan!" perintah Yu Bao dengan nada kesal melihat Yu Mei nama si wanita yang dia panggil terus menatap tongkat milik kekasihnya sedang diciumi oleh Lu Yueyin.
Yu Mei tersipu malu dan mengusap air liurnya yang sudah menetes. Maklum Yu Mei bersikap seperti ini, sebab para pria manusia rubah sangat sedikit jumlahnya, kebanyakan masih remaja dan sedikit yang sudah dewasa, apalagi tidak ada keinginan untuk berkembang biak setelah mengalami trauma.
Tian Zhi terkekeh melihat reaksi Yu Mei. Yu Mei termasuk cantik dan juga masih gadis, dan membuat tongkatnya makin keras dan berurat saat mencium cairan kewanitaan milik Yu Mei.
Segera Yu Mei menjalankan perintah Yu Bao dan kembali dengan banyak wanita yang siap berkembang biak. Jelas Yu Bao makin kesal dengan tindakan Yu Mei. Semua wanita duduk melingkar untuk melihat Lu Yueyin sedang memasukkan tongkat Tian Zhi ke dalam lembah surganya.
Akhirnya Yu Bao hanya pasrah dan menyadari jika semua wanita rubah memang waktunya untuk berkembang biak, dan membuatkan jadwal bagi mereka untuk berkultivasi ganda.
Tian Zhi dengan senang hati mengikuti aturan Yu Bao dan ini juga sangat bermanfaat baginya untuk meningkatkan kekuatannya. Tian Zhi tinggal di domain Dewi Cahaya selama satu bulan lebih, selain berkultivasi ganda dia juga banyak meramu pill dan dibantu oleh semua wanitanya.
Kekuatannya tidak banyak peningkatan hanya naik satu level dari banyaknya wanita, padahal kebanyakan wanita rubah masih gadis. Lambatnya meningkat dikarenakan kekuatan Tian Zhi yang sudah berada pada tingkat Dewa Semesta level lima.
Berbeda dengan Yu Bao, Lu Yueyin, Jun Mei Lin, Mu Bingyun dan semua wanita rubah, mereka meningkat drastis setelah mendapatkan air surga milik Tian Zhi.
Setelah semua tugasnya selesai, Tian Zhi segera keluar dari domain Dewi Cahaya untuk mencari mangsa baru dan juga sumberdaya, dia telah memasukkan semua wanitanya dan Ras Rubah ke dalam cincin dimensi.
Saat keluar, Tian Zhi terkejut dengan perubahan seluruh Benua Permata Hitam, di mana kini Energi Iblis lebih dominan dan energi semesta sangat tipis.
Sebagai Ras Asyura, energi Iblis juga bermanfaat bagi tubuh dan kekuatannya. Namun, menyerap energi Iblis sangat membutuhkan waktu lama untuk meningkatkan kekuatannya, jelas Tian Zhi tidak ingin berkultivasi secara normal.
__ADS_1
Tian Zhi segera menuju wilayah Kerajaan Siluman dan dia berniat mendapatkan energi Yin dari wanita yang memiliki kekuatan lebih tinggi darinya, dan sasaran minimal setingkat Dewa Sejati agar cepat naik level.
Tian Zhi menuju istana siluman dan melihat wajah Ratu Siluman yang terlibat menahan amarahnya. Tian Zhi dengan penasaran mendekati sambil mengeluarkan aroma feromon afrodisiak.
Indera penciuman Cang Juan segera bereaksi dengan mengendus aroma dan membuat dia kelabakan, tubuhnya merasa panas dan gelisah, secara berlahan dia melepaskan pakaiannya. Cang Lien juga mencium aroma feromon afrodisiak dan reaksinya juga sama.
Namun, Tian Zhi segera berhenti mengeluarkan aroma feromon afrodisiak, sebab dia ingin memperkenalkan diri melalui aroma yang tidak mungkin dilupakan mereka.
Seketika Cang Juan dan Cang Lien tersadar dan langsung mengambil sikap waspada dengan memeriksa sekeliling istana. Mereka melihat banyak prajurit wanita dan pelayan seperti orang yang membutuhkan belaian seorang pria.
"Apa yang terjadi?" tanya Cang Lien dengan heran kepada Cang Juan.
"Aku tidak tahu, aroma wangi ini sangat menggugah kewanitaan ku, apa kamu juga?" jawab Cang Juan dan balik bertanya.
"Iya, ini aroma wangi yang tidak pernah aku cium selama ini, benar-benar membuat indera ku kacau dan ingin berhubungan ... Aneh, pokoknya aneh!" jawab Cang Lien dan tidak tahu harus mendeskripsikan apa yang dia rasakan.
Tian Zhi tersenyum senang akan peningkatan Kitab Hitam menjadi Kitab Putih, kini Teknik Dual Cultivation semakin hebat dan mampu membuat seseorang kelabakan dengan mencium aroma wangi feromon afrodisiak.
Ratu Siluman yang terkenal memanipulasi pikiran seseorang sampai tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Sudahlah, lebih baik kita waspada dengan niat buruk utusan itu yang ingin memenangkan kompetisi Dewi Cahaya dengan segala cara!" ungkap Ratu Siluman yang berusaha mengalihkan pikiran dari aroma wangi feromon afrodisiak dengan membicarakan utusan Sekte Wei.
"Benar. Demi Buah Suci, katanya!" jawab Cang Juan dengan beranjak dari singgasananya dan diikuti oleh Cang Lien.
Mendengar perkataan Ratu Siluman, Tian Zhi menjadi serius, permintaan utusan baginya tidak sesederhana itu, ini pasti terkait dengan Batu Keabadian.
Yang menjadi pertanyaan Tian Zhi, apakah Dewi Cahaya menyebarkan perihal Batu Keabadian kepada utusan Sekte Wei?
Tian Zhi segera mengikuti Cang Juan dan Cang Lien. Mereka berdua masuk ke dalam kamar pribadi Ratu Siluman dan disusul beberapa pelayan. Tian Zhi pun ikut masuk.
Sesampainya di kamar, Cang Juan dan Cang Lien menuju kamar mandi yang luas seperti kolam. Kemudian para pelayan melepaskan pakaian Cang Juan dan Cang Lien.
Tian Zhi yang melihat mereka jelas nalurinya sebagai pria bergejolak. Kedua wanita itu memasuki kolam dan disusul para pelayan yang ikut melepaskan pakaiannya.
Tian Zhi mendekati Cang Juan yang bersandar di tepi kolam, dia berhenti tepat di belakangnya. Kemudian, Tian Zhi mengeluarkan aroma feromon afrodisiak.
Seketika, Cang Juan mencium aroma yang pernah mempengaruhinya, lalu hawa hangat terasa kuat menjalar ke seluruh tubuhnya. Cang Lien yang berada disebelahnya juga merasakan hal yang sama, nafas mereka berdua mulai terengah-engah, gejolak kebinatangan-nya mereka menginginkan seorang pria.
__ADS_1
Cang Lien dan Cang Juan saling berpandangan, tapi tidak melakukan hal yang seperti mereka lakukan saat melepaskan sifat kebinatangan-nya. Semua pelayan juga terpengaruh dan menginginkan pria untuk melepaskan gejolak lembah surganya.
Tian Zhi sedikit menjauhi mereka dan secara berlahan memperlihatkan wujudnya dengan tubuh tanpa sehelai pakaian.
Sontak kehadirannya di rasakan oleh semua wanita yang seperti binatang buas melihat mangsanya.
Mereka melihat Tian Zhi dan juga tongkatnya yang besar dan panjang telah berdiri maksimal. Cang Juan tanpa berkedip melihat tongkat yang dia butuhkan saat ini, dia keluar dari kolam mendekati Tian Zhi, meraih kepala tongkat dan membelainya, dan kemudian memberi ciuman yang panas pada bibir Tian Zhi, lidahnya bergerak liar di mulut Tian Zhi.
Secara otomatis, Tian Zhi bernafas lega di dalam hatinya karena pikiran mereka seperti terhipnotis, dan membalas ciuman Cang Juan lebih liar, sementara tangannya mulai meraih buah kenyal Cang Juan yang berukuran 36B dan memainkan biji buah kenyal yang berwarna merah muda.
Cang Lien tidak mau ketinggalan, dia merebut tongkat Tian Zhi dari tangan Cang Juan, dan menjulurkan lidahnya untuk merasakan kepala tongkat Tian Zhi dengan tergesa-gesa.
Tangan Tian Zhi kini turun ke lembah surga Cang Juan, memberikan sensasi lebih dan pijatan menggoda, Cang Juan tanpa sadar mengeluarkan suara indah penuh nikmat.
Para pelayan juga tidak tinggal diam, setiap jengkal tubuh Tian Zhi berlumuran air liurnya...
Tian Zhi menyerap energi Yin semua wanita dengan lahap dan seketika dantian-nya penuh, tanda dia bisa menerobos kapanpun. Namun Tian Zhi tidak terburu-buru, dia ingin membuat semua wanita pingsan dan menerobos setelahnya.
Setelah membuat Ratu Siluman, Cang Lien dan beberapa pelayan pingsan, Tian Zhi tersenyum bangga memiliki Teknik Dual Cultivation yang telah ditingkatkan menjadi Kitab Putih. Ia segera masuk ke dalam cincin dimensi untuk menerobos.
Di dalam kamar pribadinya, Tian Zhi duduk bersila tanpa sehelai kain menempel pada tubuhnya. Setelah membuat segel kultivasi, dia langsung menerobos, energi lembut keluar dari tubuhnya dan memenuhi ruang.
Dari tingkat Dewa Semesta level 6, naik terus hingga berhenti saat kekuatan berada pada tingkat Dewa Abadi level 3.
Setelah menstabilkan pondasinya selama delapan waktu dupa, Tian Zhi berniat berkultivasi ganda lagi dengan semua pengawal pribadi Cang Juan si Ratu Siluman.
Dia melihat Cang Juan dan Cang Lien yang telah dipindahkan oleh pengawal pribadinya di tempat tidur, dan senyuman kecil masih terlihat jelas walaupun mereka pingsan.
Tian Zhi mendengar obrolan para pengawal Ratu Siluman dan melihat lembah surga milik Cang Juan dan Cang Lien jadi melebar.
"Apakah Ratu, Cang Lien dan para pelayan telah berhubungan intim dengan pria?" tanya Qiao Mo kepada Yao Xiao.
"Tidak mungkin, tidak ada yang berani masuk istana, apalagi berani menyentuh Ratu Siluman!" jawab Yao Xiao.
Ratu Siluman membuat aturan, yang mana jenis pria dilarang memasuki istana, dan hanya wanita yang diperbolehkan. Semua ini dilakukan oleh Ratu Siluman karena tidak mempercayai pria manapun, baginya seorang pria adalah masalah, dan situasi ini sudah terjadi semenjak leluhur pertama.
"Lalu itunya ... Seperti kemasukan benda yang besar ... !" sahut Yue Mo dengan rona wajah yang memerah sambil menunjuk lembah surga Cang Juan dan Cang Lien.
__ADS_1
"Mungkin mereka menggunakan benda yang mirip milik pria ... Sudah, sudah! Biarkan ratu kita istirahat!" jawab Mo Ling dengan menarik tangan Yue Mo dan Yao Xiao untuk meninggalkan kamar pribadi Ratu Siluman.
Mo Lan terkekeh saat paham apa yang diucapkan oleh Mo Ling. Segera sepuluh pengawal pribadi Ratu Siluman keluar dari kamar, dan kembali menuju ke kamar mereka masing-masing untuk berkultivasi.