Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 171. Suku Asing.


__ADS_3

Chapter 171. Suku Asing.


Mammoth dan pasukannya telah berhadapan dengan musuh, yang ternyata pemimpinnya seorang wanita, lalu dia melihat Tian Zhi yang dikelilingi oleh enam wanita cantik.


Mammoth tampak iri kepada Tian Zhi, karena dia menjadi tertarik kepada He Hua sebagai pemimpin pasukan dan Meyleen yang dia anggap paling cantik diantara keempat wanita lainnya. Namun, dia tahu tidak mungkin bisa membawa keenam wanita itu.


"Wanita mu sangat cantik, apa mereka masih perawan?" pujian Mammoth yang disertai hinaan kepada Tian Zhi dan wanitanya, lalu dia tertawa terbahak-bahak.


Tian Zhi tidak membalas hinaan si Mammoth karena dia tahu musuh dihadapannya sangat lemah. Tapi berbeda dengan keenam wanitanya yang sangat marah.


"Phantom Attack" teriak Shan Lan yang marah akan hinaan si Mammoth.


Si Mammoth jelas terkejut telah melupakan tujuan kompetisi Duel Sage ketika melihat kecantikan. Seketika cuaca menjadi mendung dan awan hitam bermunculan, lalu keluar roh jahat dari awan hitam dan langsung menerjang targetnya.


Mammoth dan timnya jelas kaget, tapi Deputi Penyihir pasukan Mammoth segera beraksi dengan mengeluarkan skill pertahanan pasukan.


"Formasi Iron?" teriakkan Deputi Penyihir saat mengeluarkan Formasi Iron yang memberikan lima belas persen pertahanan.


Boom...


Sayangnya, skill Phantom Attack berada di level dua puluh lima, sehingga Formasi Iron tidak mampu menahan serangan skill Phantom Attack. Suara ledakan benturan skill Phantom Attack yang menabrak dinding pertahanan lawan.


Seketika Mammoth dan pasukannya dikirim ke Mansion Kerajaan Biru.


Shan Lan tertawa puas melihat Mammoth dan pasukannya kalah telak, seandainya sebelum meningkatkan kekuatan pasukan dan tim, Tian Zhi dan pasukannya jelas kalah dengan Mammoth yang telah bergabung dengan Lu Bai dan dua sahabatnya, sebab Combat Power Mammoth dan pasukannya lebih tinggi.


"Kita porak-porandakan Kerajaan Biru!" geram He Hua yang belum puas setelah Mammoth dikalahkan, dia tidak terima dengan hinaan si Mammoth.


"Hancurkan!" dukung Tian Zhi dan timnya.


Segera He Hua memacu Macan Putih dan diikuti oleh pasukannya.


...****************...


Mammoth yang telah kembali ke dalam Mansion Kerajaan Biru, dia memasang raut wajah kesal yang telah kalah. Karena tidak terima akan kekalahan pertamanya, Mammoth beserta timnya segera masuk ke dalam Gerbang Pahlawan.


"Jarak kita jauh jika menuju ke pelabuhan tenggara, lebih baik kita kita kuasai wilayah bagian Barat Laut dan juga pelabuhannya!" saran Lu Bai, dia sebenarnya handal dalam mengatur strategi peperangan.


"Tidak, kita tadi belum siap bertarung!" tolak Mammoth yang diberi saran oleh Lu Bai.


Lu Bai dan kedua sahabatnya geleng-geleng dengan kebodohan Mammoth, sebab wilayah Kerajaan Biru masih sebagai dikuasai oleh Kekaisaran Kuning dan seharusnya lebih fokus menguasainya.


Sebelum Mammoth bergerak, peserta yang menjaga benteng pertahanan mengirimkan sinyal permintaan dukungan melawan Jenderal Tian Zhi dan pasukannya.

__ADS_1


Mammografi segera memacu tunggangan Gajah menuju benteng pertahanan yang baru dikuasainya.


"Berikan pemberitahuan kepada semua peserta untuk terfokus pada distrik Timur, kita lawan si Tian bersama-bersama. Poin kontribusi seratus persen bagi yang ikut mempertahankan distrik Timur!" perintah Mammoth kepada Lu Bai.


Lu Bai menghela nafas berat, sebab dia telah memperhitungkan kekuatan lawan saat melihat skill level dua puluh lima, namun Lu Bai tetap melaksanakan perintah dari Mammoth sebagai pemimpinnya.


...****************...


Di benteng pertahanan distrik Timur, He Hua yang sebagian pemimpin pasukan dengan mudah menguasainya, dia selalu mengandalkan skill Dragon Range yang mampu menghancurkan lima barisan pasukan dalam satu kali serangan.


Kemudian, He Hua dan pasukannya tanpa istirahat terus bergerak menuju distrik Timur. Sesampainya di sana, He Hua telah dihadang banyak peserta dan pasukan Kerajaan Biru.


"Combo skill kita gunakan God Of War. Leen'er, gunakan Hold Fast. Shan Hongse, gunakan skill Delusion dan Poison Arrow. Shan Luse, gunakan skill Swift Raid, Shan Lan tetap gunakan skill Phantom Attack. Sebelum itu, Jiang'er aktifkan dulu Formasi Octagon!" atur Tian Zhi kepada timnya.


Tian Zhi menggunakan skill God Of War untuk meningkatkan serangan dan kecepatan dalam lima babak untuk seluruh pasukannya. Sedangkan skill Delusion untuk mengelabuhi lawan dan membuat pasukan musuh saling menyerang serta melemahkan kekuatannya.


"Formasi Octagon!" pekik Miao Jiang dengan segera.


"Poison Arrow!" Shan Hongse dan pasukan pemanah segera melepaskan anak panah.


"God Of War!" segera He Hua, Miao Jiang dan Tian Zhi bergerak maju menuju pasukan lawan yang sudah siapa mempertahankan distrik Timur.


"Swift Raid!" Teriakkan Deputi Shan Luse yang memimpin pasukan kavaleri.


"Hold Fast!" Meyleen juga menggerakkan pasukan Infanteri sambil mengeluarkan skill.


Seketika distrik Timur terkena dampak dari skill Delusion, pasukan penyihir dan pemanah pihak musuh saling bertarung dengan sesama pasukan.


"Phantom Attack!" teriak Shan Lan sekali lagi dengan mengangkat Tongkat Sihir dan diikuti oleh pasukan penyihir.


Segera pasukan infanteri dan kavaleri musuh kalang kabut menerima serangan bertubi-tubi.


He Hua, Miao Jiang dan Tian Zhi merangsek maju bersama pasukannya. Dengan tujuh skill yang dikeluarkan oleh tim, He Hua sebagai pemimpin banyak membuat lawan Kerajaan Biru kembali ke dalam Mansion.


Mammoth dan timnya terkejut melihat pasukan penjaga distrik menjadi porak-poranda melawan satu pasukan yang dipimpin oleh He Hua.


"Menghina wanita merupakan kesalahan besar!" sindir Lu Bai kepada Mammoth.


"Walaupun Combat Power kita lebih tinggi, dengan mereka memiliki skill level dua puluh lima, kita ibarat setor poin kontribusi!" timpal Yuan Shao.


"Nasi sudah menjadi bubur! Maju!" sambung Yang Wei, yang sifatnya tidak jauh beda dengan si Mammoth, selalu ceroboh dan tanpa perencanaan saat berperang...


Akhirnya Mammoth pun kembali ke Mansion Kerajaan Biru setelah dikalahkan oleh He Hua dan pasukannya, kini distrik bagian wilayah Timur dikuasai Kerajaan Merah. Peserta Kerajaan Merah segera mendukung Tian Zhi dan timnya untuk melindungi setiap wilayah yang berhasil dikuasai.

__ADS_1


Disaat sore hari peperangan berhenti, untuk mengisi waktu luang para peserta banyak yang memasuki Makam Kuno. Di Makam Kuno, peserta berburu binatang dan mencari berbagai sumberdaya untuk diri sendiri maupun dijual. Juara harian masih dimenangkan oleh Tian Zhi dan timnya, Zhu Rong menggantikan posisi Mammoth.


Sedangkan Mammoth turun ke peringkat lima, peringkat ketiga dipegang oleh tim Dewi Pesona, peringkat keempat dipegang oleh peserta yang baru dikenal, mereka menyebutkan diri dengan nama Enam Iblis.


Tim Enam Iblis adalah peserta yang baru dimasukkan ke dalam kompetisi Duel Sage oleh Master Jin, peserta yang rencananya untuk menandingi semua murid Akademi Black Hole. Sedangkan Tim Tian Zhi oleh Master Jin dijadikan batu sandungan bagi Tim Enam Iblis.


Tim Enam Iblis sengaja dimasukkan ke Kerajaan Biru untuk mendukung Tim Mammoth. Mammoth sebenarnya adalah anak buahnya Master Jin dan rencananya untuk menjadi juara kompetisi Duel Sage.


Banyak orang dan peserta yang tidak tahu tentang identitas si Mammoth dan Tim Enam Iblis. Tapi, seandainya peserta kompetisi dan orang-orang kaya raya mengetahui siapa si Mammoth dan Tim Enam Iblis, banyak yang tidak akan peduli, sebab Master Jin tidak mungkin bisa memberikan poin kontribusi, kecuali jika si Mammoth dan Tim Enam Iblis adalah seorang ahli Alkemis seperti Tian Zhi.


Saat ini, Tian Zhi meramu pil bersama He Hua di kamar yang disewa, kamar yang telah dilindungi Formasi Penghalang. Sedangkan Meyleen dan Miao Jiang sedang berkultivasi dengan pil pemberian Tian Zhi.


Ketiga gadis kembar sedang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan tim dan pasukannya, Tian Zhi juga memberikan Pil Kultivasi tingkat Dewa Bumi tahap puncak kepada mereka bertiga, sengaja tidak diberi Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme karena basis kultivasinya terlalu rendah.


"Aku masih belum menyelesaikan misi pribadi dari guru untuk menghancurkan dua lubang portal dimensi dan Batu Keabadian, tapi terdampar di tempat ini... Apakah tidak bisa kita mengundurkan diri?" tanya Tian Zhi kepada He Hua dengan suara telepati.


Tian Zhi selalu memikirkan misinya untuk menghancurkan dua lubang portal dimensi yang berada di Benua Teratai dan Alam Roh, tapi selalu saja terhalang kejadian yang tidak diduga.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan! Tapi, kita juga butuh sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan, melalui kompetisi ini kita akan mendapatkannya. Untuk misi-mu yang belum terselesaikan, aku memiliki firasat tentang kesulitannya nanti...!" He Hua tidak menjawab pertanyaan Tian Zhi, namun dia mengungkapkan perasaannya yang selalu gelisah selama ini.


Tian Zhi mengangguk paham dengan tetap fokus meramu pil. Dia juga berpikiran sama, tidak mungkin misinya akan selalu diselesaikan dengan mulus seperti sebelumnya, kedepannya mungkin akan banyak rintangan yang berat dengan musuh yang kuat.


"Dengan keahlian yang kamu miliki, hanya perlu mencari bahan ramuan untuk meningkatkan kekuatan." sambungnya.


Ya, mencari Buah Suci dan ramuan sangat sulit, jikalau pun ada sudah pasti diperebutkan oleh kultivator, hanya melalui setiap kompetisi kebutuhan Tian Zhi dan kekasihnya bisa terpenuhi. Untuk masalah kekayaan Tian Zhi tidak kuatir, jika ada yang menjual Buah Suci maupun ramuan dia sudah pasti membelinya.


Tian Zhi sebenarnya memiliki banyak tanaman langka, tapi tidak berguna untuk meningkatkan kekuatannya yang berada di tingkat Dewa Absolute, hanya bermanfaat bagi kekuatan dibawahnya.


Disaat Tian Zhi dan He Hua meramu pil sambil mengobrol, medali mereka dan semua peserta kompetisi Duel Sage bercahaya. Tian Zhi dan He Hua tidak memperdulikan, sebab mereka pikir hanya pemberitahuan biasa.


Tiga gadis kembar segera kembali ke penginapan setelah mendapatkan pemberitahuan melalui medali, mereka masuk ke kamar Tian Zhi dan timnya. Tian Zhi dan He Hua melihat mereka bertiga.


"Kak, ada invasi Suku Asing yang sedang menuju Kota Besar bagian Selatan!" kata Shan Lan dengan semangat setelah pintu kamar ditutup.


"Suku Asing!" ucap Tian Zhi dan He Hua secara bersamaan, lalu mengeluarkan medali untuk membaca pemberitahuan dari panitia.


Pemberitahuan dari panitia; Suku Asing muncul di tiga kerajaan, setiap peserta diharuskan untuk melawannya. Jika tidak, maka wilayah mereka akan kembali dikuasai oleh Kekaisaran Kuning. Hadiah yang didapatkan dua kali lipat poin kontribusi, berbagai senjata hasil jarahan yang bisa dijual untuk mendapatkan poin kontribusi.


Suku Asing adalah utusan dari Kekaisaran Kuning untuk merebutkan kembali wilayahnya. Wilayah Kekaisaran Kuning berada tepat di tengah tiga kerajaan dan Tian Zhi mengetahuinya. Wilayah Kekaisaran Kuning dikelilingi dinding yang tingginya mencapai dua puluh meter, bisa menyerangnya melewati empat gerbang pertahankan saat akhir musim.


Dengan dua kali lipat perolehan poin kontribusi, jelas semua peserta bersemangat untuk melawannya. Tapi tidak berlaku bagi Tian Zhi, sebab dia masih memiliki seratus juta poin kontribusi yang telah bertambah saat menguasai wilayah Kerajaan Biru bagian Timur. Itu belum nanti menjual Pil Kultivasi kepada pihak panitia dan melelang sebagiannya, Tian Zhi juga mendapatkan pembelian secara gratis.


"Jika kalian ingin bersenang-senang dan mempertahankan peringkat pertama, hancurkan saja Suka Asing!" kata Tian Zhi yang mengijinkan ketiga gadis kembar itu menggunakan kartu Leader Reshuffle.

__ADS_1


"Baik!" jawab ketiga gadis kembar dengan semangat, mereka kembali keluar dari kamar.


Tian Zhi dan He Hua kembali melanjutkan meramu pil setelah tiga gadis kembar keluar.


__ADS_2