
Chapter 281. Bertarung Dengan Leluhur Xiang (2).
Suara guntur menggelegar dan petir menyambar leluhur Xiang. Sedangkan 10.000 Tubuh Ganda membentuk Formasi bulan sabit sambil melepaskan serangan pedang.
Bilah-bilah sinar pedang melesat ke arah leluhur Xiang yang sibuk menghindari serangan petir. Ketika serangan Tubuh Ganda akan mengenainya, tiba-tiba leluhur Xiang berteleportasi dan muncul jauh dari serangan.
Semua serangan dari Tubuh Ganda gagal mengenai targetnya. Tapi keturunan leluhur Xiang sangat tidak beruntung, dimana serangan Tubuh Ganda mengarah pada mereka dan...
Boom boom boom...
"Arghh...!!" teriakan keturunan leluhur Xiang ketika terkena serangan Tubuh Ganda.
Seketika tubuh mereka meledak, sebagian banyak yang tubuhnya terbelah. Yang masih hidup berteriak kesakitan sambil membawa anggota tubuhnya yang terlepas.
Leluhur Xiang membeku sesaat melihat keturunannya terbunuh dan yang hidup sangat mengerikan. Lalu dia meraung-raung karena amarah.
Tubuh Ganda kembali menyerangnya dengan senjatanya. Leluhur Xiang kembali berteleportasi sangat sejauh sambil mencari tubuh Tian Zhi yang asli.
Serangan Tubuh Ganda kembali gagal mengenai targetnya, mereka melihat leluhur Xiang telah berada jauh darinya. Tian Zhi yang asli telah berubah menjadi udara, dia tersenyum sinis melihat musuh yang selalu menggunakan teleportasi, padahal jaraknya sangat dekat dengan Tubuh Ganda.
Ya, leluhur Xiang berada di dalam Formasi Ilusi dan Pembunuh, dia merasa tidak terjebak dan apa yang dilihatnya tampak normal seperti sediakala sebelum kedatangan mayat hidup.
Tapi, keturunannya benar-benar terkena serangan dari Tubuh Ganda. Sedangkan leluhur Xiang tetap tidak menemukan Tian Zhi yang asli.
10.000 Tubuh Ganda langsung mengepung leluhur Xiang, lalu mereka menyerang bersama-sama. Leluhur Xiang kembali menggunakan skill teleportasi untuk menghindari serangan dari segala penjuru.
Namun, dia terkejut saat tidak bisa berpindah dalam sekejap. Leluhur Xiang mengumpat berkali-kali didalam hatinya, sebab tidak ada jalan keluar, dari atas petir menyambar dan dikelilingi oleh serangan dari Tubuh Ganda.
"Bagaimana aku keluar dari situasi seperti ini?" batin leluhur Xiang dan segera menggunakan enam tangan untuk menangkis segala serangan, dia terpaksa harus menangkis karena tidak ada pilihan lain.
Boom... Boom...
Ledakan hebat ketika senjata milik leluhur Xiang berbenturan dengan serangan dari Tubuh Ganda. Tubuh Ganda tidak berhenti menyerang, mereka terus mengayunkan pedangnya berkali-kali.
Karena kewalahan, leluhur Xiang berteriak, "Perisai!"
Keluar perisai energi spiritual yang berbentuk telur melindungi leluhur Xiang. Ribuan serangan senjata pedang membentur dinding perisai energi, lalu dari atas Api Suci Petir Asyura menyambar perisai energi.
Tidak terhitung suara ledakan terus menggetarkan Formasi Array hingga dirasakan oleh semua orang yang berada di luar. Patriark Xiang dan keluarganya gelisah dan ketakutan, mereka ingin masuk untuk membantu leluhurnya tapi dinding Formasi Perlindungan menghalanginya.
Jadi, mereka hanya bisa menatap dinding Formasi Perlindungan sambil berusaha mencari cara untuk membantu leluhurnya.
Sedangkan Jiang Chen Mei tidak berkomentar sekalipun, dia hanya melihat dan selalu berdecak kagum dengan kehebatan Tian Zhi. Jiang Chen Mei melihat perisai energi milik leluhur Xiang membara dan mulai memudar.
"Hancur!" gumam Jiang Chen Mei dan seketika perisai energi tidak mampu menahan serangan bertubi-tubi dari Tubuh Ganda dan Api Suci Petir Asyura.
Leluhur Xiang kembali mengayunkan senjatanya untuk menangkis serangan yang tiada henti-hentinya. Tidak berselang lama dia terkena serangan dari berbagai penjuru, ketika 12 senjatanya tidak mampu menangkis terus dan hancur berkeping-keping.
Tubuh leluhur Xiang dihujani serangan bertubi-tubi dan darah segar berhamburan keluar dari tubuhnya. Serangan yang bertubi-tubi membuat kepulan asap tebal.
__ADS_1
Tian Zhi menghentikan serangannya, lalu melihat leluhur Xiang terjatuh dan menghantam tanah. Tubuhnya tidak lagi utuh, banyak goresan pedang, tubuh gosong, pergelangan tangan putus, kaki kiri juga putus, bisa dikatakan tubuhnya seperti dimutilasi.
Biarpun terluka parah, leluhur Xiang masih hidup dan berusaha untuk bangkit. Tian Zhi tidak menyerang, tapi Tubuh Ganda tetap bersiap-siap untuk menyerang kembali.
"Dimana Zhi Shirong?" tanya Tian Zhi dan diikuti oleh seluruh Tubuh Ganda, dia tahu dalang utamanya dibalik semua kejadian ini setelah membaca ingatan Xiang Dongjun.
Tian Zhi bertanya, sebab memang tidak tahu dan juga tidak ada di ingatan Xiang Dongjun tentang keberadaan Zhi Shirong.
Leluhur Xiang tidak mampu berdiri dan hanya bisa berlutut untuk menahan tubuhnya, dia ingin terbang tapi staminanya telah habis menahan segala gempuran lawan. Dia tidak menjawab pertanyaan Tian Zhi, sebab sedang meregenerasi tubuhnya yang terpotong dan terluka.
Ya, setingkat kekuatan Dewa sudah mampu untuk meregenerasi tubuh yang terluka walaupun lambat. Namun semakin tinggi basis kultivasinya, proses meregenerasi juga makin cepat, kecuali organ tubuh tidak terluka parah atau hancur.
Jika organ tubuh hancur dan bagian tubuh terpotong, tetap saja membutuhkan waktu untuk proses pemulihan, seperti yang dialami oleh leluhur Xiang yang diam saja untuk memfokuskan pada proses pemulihan.
Boom boom boom...
Kembali rentetan ledakan terdengar keras ketika Tubuh Ganda menyerang leluhur Xiang, Tian Zhi jelas tidak akan memberikan kesempatan bagi musuh untuk pulih.
Tian Zhi melihat leluhur Xiang yang makin terluka parah, tubuhnya kejang-kejang dan separuh kepalanya hancur. Biarpun begitu, tetap saja leluhur Xiang tidak mati.
Sebelum leluhur Xiang menghembuskan nafas terakhir, Tian Zhi buru-buru membaca ingatan leluhur Xiang. Sayangnya, leluhur Xiang telah mengantisipasi hal seperti ini, ingatannya telah dihilangkan.
"Ka .... Kamu ... Akan mati lebih ... Lebi--"
Boom...
Tian Zhi langsung melepaskan pukulan berenergi jarak dekat sebelum leluhur Xiang menyumpahinya. Lalu dia melihat jiwa leluhur Xiang yang segera kabur agar bisa bereinkarnasi.
Jiwa leluhur Xiang menatap tajam kearah Tian Zhi. Sebelum berbicara, dia melihat Tian Zhi membuka mulutnya. Lalu energi aneh menarik jiwanya dengan sangat cepat.
"Arghh...! Ampun! Biarkan aku bereinkarnasi!" teriakan leluhur Xiang yang memohon kepada Tian Zhi.
Tian Zhi tidak menggubris permintaan leluhur Xiang, dia dengan lahap menyerap jiwa musuhnya, bahkan semua orang yang mati di dalam Formasi Array, termasuk energi spiritual yang melimpah milik korbannya.
Jiang Chen Mei hanya bisa melongo melihat semua yang terjadi, tubuhnya terlihat gemetaran dengan kebrutalan Tian Zhi saat bertarung dan membunuh lawannya.
Dengan cepat kekuatan normal Tian Zhi naik, dari level 25 hingga berhenti di level 47. Dengan mata kepala, Jiang Chen Mei melihatnya tanpa berkedip.
"Energi sebesar itu hanya membuat naik ke level 47? Apa dia monster!" gumam Jiang Chen Mei yang akhirnya membuka mulut...
Di luar Formasi Array, Patriark Xiang dan semua orang tidak lagi mendengar suara ledakan energi. Perasaan mereka makin tidak karuan dan khawatir akan keselamatan leluhurnya.
"Pemimpin, lebih baik kita evakuasi keluarga menuju tempat persembunyian!" saran ketua ketiga setelah tidak lagi mendengar suara pertempuran.
Patriark Xiang menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara kasar, lalu dia hanya mengangguk sebagai jawaban. Segera ketua ketiga memerintahkan semua orang buru-buru menuju ketempat persembunyian dan membawa semua harta.
Di depan dinding Formasi Array, tersisa Patriark Xiang dan ketua ketiga, mereka melihat kedalam Formasi untuk terakhir kalinya. Setelah beberapa saat, mereka berdua bergegas menuju ketempat persembunyian...
Akhirnya Formasi Array menghilang dan tanda leluhur Xiang telah dikalahkan oleh Tian Zhi. Terlihat Tian Zhi dan Jiang Chen Mei bergandengan tangan dan melihat kemana arah tempat persembunyian musuh.
__ADS_1
"Apa kamu berniat untuk menghilangkan akar-akarnya?" tanya Jiang Chen Mei sambil menatap wajah Tian Zhi penuh dengan kasih.
Dulu, dia hanya mengganggap Tian Zhi sebagai mitra berkultivasi ganda, kini setelah melihat kehebatannya, tumbuh benih cinta dihatinya. Tapi, dia tidak mungkin mengungkapkan isi hatinya sebelum niat untuk balas dendam kepada Wei Yan tercapai.
"Iya, dan menyisakan satu!" jawab Tian Zhi.
Apa yang dikatakan mereka, tidak akan membiarkan Keluarga Besar Xiang hidup. Menyisakan satu untuk hidup, itu hanya untuk putranya, yaitu Xiang Ri Kui, satu-satunya marga Xiang.
Dan, tujuan Tian Zhi melakukan ini, semua demi masa depan putranya, agar bisa memulainya dari awal untuk membangun kembali marga Xiang. Dengan Xiang Ri Kui sebagai pemimpinnya, Tian Zhi yakin marga Xiang akan lebih baik dan berjaya di masanya.
"Biarkan pasukan ku yang melakukan bersih-bersih!" pinta Jiang Chen Mei setelah pasukannya berhasil mengalahkan Ras Asyura yang berada di lorong.
Tian Zhi mengangguk sebagai jawaban dan berjalan bersamanya.
"Keluar dan jadikan siapapun yang bergerak sebagai keluarga kita!" perintah Jiang Chen Mei kepada pasukan mayat hidup.
Keluar dari lorong-lorong banyak mayat hidup, mereka berlarian, melompat dan terbang menuju ketempat persembunyian Keluarga Besar Xiang. Tempat persembunyian berada di galian tambang yang tidak lagi difungsikan.
Sedangkan Tian Zhi dan Jiang Chen Mei menuju pusat wilayah Keluarga Besar Xiang. Situasinya benar-benar hening, tidak ada satupun terlihat orang, ini seperti kota mati. Malam waktu beristirahat tidak lagi dirasakan, yang ada hanya kekelaman, angin malam seakan-akan enggan berhembus.
Boom...
Terdengar suara ledakan di bawah kaki gunung. Tian Zhi dan Jiang Chen Mei duduk dipuncak menara pengawas sambil melihat mayat hidup berusaha menghancurkan dinding Formasi Perlindungan yang menutupi jalan masuk.
Namun, Jiang Chen Mei telah membekali satu Zhe Zong dengan plat penghancur Formasi. Formasi Perlindungan dengan mudah dibuka. Mayat hidup menyeruak masuk ketempat persembunyian musuh.
Boom... Boom boom boom...
Kembali suara rentetan ledakan benturan energi didalam tambang, lalu disusul suara teriakan kepanikan, ketakutan dan tangisan...
Tian Zhi membaringkan tubuh dan menatap langit yang mendung. Jiang Chen Mei ikut membaringkan tubuh di sampingnya, lalu kepala bertumpu pada dada bidang Tian Zhi.
Jiang Chen Mei memainkan jari-jarinya di tongkat milik Tian Zhi yang masih terlindungi kain, lalu dia mencium leher. Kemudian naik mencium bibir Tian Zhi.
"Aku ingin!" ucap Jiang Chen Mei dengan manja dan membuat Tian Zhi tertawa.
Tian Zhi langsung membalikkan badannya dan menata wajah Jiang Chen Mei, lalu dia berkata yang sering dia ucapkan ketika menghajar gua surga milik Jiang Chen Mei.
"Hebat siapa! Dan besar mana?"
"Huff! Apa tidak ada bosan-bosannya selalu dengan pertanyaan yang sama!" protes Jiang Chen Mei dan memegang erat leher Tian Zhi.
Tian Zhi menahan leher agar Jiang Chen Mei tidak mencium bibirnya. Jiang Chen Mei cemberut dan berkata, "kamu tidak ada bandingannya, hebat dan mampu memuaskan aku berkali-kali!"
Akhirnya Tian Zhi mencium bibir Jiang Chen Mei dan disambut dengan ganas...
Di dalam tambang yang sempit, Patriark Xiang dan semua keluarga tidak sanggup untuk melawan mayat hidup dengan wujud asli. Mereka dipukul mundur oleh mayat hidup hingga tersudut di ruang terakhir yang terlindungi oleh pintu baja setebal dua meter.
Patriark Xiang masuk dan mendengar pintu baja digedor-gedor oleh mayat hidup. Tian Zhi yang tahu, segera mengeluarkan 10.000 Tubuh Ganda untuk membantu mayat hidup.
__ADS_1
Bersambung.