
Chapter 257. Balai Keluarga Xu.
Malam hari yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat dengan tenang dan nyaman, itu tidak terjadi di Forest Peach Blossom seperti malam-malam yang lalu, dimana para penjaga, tentara dan bahkan pemiliknya harus dibuat panik dengan menghilangnya Buah Suci, bahkan pohonnya juga menghilang.
Luasnya Forest Peach Blossom yang mencapai sepuluh hektar membuat jumlah penjaga dan tentara tidak memadainya.
Mau tidak mau Qing Guozhi memutuskan untuk memanggil semua Keluarga Besar Qing untuk membantu mencari si pencuri.
Keluarga Besar Qing dari usia 17 tahun hingga yang tua segera berdatangan untuk membantu leluhurnya, mereka menjaga jarak sejauh dua meter dengan lainnya agar mudah menemukan si pencuri. Namun, tetap saja si pencuri tidak diketemukan, hanya ada jejak pohon yang tercabut dan beberapa buah yang tinggal menyisakan kulitnya.
Baru kali ini Keluarga Besar Qing dipermainkan dan juga dipermalukan oleh seseorang yang tidak lain adalah Tian Zhi.
He Hua dan 99 saudarinya memasukkan Buah Suci ke dalam kotak kayu sambil melihat cermin dunia luar, mereka tertawa melihat kepanikan Qing Guozhi. Ide Tian Zhi yang menjarah sumber kekayaan lawan sangat didukung oleh semua istrinya, sebab ini akan mempercepat kehancuran Kekaisaran Qing.
Saat menjelang pagi, Tian Zhi menghentikan aktivitasnya dan kembali bersembunyi di dalam cincin dimensi, dia akan beraksi lagi saat malam hari. Saat berada di dalam cincin dimensi, ia melihat semua istrinya sedang memasukkan Buah Suci kedalam kotak kayu.
Lalu Tian Zhi melihat Zhi Yinping, Guang Liem dan istrinya yang masih belum pernah disentuh, mereka sedang asik mengobrol sambil bekerja. "Jadwalnya siap hari ini untuk berkultivasi ganda?" tanyanya sambil duduk di tengah antara He Hua dan Miao Jiang.
"Zhi Yinping dan Guang Liem... Aku juga ikut!" jawab He Hua yang sudah pasti tidak akan meninggalkan suaminya bersenang-senang sendirian.
"Baiklah, aku tunggu di kamar jika sudah siap." kata Tian Zhi sambil berdiri.
"Setelah itu giliran ku!" sahut Meyleen.
Tian Zhi mengangguk dan mengembangkan senyuman, lalu berjalan menuju ke kamar pribadinya...
Kurang lebih waktu satu dupa telah berlalu, Tian Zhi melihat tiga wanita yang memiliki kecantikan berbeda-beda masuk ke dalam kamarnya, mereka ada He Hua, Zhi Yinping dan Guang Liem.
Ketiga wanita itu telah mengenakan pakaian tidur yang sangat tipis. Dibalik pakaian milik He Hua, dia menggunakan model one-piece - pengikat dada berwarna merah dan pakaian dalam bersulam dengan warna yang sama. Itu adalah pakaian dalam model Moxiong. He Hua makin menarik dengan memakai Moxiong ketika perutnya sedikit membuncit.
Sedangkan dibalik pakaian tipis miliki Zhi Yinping terlihat celemek kecil berwarna biru muda, berbentuk persegi dan memiliki tali kain yang mengikat leher dan punggung, itu adalah pakaian dalam model Dudou.
Lalu Tian Zhi melihat Guang Liem yang menggunakan pakaian dalam model Zhuyao, pakaian dalam yang bersulam yang umum digunakan wanita istana. Dia mengagumi kemolekan tubuh ketiga istirnya.
"Kalian sungguh luar biasa... Lebih dari hari biasanya!" pujian Tian Zhi dengan memberikan acungan dua jempol.
Ketiga wanita itu mengembangkan senyuman bahagia, lalu He Hua duduk dipangkuan Tian Zhi, Zhi Yinping disisi kiri dan Guang Liem disebelah kanan. Tian Zhi tertawa bahagia dengan memiliki banyak istri yang cantik, berbakat dan juga mandiri.
He Hua melingkarkan tangan kiri dileher Tian Zhi dan mencium bibirnya. Sedangkan Guang Liem dan Zhi Yinping tak malu dan ragu segera melepaskan pakaian suaminya.
"Siapa yang duluan?" tanya Tian Zhi setelah melepaskan ciumannya dan kini tinggal mengenakan pakaian bagian bawah yang diduduki oleh He Hua.
__ADS_1
"Saudara Yin duluan, aku ingin tahu seberapa lama dia mampu bertahan!" jawab He Hua yang melihat daya tahan Zhi Yinping ketika berhubungan intim.
Zhi Yinping tersipu malu dengan memalingkan wajah seolah-olah tidak mendengarkan ucapan He Hua. Tian Zhi tertawa dan memeluk pinggang Zhi Yinping.
Sedangkan Guang Liem yang seorang janda sudah dipastikan memiliki banyak pengalaman, dan dia juga tidak keburu untuk berkultivasi ganda. Guang Liem sendiri sebenarnya penasaran bagaimana Tian Zhi mampu mengatasi semua istirnya.
"Sudah pengen ya? Tongkatmu sudah berdiri maksimal!" goda He Hua saat merasakan gua surganya tersentuh kepala tongkat, lalu dia berjongkok di depan Tian Zhi dan melepaskan pakaian bawahnya.
"Iya, aku lagi ingin ...," jawab Tian Zhi sambil melihat He Hua memegang batang tongkatnya dengan lembut, lalu menjulurkan lidah di kepala tongkatnya.
Zhi Yinping melirik He Hua yang tampak menikmati tongkat besar dan panjang seperti kembang gula, dia menelan salivannya dan berkata didalam hati, "apa bisa masuk itunya di tempat ku?"
Guang Liem melongo melihat kebanggaan Tian Zhi begitu istimewa besarnya dan tidak pernah terlintas dipikiran selama ini. "Apakah muat? Apakah tidak menyakitkan?" batinnya sambil membayangkan Tian Zhi mengorek gua surganya yang lama tidak digunakan.
Secara naluri, Guang Liem segera memegang kepala Tian Zhi dan mencium bibirnya. Lalu He Hua melihat Zhi Yinping dan menarik tangannya agar mengikuti apa yang dilakukannya sesaat lalu.
Dengan malu-malu, Zhi Yinping memberanikan diri untuk memegang tongkat suaminya yang besar, lalu dia mengikuti He Hua yang menggerakkan lidah membasahi batang tongkat...
Tian Zhi menghajar ketiga istrinya selama waktu lima dupa lebih, didalam kamarnya tidak henti-hentinya suara lenguhan panjang. Suara lenguhan keras terdengar keluar kamar, suara yang paling keras dan liar adalah Guang Liem dan Zhi Yinping.
Meyleen dan yang lainnya sudah tidak sabar untuk merasakan kehebatan Tian Zhi dalam berhubungan intim. Mereka saling berjalan mondar-mandir di depan kamar dan menutup kuping agar tidak mendengar suara dari dalam kamar.
Kemudian semua mata melihat kedalam kamar, mereka melihat He Hua, Guang Liem dan Zhi Yinping yang sudah terkapar, kedua kaki mereka terbuka dan memperlihatkan gua surganya yang mengalirkan ****** *****.
Khususnya Zhi Yinping, dimana gua surganya mengalir banyak darah segar kesucian, tapi wajahnya terlihat sangat bahagia dan puas. Sedangkan gua surga milik Guang Liem ada sedikit bercak darah segar, tampak gua surga itu baru pertama kali merasakan tongkat yang besarnya melebihi milik Kaisar Song.
Dengan tidak sabaran, Meyleen menarik pergelangan tangan kanan Tian Zhi untuk menuju ke kamar pribadinya, lalu diikuti oleh tiga kembarannya si Mey bersaudari...
Tian Zhi memuaskan semua istrinya hingga hari menjelang malam, dia juga terlihat bahagia karena meningkat satu level. Kini kekuatannya berada di tingkat Half Alfa level 8. Aura kuat keluar dari tubuhnya, tanda akan menerobos lagi setelah berkultivasi ganda.
...****************...
Di luar cincin dimensi, wajah Qing Guozhi seperti baru terbakar karena menahan amarahnya. Dia memerintahkan semua orang agar tidak mengendorkan kewaspadaan dan tetap terus mencari si pencuri, dia meyakini jika Tian Zhi belum keluar dari Forest Peach Blossom, sebab pintu keluar diberi alat pendeteksi hawa panas.
Jika Tian Zhi melewati pintu keluar, maka alat pendeteksi akan menampilkan skill yang mampu menyembunyikan wujudnya. Namun hingga hari menjelang akan malam, Tian Zhi belum juga keluar dari Forest Peach Blossom.
Qing Guozhi juga telah menaburi tanah seluas sepuluh hektar dengan bubuk berwarna putih, bubuk itu digunakan untuk mencari jejak langkah kaki Tian Zhi. Kini, Qing Guozhi berada di atas Bukit Pearl sambil Mata Dewa tidak pernah berhenti mencari Tian Zhi.
Kemarahannya yang belum mereda, Siput Penghantar Suara miliknya bergetar, lalu terdengar suara Xu Lian yang memberikan kabar buruk.
"Senior, Patriark Klan Xu untuk saat ini belum bisa mengikuti pertemuan, sebab Alam Keabadian dalam situasi kacau yang dibuat oleh mayat hidup. Apakah Anda tahu siapa dalang dibalik kemunculan mayat hidup di Alam Keabadian? Rumor yang saya dengar, Anda pernah berkoalisi dengan bangsa mayat hidup, bisakah Anda menjelaskannya?"
__ADS_1
Ucapan dari Xu Lian terdengar didikte oleh seseorang, Qing Guozhi menduga jika itu adalah Patriark Klan Xu. Secara tidak langsung, ucapan Xu Lian menuduh jika dirinya ikut terlibat dalam kekacauan yang dibuat oleh mayat hidup.
Bang...
Qing Guozhi memukul tanah hingga Bukit Pearl bergetar, Master Tao dan para penjaga segera menghampirinya, sebelum bertanya apa yang sedang terjadi, Qing Guozhi mengumpat berkali-kali.
Master Tao dan para penjaga segera mengurungkan niat untuk bertanya, mereka kembali ke posisinya masing-masing untuk menjaga gua menuju ladang herbal.
Qing Guozhi segera duduk bersila, dia menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan hati. "Tidak mungkin permaisuri Jiang Chen Mei masih hidup ... Pasti ada pihak lain yang berusaha untuk menghancurkan Alam keabadian, tapi siapa dia?" gumamnya.
Qing Guozhi berhipotesis, jika Jiang Chen Mei telah mati bersama musuhnya si Kaisar Giok, sebab dia tahu Kaisar Giok telah terinfeksi virus mayat hidup dan juga memenjarakan istrinya dalam satu tempat, apalagi kejadian ini telah berlangsung sangat lama.
"Jika mayat hidup yang terpenjara di dalam dunia bawah tanah lolos, sudah pasti Alam Mahadewa terlebih dahulu mengalami kekacauan... Apakah ada bangsa mayat hidup selain dia (Jiang Chen Mei)?"
Qing Guozhi berpikir keras dan mengingat kejadian masa lalu yang telah lewat ribuan tahun, namun dia tidak mengenal bangsa mayat hidup selain Jiang Chen Mei.
"Apakah ini ulah Master Wei Yan? Pasti dia...!" tebakan Qing Guozhi saat teringat ucapan Master Wei Yan yang pernah bercerita jika Jiang Chen Mei adalah calon istrinya yang melarikan diri.
Mengganggap tebakan tepat, Qing Guozhi mengalirkan energi spiritual kedalam Siput Penghantar Suara, lalu memberikan balasan kepada Xu Lian. "Coba kalian tanya kepada Master Wei Yan, hanya dia satu-satunya orang yang berhubungan dengan mayat hidup. Aku tidak ada hubungannya dengan semua ini."
Perkataan Qing Guozhi sangat tegas dan tidak mau disalahkan atas terjadinya hiruk-pikuk di Alam Keabadian. Jelas dia tidak mau disalahkan, sebab dia hanya mematuhi perintah Jiang Chen Mei waktu itu.
Qing Guozhi segera membuang pikiran yang berkecamuk, lalu kembali fokus untuk mencari keberadaan Tian Zhi...
...****************...
Di Alam Keabadian, tepatnya wilayah Klan Xu di Balai Keluarga Besar Xu.
Xu Lian memberikan Siput Penghantar Suara kepada Patriark Klan Xu ketika Qing Guozhi membalas pesan suaranya. Semua orang mendengar suara Qing Guozhi.
"Pikiranku memang sama dengan Qing Guozhi, ini pasti ulah Master Wei Yan yang semenjak dulu ingin menjadi penguasa tunggal. Dia sengaja menggunakan mayat hidup untuk mengurangi lawan yang kuat!" ujar Patriark Klan Xu setelah mendengar pesan suara Qing Guozhi.
"Hmm! Kita selama ini telah dibodohi oleh si Wei Yan, seandainya kita tidak mengikutinya waktu itu, mungkin keluarga besar kita tidak akan seperti ini!" sahut leluhur Klan Xu yang menyesal telah berkhianat kepada Raja Cahaya.
Semua orang menundukkan kepalanya, lalu terdengar suara helaan nafas berat di ruang Balai Keluarga Xu. Bagi mereka, Raja Cahaya adalah sosok pemimpin yang bijak dan tidak seharusnya dikhianati, namun semuanya sudah terlanjur, saat ini mereka harus menjalani kehidupan sebaik mungkin untuk menebus kesalahannya dulu.
Setelah beberapa saat merenung, Patriark Klan Xu memberikan perintah kepada semua petinggi Klan Xu, "saat ini si Wei Yan tidak diketahui keberadaannya... Lebih baik kita fokus pada wilayah kita agar tidak dimasuki oleh mayat hidup. Buat jadwal patroli bergilir dan jangan sampai ada celah bagi mayat hidup masuk ke wilayah kita. Sekarang persiapkan diri kalian!"
Semua orang segera keluar dari Balai Keluarga Xu. Tinggal Patriark Klan Xu, dua leluhur, Xu Lian dan beberapa wanita muda. Semua orang menatap Xu Lian...
Bersambung.
__ADS_1