
Chapter 52. Tiga Wanita Misterius.
Setelah saling berpelukan agak lama, Ratu Laba-laba berniat membantu Tian Zhi menyatukan Api Inti Bumi dengan Api Asyura yang sudah dimiliki kekasihnya.
Kembali Tian Zhi duduk bersila dan berhadapan dengan Ratu Laba-laba yang juga duduk bersila, di tengah mereka ada kubus.
"Jangan menolak energi ku saat penyatuan, kamu cukup alirkan Api Asyura tepat dibawa pusar mu!" perintah Ratu Laba-laba, dia akan melakukan apapun demi kekasihnya, tidak perduli jika dirinya merasakan sakit.
"Jangan paksakan jika kamu tidak kuat, kamu hanya perlu mendorong Api Inti Bumi ke dalam segel ku!" jawab Tian Zhi, yang entah kenapa dia menjadi jatuh cinta kepada Ratu Laba-laba setelah banyak membantunya, padahal niat awalnya hanya demi Api Inti Bumi.
Lalu, Tian Zhi membuat segel rumit dengan kedua tangannya dan kedua telapak tangan saling tumpang tindih di depan pusarnya, dan muncul Api Asyura yang melindungi tubuhnya.
Setelah Tian Zhi selesai mempersiapkan dirinya, kini giliran Ratu Laba-laba menyelimuti tubuhnya dengan perisai energi, lalu dia membuka kubus di tengah mereka.
Segera suhu panas menyeruak keluar, dan membakar apapun disekitarnya, kecuali mereka berdua yang masih aman, hanya wajah Ratu Laba-laba yang mengeluarkan keringat karena merasakan panas Api Inti Bumi. Segera Ratu Laba-laba mengendalikan Api Inti Bumi dengan energi spiritual.
Secara berlahan Api Inti Bumi terangkat dan Ratu Laba-laba mengarahkan menuju perut Tian Zhi yang telah siap. Tian Zhi juga tidak tinggal diam saat Api Inti Bumi telah berada diatas telapak tangannya, dia menyelimuti api tersebut dengan Api Asyura. Seketika Api Inti Bumi mulai memberontak saat Api Asyura ingin mengendalikannya.
Ratu Laba-laba yang membantu mengendalikannya secara berlahan pakaiannya mulai menjadi abu, kulit putih mulai memerah.
"Cepat menjauh, aku bisa menanganinya!" perintah Tian Zhi dengan tegas, dia tahu jika Ratu Laba-laba berusaha keras menahan rasa panas, padahal kulitnya sudah akan melepuh.
Swosh...
Ratu Laba-laba segera menjauh saat telah memastikan jika ucapan Tian Zhi benar, dia segera memakan tanaman Roh yang memiliki elemen es, dengan tujuan menetralisir rasa panas Api Inti Bumi, tapi pandangan kuatir tidak pernah lepas dari tubuh kekasihnya.
Kemudian, Tian Zhi menarik Api Inti Bumi secara berlahan agar masuk ke dalam dantian, tapi Api Inti Bumi makin mengeluarkan kekuatan panasnya.
Ratu Laba-laba melihat wajah kekasihnya penuh keringat, kulitnya juga telah menjadi merah, tapi secara keseluruhan Tian Zhi masih sanggup menahan panas Api Inti Bumi.
"Hebatnya dia ... !" gumam Ratu Laba-laba yang selalu memuji kehebatan kekasihnya.
Daratan tinggi kini menjadi tandus dengan mengeluarkan suhu panas yang ekstrim dari proses penggabungan dua api yang berbeda. Ratu Laba-laba dengan sabar menunggu kekasihnya sampai selesai, dan dia lega saat melihat Api Inti Bumi telah berhasil masuk.
Tian Zhi membutuhkan waktu lama selama proses penggabungan dua api yang berbeda, jika ditotal, dia menghabiskan seharian untuk mengalami Kesengsaraan Petir, dan menghabiskan sehari lagi untuk menyatu.
Dan di hari ketiga, Tian Zhi telah seratus persen berhasil menyatu, dan tubuhnya telah kembali normal, dan kekuatannya juga meningkat dua level, kini dia berada pada tingkat Deity tahap lima.
Ratu Laba-laba hanya geleng-geleng kepala melihat Tian Zhi yang dengan mudah meningkatkan kekuatannya.
Setelah selesai, Tian Zhi membuka mata dan berdiri, Ratu Laba-laba langsung melesat dan menerjang Tian Zhi, mereka berdua tertawa bahagia saling berpelukan dengan tubuh berputar-putar.
"Astaga ... Kamu...!" Tian Zhi terkejut saat sadar melihat kulit Ratu Laba-laba melepuh, buru-buru Tian Zhi mengeluarkan Pill Penyembuh tingkat Dewa tahap puncak dan langsung memasukkan kedalam mulut Ratu Laba-laba, tanpa memberikan kesempatan Ratu Laba-laba untuk berbicara.
__ADS_1
Seketika kulit Ratu Laba-laba kembali sediakala, putih halus dan seperti kulit bayi, Tian Zhi langsung mencium bibirnya tanpa memberikan kesempatan Ratu Laba-laba untuk berbicara sedikitpun.
Di tempat itu mereka kembali berhubungan intim, dan Tian Zhi memberikan kepuasan melebihi ekspektasi Ratu Laba-laba. Tian Zhi sengaja membuat Ratu Laba-laba mengalami surga ketujuh berkali-kali, hingga membuat Ratu Laba-laba pingsan karena kenikmatan.
Tian Zhi segera membawa Ratu Laba-laba ke rumah dan membaringkan di tempat tidur, demikian juga dengan Tian Zhi, dia juga menemani Ratu Laba-laba untuk tidur.
Secara psikologisnya, jiwa Tian Zhi juga kelelahan terus-menerus mengalami sesuatu yang selalu berbeda-beda dalam tiga hari ini, dia butuh waktu untuk menenangkan diri dan merefleksikan tubuhnya.
Di hari berikutnya, kembali Ratu Laba-laba meminta jatah lagi, dan Tian Zhi tanpa menolak menurutinya, sebab Energi Yin juga bermanfaat baginya.
Dan tanpa ampun Tian Zhi menghajar Ratu Laba-laba hingga berkali-kali pingsan.
Namun, tiap kali Ratu Laba-laba terbangun, selalu saja meminta jatah lagi dan lagi hingga Tian Zhi mengeluarkan benihnya di dalam perut.
Tian Zhi pun menuruti kemauan Ratu Laba-laba, setelah memahami anatomi tubuh Ratu Laba-laba, dan tidak kuatir mengeluarkan benihnya di dalam rahimnya.
Setelah waktu dua hari terlewati, mereka keluar di dunia nyata, dimana telah menunggu Ratu Lebah dan Ratu Semut Merah, setelah Ratu Laba-laba memanggil mereka menuju dunia bawah tanah.
Ratu Lebah dan Ratu Semut terkejut melihat wajah Ratu Laba-laba menjadi cerah dan wajah berseri-seri, dan melihat perutnya sedikit membuncit, sudah dipastikan jika Ratu Laba-laba telah hamil muda.
"Ya ampun, kalian lima bulan ini kemana saja? Aku kira kamu melupakan kesepakatan kita!" ujar Ratu Semut Merah dengan wajah terlihat iri melihat saudarinya yang telah berbulan madu dengan Tian Zhi sangat lama.
"Apa!! Lima bulan, bukannya kita baru lima hari bersama!" Tian Zhi kaget saat mengetahui jika telah bersama Ratu Laba-laba selama lima bulan, dia melihat Ratu Laba-laba yang wajahnya memerah.
"Oh iya aku lupa, celah spasial memiliki perbedaan waktu, satu hari di dalam sama dengan satu bulan di luar!" jawab Ratu Laba-laba dengan malu-malu, sengaja dia tidak ingin menceritakan perihal perbedaan waktu luar dan dalam, dia menunduk sambil membelai perutnya yang membuncit.
"Huu!! Enak ya berbulan madu sampai lupa daratan!" goda Ratu Lebah dengan tangannya membelai perut Ratu Laba-laba.
"Baiklah, siapa selanjutnya, dan dimana kita akan berkultivasi ganda?" sela Tian Zhi yang ingin segera menyelesaikan kesepakatan.
"Di tempat yang sama!" jawaban serempak dari Ratu Lebah dan Ratu Semut Merah, jelas mereka tidak mau kalah dengan Ratu Laba-laba.
Tian Zhi sekali lagi melihat Ratu Laba-laba dan mencubit pantatnya. "Kamu ... !" kata Tian Zhi yang telah dibohongi lagi.
"Aiyoh! Aku lupa, mereka juga mengetahuinya!" sesal Ratu Laba-laba dengan berpura-pura lupa, tapi dia senang dengan cubitan Tian Zhi yang mengenai lembah surganya yang kembali basah.
"Ishh! Kamu kenapa jadi seperti gadis kecil saja setelah berbulan madu!" goda Ratu Semut Merah yang merasakan perubahan Ratu Laba-laba yang menjadi manja dan tidak galak seperti saat terakhir ketemu.
Tian Zhi dan Ratu Lebah menertawakan Ratu Laba-laba yang semakin malu. Kemudian, mereka bertiga kembali memasuki celah spasial setelah semuanya aman dan tidak ada yang mengikuti, sebab selama lima bulan ini, banyak penghuni Pulau Tanah Dewa mencari keberadaan Tian Zhi yang menghilang tanpa jejak.
__ADS_1
Sekali lagi Tian Zhi berkultivasi ganda dengan ketiga ratu serangga, dan menghabiskan waktu selama tiga bulan. Kali ini Tian Zhi tidak menahan diri seperti sebelumnya saat bersama Ratu Laba-laba, dia dengan beringas menghajar lembah surga mereka hingga perut mereka membuncit semua, terutama Ratu Laba-laba yang perutnya semakin besar.
Tian Zhi juga menyerap Api Tulip Biru Langit dan Api Awan Hitam Petir secara bergantian dan menghabiskan waktu selama lima hari. Secara total Tian Zhi menghabiskan satu tahun lebih di dalam celah spasial.
Kekuatannya juga meningkat pesat hingga hampir menyusul ketiga ratu serangga, kini telah berada pada tingkat True God tahan empat. Setelah proses meningkatkan kekuatan yang begitu melelahkan dengan melayani ketiga ratu serangga yang tidak pernah terpuaskan, akhirnya Tian Zhi memutuskan untuk kembali ke asalnya.
"Aku akan kembali ke dunia asal ku, apakah kalian akan mengikuti ku?" tanya Tian Zhi saat mereka berempat di tempat tidur, dengan tubuh Tian Zhi terhimpit ketiga ratu nya.
Mendengar keinginan kekasihnya, jelas ketiga ratu menangis dan tidak mau Tian Zhi kembali. Namun, Tian Zhi bersikukuh harus kembali karena masih banyak yang harus dia selesaikan.
Setelah Tian Zhi mendesak mereka untuk mengikutinya daripada dia harus tinggal di pulau ini, akhirnya ketiga ratu serangga berkata jujur.
"Seluruh penghuni pulau ini tidak bisa meninggalkan tempat ini, karena kami telah telah terkena kutukan!" ungkap Ratu Lebah dengan meneteskan air mata.
"Lihat ini adalah tanda kutukan...!" Ratu Semut Merah menunjukkan sebuah tato di dada kirinya.
Tian Zhi melihat tato tersebut yang sering dia lihat, tapi dia pikir itu hanya sekedar tato biasa. Tian Zhi menghela nafas berat dan menyesal tidak bisa membawa ketiga kekasihnya, dan memeluk mereka dengan erat.
"Aku akan segera kembali menjemput kalian dan juga mencari solusi untuk memutuskan kutukan kalian, bersabarlah menungguku!" janji Tian Zhi kepada kekasihnya.
"Kapan kamu akan pergi?" tanya Ratu Lebah.
"Besok, sekarang aku akan layani kalian hingga terpuaskan dan tidak akan pernah melupakanku!" jawab Tian Zhi dan langsung menghentakkan tongkatnya di lembah surga milik Ratu Lebah yang berada di atasnya.
"Oh!!" eran gan Ratu Lebah dan langsung mengigit perut Tian Zhi.
Sedangkan Ratu Laba-laba mencium dada Tian Zhi dan Ratu Semut Merah menempatkan lembah surganya pada mulut Tian Zhi. Ketiga ratu serangga digilir secara bergantian, hingga kedua kaki mereka sulit dirapatkan karena lembah surganya lecet.
Setelah menghabiskan waktu satu bulan, akhirnya Tian Zhi keluar bersama ketiga kekasihnya, dia menghirup udara segar dan menatap wajah mereka.
"Aku pergi dulu, dan akan kembali setelah semua urusan terselesaikan!" pamit Tian Zhi dan memberikan ciuman terakhir, dan juga memberikan banyak pill untuk ketiga ratu serangga.
"Kami akan selalu menunggumu!"
Tian Zhi tersenyum, dengan melambaikan tangan dia terbang menuju tempat awal dia memasuki Pulau Tanah Dewa. Ketiga ratu serangga meneteskan air matanya sambil membelai perut mereka yang akan melahirkan keturunan dari Tian Zhi.
Setelah Tian Zhi pergi, muncul Thunderbird yang tidak lain adalah si Annchi di hadapan ketiga ratu serangga. "Tugas pertama kalian sudah selesai. Tugas kedua, kalian akan menemaninya lagi setelah jutaan tahun, apa pilihan kalian, tidur atau tetap menunggunya seperti ini?" ujar Annchi kepada ketiga ratu serangga dan bertanya akan pilihan mereka.
"Kami sepakat untuk tidur daripada menunggunya seperti ini!" jawab Ratu Laba-laba yang ucapannya mewakili kedua ratu serangga.
"Bagus, kalian akan bertemu dengannya lagi dan tidak perlu bersedih," kata Annchi dan mengangguk pelan.
Swosh...
__ADS_1
Muncul tiga wanita cantik dibelakang ratu serangga dan membuat mereka seketika pingsan, sudah diputuskan ketiga ratu serangga akan terbangun setelah jutaan tahun untuk menemani Tian Zhi.
Kemudian, si Annchi pergi menyusul Tian Zhi setelah mengangguk kepada ketiga wanita cantik yang membuat ketiga ratu serangga pingsan. Ketiga wanita cantik itu pun menghilang dengan membawa ketiga ratu serangga ke daratan tinggi dimana Annchi sering menghilang.