
Chapter 232. Dewi Seribu Wajah.
Tian Zhi makin kesal, sebab tawa wanita itu seakan-akan mengoloknya. Karena jengkel tidak mendapatkan jawaban, dia mengeluarkan aroma feromon afrodisiak secara perlahan.
Sontak wanita itu bergerak cepat untuk menjauhi Tian Zhi dan menatapnya dengan tajam. Namun, nafasnya mulai memburu, keringat dingin mulai bercucuran diwajahnya, wajah putih menjadi memerah, tanda-tanda aroma feromon afrodisiak telah mempengaruhi tubuhnya.
Segera wanita itu duduk bersila untuk menetralisir aroma feromon afrodisiak. Tian Zhi balik menertawakannya, setelah itu dia berbicara, "tidak hanya kamu yang memiliki wangi tubuh yang memabukkan, aku lebih baik darimu! Dan, percuma kamu berusaha sekuat tenaga menghilangkan pengaruh afrodisiak yang telah kamu hirup!"
Tian Zhi melihat wanita itu yang masih berusaha menetralisir aroma feromon afrodisiak, terlihat pori-porinya diblokir, asap tipis dan wangi keluar dari mulutnya.
"Sekali lagi aku bertanya... Siapa kamu dan apa tujuanmu?" tanyanya sambil meningkatkan pengaruh feromon afrodisiak agar wanita itu menyerah.
Tanpa menjawab, wanita itu menggerakkan tangan kanannya, lalu muncul dinding es tebal yang melindunginya. Seketika aroma feromon afrodisiak tidak lagi merasuki tubuhnya. Kemudian dia kembali membuang racun afrodisiak tanpa mempedulikan Tian Zhi.
Tian Zhi tersenyum tipis, lalu dia berucap, "apakah es ini mampu menahan Api Asyura?" Setelah itu dia mengeluarkan Api Asyura dari tubuhnya dan membakar apapun disekitarnya, es seketika mencair dan dinding yang melindungi wanita itu juga meleleh.
Wanita bercadar itu segera menjauhi Tian Zhi dan melihat sekitarnya dengan cepat mencair, buru-buru dia keluar dari ruang rahasia dan menyimpan lukisan Dewa Es Abadi.
"Hahaha!!" tawa Tian Zhi sangat keras melihat wanita itu ketakutan dengan Api Asyura, lalu dia pun dengan mudah menghancurkan rantai energi yang mengikatnya.
Tian Zhi segera beranjak dari tempat tidur, dia berjalan santai sambil kedua tangannya berada di belakang pinggang, dari tubuhnya terus mengeluarkan Api Asyura dan makin membesar.
"Akulah Kaisar Api Asyura, maju kamu!" tantangnya, saat melihat wanita itu terbang menjauhi Istana Es yang dengan cepat mencair.
"Lumpuhkan dia!" perintah wanita bercadar itu kepada semua boneka wayang.
Swosh... Swosh...
Serempak semua boneka wayang bergerak dan menyerang Tian Zhi. Wanita itu tidak tinggal diam, dari kedua tangannya mengeluarkan elemen es, lalu membentuk sebuah kotak raksasa yang terbuat dari es.
Tian Zhi geleng-geleng kepala melihat keanehan wanita itu, padahal dia hanya bertanya nama dan tujuannya. Tian Zhi makin meningkatkan kekuatan Api Asyura hingga 75% ketika boneka wayang mendekatinya.
Sebelum dekat, boneka wayang mulai meleleh dan pergerakannya melambat. Tian Zhi dengan mudah menghancurkan tubuh boneka wayang dengan pukulan energi.
Kotak raksasa yang terbuat dari es juga mencair dan membuatnya seperti air hujan. Wanita bercadar itu tercengang kotak penjaranya bisa dengan mudah dicairkan.
Disaat Tian Zhi disibukkan dengan boneka wayang yang tidak takut apapun, wanita itu meningkatkan kekuatan elemen es hingga 50% untuk menaklukkan Tian Zhi.
Baru Tian Zhi merasakan Api Asyura mulai memudar ketika wanita itu meningkatkan kekuatan elemen es. Tidak mau kalah dengan elemen es, dia juga meningkatkan Api Asyura hingga batas maksimal.
Pusat Daratan Es Tengah Samudera dengan cepat mencair dan air mulai menguap. Wanita bercadar tersenyum tipis dan kembali meningkat kekuatan elemen es hingga 75%.
__ADS_1
Seketika es yang mencair dengan cepat kembali membeku dan Api Asyura kembali tertekan dengan kekuatan elemen es. Lalu muncul badai salju yang mulai mengepung Tian Zhi.
Tian Zhi yang kini terkejut Api Asyura dikalahkan oleh wanita itu. "Percuma aku menggunakan Tubuh Bawaan Lima Elemen ... Basis kultivasi ku terpaut jauh dengannya!" batinnya.
Dia berniat mengalahkan wanita itu dengan menggabungkan elemen air dan angin dan akan tercipta elemen evolusi, yaitu elemen es. Tapi, dengan kekuatannya sekarang, elemen es miliknya akan tetap kalah dengan wanita bercadar itu
Jika Tian Zhi menggunakan elemen tanah, atau logam, situasinya tidak memungkinkan, sebab lapisan es terlalu tebal untuk mengendalikan tanah dan logam.
Namun, disaat melihat badai salju, Tian Zhi menjadi teringat memiliki Elemen Es - Badai Salju Abadi, dia mendapatkannya sewaktu berada di Benua Permata Hitam. Tian Zhi menghentakkan kaki kanan dan melayang, lalu tubuhnya berputar-putar sangat cepat, dengan cepat mulai terbentuk badai salju.
Bang... Bang...
Dua badai salju saling berbenturan dan membuat Daratan Es Tengah Samudera semakin dingin. Wanita bercadar itu terkejut melihat Tian Zhi yang juga memiliki elemen es. Namun keterkejutannya hanya sesaat, dengan terpaksa dia meningkatkan kekuatan elemen es secara maksimal.
Bang... Bang...
Benturan dua badai salju makin bergemuruh dan memicu ledakan kecil saat beradu kekuatan elemen es dan salju. Sekitarnya makin dingin dan suhu meningkat hingga minus 400°C.
Para pemburu Balok Es Misteri segera keluar dari wilayah Daratan Es Tengah Samudera, mereka tidak mampu menahan cuaca dingin yang ekstrim. Mereka tidak tahu, jika ada dua orang yang sedang bertarung, sebab salju tebal menghalangi pandangan Mata Dewa.
"Apa-apaan ini...! Aku belum pernah merasakan sedingin ini, dinginnya meningkat empat kali lipat!" seruan seseorang pemburu Balok Es Misteri yang tubuh dan tulangnya seperti akan membeku, padahal dia telah melindungi tubuhnya dengan energi, memakai pakaian tebal dan khusus untuk cuaca dingin.
"Mungkin sesuatu hal sedang terjadi pada alam? Ayo, kita segera tinggalkan Daratan Es Tengah Samudera untuk melaporkan kepada pengawas!" sahut rekannya dan segera terbang menjauhi tempat mereka mencari Balok Es Misteri.
Wanita bercadar itu tidak terkejut melihat awan hitam mulai berkumpul dari segala penjuru Alam Mahadewa, sebab dia telah mengetahui kemampuan Tian Zhi.
Wanita bercadar itu segera melepaskan pakaiannya dan ternyata memiliki baju zirah anti serangan petir.
Cedarrr...
Suara petir menggelegar ketika awan hitam telah berkumpul di atas mereka berdua. Lalu Tian Zhi mengendalikan Api Suci Petir Asyura untuk menyerang wanita itu.
Cedarrr...
Suara guntur ketika menyambar wanita itu, hingga tubuhnya terpental ke bawah, untungnya dia tidak sampai menghantam tanah dan baik-baik saja setelah terkena serangan petir, hanya saja elemen es miliknya menghilang karena terganggu.
"Zirah ku masih saja tidak mampu menahan panas Api Suci Petir Asyura!" batinnya dan melihat ke arah Tian Tian.
Tian Zhi pun berhenti berputar agar tidak menciptakan Badai Salju Abadi, sebab percuma dia terus menggunakannya jika lawannya lebih kuat. Lalu dia melihat wanita itu terlindungi baju zirah anti petir.
"Kamu pasti sudah mengamati aku selama ini, kan?" tanyanya kepada wanita bercadar, dia menebak karena lawannya telah bersiap diri untuk mengantisipasi Api Suci Petir Asyura.
__ADS_1
"Apa sebenarnya tujuan mu? Jujur saja, aku tidak pernah bertemu denganmu dan tidak ingin mencari masalah baru!" imbuhnya, sebelum wanita itu menyerang lagi.
Wanita bercadar itu melayang dan berhenti tepat jaraknya terpaut empat meter dari Tian Zhi, lalu dia menjawab, "ya, kita memang tidak pernah bertemu! Aku mengira kamu belum puas memiliki banyak wanita, jadi aku hanya mengaku kita pernah bertemu."
"Konyol! Apakah kamu pikir lebih cantik dan berbakat dari istriku...?" sahut Tian Zhi, jawaban yang tidak memuaskannya, sebab tujuan wanita itu menculiknya tidak dikatakan.
Namun sebelum Tian Zhi bertanya, wanita itu memakan sebutir pil. Setelah memakan pil, dia melepaskan cadarnya, wujud aslinya perlahan mulai terlihat, dan tebakan Tian Zhi ternyata benar, jika wanita bercadar itu adalah Dewi Alkemis, hanya saja rambutnya lebih pendek.
"Jadi kamu!! Kamu menculik ku agar semua orang mengira aku takut denganmu, kan?" bentak Tian Zhi yang sangat marah, dia langsung mengendalikan Api Suci Petir Asyura.
"Tunggu!" cegah wanita itu sebelum Tian Zhi menyerangnya lagi.
"Apa?!" bentak Tian Zhi.
"Aku bukan Dewi Alkemis, tapi aku adalah kakaknya, kita memang kembar... Lihat tato di paha ku, apakah dia memilikinya!" jelas wanita itu sambil sedikit membuka pakaian yang model terbelah dari paha samping sampai ujung pakaiannya.
Tian Zhi melihat tato bunga teratai es dan Dewi Alkemis tidak memilikinya. "Lalu siapa kamu?" tanyanya.
"Dewi Salju!" jawabnya dengan mantap.
Tian Zhi geleng-geleng kepala saat tahu wanita di depannya berbohong, sebab dia melihat lukisan Dewi Salju bersama Dewa Es Abadi dan wajah wanita di lukisan berbeda.
Cedarrr...
Petir menyambar wanita itu, tapi baju zirah anti petir mampu menahannya, tubuh wanita itu hanya sedikit tersentak dan menatap Tian Zhi dengan tajam.
"Kenapa kamu menyerang ku! Hah!?" bentaknya.
"Kamu berbohong! Aku sebenarnya tidak pingsan saat kamu memukul tengkuk ku!" ungkap Tian Zhi dan melihat raut wajah wanita itu yang terkejut.
"Hahaha! Hebat... Hebat kamu bisa menipuku! Jujur saja, aku ingin membedah tubuhmu yang pemilik garis darah Kasta Kaisar. Dengan menyerap darah dan memakan seluruh daging mu, kekuatanku akan meningkat hingga menerobos ke tingkat True Theta!" setelah tertawa, dia membeberkan tujuan yang sebenarnya, "julukan ku... Dewi Seribu Wajah!" lanjutnya dengan memperkenalkan diri.
Ya, wanita itu sangat terkenal pada masa zaman Dewa Es Abadi, sekitar tiga ratus ribu tahun lebih. Dia adalah adik kandung dari Dewi Salju. Namanya perlahan menghilang setelah kematian Dewa Es Abadi saat bertarung dengan istrinya sendiri, si Dewi Salju.
Pertarungan suami istri juga karena hasutan Dewi Seribu Wajah, dia mengaku kepada kakaknya si Dewi Salju jika telah diperkosa oleh Dewa Es Abadi. Dewi Salju jelas murka adiknya telah diperlakukan tidak senonoh.
Akhirnya Dewi Salju dan Dewa Es Abadi saling bertarung. Dewa Es Abadi sudah menjelaskan berulang-kali, jika dirinya tidak melakukan apa-apa kepada Dewi Seribu Wajah, namun istrinya tidak mempercayainya.
Dan tujuan Dewi Seribu Wajah menghasut kakaknya, karena ingin memiliki Tubuh Bawaan Es milik Dewa Es Abadi dan juga menyerap kekuatan Dewi Salju. Demi kekuatan dan hidup abadi, Dewi Seribu Wajah tega menghasut kakaknya hingga tewas.
Kemudian, setelah Dewa Es Abadi dan Dewi Salju sama-sama tewas, Dewi Seribu Wajah menyebarkan berita kebohongan, dimana Dewa Es Abadi bertarung dengan sesama pemilik elemen es. Hingga sekarang semua orang tidak mengetahui kebenarannya, bahkan wajah asli Dewi Seribu Wajah tidak ada orang yang mengetahuinya.
__ADS_1
Dewi Seribu Wajah ingin menjadikan Tian Zhi sebagai pasangan Dao, tapi bukan karena cinta, melainkan ingin mendapatkan darahnya secara bertahap. Jika Tian Zhi mati, dia tidak akan mendapatkan kekuatan secara berkelanjutan, hanya akan berhenti di tingkat True Theta setelah membunuh Tian Zhi. Karena hal itu, dia berusaha berbohong dengan mengaku pernah saling mengenal.