
Chapter 216. Bocah Tua Kabur!
Bocah Tua masuk ke dalam Paviliun Pil Langit dan melihat sekelilingnya, namun tidak menemukan Zhi Yinping dan Tian Zhi, lalu dia menghampiri salah satu pegawai.
Semua pegawai Paviliun Pil Langit yang berjaga malam terlihat tidak senang dengan kehadiran Bocah Tua.
"Apakah kekasihku ada?" tanya Bocah Tua kepada pegawai wanita.
"Tak tahu malu! Sejak kapan Nyonya Zhi menjadi kekasihmu!" sungut pegawai itu didalam hatinya.
"Maaf Master, Nyonya Zhi sehari ini tidak terlihat!" jawab pegawai wanita itu dengan nada sedikit kesal.
Bocah Tua itu mengamati wanita dihadapannya dari kepala hingga ujung kaki, dia tersenyum mesum melihat gadis muda. Namun dia jelas tidak berani berbuat senonoh di Paviliun Pil Langit, sebab pendukungnya sangat banyak.
"Baiklah, aku besok akan kembali lagi untuk menemui kekasihku!" ujarnya sambil mengedipkan mata berkali-kali kepada si pegawai wanita itu.
Bocah Tua membalikkan badan dan melihat diluar Paviliun Pil Langit seorang pria yang dianggap telah menjadi pesaingnya. Segera dia mengejar Tian Zhi yang terlihat akan masuk tapi diurungkan.
Setelah Bocah Tua itu meninggalkan Paviliun Pil Langit, si pegawai wanita itu mengumpat kesal dan sangat jijik melihat Bocah Tua.
Sedangkan Tian Zhi yang telah berhasil menarik perhatian Bocah Tua segera berlari menuju keluar Kota Qingshan, tepatnya kearah Gunung Lengshan. Bocah Tua itu menyeringai saat melihat Tian Zhi menuju ke tempat yang menguntungkannya untuk membunuh.
Bocah Tua dan Tian Zhi tidak luput dari pengawasan Duke Qing Fei. Semenjak kedatangan Bocah Tua, Duke Qing Fei telah menyiapkan pasukan khusus untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi menjadi keributan yang disebabkan oleh Bocah Tua.
"Ayah, dia mengejar Master Tian...!" ujar Qing Huan yang khawatir dengan keselamatan Tian Zhi, dia juga ikut melihat Tian Zhi semenjak keluar dari Kedai Teh Pelangi.
Qing Huan telah menceritakan kepada ayahnya jika Tian Zhi adalah seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme tahap rendah. Setelah mengetahui siapa Tian Zhi, Duke Qing Fei mendukung putrinya untuk dekat dengan Tian Zhi.
"Ikuti dia dan selamatkan Master Tian disaat dalam kesulitan!" perintah Duke Qing Fei kepada dua bawahannya.
Segera kedua bawahannya menyusul Bocah Tua. Qing Huan yang ingin ikut dicegah oleh ayahnya, sebab khawatir jika pertarungan sengit setingkat Dewa Absolute dan Sang Void melukai putrinya.
Qing Huan dan Duke Qing Fei tidak mengetahui kekuatan Tian Zhi saat ini, mereka hanya tahu dari informasi lama yang dikeluarkan oleh pihak panitia kompetisi Duel Sage.
"Jangan khawatir! Walaupun bawahan ku memiliki kekuatan rendah dan jauh dari Bocah Tua itu, mereka masih bisa menyelamatkan Master Tian disaat keadaan genting!" jelas Duke Qing Fei agar putrinya tidak cemas.
Qing Huan menghela nafas berat tanpa mengalihkan pandangannya kearah Tian Zhi yang telah keluar dari Kota Qingshan. Duke Qing Fei dan putrinya segera menuju ke gerbang pertahanan untuk melihat Tian Zhi.
Sedangkan Tian Zhi menyeringai saat Bocah Tua terbang untuk mengejarnya, dia terus masuk ke pedalaman hutan yang menuju ke Gunung Lengshan, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Sengaja Tian Zhi tidak terbang, karena dia ingin mengecoh Bocah Tua.
"Bocah, berhenti!" teriakan Bocah Tua yang tidak bisa menyusul Tian Zhi, padahal dia sudah terbang dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
"Siapa yang bocah?" tanya Tian Zhi dengan suara yang keras sambil melompat ke batang pohon.
"Kamu yang bocah... Bocah yang tidak layak bagi kekasihku!" sahut Bocah Tua itu dengan nada tinggi.
Bocah Tua itu belum menyadari jika Tian Zhi mengiringnya untuk menjauhi Kota Qingshan, sebab Tian Zhi berniat bertarung untuk mengasah keterampilan beladiri.
Disaat jarak dengan Kota Qingshan telah jauh, Tian Zhi mengeluarkan busur, sambil melompat mundur dari batang pohon ke pohon lainnya dengan lincah, dia melepaskan anak panah energi spiritual untuk menumbangkan Bocah Tua.
Siulan anak panah saat Tian Zhi melepaskannya dari tali busur. Bocah Tua sedikit kaget saat melihat tiga anak panah keluar dari pepohonan, dia menghempaskan anak panah dengan melambaikan tangan.
Boom... Boom...
Anak panah langsung hancur hanya dengan lambaian tangan kiri, lalu Bocah Tua melepaskan pukulan jarak jauh untuk membalas serangan Tian Zhi.
Pukulan Bocah Tua itu melesat cepat ibaratkan rudal jarak jauh dan suara ledakan bertubi-tubi terdengar hingga ke Kota Qingshan. Namun Tian Zhi masih mampu menghindari tanpa terkena sedikitpun.
Penduduk Kota Qingshan berhamburan keluar saat mendengar suara pertempuran, mereka melihat kearah Gunung Lengshan. Terlihat dari kejauhan kepulan asap membumbung tinggi. Zhi Yinping juga keluar dari kediamannya, lalu melayang sebatas atap gedung Paviliun Pil Langit, dia melihat kepulan asap akibat benturan energi.
Dua bawahan Duke Qing Fei kewalahan mengikuti kecepatan tinggi Tian Zhi dan Bocah Tua, mereka berdua segera berubah arah agar bisa menyusul Tian Zhi dan menyelamatkannya dari belakang. Mereka tahu jika Tian Zhi tidak ingin merusak infrastruktur penting Kota Qingshan.
Bocah Tua terkejut melihat Tian Zhi tidak terkena serangannya, dia terus melepaskan pukulan jarak jauh dan berharap bocah yang menyebalkan itu terjungkal. Namun Tian Zhi dengan mudah menghindari setiap serangan.
"Bocah, berhenti!!" teriakan Bocah Tua yang kesal serangannya tidak mengenai sasaran.
Ejekan Tian Zhi jelas membuat Bocah Tua marah dan kembali melepaskan pukulan jarak jauh bertubi-tubi. Rentetan ledakan ketika pukulan energi menghancurkan yang dilewati.
Akan tetapi, Tian Zhi tiba-tiba menghilang saat tubuhnya tertutup asap tebal dampak dari pukulan berenergi yang mengenai tanah dan pepohonan.
Bocah Tua itu berhenti dan memeriksa sekitarnya untuk mencari keberadaan Tian Zhi yang bersembunyi, lalu setelah beberapa saat tidak menemukannya, dia berteriak dengan lantang, "bocah, keluar kamu... Jangan menjadi pengecut!?"
"Jika aku muncul, kamu harus bersiap-siap untuk merasakan rasa sakit!"
Suara Tian Zhi terdengar dibenak Bocah Tua, dia segera membalikkan badan dan tercengang melihat sepuluh ribu Tubuh Ganda yang kedua tangannya telah berkumpul energi spiritual.
Bocah Tua itu mundur untuk menjaga jarak, terlihat diwajahnya yang ketakutan, sebab sepuluh ribu Tubuh Ganda memiliki kekuatan Sang Void level sepuluh. Walaupun dirinya memiliki kekuatan Sang Void level tiga puluh, untuk menghadapi sepuluh ribu Tubuh Ganda bukanlah hal yang mudah, dan mustahil bisa dikalahkannya.
Tubuh Ganda memiliki kekuatan Sang Void level sepuluh, dikarenakan Tian Zhi memiliki kekuatan Sang Void level dua puluh, dia mampu mencapai level itu setelah menyerap Energi Yin murni dari banyak wanitanya, yang kini menjadi Pasukan Phoenix. Dan itupun masih banyak Pasukan Phoenix yang belum berkultivasi ganda dengan Tian Zhi.
Zhi Yinping, Qing Huan, Duke Qing Fei dan semua orang yang melihatnya jelas tercengang dengan kemunculan sepuluh ribu Tubuh Ganda, yang paling mengejutkan wajah-wajah mereka kembar dan sulit dibedakan mana Tian Zhi yang asli.
"Master Tian sangat mengerikan! Dia bisa saja menguasai Alam Mahadewa dengan mudah jika berniat!" gumam Duke Qing Fei dengan tubuhnya yang sedikit gemetaran.
__ADS_1
Qing Huan yang mendengar gumaman ayahnya tersenyum tipis, dia terlihat bangga dengan kemampuan Tian Zhi yang telah membuat ayahnya kagum.
Berbeda dengan Zhi Yinping, dia terlihat serius melihat kemampuan Tian Zhi yang mampu menggandakan tubuhnya, namun keseriusannya berubah menjadi seringai serigala yang menemukan mangsa.
"Jika dia kembali ... Aku yakin dia akan membuat kekacauan di Klan Zhi!" batin Zhi Yinping dan melihat sepuluh ribu Tubuh Ganda segera mengepung Bocah Tua itu dan tidak ada tempat untuk melarikan diri.
"Hahaha!!" Bocah Tua itu tiba-tiba tertawa dan mengeluarkan kendi berwarna kuning.
Tian Zhi yang melihatnya sedikit terkejut, sebab kendi itu bukan berisi arak maupun air, melainkan sebuah Artefak yang mampu menghisap tubuh seseorang. Setelah targetnya masuk kedalam kendi, secara otomatis kendi akan mengekstraknya dan dijadikan cairan yang mampu meningkatkan kekuatan.
"Beruntung aku bertemu denganmu! Kendi ini adalah Artefak Bintang Empat tahap rendah, dimana kemampuannya untuk mengekstrak apapun yang dihisapnya. Ini aku beri nama Kendi Arak Ilahi," kata Bocah Tua itu yang ternyata tidak takut seperti sesaat yang lalu.
Mengetahui kehebatan Kendi Arak Ilahi, Tian Zhi bukannya takut atau segera kabur, malah dia berniat untuk memilikinya. Kemudian, sepuluh ribu Tubuh Ganda terbang memutari Bocah Tua dan secara bersamaan melepaskan pukulan jarak jauh.
Bocah Tua segera membuka penutup Kendi Arak Ilahi, lalu mengarahkan moncong kendi sebelum serangan Tubuh Ganda mengenainya. Serangan Tubuh Ganda masuk ke dalam kendi dan suara "Bang... Bang!" terdengar di dalamnya.
Boom... Boom...
Sayangnya, serangan dari segala penjuru tidak semuanya terhisap ke dalam kendi, ledakan terdengar keras ketika sebagian serangan dari belakang mengenai tubuh si Bocah Tua. Beruntung si Bocah Tua segera membuat perisai energi spiritual, dan saat benturan tubuhnya hanya mengalami guncangan.
Daya hisap Kendi Arak Ilahi makin kuat dan membuat sebagian Tubuh Ganda terhisap.
Bhush... Bhush...
Tiba-tiba Tubuh Ganda yang terhisap menguap menjadi asap sebelum masuk ke dalam moncong Kendi Arak Ilahi.
"Apa!! Mustahil... Apa ini ilusi!!" pekik si Bocah Tua yang syok Tubuh Ganda menjadi asap, dia menebak jika apa yang dilihatnya hanyalah ilusi.
Namun yang membuatnya kebingungan, bagaimana mungkin jika ilusi mampu mengeluarkan aura kekuatan Sang Void dan juga mengeluarkan serangan yang nyata, nyatanya dia merasakan sakit ketika perisai energi berbenturan dengan serangan dari Tubuh Ganda.
Sambil berpikir, Bocah Tua menghindari banyaknya serangan dari belakang dan Kendi Arak Ilahi terus menghisap setiap serangan dari depan. Disaat sibuk menghindar, Bocah Tua itu terkejut melihat cuaca yang tiba-tiba mendung dan awan hitam dari segala penjuru berdatangan dengan cepat.
Awan hitam berkumpul di atas kepala si Bocah Tua, lalu awan hitam itu mengeluarkan serat-serat petir dan udara panas.
"Api Suci Petir Asyura!!" pekik si Bocah Tua yang mengetahui jenis badai apa yang tiba-tiba muncul.
Boom... Boom
"Arghh!!" teriakan si Bocah Tua yang lengah sedikit dan langsung diserang oleh Tubuh Ganda, perisai energi spiritual hancur berkeping-keping dan tubuhnya pun terjatuh, lalu Kendi Arak Ilahi terlepas dari genggaman.
Setelah si Bocah Tua menghantam tebing yang dekat dengan Gunung Lengshan, Api Suci Petir Asyura pun menyerang dengan ganas. Kemudian salah satunya Tubuh Ganda mengambil Kendi Arak Ilahi dan segera mundur untuk kembali ke tubuh aslinya, dimana Tian Zhi yang berada di puncak Gunung Lengshan.
__ADS_1
"Bocah, lihat saja pembalasan ku!?" ancam si Bocah Tua dan buru-buru melarikan dengan tubuh mengenaskan, dia kabur dengan memecahkan token giok teleportasi.
Tian Zhi tersenyum melihat Bocah Tua yang kabur dan sengaja tidak mengejarnya. Kemudian, cuaca kembali normal setelah Tian Zhi tidak menggunakan elemen Api Suci Petir Asyura, Tubuh Ganda juga berubah menjadi asap. Kini hanya menyisakan kerusakan pada hutan dan Gunung Lengshan.