
Chapter 147. Persaingan Wanita.
Sesampainya di istana, Tian Zhi dan kekasihnya dipersilahkan duduk. Pelayan istana segera keluar dengan membawa hidangan sederhana untuk menjamu tamu. Sedangkan He Hua dan Miao Jiang melihat Li Jiancheng yang selalu memperhatikan Tian Zhi menjadi risih.
"Kata Jenderal Utara Yun, Tuan Muda mencari sesuatu, kalau boleh tahu apa itu?" tanya Raja Li membuka obrolan.
Tidak hanya Raja Li yang penasaran tapi semua orang juga sama. Seseorang sekuat Tian Zhi dan kekasihnya jarang mendatangi tempat yang dianggap miskin energi, kedatangan mereka pasti ada sesuatu yang menarik perhatian.
"Aku mencari batu yang unik, warnanya kuning dan mengeluarkan energi. Apakah Raja Li pernah melihatnya?" jawab Tian Zhi dan bertanya setelahnya.
Raja Li dan semua orang berusaha mengingat. Batu yang diinginkan oleh Tian Zhi ciri-cirinya mirip dengan Batu Roh dan Batu Mistik tapi warnanya yang berbeda. Apa yang Tian Zhi cari adalah Solar Plexus Stone.
"Tuan Muda, jenis batu apa itu?" tanya Raja Li yang memang tidak tahu.
Tian Zhi yang ditanya jelas kebingungan, sebab dia sendiri tidak tahu, dia hanya tahu kemampuannya dan juga warna. Walaupun tahu kemampuan Batu Keabadian, Tian Zhi masih tidak banyak memahaminya.
Tian Zhi ingin mengatakan jika apa yang dia cari adalah Batu Keabadian, tapi khawatir akan memicu keserakahan mereka dan tidak akan memberitahukan kepadanya jika memiliki. Tian Zhi berusaha berpikir untuk menjawab.
"Jujur saja aku tidak tahu! Guruku mengatakan untuk mencari batu berwarna kuning yang mengeluarkan energi aneh. Kata beliau, batu tersebut berada di Benua Venus!" jawab Tian Zhi yang mengarang cerita, "tidak hanya batu berwarna kuning, ada juga berwarna hijau, biru muda, dan warna putih. Tapi bukan seperti Batu Roh maupun Batu Mistik." lanjutnya, sambil melihat cincin dimensinya, tapi tidak menunjukkan respon jika di tempat ini menyimpan salah satu Batu keabadian.
Kembali Raja Li berpikir, lalu dia mengambil cangkir berisi teh hangat dan minumannya. Disaat semua orang berpikir, Li Jiancheng tersenyum manis kepada Tian Zhi, dan makin membuat He Hua serta Miao Jiang risih.
"Tuan Muda, aku pernah melihat sesuatu yang mengeluarkan cahaya kuning di wilayah Benua Tengah. Waktu itu malam hari dan ada bulan yang menerangi," kata Li Jiancheng.
Semua orang menatap Li Jiancheng dan melihat ke arah Tian Tian lagi, lalu mereka mengangguk sebagai tanda jika pernah melihat juga. Tian Zhi dan kekasihnya langsung bertukar pandangan.
"Apa batu itu yang memanggil kita?" tanya Miao Jiang yang menebak.
"Mungkin, lebih baik kita segera ke sana untuk memeriksanya!" sahut Tian Zhi lalu melihat Li Jiancheng, "apakah Tuan Putri mau mengantar kita ke sana?" tanya Tian Zhi kepada Li Jiancheng dengan sopan.
Seketika Li Jiancheng menelan salivanya, karena ingin mencari perhatian dari Tian Tian mengharuskannya untuk terlibat. Dia menarik nafas dan berusaha berpikir, setelah beberapa saat Li Jiancheng menjawab, "Tuan Muda, wilayah Tengah sangat berbahaya, aku khawatir ... "
Dengan enggan Li Jiancheng tidak melanjutkan ucapannya, sebab dia khawatir ketakutannya akan menjadi nyata.
"Jangan khawatir, keselamatanmu aku jamin 100% aman. Aku juga akan mengabulkan permintaanmu jika mau menunjukkan arahnya!" janji Tian Tian dengan percaya diri.
Tapi He Hua dan Miao Jiang yang duduk mengapitnya langsung mencubit pinggang Tian Tian, mereka tidak mau kekasihnya memberikan janji kepada wanita lagi.
Kedua mata Li Jiancheng seketika berbinar-binar, "baiklah, aku akan antar Tuan Muda. Kapan kita berangkat ...," kata Li Jiancheng dengan penuh semangat, tiba-tiba dia teringat, "oh iya... Banyak orang yang melihat di pusat wilayah Barat juga sering mengeluarkan cahaya berwarna Hijau di malam hari, kita pikir itu akibat pantulan cahaya bulan ke danau ... Apakah kita tidak kesana terlebih dahulu?" lanjutnya.
Li Jiancheng menjadi bersemangat karena janji Tian Zhi yang akan mengabulkan permintaannya, dia langsung menjawab ketika melihat respon dua bidadari yang mencubit.
__ADS_1
Jelas Tian Zhi makin senang dengan berita ini, tapi dia segera meralat ucapannya, "sekarang, jika Tuan Putri tidak ada urusan lain. Jika benar cahaya itu apa yang aku cari, maka permintaan apapun aku kabulkan, asal tidak melewati batas toleransi dan kemampuan ku."
Tian Zhi bernafas lega karena hampir saja dicubit lagi oleh kekasihnya. Demikian juga dengan Miao Jiang dan He Hua, mereka tersenyum dan mengangguk kepada Li Jiancheng sebagai tanda ucapan kekasihnya bisa dipercayai.
Kelakuan satu pria dan tiga wanita jelas diperhatikan oleh Raja Li dan semua orang. Berhubungan Tian Tian kuat, tidak ada yang berkomentar maupun tertawa. Tapi di hati Raja Li, dia sangat senang jika putri bisa menjadi bagian dari keluarga Tian Zhi.
Sedangkan putra-putra Raja Li tidak melepaskan pandangannya kepada dua bidadari, tampak jelas mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi mereka tahu diri, tidak mungkin bisa bersaing dengan Tian Zhi.
"Tapi kita ke wilayah Barat dulu, ya!" pinta Li Jiancheng dengan nada sedikit genit.
He Hua dan Miao Jiang mengepalkan tangannya, mereka sangat gemas melihat Li Jiancheng yang berusaha menarik simpati kekasihnya, mereka tidak ingin kejadian di Dunia Wanita terulang lagi.
Li Jiancheng memang cantik walaupun masih sedikit dibawah He Hua dan Miao Jiang. Tinggi badan 177 cm, Miao Jiang melihat ukuran dada Li Jiancheng sama seperti miliknya, 36B. Rambut panjang berwarna hitam, pakaiannya berwarna ungu dan usianya masih sangat muda, baru 23 tahun, kulit putih dan halus, memang layak jika menjadi seorang putri kerajaan.
"Tidak masalah. Kapan kita berangkat?" tanya Tian Zhi dengan tidak sabaran.
"Tuan Muda, lebih baik besok saja untuk mencari batu. Hari ini saya ingin menjamu Anda dan semua orang!" sela Raja Li, dia sebenarnya ingin mengenal lebih dekat sosok pria jenius dari Alam Keabadian, dan juga memberikan kesempatan putri-putrinya untuk lebih dekat dengan Tian Zhi.
Tian Tian melihat kekasihnya dan hanya di anggukan tanda setujui, He Hua juga perlu menjalin hubungan bilateral dan multilateral dengan banyak kerajaan untuk mendapatkan dukungan saat mendirikan kekaisaran.
"Tuan Muda, mari kita pindah tempat yang lebih nyaman!" ajak Raja Li dengan berdiri dari singgasananya dan diikuti oleh semua orang.
Tian Zhi mengikuti Raja Li. He Hua dan Miao Jiang langsung memeluk lengan Tian Zhi saat Li Jiancheng ingin mendekatinya. Namun Tian Zhi berhenti dan melihat ayah Wang bersaudara. Lalu dia mengeluarkan cincin dimensi tingkat rendah yang berisi Batu Roh dan beberapa pil kultivasi.
"Anggap saja ini untuk menjalin hubungan kita," kata Tian Tian dengan memberikan cincin dimensi kepada ayah Wang bersaudara.
Dengan senang hati ayah Wang bersaudara yang bernama Wang Lee menerimanya, lalu dia tersenyum lebar. Kembali Tian Zhi mengikuti Raja Li bersama kekasihnya.
Setelah Wang Lee diberi cincin dimensi, banyak orang yang tampak iri, dan berharap putra atau putrinya bisa dekat dengan Tian Zhi, jikalau bisa berharap Tian Zhi membunuh putranya demi sumberdaya.
Tian Zhi mengikuti Raja Li menuju ke taman kerajaan, dan Raja Li berbicara, "ini adalah Taman Merak. Biasanya tempat keluarga dan rekan untuk mencari ide serta solusi."
Sesuai namanya, Taman Merak dihuni banyak burung merak dan juga berbagai macam jenis bunga warna-warni yang mengeluarkan aroma terapi. Saat menghirup aroma wangi bunga, hati dan pikiran menjadi tenang.
Ternyata pelayan istana sudah mempersiapkan jamuan. Banyak di meja makanan dan minuman terbaik di Benua Venus telah disajikan.
Akhirnya semua orang menyantap hidangan yang disajikan. Tian Zhi dan kekasihnya tampak puas merasakan masakan yang lezat.
"Yang Mulia, apa tujuan Kerajaan Wei ingin menguasai wilayah ini?" tanya Tian Zhi setelah makan banyak hidangan, dia bertanya sekedar basa-basi.
__ADS_1
Raja Li menghela nafas panjang, lalu menjawab, "peperangan pada umumnya demi sumberdaya. Semakin luas wilayahnya semakin banyak sumberdaya alam yang didapatkan. Sejujurnya, apa yang Tuan Muda cari juga diinginkan oleh Raja Wei, dia pikir di wilayah ini tersembunyi batu itu. Aku dan semua orang tidak tahu menahu tentang Batu Keabadian, namun Raja Wei tetap bersikeras jika wilayah ini menyimpan batu itu dan takut untuk mencari di wilayah Tengah...,"
"Kalau boleh tahu, apa kelebihan batu kuning dan yang lainnya?" sambung Raja Li.
Tian Zhi yang sudah mengetahui pertanyaan ini akan terlontar, dia menjawab "ini sebenarnya batu biasa bagi orang lain, namun akan berbeda jika yang menangani seorang ahli pandai besi. Batu berwarna ini bisa membantu meningkatkan persenjataan sesuai elemen...,"
Tian Zhi tidak melanjutkan ucapannya, sebab dari situ saja semua orang sudah tahu kelanjutannya, apalagi kekasihnya kembali memeluk lengannya ketika Li Jiancheng ingin mendekati, dia sedikit risih dengan kelakuan kekasihnya yang sedikit berlebihan.
Sebenarnya Tian Zhi berbohong, tapi kebohongannya masih masuk akal. Banyak batu yang terbentuk dari logam mulia dan biasanya oleh ahli pandai besi digunakan untuk meningkatkan senjata maupun membuat perhiasan yang mewah.
Beberapa bahan contoh batu yang sering digunakan untuk meningkatkan persenjataan adalah Besi Tempa, Kristal Hitam, Giok kasar, Giok Naga dan lain sebagainya. Ingin meningkatkan sesuai atribut elemen, maka harus mencari batu berwarna, misalkan batu yang mengandung unsur api pasti warnanya merah, unsur air warna umum biru...
Tapi aneh juga bagi Raja Li dan semua orang, jika Tian Zhi yang memiliki kekuatan Dewa Absolute harus turun tangan hanya untuk mencari batu. Tapi tidak ada yang bertanya, sebab khawatir akan menyinggung perasaan Tian Zhi, apalagi Tian Zhi juga mendapatkan tugas dari gurunya. Sayangnya mereka dibohongi oleh Tian Zhi.
"Apakah Raja Wei sudah mendapatkan apa yang kita inginkan?" tanya Tian Zhi.
"Maaf Tuan Muda, saya tidak mengetahuinya... Kemungkinan belum, sebab cahaya itu masih sering keluar jika ada bulan. Kebetulan saat ini pertengahan bulan, biasanya cahaya kuning dan hijau akan terlihat darimana-pun dalam beberapa hari!" jawab Raja Li.
Tian Zhi mengangguk paham dan tidak sabar menunggu malam tiba dan tinggal waktu empat dupa, Tian Zhi berharap jika cahaya itu adalah Batu Keabadian.
He Hua dan Miao Jiang sibuk dengan Li Jiancheng yang selalu saja mendekati kekasihnya, aksi ketiga wanitanya itu membuat Tian Zhi yang risih menjadi ingin tertawa.
Lalu datang beberapa wanita lain, Tian Zhi menduga mereka adalah permaisuri dan beberapa putri Kerajaan Li, kecantikan dewasa dan muda membuat mata segar bagi pria manapun. Ternyata Raja Li memiliki empat permaisuri dan sepuluh selir, sedangkan putrinya selain Li Jiancheng ada dua belas wanita muda.
He Hua dan Miao Jiang menghela nafas berat saat melihat banyak wanita menatap kekasihnya, mereka makin memeluk erat lengan Tian Tian.
"Awas matamu!" ancam He Hua kepada Tian Zhi dengan komunikasi yg telepati.
Tian Zhi geleng-geleng dan membalas ucapan kekasihnya dengan rayuan, "mereka bukan wanita yang perlu dikhawatirkan, karena kalian adalah wanita yang unik dan kecantikan diatas mereka. Kalian berdua adalah ratuku dan mereka hanyalah sekelas selir."
Tersenyumlah He Hua dan Miao Jiang saat Tian Zhi memberikan penilaiannya. Senyuman dua bidadari membuat semua pria yang melihat tidak berkedip. Li Jiancheng melihat senyuman pesaingnya, dia juga ikut tersenyum, jelas dia tidak mau kalah dengan dua bidadari, lalu makin mendekati Tian Zhi.
"Apakah kalian sudah menikah?" tanya Li Jiancheng.
Seketika He Hua dan Miao Jiang melotot, pertanyaan Li bisa dianggap tidak sopan. Sebelum keadaan memanas, Tian Zhi buru-buru berbicara, "tentu kita sudah menikah, guru kita adalah walinya."
Ucapan Tian Zhi jelas berbohong dan membuat kekasihnya sedikit senang, tapi masih saja menatap tajam ke arah Li Jiancheng. Raja Li geleng-geleng melihat putrinya yang berniat memprovokasi, dia hafal betul dengan karakter putrinya yang tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang diinginkannya.
Raja Li segera memperkenalkan semua istri dan putrinya kepada Tian Zhi. Dari semua wanita, Tian Zhi hanya tertarik dengan dua permaisuri dan tiga putrinya termasuk Li Jiancheng, menurutnya mereka memiliki tubuh padat berisi dan keunikan yang juga berbeda-beda.
Dengan senyum ramah Tian Zhi juga memperkenalkan dirinya. Demikian juga dengan Miao Jiang dan He Hua, tapi sorot mata mereka berdua tidak bersahabat dengan semua wanita.
__ADS_1