
Chapter 162. Lawan Kuat!
Lalu Meyleen mengikuti yang dikatakan Tian Zhi dengan membuka bibirnya. Lalu Tian Zhi mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir Meyleen untuk praktek langsung.
Tian Zhi menjulurkan lidahnya masuk ke dalam mulut Meyleen. Meyleen pun mengikuti apa yang dilakukan oleh Tian Zhi. Segala yang Tian Zhi lakukan oleh Meyleen diikuti, hingga mereka berdua telah melepaskan pakaiannya.
Selama itu, Tian Zhi keheranan mengetahui Meyleen sedikit terpengaruhi oleh aroma feromon afrodisiak, padahal dia sudah mengeluarkan secara maksimal; hanya wajahnya memerah dan berkeringat, lembah surganya yang sedikit basah. Dan nafas Meyleen tetap stabil tidak seperti wanita yang pernah ditemui. Bahkan tiga ratu Dunia Wanita yang memiliki kekuatan jauh di atas Meyleen saja terpengaruh oleh aroma feromon afrodisiak.
"Masa bodoh!" batin Tian Zhi menepis pikirannya yang berkecamuk di hati, dia akan melangkah lebih jauh untuk membuktikan jika Meyleen bukan boneka.
Tian Zhi menggendong Meyleen tanpa melepaskan ciuman, lalu menuju ke tempat tidurnya. Tian Zhi melepaskan ciuman untuk membaringkan Meyleen di kasur. Tapi Meyleen tidak mau melepaskan ciuman dan memburu bibir Tian Zhi.
Tian Zhi tersenyum dalam hati melihat reaksi Meyleen yang mulai terbawa naluri kewanitaannya. Meyleen yang masih teringat gaya He Hua yang berada di atas tubuh Tian Zhi saat berhubungan intim, dia menggulingkan tubuh Tian Zhi dengan dia berada di atas. Lalu meraih tongkat Tian Zhi yang telah berdiri sempurna.
Meyleen penasaran kenapa He Hua dan Miao Jiang tidak kesakitan saat dimasuki tongkat besar dan panjang milik Tian Zhi. Lalu dia melakukan sesuai apa yang dilihatnya, menggesek kepala tongkat di bibir lembah surganya yang sedikit basah. Meyleen merasakan sensasi yang berbeda dari berciuman saat kepala tongkat menyentuh lembah surganya, kali ini rasanya lebih nikmat.
Dengan tidak sabaran setelah menggesek kepala tongkat, Meyleen membenamkan kepala tongkat dengan tergesa-gesa. Namun Tian Zhi yang tidak ingin membuat Meyleen kesakitan untuk pertama kali, dia menahan pinggul Meyleen.
"Lakukan secara perlahan-lahan," pinta Tian Zhi kepada Meyleen.
Meyleen mengikuti arahan Tian Zhi, dia menurun tubuhnya dengan perlahan. Disaat kepala tongkat membelah lembah surganya, Meyleen merasakan sensasi yang lebih nikmat lagi dari sebelumnya.
Meyleen terus membenamkan kepala tongkat hingga berhenti ketika selaput daranya tersentuh. Lalu dia melihat Tian Zhi.
"Hanya sedikit sakit, setelah itu kamu rasa sakit akan berganti nikmat...," kata Tian Zhi, lalu dia duduk sambil mencium Meyleen, tangan kanan memegang buah kenyal yang kiri dengan memberikan tekanan yang lembut, dan tangan kiri membantu Meyleen untuk mengatur ritme tekanan pantatnya.
"Hmm!"
Akhirnya Meyleen telah kehilangan kesuciannya, dia hanya merasakan sedikit sakit seperti tergigit semut. Sesudah itu, Meyleen merasakan nikmatnya surga dunia, dia dengan gencar naik turun tanpa perduli Tian Zhi yang selalu memperhatikannya.
"Memang bukan boneka... Hanya kurangnya pengetahuan tentang hubungan ... Energi Yin miliknya sama seperti yang lainnya," gumam Tian Zhi yang akhirnya perasaan buruk tentang Meyleen tidak terbukti, nyatanya Meyleen seperti wanita lainnya yang mampu mengeluarkan energi Yin yang dia butuhkan.
Tian Zhi sengaja pasif, hanya menonton Meyleen menikmati dirinya sendiri. Dia akan selalu diam sampai Meyleen kelelahan dan menyerah, setelah itu baru dia bergerak. Setiap kali Meyleen menyemburkan air surganya, Tian Zhi selalu menyerap energi Yin hingga dantian mulai bergejolak.
"Lumayan mendapatkan energi Yin murni sehingga aku bisa naik satu level...," Tian Zhi membatin.
Dia akan menerobos sebentar lagi setelah beberapa kali berhubungan intim dengan menyerap energi Yin dari tiga wanita. Memang lambat daripada berkultivasi ganda dengan tiga ratu Dunia Wanita.
Setelah Meyleen delapan kali mencapai puncak, dia telah kelelahan dan ambruk di dada bidang Tian Zhi. Terlihat wajahnya sangat bahagia, berbeda dari sebelumnya yang selalu menampilkan wajah dingin.
__ADS_1
"Bagaimana rasanya?" tanya Tian Zhi, dia merasakan nafas Meyleen terengah-engah.
"Luar biasa... Tunggu aku istirahat, setelah pulih aku ingin mencoba seperti mereka berdua...," jawab Meyleen yang belum menyerah, dia ingin mencoba berbagai gaya hubungan intim seperti He Hua dan Miao Jiang.
Tian Zhi tertawa ringan setelah Meyleen berbicara tanpa malu, seakan-akan yang barusan dilakukannya adalah hal sepele. Dia membalikkan tubuh Meyleen dan kini sudah berada di atasnya tanpa melepaskan tongkat.
"Apakah sakit?" tanya Tian Zhi.
"Enak! Ayo gerakan pinggul mu!" jawab Meyleen dengan nada datar, dia ingin merasakan gaya standard terlebih dahulu.
Tian Zhi sekali lagi tertawa ringan, dengan segera dia menghentakkan pinggulnya sangat keras dan cepat...
...****************...
Di luar Balai Kota Beladiri, sudah banyak peserta yang telah selesai di data ulang dan telah lulus seleksi. Selain itu yang menarik perhatian, Mu Bingyun dan Jun Mei Lin menghampiri sesama rekannya yang baru datang dengan menggunakan kapal angkasa Black Hole Akademi.
Murid-murid Akademi Black Hole berjumlah dua puluh orang dengan seragam yang sama, hanya satu murid yang memakai pakaian berbeda, dia menutup tubuh dan kepala dengan jubah putih yang masih berada di dalam kapal angkasa dan tidak segera turun.
Lalu ada dua orang wanita yang memiliki tanduk Naga, mereka berdua menjadi Wali Pelindung murid-murid Black Hole Akademi. Kedua Wali Pelindung itu adalah Seng Qiao dan Seng Huaran, mereka kakak dan adik dari Ras Naga, orang kepercayaan Dewi Cahaya.
"Kakak, kenapa kalian lama datangnya, kita sempat bentrok dengan mantan murid guru!" Mu Bingyun mengadu kepada Seng Qiao dan Seng Huaran saat baru turun dari kapal angkasa, dia sangat manja dengan menggoyangkan tangan Seng Qiao.
Di kejauhan, Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao langsung kabur, mereka bertiga jelas tidak berani berhadapan dengan Wali Pelindung Akademi Black Hole.
Seng Qiao dan Seng Huaran tersenyum, lalu Seng Huaran berkata, "selesaikan masalah pribadi saat kalian mengikuti kompetisi." suara Seng Huaran begitu lembut dan menenangkan hati semua murid.
"Senior, apakah bebas membunuh saat mengikuti kompetisi?" tanya salah satu murid pria dengan semangat.
"Semua peserta tidak akan bisa saling membunuh, karena di tempat kompetisi ada Formasi Pelindung bagi peserta yang akan terbunuh...," jawab Seng Qiao.
Memang kompetisi Duel Sage dilarang saling membunuh, jika ada peserta yang bertarung akan terbunuh, secara otomatis Formasi Pelindung akan mengeluarkan peserta tersebut dari kompetisi saat akan terbunuh, dan dinyatakan gagal dalam kompetisi.
Berbeda dengan kompetisi Asyura Path yang brutal dan bebas saling membunuh, dikarenakan kekuatan di bawah Dewa Matahari sangatlah banyak. Sedangkan kekuatan diatas Dewa Matahari sangat sedikit dan yang pasti akan dirawat dengan baik.
Semua murid menghela nafas tidak bisa membunuh peserta lain, dan berlanjut saling berbicara dengan riang.
"Kak, ada satu peserta wanita yang sangat kuat, dia berada di tingkat Dewa Absolute level 50. Sulit jika kita ingin juara pertama. Lalu ada satu pria yang juga kuat, dia berada di tingkat Dewa Absolute level 18," kata Jun Mei Lin yang mengadu kepada Wali Pelindung.
Sontak semua murid kaget dan melihat Wali Pelindung. Seng Qiao dan Seng Huaran menghela nafas berat, lalu tersenyum misterius.
__ADS_1
"Bagus untuk mengasah kemampuan kalian jika memiliki lawan kuat. Agar kalian mampu menjadi juara ... Nanti yang memimpin group kalian adalah...!" jawab Seng Huaran dan berhenti berbicara, dia sebenarnya sudah tahu jika Meyleen akan mengikuti kompetisi Duel Sage.
Semua murid menjadi penasaran. Lalu murid yang berada di dalam kapal angkasa segera turun, dia membuka penutup kepala. Semua murid melihatnya. "Zhu Rong!" Seruan semua murid saat tahu siapa yang akan menjadi pemimpin group dalam kompetisi.
Zhu Rong adalah murid wanita paling berbakat, cantik dan tidak kalah dengan Meyleen, He Hua dan Miao Jiang, kekuatannya setara dengan Meyleen yang berada di tingkat Dewa Absolute level 50.
Disaat Mu Bingyun dan Jun Mei Lin mengobrol dengan sesama anggota Akademi Black Hole dengan riang, datang Master Jin dengan tergesa-gesa untuk menyambut mereka secara pribadi. Status Akademik Black Hole sangat disegani di Alam Semesta Aurora, karena itu Master Jin tidak ingin mengecewakan Wali Pelindung.
"Selamat datang!" sapa Master Jin sambil menangkupkan kedua tangannya.
Seng Qiao dan Seng Huaran membalas sapaan Master Jin, lalu mengobrol sejenak. Kemudian, Master Jin mengajak Wali Pelindung dan murid-murid menuju Balai Kota Beladiri.
Master Jin tersenyum sesaat melihat kekuatan murid-murid Akademi Black Hole yang rata-rata terendah di tingkat Sang Mahadewa, tertinggi ada dua wanita selain Zhu Rong, mereka juga bersahabat dengan Mu Bingyun dan Jun Mei Lin. Kedua murid wanita itu adalah Xu Jiao dan Piaoliang, kekuatannya berada di tingkat Dewa Absolute level 12.
Sedangkan kekuatan Wali Pelindung berada di atas Master Jin, terpaut dua level, Dewa Absolute level 82.
...****************...
Di kamar Meyleen, Tian Zhi akhirnya sukses membuat Meyleen kelelahan, setelah lebih dari dua puluh kali menyemburkan air surganya. Meyleen tergeletak lemas, dia selalu menatap wajah Tian Zhi seperti biasanya, tanpa ekspresi, lalu melihat kearah depan dengan pandangan kosong.
"Apakah kamu menikmatinya?" tanya Tian Zhi sambil menggerakkan tongkatnya lagi, karena Meyleen belum berkata menyerah.
Tian Zhi berada di belakang Meyleen dengan tongkatnya yang masih berada di dalam lembah surga. Sedangkan kaki kiri Meyleen terangkat dengan bertumpu pada paha kiri Tian Zhi. Tangan kanan Tian Zhi sebagai tumpuan kepala Meyleen, sedangkan tangan kiri memainkan biji buah kenyal kanan Meyleen.
"Berhenti, jangan bergerak, biarkan aku istirahat dulu!!" pinta Meyleen dengan nada yang tidak pernah berubah walaupun sudah dibuat kewalahan. Tian Zhi pun berhenti menggerakkan tongkatnya.
"Aku suka. Kamu harus menjadi milikku. Tidak boleh ada wanita lain selain aku!" sambungnya, dan menegaskan jika Tian Zhi adalah miliknya.
"Tidak bisa begitu, kan aku sudah memiliki kekasih! Jika kamu menjadi bagian hidupku, maka harus akur dengan kekasihku!" tutur halus Tian Zhi kepada Meyleen, dia menggerakkan lagi tongkatnya.
Meyleen terdiam, lalu mengangguk saja. Tian Zhi menghela nafas panjang, lalu disaat akan menggerakkan tongkatnya dengan keras, dia mendengar suara banyak orang yang memasuki Balai Kota Beladiri.
Tian Zhi dan Meyleen membuka Mata Dewa. Mereka berdua melihat Master Jin, dua Wali Pelindung, Mu Bingyun, Jun Mei Lin, Zhu Rong dan semua murid sedang berada di ruang tamu.
"Mereka sangat kuat!" seruan Tian Zhi melihat kekuatan Wali Pelindung dan murid Akademi Black Hole.
"Lemah!" sahut Meyleen yang tidak menganggap mereka kuat.
Tian Zhi segera duduk dan menatap Meyleen, hingga tongkatnya keluar dari lembah surga milik Meyleen, "apakah kamu bisa melawan mereka?" tanya Tian Zhi yang perasaannya mengatakan, jika Meyleen menyimpan kekuatan yang sebenarnya dengan meremehkan mereka.
__ADS_1
"Mudah. Aku akan melindungimu!" jawab Meyleen dengan menarik lengan Tian Zhi dan mencium bibirnya...