Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 267. Memisahkan Lawan.


__ADS_3

Chapter 267. Memisahkan Lawan.


Tian Zhi muncul diatas tembok pertahanan kota, dia sengaja menampakkan diri agar musuh selalu terfokus kepadanya. Dia melihat ketiga jenderalnya yang sedang duduk sambil memakan daging Gurita dan kepiting.


Tian Zhi akhirnya ikut bergabung dengan ketiga jenderalnya dan beberapa kultivator sewaan, dia melihat Qing Guozhi dan semua pendukungnya masih terus berusaha menghancurkan Formasi Perlindungan.


Qing Guozhi makin marah melihat targetnya seakan-akan sedang mengejek, dimana Tian Zhi makan daging Gurita dengan lahap. Siapapun pasti akan marah seperti Qing Guozhi, hartanya sudah dijarah dan melihat pelaku sangat menikmati hidup.


Suara benturan keras membuat yang mendengarnya menjadi terbiasa. Sebagian penduduk yang mengungsikan telah kembali ke kota dan melihat dua pasukan dan pemimpin masih terus sekuat tenaga menghancurkan Formasi.


Karena bosan, banyak penduduk beristirahat di rumah masing-masing, mereka tidak khawatir jika tidak bisa keluar dari wilayah Kota Jalur Sutra, sebab segala kebutuhan pokok tersedia dan cukup untuk bertahan hidup selama satu tahun, apalagi masih ada hasil dari pertanian dan perkebunan.


Guang Zhou dan Pasukan Phoenix baru tiba dan melihat situasi kota yang akan dikepung oleh pasukan musuh. Buru-buru kapal angkasa masuk ke dalam formasi perlindungan.


Tian Zhi menyambut kedatangan Guang Zhou dan Pasukan Phoenix, lalu meminta mereka untuk bersantai saja, sebab dia secara pribadi yang mengawasi musuhnya.


Kemudian Tian Zhi mengeluarkan Siput Penghantar Suara untuk berkomunikasi dengan Jiang Chen Mei. "Bagaimana perkembangan di Alam Keabadian?" tanyanya.


Jiang Chen Mei segera membalas pesannya.


"Memuaskan! Mayat hidup sudah bertambah banyak, sekarang telah mencapai angka satu juta lebih mayat hidup dan menyebar untuk mengepung wilayah Istana Surgawi. Kapan kamu menemui ku?"


Mendengar suara Jiang Chen Mei yang bernada genit, ingin rasanya segera menemuinya, sayangnya situasi tidak mendukung di Kota Jalur Sutra.


Tian Zhi segera membalas pesan suara Jiang Chen Mei. "Jika mayat hidup semakin bertambah banyak, kuasai juga seluruh Alam keabadian dan jangan buat semua orang hidup dalam ketenangan selama Wei Yan tidak muncul. Setelah semua urusan ku disini beres, aku akan segera menemui mu."


Tian Zhi menyimpan Siput Penghantar Suara dan berjalan menuju ke dermaga untuk berbicara kepada musuhnya, ketiga jenderal mengikuti pemimpinnya. Saat berada di pinggir jembatan dermaga, Tian Zhi mengembangkan senyuman.


"Kalian datang ke sini untuk untuk menangkap ku, apa tidak peduli dengan situasi Alam Keabadian yang sedang terjadi serangan mayat hidup!" Tian Zhi membuka pembicaraan untuk menganggu konsentrasi musuhnya.


Patriark Zhi Bingwen segera berhenti menghancurkan Formasi, lalu dia menjawab, "mayat hidup sangat lemah dan banyak orang kuat di Alam Keabadian yang mampu mengatasinya. Lebih baik kamu menyerah saja sebelum kita kehilangan kesabaran!"


Patriark Zhi Bingwen dan semua orang yang berasal dari Alam Keabadian tidak sedikitpun khawatir dengan serangan mayat hidup, karena di Alam Keabadian setingkat Dewa Absolute sangatlah banyak, apalagi dibawah tingkat Sang Mahadewa.


"Baiklah jika begitu! Yang terpenting aku sudah mengabarkan berita bahagia kepada kalian," kata Tian Zhi dan membalikkan badannya untuk kembali ke kota.


Ketiga jenderalnya tertawa dengan lelucon pemimpinnya. Raut wajah Qing Guozhi dan pendukungnya seketika menjadi merah karena amarah, mana ada situasi kacau dibilang berita bahagia, mereka saja saat ini sedang susah payah untuk menghancurkan Formasi.


"Saudara Nanggong, apakah tidak ada cara yang efektif untuk menghancurkan Formasi? Kamu kan ahli Formasi Array, pasti memiliki cara untuk menyelesaikan masalah kita!" tanya Qing Guozhi.


Patriark Nanggong berpikiran keras ketika Qing Guozhi meminta bantuan, dia sudah lama menunggu hal ini. Setelah beberapa saat berpura-pura berpikir dan melihat semua orang menatapnya, dia berbicara, "ada cara, tapi aku membutuhkan material yang tergolong langka, walaupun tidak langsung menghancurkan Formasi, tapi masih bisa diandalkan daripada kita seperti ini."


Qing Guozhi yang terkenal pelit, segera mencari alasan yang tepat agar tidak terlalu banyak mengeluarkan sumber daya, lalu dia berbicara kepada semua orang, "karena tujuan kita sama, lebih baik kita patungan untuk memenuhi permintaan saudara Nanggong. Apa yang kita peroleh akan lebih berharga dari material pembuatan Formasi."


Ucapan Qing Guozhi masuk akal dan diterima oleh pendukungnya, lalu Patriark Bai bertanya kepada Patriark Nanggong, "apa yang kamu butuhkan?"

__ADS_1


"Material Sky Stone warna merah muda sebanyak 2 kg, Enhance Stone berwarna perak sebanyak 3 kg...," Patriark Nanggong menyebutkan satu per satu material yang dibutuhkan untuk membuat alat penghancur Formasi Array.


Semua orang melongo mendengar material berharga dan sangat langka, namun demi tujuan bersama, Qing Guozhi dan pendukungnya terpaksa mengeluarkan apa yang diperlukan oleh Patriark Nanggong


"Tunggu dalam satu hari paling cepat aku menyelesaikan alat penghancur Formasi. Ingat, jangan ada yang menganggu ku!" pinta Patriark Nanggong dan bergegas menuju ke Kota Qingshan, tepatnya dia akan menggunakan Balai Smelting.


Sebagian pasukan diperintahkan berhenti untuk menghancurkan Formasi, sebagian tetap berusaha menghancurkan Formasi secara bergantian untuk membuat kegelisahan penduduk Kota Jalur Sutra.


Tian Zhi yang mendengar obrolan mereka dan segera berbicara dengan telepati kepada ketiga jenderalnya, "aku akan merusak rencana mereka."


Ketiga jenderalnya mengangguk paham dan melihat Tian Zhi turun dari tembok pertahanan kota. Setelah Tian Zhi masuk ke Gedung Alkemis, dia segera berteleportasi dan muncul di Balai Smelting Kota Qingshan.


Tian Zhi melihat Kota Qingshan seperti kota mati, tidak ada satupun penduduknya, yang ada hanya para prajurit yang masih berjaga-jaga. Lalu dia melihat Patriark Nanggong terbang dengan sangat cepat dan baru saja tiba di pelabuhan.


Patriark Nanggong tidak mengetahui jika Tian Zhi berada diatas Balai Smelting, sebab wujudnya berupa menjadi udara. Setelah Patriark Nanggong masuk ke dalam Balai Smelting, dia segera mencari kamar yang cocok untuk beristirahat, sengaja dia tidak segera membuat alat yang dibutuhkan untuk menghancurkan Formasi, sebab dia telah memilikinya


Tian Zhi melihatnya, dan sebelum Patriark Nanggong tidur, dia mengeluarkan Api Kemarahan Asyura untuk membakar Kota Qingshan.


Boom... Boom... Boom


Tian Zhi melemparkan bola Api Kemarahan Asyura secara acak dan membuat ledakan hebat, rentetan ledakan api membuat panik para penjaga. Patriark Nanggong segera keluar dari Balai Smelting dengan wajah marah, dia baru saja akan beristirahat telah terganggu.


Patriark Nanggong segera memadamkan api yang akan membakar Balai Smelting dan tidak peduli melihat Kota Qingshan yang terbakar.


Kobaran api besar terlihat jelas hingga ke Pelabuhan Jalur Sutra dan membuat Qing Guozhi menjadi khawatir, dia segera terbang dengan mengajak ratusan ribu pasukan untuk memadamkan api.


"Kekaisaran Shang terlebih dahulu runtuh, lalu disusul Kekaisaran Song... Apa berikutnya adalah Kekaisaran Qing?" batinnya dan melihat ke arah Kota Jalur Sutra untuk mencari keberadaan Tian Zhi.


Setelah dengan teliti mencari keberadaan Tian Zhi, Patriark Zhi Bingwen tidak menemukannya dan menduga Kota Qingshan terbakar adalah perbuatan Tian Zhi.


"Master Tian tidak ada di kota, dia pasti ada di Kota Qingshan! Ayo, kesana sebelum Nanggong dan Guozhi menangkapnya!" ajak Patriark Zhi Bingwen dan segera terbang.


Semua orang segera mengikutinya dengan terbang sangat cepat, mereka tidak mau Tian Zhi ditangkap tanpa kehadirannya. Pasukan Kekaisaran Qing yang tersisa kebingungan dan oleh Jenderal Besar ditenangkan.


"Tetap fokus pada tugas kalian!" teriak Jenderal Besar kepada pasukannya.


Kembali pasukan Kekaisaran Qing berganti untuk menghancurkan Formasi Perlindungan.


Sedangkan Tian Zhi berhenti melemparkan bola Api Kemarahan Asyura saat melihat Patriark Nanggong keluar dari Balai Smelting. Lalu dia melihat Kota Qingshan terbakar hebat dan banyak bangunan yang menjadi arang.


Tian Zhi puas melihat rencananya dengan mudah memancing musuhnya agar kembali ke Kota Qingshan, lalu dia segera berteleportasi dan muncul diatas tembok pertahanan Kota Jalur Sutra.


"Nonaktifkan Formasi Perlindungan!" perintah Tian Zhi kepada Guo Bojing yang sudah menunggu momen ini.


Marquis Guo Bojing segera mengendalikan plat identitas untuk menonaktifkan Formasi Perlindungan. Spontan Jendela Besar dan panglima perang yang sedang mengawasi pasukannya terkejut melihat dinding Formasi Perlindungan menghilang, dia berpikir telah berhasil menghancurkannya.

__ADS_1


"Cepat kuasai pelabuhan!" perintah Jenderal Besar kepada pasukannya.


Segera pasukan Kekaisaran Qing masuk ke pelabuhan termasuk Jenderal Besar yang memimpin. Demikian juga dengan panglima perang Kerajaan Air memerintahkan sebagian pasukannya untuk menguasai pelabuhan Jalur Sutra.


Tian Zhi senang melihat pasukan musuh dengan cepat masuk kedalam jebakannya. Tidak berselang lama mereka menduduki pelabuhan dan berhenti di depan tembok pertahanan kota yang masih ada Formasi Perlindungan.


"Hancurkan!" perintah Jenderal Besar kepada pasukannya.


Panglima perang juga memerintahkan pasukan kepiting menghancurkan Formasi Perlindungan.


Boom... Boom...


Kembali suara benturan keras ketika pasukan Kekaisaran Qing dengan kompak mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghancurkan Formasi Perlindungan.


"Aktifkan Formasi Perlindungan, lalu bunyikan lonceng marabahaya!" perintah Tian Zhi kepada Marquis Guo Bojing.


Marquis Guo Bojing mematuhi perintah dengan mengaktifkan kembali Formasi Perlindungan, lalu dia memerintahkan penjaga menara untuk membunyikan lonceng marabahaya.


Ketiga jenderal bintang langsung berdiri dan bersiap-siap untuk melakukan pembantai. Tian Zhi telah merencanakan untuk mengalihkan perhatian lawan agar berpisah dari pemimpinnya.


Teng... Teng... Teng...


Suara lonceng marabahaya terdengar di seluruh Kota Jalur Sutra dan Pasukan Phoenix segera keluar dengan cepat, mereka telah memakai perlengkapan perang.


Jenderal Besar dibuat kebingungan dengan suara lonceng marabahaya, dia baru sadar ketika melihat kebelakang, dimana Formasi Perlindungan muncul lagi.


"Sial... Aku dijebak!" batinnya dan tetap tenang menghadapi situasi, dia yakin akan mampu mengalahkan Tian Zhi dengan jumlah pasukannya, lalu dia melihat panglima perang dan berbicara dengan telepati, "kita dijebak, jangan sampai pasukan mengetahuinya agar tidak panik!"


Panglima perang mengangguk paham dan memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan Formasi Perlindungan.


Tiba-tiba pandangan mata Jenderal Besar, panglima perang dan pasukannya menjadi buram. Setelah beberapa saat, semua mata kembali normal dan terkejut saat melihat keadaan telah berubah. Mereka telah berada di hutan yang lebat, lalu terdengar suara raungan banyak binatang mistik.


"Buat Formasi Pertahanan!" perintah Jenderal Besar kepada pasukannya, dia sebenarnya sudah tahu jika ini adalah ilusi, tapi dia tetap menyiapkan pasukan agar tidak menerima serangan mendadak dari musuhnya.


Pasukan Kekaisaran Qing yang berjumlah delapan ratus ribu prajurit lebih segera membentuk kolom-kolom, gerakan mereka sangat terkoordinasi dengan baik. Barisan terdepan menancapkan perisai besi di tanah, lalu barisan kedua meletakkan perisai diatas kapala barisan terdepan.


Sedangkan barisan ketiga meletakkan tombaknya diantara perisai besi di bagian terdepan, itu digunakan untuk melukai musuh yang menerobos pertahanan pertama. Jenderal Besar berdiri ditengah-tengah kolom-kolom Formasi Pertahanan.


Panglima perang juga membuat Formasi pertahanan yang terbuat dari dinding air.


Diatas tembok pertahanan kota, Tian Zhi, semua istrinya, ketiga jenderal binatang dan Pasukan Phoenix melihat musuh telah terjebak di dalam Formasi Ilusi.


Kemudian Tian Zhi mengeluarkan banyak kerangka binatang yang telah lama dipersiapkan untuk saat-saat seperti ini. Kerangka binatang segera masuk ke dalam Formasi Ilusi dan menyerang targetnya.


"Bersiap!" teriak Jenderal Besar ketika melihat banyak kerangka binatang yang keluar dari pepohonan.

__ADS_1


Bang... Bang...


Suara benturan keras ketika kerangka binatang menerobos pertahanan dari pasukan Kekaisaran Qing. Senjata tombak segera menghujani kerangka binatang. Kerangka binatang yang hancur segera pulih kembali dan menyerang pertahanan lawan.


__ADS_2