
Chapter 203. Permaisuri Guang Liem.
Tian Zhi pun tiba di Alam Mahadewa. Namun dia terkejut, sebab baru tiba telah berada di tengah medan peperangan. Dimana Tian Zhi berdiri diantara dua kubu yang siap untuk berperang. Hari ini adalah hari peperangan yang kedua kalinya, antara Permaisuri Guang Liem dan putra mahkota pertama.
Semua orang pun terkejut dengan kemunculan seseorang yang tiba-tiba telah berdiri di tengah medan peperangan. Kedua kubu itu menduga jika Tian Zhi kebetulan berada ditempat dan waktu yang salah.
Kemudian salah satu prajurit dari kubu putra mahkota berteriak kepada Tian Zhi, "pergi kamu, jika tidak ingin mati muda!"
"Anak muda, kamu kemari saja!" teriak seorang pria paruh baya yang tidak ingin Tian Zhi mati sia-sia, sebab Tian Zhi terlihat lemah.
Tian Zhi yang melihat dua perlakuan berbeda, jelas mematuhi perintah dari pria paruh baya itu, dia segera berlari menuju kubu Permaisuri Guang Liem dengan tergesa-gesa dan hampir tersandung. Aksi Tian Zhi membuat dua kubu tertawa.
Tian Zhi terengah-engah sambil berjongkok, lalu pria paruh baya itu memberikan minum. Tian Zhi menerima minum itu dan meminumnya dengan tergesa-gesa hingga membuatnya tersengal-sengal.
"Kamu segera tinggalkan tempat ini!" perintah pria paruh baya itu kepada Tian Zhi.
Pria paruh baya itu adalah paman keempat dari Permaisuri Guang Liem, namanya Guang Zhou, kekuatannya berada di tingkat Dewa Absolute level 50. Guang Zhou digadang-gadang akan menjadi Jenderal Barat, jika keponakannya berhasil menguasai Kekaisaran Shang.
"Terima kasih, Senior!" ucap Tian Zhi dan segera berjalan meninggalkan medan peperangan.
Saat melewati barisan pasukan Permaisuri Guang Liem, Tian Zhi menoleh kebelakang untuk melihat pasukan kubu putra mahkota pertama, dan menghela nafas panjang saat tahu kubu Permaisuri Guang Liem akan mengalami kekalahan.
Lalu, Tian Zhi berkomunikasi dengan telepati kepada Guang Zhou, "Senior, gunakan Formasi Octagon di barisan terdepan, barisan kanan dan kiri gunakan Formasi Arrow. Biarkan pasukan lawan menyerang Formasi Octagon untuk pengalihan. Disaat mereka terfokus di barisan depan, segera serang dari sisi kanan terlebih dahulu."
Kemudian Tian Zhi kembali berjalan tanpa melihat ekspresi wajah Guang Zhou yang terkejut. Permaisuri Guang Liem yang berdiri di kereta perang selalu memperhatikan gerak-gerik Tian Zhi, dia curiga jika ada komunikasi telepati antara mereka, sebab Permaisuri Guang Liem melihat ekspresi keterkejutan pamannya.
Tian Zhi menundukkan kepalanya saat dilihat oleh Permaisuri Guang Liem.
"Anak muda, tunggu!" cegah Guang Zhou yang merasakan jika Tian Zhi adalah ahli strategi militer.
Segera para prajurit menghalangi jalan Tian Zhi ketika dipanggil oleh Guang Zhou. Mau tidak mau Tian Zhi pun berhenti dan membalikkan badan, lalu dia melihat Guang Zhou berjalan mendekatinya.
"Apakah kamu yakin jika saran mu bisa efektif untuk melawan mereka?" tanya Guang Zhou yang ingin penjelasan.
"Tergantung koordinasi pasukan dan ketepatan waktu dalam serangan balik... Jumlah kalian lebih banyak, tapi lemah dalam hal kekuatan. Jadi, lebih baik gunakan startegi bertahan jika peperangan dilakukan di medan terbuka seperti ini. Selanjutnya, seperti yang aku katakan tadi...!" jawab Tian Zhi yang sedikit memberikan penjelasan.
Ucapan Tian Zhi didengar oleh semua orang, terutama Permaisuri Guang Liem yang menjadi tertarik dengan identitas Tian Zhi. Guang Zhou segera memikirkan ucapan Tian Zhi yang masuk akal dan Formasi yang tepat untuk digunakan di medan terbuka.
"Anak muda, siapa namamu dan darimana asal mu?" tanya Permaisuri Guang Liem dengan nada lembut.
Tian Zhi menangkupkan kedua tangannya, lalu dia menjawab, "saya dari desa kecil di dekat sini. Nama saya Tian Zhi, panggil saya Tian atau Zhi, Nyonya."
Semua orang keheranan melihat Tian Zhi yang tidak mengenali Permaisuri Guang Liem dengan memanggil Nyonya, mereka menduga jika desa asal Tian Zhi sangat terpelosok hingga tidak mengenali anggota keluarga kekaisaran.
__ADS_1
"Yang Mulia, musuh telah bergerak!" peringatan salah satu perwira.
Segera Guang Zhou memberikan perintah kepada pasukan sesuai saran Tian Zhi, dengan membagi tiga pasukannya. Tian Zhi pun kembali berjalan untuk meninggalkan pasukan Permaisuri Guang Liem.
"Anak muda, jangan pergi dulu, aku membutuhkan saran mu! Kemari, disini bersamaku!" cegah Permaisuri Guang Liem, dia khawatir saran strategi Tian Zhi malah membuatnya menelan kekalahan.
Tian Zhi langsung dikepung oleh para pengawal pribadi Permaisuri Guang Liem, dia menghela nafas dan melihat Permaisuri Guang Liem yang tersenyum kepadanya.
Dengan berat hati Tian Zhi berjalan ke kereta perang, dia berdiri di sisi kanan Permaisuri Guang Liem. Seketika aroma wangi dari tubuh Permaisuri Guang Liem memasuki hidungnya.
"Wangi sekali! Bikin aku ...," celetuk Tian Zhi dan langsung menutup mulutnya dan langsung menunduk melihat tatapan Permaisuri Guang Liem yang sedikit terkejut
Permaisuri Guang Liem bukannya marah, melainkan dia terkejut saat mencium aroma obat-obatan dari tubuh Tian Zhi, dia menduga jika Tian Zhi adalah seorang ahli Alkemis dan berpura-pura lemah dihadapan semua orang.
"Aku tidak berharap bisa bertemu seorang Master Alkemis. Anda begitu dalam menyembunyikan identitas. Maaf, ketidaksopanan saya yang tak mampu melihat gunung besar di depan mata!" ucap Permaisuri dengan sedikit membungkuk kepada Tian Zhi sebagai bentuk hormatnya.
Tian Zhi geleng-geleng tak berdaya dengan insting kuat seorang wanita, lalu dia menatap wajah Permaisuri Guang Liem yang menawan dengan memancar wibawa seorang ratu.
"Anda layak menjadi seorang ratu, cantik dan memberikan rasa nyaman kepada pria. Beruntung Kaisar Song memiliki Anda!" pujian Tian Zhi dan melihat pasukan putra mahkota telah melepaskan ribuan anak panah.
Anak panah itu menghujani Formasi Octagon yang membentuk dua lingkaran, dimana pasukan Permaisuri Guang Liem mengangkat perisai untuk membentuk perlindungan yang saling berhubungan.
Ribuan anak panah terpental saat mengenai perisai besi. Kemudian, pasukan kavaleri lawan segera bergerak, mereka ingin menghancurkan Formasi Octagon. Dibelakang pasukan kavaleri, pasukan infanteri segera mengikuti.
"Anda terlalu berlebihan, saya hanyalah wanita biasa yang berusaha untuk mempertahankan hidup dalam situasi yang sulit seperti ini!" ucap Permaisuri Guang Liem yang merendahkan diri.
Bang... Bang...
Pasukan kavaleri lawan menabrak pertahanan Formasi Octagon dan membuat pasukan barisan terdepan terpental. Namun pasukan kavaleri langsung diserang oleh barisan kedua dengan senjata tombak.
Pasukan infanteri lawan yang akan tiba terkejut melihat sisi kiri dari Formasi Octagon menyerang dengan Formasi Arrow.
Namun, disisi kiri dari pasukan Permaisuri Guang Liem datang pasukan dengan kecepatan tinggi, mereka adalah pasukan yang berasal dari Ras Asyura dengan mengeluarkan wujud asli, dimana memiliki tiga kepala dan enam pasang tangan.
Tian Zhi segera mengerti jika ini adalah penyergapan dari pihak lawan. "Senior, gunakan Formasi Octagon untuk pasukan sisi kiri!" teriakan Tian Zhi memberikan pengarahan kepada Guang Zhou.
Permaisuri Guang Liem dan Guang Zhou segera melihat ke sisi kiri, mereka terkejut dengan penyergapan lawan. Guang Zhou segera memerintahkan pasukannya sesuai arahan Tian Zhi dengan membentuk Formasi Octagon.
Segera pasukan penyergapan berbenturan dengan Formasi Octagon. Pertarungan pun menjadi lebih sengit dan seimbang, dimana masing-masing prajurit menampilkan wujud aslinya sebagai Ras Asyura. Dengan wujud asli sebagai Ras Asyura, maka kekuatan tempur mereka meningkat.
"Terima kasih sudah memberikan peringatan serta strategi bagi kita!" ucapan Permaisuri Guang Liem dengan tulus.
Seandainya Tian Zhi tidak memberikan saran, pasukan Permaisuri Guang Liem akan menelan kekalahan lagi. Jika menelan kekalahan lagi, pihak Permaisuri Guang Liem tidak akan bisa lagi bersaing dengan putra mahkota pertama, keadaan itu akan membahayakan pihak Permaisuri Guang Liem.
__ADS_1
"Hanya permainan anak-anak!" jawab Tian Zhi.
Permaisuri Guang Liem terkejut dengan ucapan Tian Zhi. Peperangan seperti ini dikatakan sebagai permainan anak-anak hanya bagi seorang ahli strategi militer yang sangat berpengalaman.
Permaisuri Guang Liem melihat usia Tian Zhi masih kurang dari empat puluh tahun, jelas tidak mungkin telah mengalami banyak peperangan.
Tian Zhi tidak memperdulikan tatapan mata Permaisuri Guang Liem, dia mengeluarkan Api Suci Petir Asyura tanpa sepengetahuan semua orang, dia ingin menyelesaikan peperangan ini untuk memicu kemarahan pihak putra mahkota pertama beserta pendukungnya yang dikalahkan.
"Sebentar lagi akan ada badai awan petir," kata Tian Zhi kepada Permaisuri Guang Liem, sambil mengeluarkan kipas yang terbuat dari bulu Angsa dan Merak, dia mengipasi dirinya sendiri seperti seorang ahli.
Permaisuri Guang Liem kebingungan dengan ucapan Tian Zhi, dia melihat cuaca cerah dan tidak terlihat akan ada badai awan petir.
Namun, tba-tiba awan hitam mulai berkumpul di atas pasukan putra mahkota pertama yang akan menyerang. Suara gemuruh angin terdengar dan petir yang menggelegar membuat semua pasukan ketakutan.
Segera kedua belah pihak memerintahkan pasukannya untuk mundur. Putra mahkota pertama dan pasukannya akhirnya mundur sebelum terkena petir.
Cedarrr... Cedarrr...
Sayangnya, petir terlebih dahulu menyambar pasukan putra mahkota pertama sebelum mundur. Tubuh prajurit lawan tidak hanya hancur tapi langsung menjadi abu ketika terkena sambaran petir.
Pasukan lawan pun tercerai-berai ke segala penjuru untuk menghindari sambaran petir. Putra mahkota pertama segera diamankan oleh para pengawalnya.
Berbeda dengan pihak Permaisuri Guang Liem yang aman dan tidak terkena sambaran petir yang mengeluarkan Api Asyura.
"Ini Api Suci Petir Asyura, apakah akan ada fenomena kelahiran Buah Suci!" gumam Permaisuri Guang Liem yang mengira kemunculan badai petir yang dia kenali.
"Tidak, tapi ini akibat pasukan kedua belah pihak lawan kebanyakan dari Ras Asyura, kematian mereka memicu Api Suci Petir Asyura. Jika tidak adanya badai ini, kematian mereka akan memunculkan jenis Raja Api Kemarahan Asyura dan alam semesta tidak menghendakinya terlahir!" sahut Tian Zhi yang sedikit memberikan pengetahuan.
Permaisuri Guang Liem mengangguk paham, dia telah banyak mempelajari sejarah dari munculnya dua belas macam Api Asyura. Raja Api Kemarahan Asyura akan muncul jika banyak Ras Asyura yang tewas. Raja Api Kemarahan Asyura masuk peringkat ke delapan, sangat langka dan diburu oleh banyak kekuatan.
Inilah tujuan Tian Zhi yang sebenarnya, dia ingin menggunakan kemarahan putra mahkota pertama untuk kembali menyerang dengan membawa pasukan lebih banyak, dan Tian Zhi akan menggunakan darah Ras Asyura untuk melahirkan Raja Api Kemarahan Asyura.
"Biarkan mereka pergi dan jangan dikejar!" perintah Permaisuri Guang Liem kepada Guang Zhou dan pasukannya.
Pengawal pribadi Permaisuri Guang Liem segera mengendalikan kereta perang untuk kembali ke istana Kekaisaran Song, lalu diikuti oleh pasukannya.
"Nyonya, saya akan kembali ke desa!" pamit Tian Zhi.
"Master Tian, tolong ijinkan saya untuk menjamu Anda sebagai bentuk ucapan terima kasih kami!" cegah Permaisuri Guang Liem.
"Benar, Anda telah banyak membantu kita, sudah selayaknya kami menjamu tamu terhormat!" sambung Guang Zhou.
Tian Zhi menghela nafas panjang, lalu dia melihat Permaisuri Guang Liem untuk sejenak. "Baiklah jika kalian memaksa. Tapi, aku tidak terbiasa bertemu dengan banyak orang, selain itu, perilaku ku tidak baik!" jawab Tian Zhi dengan memberikan peringatan.
__ADS_1
Permaisuri Guang Liem tersenyum senang dan Guang Zhou tertawa. Mereka tidak kaget dengan ucapan Tian Zhi...