
Chapter 243. Utusan Dari Kuil Alam Es.
Tian Zhi menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan hati dan pikiran, lalu dia meluncur ke bawah dengan cepat.
"Tian!!" teriakan Zhi Jianying yang syok melihat tindakan Tian Zhi yang mengantarkan nyawa, dia menghilang dinding es dan segera menyusul Tian Zhi untuk menghentikannya.
"Tian berhenti!!" cegah Zhi Jianying, namun Tian Zhi telah masuk ke dalam pusaran badai salju yang telah membentuk ekor badai dan mendekati Kota Qingshan.
Zhi Jianying juga mengikuti Tian Zhi yang telah masuk ke dalam pusaran badai salju. Saat melihat Tian Zhi yang terbawa pusaran arus badai dia terkejut, sebab tubuhnya tidak tergores sama sekali.
Segera Zhi Jianying menggunakan elemen es miliknya untuk menyerap pusaran badai salju. Namun, sekali lagi dia tercengang melihat Tian Zhi mampu menyerap badai salju.
"Orang yang aneh!" gumam Zhi Jianying yang tidak habis pikir bagaimana Tian Zhi mampu menyerap badai salju, padahal di tubuhnya telah ada Api Asyura.
Apa yang dilakukan oleh Tian Zhi, tubuhnya diibaratkan gelas, diisi air dingin lalu diganti dengan air panas, itu bisa membuat gelas menjadi pecah. Berhubung Tian Zhi bukan gelas, disaat tubuhnya meledak dikarenakan ketidakstabilan dua elemen yang berbeda, maka akan berakibat buruk bagi kehidupan, bisa jadi buruk bagi Alam Mahadewa.
"Tian, berhenti! Tubuhmu bisa meledak!" cegah Zhi Jianying yang tidak ingin Tian Zhi mati.
Namun, tidak ada jawaban dari Tian Zhi dan terus menyerap badai salju. Demikian juga dengan Zhi Jianying yang terus-menerus menyerap, sambil memperhatikan apa yang akan terjadi dengan Tian Zhi.
Ekor badai salju perlahan mulai menghilang dan yang tersisa pusaran badai salju yang masih jauh dari atas Kota Qingshan. Biarpun masih jauh, salju turun lebih lebat dan dingin makin meningkat.
Daun di pepohonan mulai membeku, lalu merembet pada rumput-rumput, tanah telah tertutupi salju tebal dan menjadi es, Kota Qingshan perlahan juga mulai membeku.
Pasukan Phoenix dan semua kultivator secepat mungkin mengevakuasi penduduk kota untuk berlindung di Formasi, mereka menggunakan perisai energi untuk melindungi diri dan para penduduk.
Akhirnya semua penduduk kota dan kultivator berlindung di dalam Formasi Array. Bahkan Dewi Alkemis yang kuat juga ikut berlindung. Semua orang melihat ke langit dan berharap Tian Zhi berhasil mengatasi badai salju.
"Untungnya wanita itu membantu Master Tian," kata Dewi Alkemis saat berada di dek Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura.
He Hua dan semua istrinya juga melihat ke atas dan berharap semua ini bisa cepat berlalu...
...****************...
Di luar angkasa.
Seorang pria melihat apa yang dilakukan oleh Tian Zhi dan Zhi Jingying, dialah orang yang menyerang dengan bola energi elemen es. Orang itu tidak lain adalah kakak angkat si Bocah Tua yang dibunuh oleh Tian Zhi.
Bola kristal kehidupan milik Bocah Tua telah pecah dan membuat gurunya memerintahkan kepada muridnya untuk mencari Tian Zhi. Tian Zhi sendiri tidak tahu jika wajahnya telah direkam oleh bola kristal kehidupan, sehingga dirinya mudah diketemukan.
Bocah Tua adalah murid luar dari Kuil Alam Es, termasuk Dewa Es Abadi dan Dewi Salju adalah murid inti, sedangkan Dewi Seribu Wajah belajar dari kakaknya si Dewi Salju.
Kuil Alam Es berada di Alam Suci, sangat jauh dari Alam Semesta Aurora. Murid-murid Kuil Alam Es menyebar ke segala Alam Jagat Raya dan tugas mereka mencari harta yang terlahir secara alami, seperti Artefak Alami, segala jenis Elemen Es, Api Surgawi, Api Asyura dan lain sebagainya yang berbau alami.
__ADS_1
Kuil Alam Es tidak hanya terfokus pada elemen es saja, setiap murid yang memiliki elemen es akan menjadi prioritas utama, dan akan menjadi murid inti. Sedangkan yang tidak memiliki elemen es, akan menjadi murid dalam dan luar.
Pria yang menyerang dengan bola energi elemen es bernama Bai Dong (Baidong/Pai Tong). Bai Dong adalah murid dalam dan juga saudara angkat si Bocah Tua.
Setelah bola energi kehidupan si Bocah Tua pecah, Bai Dong mendapatkan dua tugas untuk menangkap Tian Zhi dan mencari keberadaan Dewa Es Abadi serta Dewi Salju.
"Hebat! Seandainya para tetua tahu ada banyak jenius di Alam Semesta Aurora, sudah pasti mereka akan merekrutnya...," Bai Dong berhenti bergumam saat tangan kanannya mengarah ke Tian Zhi dan Zhi Jingying.
"Sayangnya, jika kalian diketahui oleh Kuil Alam Es, aku yang akan dirugikan! Dan juga... Apa untungnya bagiku!" lanjutnya dengan seringai kejam, dari tangan kanannya mengeluarkan energi elemen es dan siap untuk dilepaskan.
Bai Dong tidak ingin kehadiran jenius dari Alam Semesta Aurora melampuinya, jelas memalukan baginya dikalahkan oleh junior yang dia rekrut sendiri. Selain itu, persaingan antar murid di Kuil Alam Es sangat ketat, lambat berkultivasi, siap-siap menanggung malu dan menjadi bahan hinaan.
Dan, tidak jarang banyak murid yang mati. Pihak Kuil Alam Es tidak peduli dengan murid yang telah tewas, sebab itu bagus bagi sesama murid untuk berlomba-lomba meningkatkan kekuatan dan prestasi.
Satu hal lagi, Bai Dong juga yang membuat Patriark Klan Xu, Klan Zhi dan beberapa orang dari Istana Surgawi ketakutan, cukup mengatakan dari Kuil Alam Es, mereka segera tahu tujuannya dan bergegas meninggalkan Alam Mahadewa.
Ya, tujuan dari Bai Dong untuk memusnahkan Alam Mahadewa, dia dendam saudara angkatnya dibunuh oleh Tian Zhi dan tidak mau menangkapnya sesuai perintah dari tetua Kuil Alam Es.
Di Alam Semesta Aurora, hanya segelintir orang yang mengenal Kuil Alam Es, sebab murid-murid Kuil Alam Es hanya mau menemui orang yang terkenal dan disegani.
Dari telapak tangan Bai Dong dengan cepat keluar bola energi elemen es dan telah mengunci Tian Zhi sebagai sasaran utama, dan dilepaskan lah bola energi elemen es.
Swosh...
...****************...
Dengan kedua orang itu bekerjasama, badai salju pun teratasi. Tian Zhi membuang nafas lega dan keluar udara hangat yang langsung membeku. Zhi Jianying melihat wajah Tian Zhi menjadi pucat, entah karena kedinginan atau dua elemen didalam tubuhnya sedang bentrok.
Semua orang yang berada di dalam Formasi Perlindungan bersorak-sorai melihat Master Tian dan wanita cantik berhasil mengatasi badai salju. Namun kebahagiaan itu hanya sesaat, ketika melihat bola energi elemen es melesat dengan sangat cepat. Sedangkan Tian Zhi dan Zhi Jingying belum mengetahuinya.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Zhi Jingying yang terlihat khawatir dengan kondisi Tian Zhi, dia kini berani mendekatinya.
"Tentu! Aku tidak akan semudah itu mati hanya karena badai salju. Sangat disayangkan ada wanita cantik didepan mata harus ditinggalkan!" goda Tian Zhi.
Zhi Jianying mengembangkan senyuman senang dengan pujiannya dan mereka berdua berdekatan satu sama lainnya. Tian Zhi memeluk pinggang Zhi Jianying dan akan menciumnya.
Namun, mereka berdua merasakan tekanan kuat dari langit. Tian Zhi dan Zhi Jingying melihat ke atas dan syok melihat bola energi elemen es yang berukuran besar, ukurannya separuh dari Kota Qingshan.
"Sialan!?" umpat Tian Zhi dan langsung melesat untuk menghancurkan bola energi elemen es.
Zhi Jianying segera menyusul Tian Zhi untuk bekerjasama menghancurkannya.
"Kita serang bersama-sama dengan kekuatan penuh!" saran Zhi Jingying dan di anggukkan kepala oleh Tian Zhi.
__ADS_1
Tian Zhi mengeluarkan basis kultivasinya yang berada di tingkat Half Alfa level 7. Zhi Jianying yang berada didekatnya syok mengetahui kekuatan Tian Zhi meningkat drastis, padahal sebelumnya masih berada di tingkat Sang Void. Dia juga tidak mau ketinggalan dengan mengeluarkan kekuatan Half Alfa level 20.
Tian Zhi mengepalkan tangannya kanannya dan keluar api disertai petir. "Tinju Elemen!" teriakannya dengan mengeluarkan jurus yang lama tidak digunakan.
Pukulan energi itu berubah menjadi raksasa dan melesat ke atas menuju bola energi elemen es. Kepalan tangan raksasa itu mengeluarkan Api Asyura dan Petir Surgawi Sembilan Warna. Petir itu terlihat seperti Naga yang melilit kepalan tangan raksasa dengan kepala melihat sasarannya.
Sedangkan Zhi Jianying tidak ketinggalan dengan mengeluarkan jurus andalannya. "Dragon Fist Ice!" pekiknya dengan sekuat tenaga mengeluarkan pukulan terkuat.
Kepalan tangan Zhi Jianying berubah menjadi seekor Naga Es yang meliuk-liuk menuju ke bola energi elemen es, dan beriringan dengan pukulan energi milik Tian Zhi.
Boom...
Ledakan keras memekakkan telinga ketika tiga kekuatan saling berbenturan dan memicu gelombang kejut sangat dingin, gelombang kejut itu membuat udara membeku dan terlihat hingga ke Kerajaan Guang dan Ibukota Kekaisaran Qing.
Tian Zhi dan Zhi Jingying segera membuat perisai diri agar tidak terkena dampak gelombang kejut setelah ledakan. Zhi Jianying sedikit tersentak kebawah ketika perisai energi terdorong, lalu dia terkejut saat melihat Tian Zhi tidak sepertinya.
Bai Dong menyeringai serangannya mampu diatasi oleh dua orang, kembali dia merentangkan tangan kanan dan mengeluarkan bola energi elemen es yang lebih kuat dari sebelumnya.
Tian Zhi melihat Bai Dong, lalu dia membuat rencana dan berbicara kepada Zhi Jingying, "kamu serang dia dari bawah dengan kekuatan penuh, sedangkan aku akan menyerangnya dari belakang!"
Zhi Jianying mengangguk paham, walaupun tidak tahu bagaimana Tian Zhi bisa berada di belakang Bai Dong. Ia kembali mengeluarkan kekuatan terbaiknya seperti sebelumnya dan diikuti oleh Tian Zhi yang kembali mengeluarkan Tinju Elemen.
Swosh... Swosh...
Dua pukulan yang sama kembali melesat ke arah bola energi elemen es. Tiba-tiba Tian Zhi berteleportasi setelah melepaskan pukulan dan muncul di belakang Bai Dong dengan tangan kanan telah melesat ke arah punggungnya.
Bai Dong jelas syok merasakan tekanan kuat dari belakang, dia langsung membalikkan badan dengan tangan kanan untuk menyerang pukulan Tian Zhi.
Dhumm...
Dentuman keras dari dua pukulan saling beradu dan membuat mereka berdua sama-sama terpental ke belakang.
Boom...
Lalu disusul suara ledakan hebat dari tiga kekuatan energi yang saling berbenturan. Zhi Jianying kembali dihempaskan oleh gelombang kejut dan sudut bibir mengeluarkan darah segar.
Dhumm...
Kembali suara dentuman terdengar di luar angkasa dan terlihat seperti percikan kembang api jika dilihat dari bawah.
Zhi Jianying mengusap darah di bibir sambil memegang dadanya yang terasa sangat dingin, padahal dia memiliki elemen es. Lalu dia terkejut mendengar dentuman dan melihat Tian Zhi bertarung sengit dengan Bai Dong.
"Mustahil!!" pekik Zhi Jianying yang tidak memercayai matanya ketika Half Alfa level 7 mampu menandingi level 25.
__ADS_1
Tidak hanya Zhi Jianying saja yang tercengang, semua orang yang berada di dalam Formasi Perlindungan melongo melihat Tian Zhi mampu mengimbangi kekuatan Bai Dong.
Hanya satu kata yang keluar dari mulut mereka, yaitu, "mustahil!"