Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 107.


__ADS_3

Chapter 107. Tian Zhi menjadi Rebutan.


Tian Zhi keluar dari cincin dimensi saat pagi hari dengan wajah ceria, dia berada di luar Kota Peristirahatan.


Semalam dia telah menyerap esensi darah dan kristal energi milik Huang Liao, sehingga menerobos ke tingkat Dewa Matahari level 5.


Kini dia tinggal menunggu pembaptisan Kesengsaraan Petir, jika tidak mendapatkan Kesengsaraan Petir, sama saja kekuatannya masih berada di tingkat Dewa Kuno walaupun kekuatan aslinya berada di tingkat Dewa Matahari.


Tapi sebelum itu, dia akan pancing Wu Chou dan timnya untuk mengejarnya, lalu membunuh mereka dengan memanfaatkan Kesengsaraan Petir.


Tian Zhi masuk ke dalam Kota Peristirahatan untuk mencari pria tua misterius yang menjual kulit kayu kuno.


Tapi sesampainya di tempat kemarin dia tidak menemukan pria tua itu.


Tidak menyerah untuk menemukannya, dia pun kembali berjalan sambil melihat wajah setiap pedagang.


Wu Chou dan teman-temannya melihat Tian Zhi dan segera mengejar. Tian Zhi yang tahu berpura-pura ketakutan dan dia pun terbang menuju hutan.


"Cepat kejar pembunuh itu!? " perintah Wu Chou dengan suara lantang.


He Hua dan Miao Jiang yang sedang bersantai di kedai sambil dikerumuni pemujanya jelas mendengar dan buru-buru mengikuti Wu Chou.


Disaat Peri Bersaudari mengikuti Wu Chou, Miao Jiang merasa janggal, dia bertanya kepada He Hua:


"Kemana Huang Liao, sejak tadi pagi tidak melihat batang hidungnya?"


He Hua juga baru menyadari jika temannya tidak terlihat setelah acara penghormatan semalam, dan menjawab:


"Tidak tahu! Terakhir aku dengar dia memanggil Long Quan setelah itu ... Mungkin dia sedang ingin sendiri!"


Jawaban He Hua masuk akal, dan membuat Miao Jiang tidak lagi memikirkan Huang Liao. Mereka berdua berhenti ketika melihat Wu Chou dan teman-temannya memasuki hutan mengejar Tian Zhi.


"Mereka begitu bodoh masih saja mengikuti perintah Huang Liao, padahal hanya digunakannya sebagai umpan meriam," kata He Hua dan berlahan turun dan berjalan memasuki hutan bersama dengan Miao Jiang.


"Apa kita tidak lebih baik bekerjasama dengan Tian Zhi saja!" saran Miao Jiang.


"Tidak! Tanpa Katak Naga Keberuntungan, kita masih bisa menjadi juara!" tolak He Hua, jelas dia tidak akan mau bekerjasama dengan orang yang dia ajak bertaruh.


Miao Jiang menghela nafas dan hanya di anggukan saja, dia juga percaya jika masih menjadi juara kompetisi Asyura Path.


"Lebih baik, kita tingkatkan pencarian Token Giok, dan tidak perlu terbawa arus Tian Zhi!" ajak He Hua kepada Miao Jiang, dan hanya di anggukan saja sekali lagi tanpa banyak bicara.

__ADS_1


Sedangkan Tian Zhi telah berubah menjadi udara saat masuk hutan, dia juga meninggalkan jejak agar Wu Chou memasuki wilayah hutan terdalam.


Wu Chou dan teman-temannya segera mengikuti jejak kaki di tanah, mereka yakin jika itu jejak Tian Zhi. Wu Chou membagi temannya menjadi dua tim untuk mengepung Tian Zhi.


Tian Zhi menampakkan dirinya disaat Wu Chou telah membagi menjadi dua tim. Teriakan Wu Chou saat melihat Tian Zhi dan buru-buru mengejarnya.


Tian Zhi tersenyum dan menghilang lagi menuju pegunungan yang paling tinggi, dia berniat mengiringi Wu Chou.


Tian Zhi melihat awan hitam mulai berkumpul di atasnya tanda akan segera mendapatkan Kesengsaraan Petir, sekali lagi dia muncul agar bisa bergerak cepat menuju puncak gunung.


Boom💥... Boom💥...


Wu Chou dan teman-temannya melepaskan serangan jarak jauh ketika melihat Tian Zhi. Namun Tian Zhi dengan mudah menghindari dan bergerak semakin cepat.


Tian Zhi tersenyum tipis melihat kebodohan mereka, seandainya Wu Chou dan teman-temannya tahu kekuatan aslinya, jelas tidak akan berani melawannya.


Tapi, rencana Tian Zhi tidak berjalan mulus saat Wu Chou melihat awan hitam semakin pekat dan berkumpul di atas kepala Tian Zhi.


"Semua berhenti!" perintah Wu Chou dan melihat Tian Zhi naik ke puncak gunung, dia berpikir, "apa dia akan mendapatkan Kesengsaraan Petir?" lanjutnya dengan bertanya.


"Benar Bos! Kurang ajar, dia berniat membunuh kita dengan menggunakan Kesengsaraan Petir!?" jawab salah satu temannya dengan geram, dia sangat hafal dengan tanda kesengsaraan Petir.


"Bukannya dia berada di tingkat Dewa Dunia? Kenapa dia bisa mendapatkan Kesengsaraan Petir, apakah informasi pendaftaran telah dia palsukan?" tanya Wu Chou pada diri sendiri.


Semua temannya hanya geleng-geleng, sebab mereka tidak tahu semua informasi para peserta kompetisi Asyura Path.


Terbesit dipikirkan Wu Chou dan tersenyum setelahnya, dia berkata:


"Kita ganggu prosesnya supaya dia gagal, jika dia berhasil memasuki Ranah Mahadewa, ini akan membahayakan kita."


"Kamu benar Bos."


Segera Wu Chou memerintahkan teman-temannya untuk berpasangan dan mengelilingi Tian Zhi, dia memerintahkan untuk menyerang jarak jauh.


Tian Zhi menjadi kecewa saat tidak bisa membodohi Wu Chou, akhirnya dia pun terbang agar cepat menuju puncak gunung.


.....


Kemunculan Kesengsaraan Petir jelas mengejutkan banyak orang, sebab ini baru pertama kali ada peserta yang akan mendapatkan pembaptisan menuju Ranah Mahadewa.


Segera Ketua Wei Yan memerintahkan Gagak mata-mata untuk menyorot wilayah pusat Kesengsaraan Petir untuk melihat siapa peserta yang mendapatkan pembaptisan.

__ADS_1


Melalui mata burung Gagak, semua orang melihat layar pengawas dan mereka jelas terkejut jika orang yang menjadi perhatian yang memicu Kesengsaraan Petir.


Wakil Organisasi Tangan Hitam dan Perguruan Lima Elemen terlihat antusias mengetahui jika peserta yang mereka minati menyembunyikan kekuatannya.


Akhirnya perebutan untuk mendapatkan Tian Zhi makin sengit dan membuat Ketua Wei Yan makin membenci pembunuh muridnya.


Ketua Wei Yan telah mengetahui jika Huang Liao juga telah dibunuh Tian Zhi melalui Gagak mata-mata yang memberikan informasi tanpa diketahui semua orang.


Ketua Wei Yan segera keluar dari ruang pengawasan untuk menuju ruang pribadinya, sebelum sampai pintu keluar, dia melihat Feng Zixuan dengan tatapan kebencian.


Feng Zixuan bergidik ngeri melihat kemarahan Ketua Wei Yan, dia tidak menyangka jika orang yang dia rekrut membuat masalah baginya.


"Semoga saja dia mau bergabung dengan salah satu dari mereka!" di dalam hatinya Feng Zixuan berharap kepada Tian Zhi agar mau bergabung dengan salah satu kekuatan yang disegani.


Seandainya Tian Zhi bergabung dengan salah satu kekuatan, Feng Zixuan akan merasa aman dari pembalasan Wei Yan. Disaat perenungan, Feng Zixuan mendapatkan ide untuk menghindari amarah Ketua Wei Yan.


"Dia peserta binaan ku," kata Wei Yan kepada semua orang yang sedang berdebat ingin merebutkan Tian Zhi.


Semua orang terkejut dengan pengakuan guru tak dianggap karena gagal membuat prestasi bagi diri sendiri dan muridnya. Jelas mereka tidak mempercayai Feng Zixuan dan meminta bukti identitas perwalian.


"Jangan membual! Tunjukkan buktinya!" kata wakil Organisasi Tangan Hitam dengan ketus.


Segera Feng Zixuan mengeluarkan identitas berupa sebuah kartu emas. Lalu, wakil dari Perguruan Lima Elemen mengambilnya dan mengalirkan energi spiritual untuk melihat informasi identitas Feng Zixuan sebagai perwalian dari peserta.


Langsung wajah wakil Perguruan Lima Elemen menjadi ceria dan menyerahkan kartu emas kepada Feng Zixuan, dan berkata:


"Apa yang kamu inginkan sebagai gantinya?"


Tanpa basa-basi wakil Perguruan Lima Elemen menawarkan kesepakatan untuk mendapatkan Tian Zhi. Jelas Feng Zixuan menjadi bangga dan bahagia telah mendapatkan pengakuan, tapi ekspresi wajahnya tetap seperti biasa.


"Dia salah satu murid tersembunyi ku yang aku bina telah lama. Banyak biaya yang aku keluarkan untuk membuatnya menjadi seperti ini...!" Feng Zixuan sengaja tidak segera menjawab, dia tampak berbelit-belit.


Wakil Organisasi Tangan Hitam jelas tidak mau ketinggalan untuk bisa mendapatkan Tian Zhi, segera dia berkata:


"Lebih baik dengan ku saja. Kekayaan Organisasi Tangan Hitam tidak perlu diragukan lagi. Katakan saja keinginanmu?"


Tidak hanya kedua kekuatan itu saja yang menginginkan Tian Zhi, ada dari Perguruan Seni Tapak Dewa, Perguruan Pedang Langit, Perguruan Tinju Pelebur Langit, dan terakhir yang tidak kalah disegani adalah Akademi Awan Surga.


Disaat Feng Zixuan menjadi rebutan untuk mendapatkan Tian Zhi, Ketua Wei Yan sudah berada di kamar pribadinya, dia mengeluarkan sebuah alat komunikasi, Siput Penghantar Suara.


"Kedua murid ku telah dibunuh oleh Tian Zhi. Tugas kalian sekarang untuk membunuh dia dan tidak perlu terfokus pada kompetisi, aku masih memiliki satu orang yang akan menjadi juara pertama. Pembayaran dua kali lipat. Segera laksanakan!" perintah Ketua Wei Yan kepada seseorang kepercayaannya.

__ADS_1


.....


__ADS_2