Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 151. Kisah Bi Liqin.


__ADS_3

Chapter 151. Danau Panca Warna, Kisah Dewi Samudera dan Bi Liqin.


Yang tidak diketahui Tian Zhi, Ketua Wei Yan mengutus bawahannya setingkat Dewa Absolute level 15 untuk menangkap kedua muridnya yang telah membunuh Tim Lima Falcon.


Ketua Wei Yan mengetahui pelakunya ketika bola kristal kehidupan milik Tim Lima Falcon pecah dan menunjukkan wajah tiga pelaku. Ketua Wei Yan tidak melaporkan kematian Tim Lima Falcon kepada pemimpin Akademi Istana Surgawi, sebab mengutus Tim Lima Falcon tanpa adanya persetujuan.


Sedangkan Tian Zhi disaat kembali ke Kerajaan Li, banyak prajurit Kerajaan Wei menghadang jalurnya. Namun dengan mudah kapal perang menghancurkan mereka, selain menghancurkan pasukan Kerajaan Wei, Tian Zhi juga membombardir infrastruktur penting.


Sepanjang jalur menuju ke Kerajaan Li, kapal perang menghancurkan tembok pertahanan setiap kota, sengaja Tian Zhi melakukan itu untuk melemahkan kekuatan Kerajaan Wei.


Raja Wei hanya bisa melihat dari istananya, dia tidak menyangka lima utusan dengan mudah dikalahkan oleh He Hua dan Miao Jiang. Seandainya dia kuat sudah pasti akan bertindak sebagai balasan karena hasil kerja kerasnya bertahun-tahun dihancurkan oleh murid pamannya sendiri.


Akhirnya kapal perang meninggalkan wilayah Kerajaan Wei dan membuat Raja Wei sedikit lega. Beruntung masih ada infrastruktur yang lolos dari serangan kapal perang.


Tian Zhi telah tiba di Istana Merak bersama kedua kekasihnya, tinggal Li Jiancheng yang kini selalu menempel pada He Hua dan Miao Jiang. Selain Li Jiancheng, ada dua permaisuri dan tiga putrinya.


Sedangkan Raja Li bergegas menuju ke istananya bersama semua orang untuk membahas masalah Kerajaan Wei yang hampir 50% dilemahkan oleh kapal perang.


Bantuan Tian Zhi dalam menghancurkan banyak infrastruktur penting Kerajaan Wei sudah sangat membantu Kerajaan Li dan Kerajaan Ling.


Segera Raja Li mengabarkan berita ini kepada Raja Ling dan mengajaknya untuk berdiskusi di tengah malam, dia melakukan hal ini karena situasi Kerajaan Wei sangat rentan terhadap serangan, merupakan kesempatan baik untuk menyerang balik Kerajaan Wei.


Di Istana Merak, Tian Zhi dan kekasihnya kembali dilayani para pelayan istana. Permaisuri pertama menggantikan Raja Li untuk mendampingi Tian Zhi dan kekasihnya mengobrol.


Permaisuri pertama bernama Ling Ling adik dari Raja Ling, dan panggilannya Permaisuri Ling. Permaisuri kedua bernama Xue Rong dipanggil Permaisuri Xue. Tiga saudari Li Jiancheng bernama Li Ling Que usia 17 tahun putri kedua dari Permaisuri Ling, Li Yenny usia 19 tahun putri dari Permaisuri Xiao, dan Li Xue Chun usia 21 tahun putri dari Permaisuri Xue.


Sebenarnya Tian Zhi ingin bergegas menuju Benua Tengah setelah mengantarkan Raja Li dan rombongannya kembali, berhubungan Raja Li ingin menjamu Tian Zhi atas bantuannya yang telah melemahkan kekuatan Kerajaan Wei, akhirnya Tian Zhi pun menerima kebaikan Raja Li.


"Tuan Muda Tian, apakah terburu untuk mendapatkan batu berwarna kuning?" tanya Permaisuri Ling yang ingin membuka obrolan.


Tian Zhi tidak segera menjawab untuk berpikir, jika dia menjawab sangat penting, khawatir menimbulkan kesan yang kurang baik. "Tidak terlalu, aku bisa mengambilnya nanti!" jawab Tian Zhi dengan santai.


"Bagus! Kalau begitu esok pagi setelah sarapan biar putri-putri ku mengenalkan Ibukota Bunga dan kota lainnya. Banyak destinasi wisata alam yang indah di Kerajaan Li!" kata Permaisuri Ling dengan wajah berseri-seri.

__ADS_1


He Hua dan Miao Jiang sebagai wanita mendapatkan firasat tidak baik karena pandangan Permaisuri Ling tidak pernah beralih menatap wajah kekasihnya. Namun melihat status Ling Ling sebagai Permaisuri, firasat buruknya ditepis.


"Oh iya! Kemarin di kamar dagang Bunga telah mengeluarkan model pakaian terbaru. Ayo, besok kita kesana!" ajak Li Jiancheng dengan memegang tangan He Hua.


Akhirnya Tian Zhi bernafas lega ketika obrolan telah berganti seputar kebutuhan wanita, sehingga dia bisa undur diri untuk beristirahat. Segera pelayan mengantarkan Tian Zhi di tempat yang telah disediakan yang berada di lantai dua.


Setelah pelayan istana keluar dari kamarnya, Tian Zhi tersenyum puas melihat kamar yang istimewa, ada tempat tidur besar, kamar mandi yang mewah dan lain sebagainya.


Segera Tian Zhi melihat keluar jendela dan terlihat Ibukota Bunga yang indah dengan banyaknya lampu lampion. Setelah puas melihatnya, kedua mata Tian Zhi melihat kearah Benua Tengah.


"Lebih baik kesempatan ini aku gunakan untuk mencari Batu Keabadian saja."


Tian Zhi langsung keluar jendela, dia terbang sangat cepat menuju Benua Tengah. Setingkat Dewa Absolute jarak antara Kerajaan Li dan Benua Tengah bisa dijangkau dengan cepat.


Disaat terbang Tian Zhi melihat lautan yang tenang tapi berbahaya bagi kekuatan di bawah tingkat Monarch. Tanpa hambatan dari penghuni lautan karena kecepatan, Tian Zhi telah tiba di wilayah Tengah, wilayah yang belum pernah dipijak oleh kultivator, benar-benar masih alami.


Melihat wilayah Tengah yang masih alami, Tian Zhi menjadi teringat dengan Dunia Wanita, dimana tanaman langka berserakan dan material tambang yang melimpah, namun disini banyak sekali dihuni binatang buas.


Melihat banyaknya binatang buas, Tian Zhi memprediksi setiap Kultivator akan kesulitan masuk di wilayah bagian dalam, di luar saja sudah banyak dihuni binatang laut dan harus dilewati terlebih dahulu. Tian Zhi mengangkat kedua bahunya tanda tidak peduli dengan kehidupan mereka, dia hanya akan membantu mereka dengan membuatkan jalan untuk menghubungkan antar dua daratan.


Berhubung kebal terhadap racun, Tian Zhi pun berjalan cepat menuju sumber suara alunan musik Guzheng yang masih terdengar. Akhirnya Tian Zhi melihat Danau Tujuh Warna yang sangat indah.


Tian Zhi tercenung melihat keindahan Danau Lima Warna, samar-samar merasakan energi di dalam danau mampu meningkatkan kekuatan fisiknya. Berhubungan dia telah memiliki Jirah Perang Dewa Binatang, dia tidak terlalu membutuhkannya.


Air danau mengeluarkan riak-riak kecil dan membuat Tian Zhi mengernyit heran karena tidak ada angin mau benda jatuh di air. Segera ia membuka Mata Dewa dan melihat seekor ular besar berwarna hijau di dasar danau yang melindungi sebuah makam, kekuatan si Ular berada di tingkat Dewa Perak.


Si Ular pun merasakan kehadiran Tian Zhi, ia langsung keluar dari dalam danau dengan tatapan mata waspada, dan menjulurkan lidah untuk memeriksa kondisi sekelilingnya.


Akhirnya Si Ular melihat Tian Tian yang sedikit mengeluarkan aura, seketika tubuhnya gemetaran merasakan aura kuat tingkat Dewa Absolute level 10. Buru-buru si Ular akan masuk kembali ke dalam air karena takut.


"Jangan takut! Aku tidak akan menyakitimu, Nona!" cegah Tian Zhi dengan sopan, dia melihat wujud asli si Ular yang bisa berubah menjadi manusia.


Si Ular terkejut saat pria yang tidak dikenali mengetahui wujudnya dan mengurungkan niat untuk bersembunyi, dia mengamati Tian Zhi yang tidak berniat buruk kepadanya.

__ADS_1


Karena tidak bisa bersembunyi dibalik wujud ular, akhirnya si Ular berubah menjadi wanita cantik yang berpakaian berwarna hijau dan bola mata juga berwarna hijau, rambut sepanjang pinggang, tingginya 182 cm, kulit putih sehalus kulit bayi, alis tebal dan bibir yang memikat, tubuhnya langsing ibarat biola yang tidak pernah tersentuh, tapi ada yang aneh dilehernya masih terlihat sisik ular.


"Siapa namamu?" tanya Tian Zhi yang tidak terpesona dengan kecantikan wujud asli si Ular, sebab dua kekasihnya lebih cantik.


"Sa-saya ... !" Wanita itu terlihat kebingungan mengungkapkan nama aslinya kepada orang yang tidak dikenal, "Tuan, tolong jangan sebarkan namaku!" mohon si wanita itu sebelum memperkenalkan dirinya.


"Tentu, lagian aku juga tidak perduli dengan urusanmu. Kebetulan aku melihat cahaya kuning keluar dari area ini. Apakah kamu tahu cahaya kuning itu berada dimana tepatnya?" jawab Tian Zhi dan mengungkapkan tujuannya.


Wanita itu mengunci alisnya sesaat dan mengangguk, lalu berkata, "cahaya kuning itu keluar dari goa itu...." wanita itu sambil menunjuk lokasi goa yang berada dibelakangnya.


Tian sedikit memiringkan kepalanya untuk melihatnya, di pintu goa terlihat terlindungi Formasi, dan kembali melihat si wanita. "Terima kasih! Kalau boleh tahu, makam siapa yang kamu tunggu?" tanya Tian Zhi.


Wanita itu menunduk dan tidak terlihat enggan untuk berbicara. Tian Zhi menghela nafas panjang dan tidak berusaha bertanya lagi dengan melangkah menuju goa.


Sekali melangkah Tian Zhi telah berada di depan goa. Si wanita merasakan desiran angin dan membalikkan badan untuk melihat Tian Zhi. "Tuan!" panggilannya dengan mengikuti Tian Zhi dan kembali menundukkan kepala sambil memainkan jari-jarinya, sebenarnya dia ingin mencegah Tian Zhi agar tidak masuk ke dalam goa, tapi dia takut.


Tian Zhi menoleh ke belakang dan tersenyum melihat kegugupan si wanita, "ada apa? Tampaknya kamu telah lama disini... Aku kira kamu juga bukan asli dari sini, kan?" tanya Tian Zhi dan menebak asal usul si wanita.


Si wanita kembali terkejut lalu melirik Tian Zhi, dia seperti telanjang dihadapan seseorang yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute, lalu si wanita menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.


"Benar, saya bukan berasal dari Benua Venus. Namaku Bi Liqin, panggil saja Liqin. Didasar danau adalah makam guruku, Tuan!" jawab Bi Liqin dengan mata mulai terlihat akan menangis.


Tian Zhi menghela nafas berat saat Bi Liqin mengatakan 'guru', dia menjadi teringat dengan Guru Ba dan merindukannya. Walaupun hanya pertemuan sesaat dengan gurunya, Tian Zhi merasakan kedekatan yang teramat, Guru Ba seperti keluarga baginya.


Tian Zhi mendekati Bi Liqin dan membelai rambutnya. "Jangan ceritakan tentang masa lalu mu, aku juga mempunyai seorang guru ... Entah dimana beliau sekarang!" Tian Zhi menatap langit yang dipenuhi kelap-kelip bintang dan sedikit awan.


"Guru, dimana kamu?" batin Tian Zhi yang ingin bertemu dengan gurunya, lalu kembali melihat Bi Liqin, "namaku Tian Zhi, panggil saja Tian," kata Tian Zhi yang memperkenalkan dirinya.


Bi Liqin mendongak melihat wajah Tian Zhi untuk beberapa saat, karena dia lama tidak berbicara dengan orang lain, akhirnya memutuskan untuk mencurahkan isi hati tentang kisah gurunya.


Gurunya adalah Dewi Samudera, Ratu Kerajaan Air di Alam Mahadewa. Kisah ini terjadi 500 tahun lalu. Bi Liqin dan Dewi Samudera bisa berada di Benua Venus karena pertolongan dari Dewa Perang yang bernama Chu Bao.


Waktu itu, Dewi Samudera dan Bi Liqin di serangan oleh banyak Dewa di Kerajaan Air, musuhnya adalah Dewa Surya, Dewa Iblis dan juga saudaranya sendiri yang telah berkhianat kepada Dewi Samudera.

__ADS_1


(Author : Cerita kisah Bi Liqin dan Dewi Samudera ada di novel Legenda Pasukan Wanita - Bab 85 dan 86, yang sudah di revisi. Untuk bab lainnya masih belum direvisi, jadi saya mohon maaf. Sehat selalu dan bahagia. Salam.)


__ADS_2