
Chapter 258. Xu Weici Sang Peramal Sihir.
Semua orang segera keluar dari Balai Keluarga Xu. Tinggal Patriark Klan Xu, dua leluhur, Xu Lian dan beberapa wanita muda. Semua orang menatap Xu Lian.
"Seberapa besar kamu mengenal Master Tian?" selidik Patriark Klan Xu yang bertanya kepada Xu Lian, sebelum Xu Lian menjawab, dia berkata, "intuisi ku mengatakan, jika kematian putraku ada hubungannya dengan dia! Aku mendapatkan informasi, jika dia adalah anggota Organisasi Tangan Hitam, termasuk He Hua dan Miao Jiang. Ceritakan apapun yang kamu ketahui tentang mereka?"
Xu Lian pun menceritakan hasil penyelidikannya tentang Tian Zhi dan semua istrinya, ucapannya tidak jauh berbeda ketika berbicara dengan Qing Guozhi sewaktu masih berada di Forest Peach Blossom.
Semua orang yang masih hadir di ruang Balai Keluarga Xu mendengar dengan seksama. Setelah Xu Lian selesai berbicara, Patriark Klan Xu dan leluhur Xu berpikir sejenak.
Patriark Klan Xu saling berpandangan dengan leluhur Xu, pemikiran mereka berdua tertuju pada satu orang yang ditakutinya.
"Memiliki kekuatan lemah tapi mampu melawan yang lebih kuat ... Dan juga memiliki lebih dari dua profesi, hanya ada satu orang ...," kata Patriark Klan Xu saat mengingat satu sosok yang menggemparkan Benua Cahaya.
"Dewa Binatang!" serempak Patriark Klan Xu dan leluhurnya menyebutkan nama orang yang mereka takuti.
Leluhur Xu segera berdiri, lalu dia berbicara dengan tergesa-gesa, "aku akan menemui Kaisar Kun, hanya dia yang bisa membantu kita, jika benar Master Tian adalah Dewa Binatang ...." Tanpa menunggu jawaban dari siapapun, dia tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang.
Selain Patriark Klan Xu dan leluhurnya, semua orang yang belum lahir pada zaman Dewa Binatang, jelas kebingungan melihat ketakutan dua orang yang dianggap paling kuat di Klan Xu.
"Siapa itu Dewa Binatang? Apa hubungannya dengan Master Tian?" tanya Xu Lian dengan rasa penasaran,
Patriark Klan Xu melihat Xu Lian, dia menghela nafas berat dan terlihat tubuhnya sedikit gemetaran, tanda rasa takutnya selama ini akan terjadi di zaman ini.
Nama Dewa Binatang di Alam Jagat Raya sudah sangat terkenal, sebab dia satu-satunya orang yang mampu membuat kekacauan di Alam Jagat Raya. Semua informasi tentang Dewa Binatang telah menyebar, tapi segera ditutupi oleh para penguasa galaksi. Para penguasa tidak ingin generasi muda zaman ini mengetahui sosok pria tampan, hebat dan sangat kuat menjadi momok bagi siapapun...
"Kejadian ini jauh sebelum kalian lahir. Ada satu pria yang kemampuannya diluar nalar kita ... Kalian jika melihatnya sekali saja, terutama bagi wanita, wanita manapun akan bertekuk lutut di hadapannya. Dia tidak bisa mati, karena memiliki Tujuh Batu Keabadian. Aku hanya berharap Master Tian bukanlah dia! Aku hanya ingin kalian menjauhi dia, jika bertemu segera melapor. Maaf, aku tidak mau menceritakan semua ini kepada kalian, demikian kebaikanmu. Intinya, Dewa Binatang adalah suaminya Dewi Cahaya." ucap Patriark Klan Xu yang ambigu.
Beberapa wanita yang berada di ruang Balai Keluarga Xu saling bertukar pandangan, lalu menatap wajah Xu Lian dengan rasa penasaran, jelas mereka penasaran dengan nama Dewa Binatang yang mampu menaklukkan wanita sekali pandang, seperti apa sosok Dewa Binatang itu, pikiran mereka.
"Aku hanya tahu Master Tian, dia tidak terlalu tampan tapi memiliki aura seorang penguasa. Siapapun yang dekat dengannya akan merasa nyaman dan tidak ingin menjauhinya. Sedangkan Dewa Binatang, aku tidak kenal!" jelas Xu Lian yang buru-buru keluar dari ruang Balai Keluarga Xu, sebab dia tidak ingin semua wanita bertanya kepadanya.
"Kakak tunggu!" cegah salah satu wanita muda nan cantik yang ingin mengenal Tian Zhi lebih jauh, namun Xu Lian tidak menghiraukannya dan langsung terbang ketika telah keluar dari Balai Keluarga Xu.
Semua wanita mengejar Xu Lian. Patriark Klan Xu geleng-geleng kepala melihat juniornya yang selalu saja penasaran kepada orang yang menarik perhatian.
"Semoga saja Keluarga Besar Xu bisa tetap eksis di Alam Semesta Aurora!" harap Patriark Klan Xu, terlihat matanya menjadi merah, dia ingin menangis tapi tak mampu, intuisinya tentang pelaku si pembunuh putranya sudah tepat, ketika mengetahui Tian Zhi mampu merebut Batu Keabadian dari tangan Master Wei Yan dan Dewa Bintang.
Patriark Klan Xu menemui istrinya yang sedang berkultivasi tertutup, lalu dia masuk ke dalam kamar pribadi istrinya. Istrinya bernama Xu Weici, wajahnya tampak usia 40 tahun, padahal usianya mencapai ribuan tahun. Kekuatannya terpaut tiga level dari Patriark Klan Xu, Half Alfa level 77.
Dia duduk bersila di depan istrinya dan berkata, "aku ingin kamu membawa generasi muda pergi dari Alam Semesta Aurora. Kamu dan generasi muda akan tinggal di Galaksi Caldwell. Disana kalian akan hidup terjamin, sebab aku kenal baik dengan penguasanya."
__ADS_1
Xu Weici membuka mata dan menatap tajam suaminya. "Apa dia sudah kembali?" tanyanya tentang Dewa Binatang.
"Benar, sudah waktunya kamu dan generasi muda meninggalkan tempat ini. Aku menunggu kakek yang telah pergi untuk menemui Kaisar Kun. Setelah kita berhasil mengalahkan Dewa Binatang, kita akan menyusul mu!" jawab Patriark Klan Xu yang telah lama membuat rencana ini.
Xu Weici memejamkan mata sejenak untuk berpikir dan Patriark Klan Xu dengan sabar menunggu jawaban. Kurang dari waktu satu dupa, Xu Weici membuka mata, lalu dia mengeluarkan bola kristal ramalan yang mengeluarkan cahaya warna hijau.
"Aku sudah meramalkan masa depan! Dewa Binatang bisa dikalahkan sebelum kekuatannya pulih, dengan dukungan Kaisar Kun, kalian akan lebih mudah mengalahkannya. Jadi, kita tidak perlu meninggalkan alam ini." tolaknya setelah yakin dengan ramalannya, sebab bola kristal berwarna hijau merupakan tanda semua akan baik-baik saja.
Xu Weici merupakan seseorang peramal, dia dulu bekerja di Kerajaan Cahaya sebab ahli Astronom (alih perbintangan) dan Prekognisi.
Prekognisi adalah persepsi akan kejadian pada masa yang akan datang. Seseorang bisa tahu apa yang akan terjadi pada masa depan, seolah-olah sudah ada gambaran bahwa masa depan akan terjadi persis seperti yang dipikirkan.
Patriark Klan Xu menghela nafas panjang, sebab dia sedikit memercayai ramalan yang dibuat oleh istrinya, sebab istrinya dulu pernah meramalkan tentang kehancuran Kerajaan Cahaya. Karena hal itu, Keluarga Besar Xu berkhianat terhadap Raja Cahaya, namun ramalan itu tidak terjadi dan mengakibatkan mereka harus kabur.
"Apakah kamu yakin ramalan mu itu benar?" tanyanya.
Xu Weici tersenyum dan mengangguk. "100%, yakinlah semuanya akan baik-baik saja. Untuk masalah mayat hidup, kamu jangan khawatir, tujuan mereka ingin menghancurkan Istana Surgawi. Mereka menuju ke wilayah ini hanya untuk mencari mangsa!" jawab dan sedikit memberikan tentang ramalan tentang tujuan adanya mayat hidup.
Ingin rasanya Patriark Klan Xu membantah ramalan istrinya, namun melihat senyuman wanita yang dia cintai menjadikannya tidak tega, lalu dia bertanya sekali lagi agar meyakinkan hatinya, "kenapa kamu tidak bisa meramal siapa pembunuh putra kita?"
"Sekarang aku bisa, setelah menerobos pemahaman alih ramalan tingkat Master... Sebentar aku akan mencari tahu siapa pembunuh putra kita yang sebenarnya!" jawabnya dengan bangga diri dan meminta waktu untuk mencari pembunuh putranya.
Patriark Klan Xu tertawa bahagia dengan pencapaian istrinya yang telah naik tingkat dalam bidang sihir dan ramalan, dia tidak tahu perjuangan istrinya untuk meningkatkan dari tingkat Disciple tahap atas membutuhkan perjuangan ekstra, harus mempertaruhkan nyawa serta jiwanya. Xu Weici mau melakukan ini demi mencari pembunuh putranya.
Beginner Level Magic.
Disciple Grade Magic.
Master Grade Magic.
Grand Master Grade Magic.
Ancestor Grade Magic
Great Divination Magician (Penyihir Ramalan tingkat Agung).
Sacred-level Divination Witch (Penyihir Ramalan tingkat Suci).
The Great Soothsayer (Sang Peramal Yang Agung).
__ADS_1
God of Sorcery (Dewa Peramal Sihir).
Walaupun hanya sembilan tingkat, profesi meramal dan sihir tidaklah mudah dicapai setiap tingkatannya. Umumnya seorang yang bisa meramal berasal dari keturunan maupun titisan leluhurnya, selain itu bakat juga mendukung besar dalam peningkatan.
Bola kristal yang dipegang oleh Xu Weici berubah menjadi bening, lalu dia merapal mantra dan mengalirkan energi kegelapan pada bola kristal. Tidak berselang lama samar-samar di bola kristal terlihat penampilan seseorang pria, namun tidak terlalu jelas wajahnya.
"Beri aku waktu untuk membiasakan diri!" pinta Xu Weici yang baru pertama kali mempraktekkan peningkatannya di tingkat Master Grade Magic.
"Santai saja dan fokus!" ucap Patriark Klan Xu dengan nada lembut.
Xu Weici menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan pikiran dan hatinya, lalu dia sekali lagi memejamkan mata dan merapal mantra, serta perlahan mengalir energi kegelapan pada bola kristal bening.
Secara perlahan Patriark Klan Xu melihat didalam bola kristal bening menampilkan wajah seseorang yang dia kenali, dan intuisinya tentang pembunuh putranya ternyata benar.
"Sialan!? Ternyata benar dia!" umpatan Patriark Klan Xu.
Xu Weici membuka matanya dan melihat bola kristal bening miliknya, dia mengepalkan tangan kiri untuk menahan amarahnya.
"Jadi dia orang yang bernama Xiang Tianzhi ... Tidak lama lagi, pembalasan akan lebih menyakitkan... Lihat saja!" gumam Xu Weici yang baru tahu wajah pembunuh putranya.
"Baiklah, aku akan persiapkan diri untuk menunggu kedatangan Kaisar Kun. Apa kamu kembali berlatih?" tanya Patriark Klan Xu setelah hatinya tenang mengetahui pembunuh putranya.
"Iya, aku perlu melatih setelah naik tingkat Master Grade Magic tahap rendah, butuh waktu lama dan tolong jangan ganggu!" jawab Xu Weici.
Patriark Klan Xu mengangguk dan mencium kening istrinya, lalu dia keluar dari kamar pribadi istrinya...
...****************...
Saat malam hari, Tian Zhi kembali membuat kekacauan di Forest Peach Blossom, dimana dia mencabut setiap pohon yang berbuah secara acak agar membingungkan siapapun, total dia telah mencabut lima puluh pohon yang telah berbuah.
Qing Guozhi secara pribadi turun tangan untuk membantu semua orang untuk menangkap si pencuri, namun tetap saja tidak bisa menangkapnya.
"Fokus lindungi pohon Buah Suci tingkat Dewa dan Langit!" perintah Qing Guozhi agar mudah menangkap Tian Zhi.
Semua orang mengikuti perintah leluhurnya. Empat orang menjaga setiap pohon, sebagian tetap mencari si pencuri. Qing Guozhi tidak ingin pohon yang paling berharga satu per satu dicabut secara paksa.
Tian Zhi melihat mereka dan tersenyum setelahnya, walaupun empat orang menjaga setiap pohon, dia masih mampu mengambil pohon Buah Suci. Namun, dia melihat ke arah Bukit Pearl yang dijaga ketat oleh Master Tao dan beberapa bawahannya.
Karena penasaran kenapa begitu ketat penjagaannya, Tian Zhi bergegas ke Bukit Pearl. Sesampainya, dia melihat gua tanpa adanya Formasi Perlindungan, lalu dengan santainya dia melewati Master Tao yang duduk bersila di depan gua bersama bawahannya.
__ADS_1
Inilah keuntungan skill Perubahan Wujud, dengan mudahnya Tian Zhi keluar masuk kemanapun tanpa diketahui siapapun, asal kekuatan musuhnya tidak lebih tinggi darinya 50 level.