
Chapter 255. Kekacauan Di Dua Alam.
...****************...
Setelah kepergian Tian Zhi, di sore harinya Jiang Chen Mei terbangun, lalu dia segera mandi. Setelah selesai, dia keluar dari gedung utama Organisasi Tangan Hitam untuk menuju ke tempat padat penduduk yang paling dekat. Lokasinya masih dalam lingkup wilayah Istana Surgawi.
Jiang Chen Mei mengeluarkan pasukan mayat hidup saat matahari terbenam. Mayat hidup segera berlutut di depan Jiang Chen Mei.
"Mangsa semua anak-anak dan orang tua, jadikan kultivator seperti kalian, kecuali wanita muda, tangkap mereka!" perintah Jiang Chen Mei kepada pasukan mayat hidup yang berjumlah tiga ratus lebih, dia ingin menjadi para wanita sebagai pelayannya.
Segera mayat hidup bergerak menuju kota yang ditargetkan selesai untuk malam ini. Jiang Chen Mei cukup menguasai satu kota untuk menjadi pasukan mayat hidup. Selanjutnya mereka akan bergerak dengan sendirinya, menyebar dan memburu apapun yang bernafas, terutama memburu kultivator.
Para penjaga kota melihat kedatangan banyak mayat hidup, mereka melihatnya seperti orang yang terkena musibah; pakaiannya compang-camping, tubuh yang dipenuhi dengan luka, gerakannya seperti orang yang habis minum-minuman.
"Cepat bantu mereka!" perintah komandan regu penjaga gerbang kepada bawahannya, saat melihat mayat hidup sudah dekat pintu gerbang kota dan tampak seperti orang yang terluka parah.
Tanpa ada kecurigaan apapun terhadap pendatang, puluhan tentara segera keluar dari dalam dinding pertahanan. Mereka terkejut saat melihat wajah-wajah mayat hidup yang menyeramkan jika dilihat dari dekat.
"Arghh!" teriakan salah satu tentara ketika lehernya diterkam oleh mayat hidup.
"Arghh!!"
Sekali lagi teriakan terdengar dari tentara yang lainnya, dan membuat suasana dengan cepat menjadi kacau. Para tentara yang lainnya segera bereaksi dengan memukul dan menendang mayat hidup yang menyerangnya.
Namun reaksi mayat hidup lebih cepat sebelum terkena tendangan maupun pukulan dari para tentara kota. Komandan regu segera memerintahkan pasukannya untuk membantu rekannya yang bertarung dengan mayat hidup.
Sayangnya, sebagian mayat hidup telah masuk ke dalam kota dan telah membuat kekacauan. Para tentara yang telah mati menjadi hidup lagi setelah terkontaminasi racun mayat hidup. Demikian juga dengan tentara yang berada di dalam kota, mereka yang telah mati berubah menjadi mayat hidup.
Komandan regu penjaga gerbang segera bertindak, namun disaat akan bergerak, di belakangnya muncul Jiang Chen Mei dan langsung menerkam lehernya seperti mayat hidup. Komandan regu berteriak kesakitan dan berusaha untuk melepaskan dirinya, namun kekuatannya kalah jauh dari Jiang Chen Mei. Setelah itu, komandan regu dibuang seperti sampah dengan tubuh yang kejang-kejang, tanda racun telah mengendalikan tubuhnya.
Tidak berselang lama, komandan regu juga menjadi mayat hidup dan menyerang anak buahnya sendiri. Jiang Chen Mei menyeringai setelah puas meminum darah komandan regu, lalu dia dengan santainya berjalan di belakang mayat hidup yang menyerang.
"Kumpulkan para wanita di gedung itu!" perintah Jiang Chen Mei kepada mayat hidup.
Mayat hidup mematuhi perintah Jiang Chen Mei, mereka menyeret para wanita yang telah pingsan, sebagian meronta-ronta, menangis dan berteriak meminta tolong.
Teriakan terdengar dimana-mana dan membuat kota menjadi kacau balau, pemimpin kota yang bergelar Baronet segera bertempur dengan pasukannya melawan mayat hidup yang ganas.
Sayangnya, Jiang Chen Mei bergerak melawan kultivator yang paling kuat, dia dengan brutal mengigit leher setiap korbannya, lalu melemparkannya setelah puas menghisap darah...
Malam itu, kota telah sepenuhnya dikuasai oleh mayat hidup, lalu Jiang Chen Mei memerintahkan pasukannya untuk menyebar ke segala penjuru wilayah Istana Surgawi.
Dia memasukkan semua wanita ke dalam kantong spasial. Kemudian Jiang Chen Mei mengambil semua sumber daya apapun yang bermanfaat dan berharga.
...****************...
Sedangkan Tian Zhi telah berada di wilayah ibukota Kekaisaran Qing dengan menyamar sebagai seorang bandit bermata satu, lalu dia mengeluarkan 10.000 Tubuh Ganda yang juga menjadi bandit untuk membuat kekacauan, menjarah harta dan juga menghancurkan infrastruktur penting.
Boom... Boom...
__ADS_1
Terdengar dimana-mana suara ledakan energi, gedung-gedung dihancurkan. Para tentara ibukota segera berdatangan dan melawan para bandit. Namun, dengan mudah mereka dikalahkan oleh Tubuh Ganda yang memiliki kekuatan Sang Void level 97.
Dewi Alkemis yang sedang membuat pil pesanan Dewa Surya segera terganggu dengan adanya keributan di luar gedung utama Persatuan Alkemis. Namun, dia tetap fokus untuk menyelesaikan Pil Penyembuh Dantian tingkat Celestial Supreme tahap rendah, dia mencontoh pil yang dibuat oleh Tian Zhi.
"Lihat apa yang sedang terjadi!" perintah Dewi Alkemis kepada asistennya.
Segera si asisten keluar dari ruang meramu pil dan disaat dilantai dasar, Dewi Alkemis mendengar suara ledakan dan membuatnya gagal meramu Pil Penyembuh Dantian.
"Sial... Sial... Sial!? Siapa kalian yang membuat kekacauan?!" Dewi Alkemis berteriak keras dan kemarahannya meluap-luap.
Dia segera keluar dari ruang meramu pil dan terkejut saat melihat lantai dasar telah porak-poranda karena serangan para bandit.
"Astaga!! Banyak sekali kekuatan Sang Void!" seruan Dewi Alkemis yang terkejut melihat sepuluh bandit memiliki kekuatan yang sama.
Karena kekuatannya berada di tingkat Half Alfa level 5, Dewi Alkemis segera meledakkan tubuh para bandit yang sedang menjarah. Namun, para bandit terus berdatangan seperti semut menemukan gula, dia perlahan mulai kewalahan menghadapinya.
Untungnya anggota Persatuan Alkemis ikut membantunya bertarung dengan para bandit...
Sedangkan Tian Zhi berdiri di atap menara pengawas, dia menyeringai melihat Kekacauan yang dibuat oleh Tubuh Ganda, dia mengeluarkan senjata Busur dan membidik para tentara ibukota. Tian Zhi hanya menargetkan para tentara dan kultivator.
Setiap waktu satu dupa, Tubuh Ganda berubah menjadi asap dan setelah tiga puluh tarikan nafas, kembali 10.000 Tubuh Ganda dikeluarkan oleh Tian Zhi, dia tidak akan berhenti sampai ibukota Kekaisaran Qing hancur total.
Dewa Surya dan para petinggi kekaisaran segera memobilisasi pasukan utama kekaisaran untuk mengalahkan para bandit. Keluarlah 100.000 pasukan utama kekaisaran dan segera para jenderal memimpin mereka.
Namun, para bandit yang memiliki kekuatan Sang Void level 97, dengan mudah mengalahkan pasukan utama kekaisaran, sebab kekuatan mereka masih dibawah Sang Mahadewa, sedangkan para jenderal hanya setingkat Dewa Absolute, jelas bukan tandingan kekuatan Sang Void.
Boom... Boom...
Kini Kekuatan Dewa Surya telah menurun, dari Sang Void level 18 turun menjadi level 14. Selama dantian-nya belum sembuh, kekuatannya akan terus menurun. Demikian juga dengan Dewa Air, kekuatannya turun drastis, kini berada di level 10, hal ini kerugian besar bagi mereka berdua.
"Yang Mulia, tolong segera tinggalkan ini bersama semua keluarga, biarkan kami yang menanganinya!" cegah Jendela Besar sebelum Dewa Surya bergerak.
"Huff!" Dewa Surya membuang nafas, lalu berbicara, "kamu aktifkan Formasi Perlindungan istana, aku akan mengabarkan kepada leluhur!" perintahnya, dia sadar tidak mungkin bisa melawan kekuatan Sang Void level 97.
Jenderal Besar juga menghela nafas berat, seandainya pemimpinnya tidak bermalas-malasan dalam berkultivasi, kejadian hari ini tidak mungkin terjadi.
"Kaya akan Buah Suci, namun malas untuk meningkatkan kekuatan, pemimpin yang tak berguna!" batin Jenderal Besar yang terlihat kecewa memiliki pemimpin.
"Apakah Yang Mulia tidak curiga dengan datangnya para bandit yang memiliki kekuatan sama?" tanya penasehat kekaisaran setelah mengamati para bandit dan membuyarkan lamunan Jenderal Besar.
Seketika Dewa Surya teringat dengan sosok musuhnya, yang tidak lain adalah Tian Zhi. Namun, sebelum bereaksi dengan meluapkan amarahnya, Dewa Surya melihat Dewi Alkemis yang ikut bertarung melawan para bandit.
"Untungnya ada Dewi Alkemis, jika tidak ...!" seruan Dewa Surya yang sedikit lega, dia enggan meneruskan ucapannya, khawatir perkataannya menjadi kenyataan, "bergabung bersama Dewi Alkemis, cepat!" perintahnya kepada Jenderal Besar.
Segera Jenderal Besar bersama pasukannya membantu Dewi Alkemis.
"Kamu benar... Lihat, para bandit berubah menjadi asap setelah terkena pukulan dari Dewi Alkemis, itu pasti klon nya," kata Dewa Surya, setelah Jenderal Besar melaksanakan perintahnya, dia melihat Dewi Alkemis menghancurkan para bandit.
"Bagaimana dia lolos dari penjagaan di garis pantai?" gumam penasehat kekaisaran sambil berpikir keras untuk menangani kekacauan yang dibuat oleh Tian Zhi.
__ADS_1
Dewa Surya tidak menanggapi gumaman penasehatnya, sebab dia sedang berkomunikasi dengan Qing Guozhi, dia mengabarkan sesuai dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
Tidak berselang lama, Qing Guozhi membalas...
"Aku segera kembali, pertahankan ibukota sekuat tenaga!"
Dewa Surya segera memberikan jawaban singkat, "baik, Kek."
"Perintahkan pasukan rahasia untuk mendukung pasukan utama!" perintah Dewa Surya kepada Menteri Pertahanan...
Tian Zhi yang melihat Dewa Surya di atas istana, segera membidiknya dengan Busur. Anak panah energi melesat menuju Dewa Surya, namun Dewi Alkemis menghalangi dengan melepaskan pukulan jarak jauh.
Boom...
Tian Zhi melihat Dewi Alkemis yang selalu menggunakan topeng dan membidiknya.
"Kamu Master Tian, kan?" tebak Dewi Alkemis sebelum Tian Zhi melepaskan anak panahnya sekali lagi.
"Bukan, aku pemimpin Bandit Samudera!" sanggah Tian Zhi dengan menyamarkan suaranya seperti pria tua.
"Bohong!? Hanya Master Tian yang memiliki skill menggandakan tubuhnya... Kamu pasti Master Tian!?" bentak Dewi Alkemis yang tidak mempercayai ucapan Tian Zhi.
Tian Zhi tertawa keras, setelah berhenti dia berkata, "kamu terlalu lama berdiam di satu tempat dan tidak mengetahui luasnya langit! Skill ini diciptakan oleh guruku yang memiliki banyak murid, mungkin saja orang yang kamu sebutkan itu salah satunya. Tapi aku bukan orang yang kamu sebutkan itu, Nona cantik!"
Dewi Alkemis mengunci alisnya saat berpikir, apa yang dikatakan oleh pria tua itu ada benarnya, namun satu hal yang membuatnya masih tidak percaya, yaitu tidak pernah mendengar Bandit Samudera di Alam Mahadewa, dia berkeyakinan jika orang yang membuat kekacauan adalah Master Tian.
"Sudah jangan berbohong lagi! Perintahkan semua klon mu untuk berhenti dan kita bisa bicarakan semua ini secara baik-baik!" pinta Dewi Alkemis yang kini nada suara lebih lembut, dia tidak ingin membuat Tian Zhi marah.
"Wanita bodoh! Siapa kamu memberikan perintah!" bentak Tian Zhi dengan melepaskan anak panah energi.
Boom...
Dewi Alkemis melepaskan pukulan jarak jauh untuk menangkis anak panah energi, dia langsung membalas serangan dengan pukulan jarak jauh. Namun, Tian Zhi segera berteleportasi dan muncul di belakang Dewa Surya.
Sontak Dewa Surya terkaget dan spontan membalikkan badan, dia terkejut saat melihat dua jari seperti pedang energi mengarah ke perutnya...
Sling...
"Arghh!!" teriakan Dewa Surya ketika perutnya terburai mengeluarkan isinya, segera dia mengalirkan energi spiritual untuk menutup lukanya.
Swosh... Boom...
Tiba-tiba pukulan jarak jauh melesat ke arah Tian Zhi dan membuatnya terpental, tubuhnya menghantam banyak bangunan, baru berhenti ketika jaraknya sekitar tiga ratus meter.
"Sialan kamu?!" teriak Qing Guozhi yang baru tiba melihat cucunya diserang, dia langsung melepaskan pukulan terkuatnya.
Kembali, Qing Guozhi melepaskan pukulan berenergi jarak jauh bertubi-tubi, dia sangat marah melihat kekacauan, apalagi dantian milik cucunya dantian terluka parah.
Boom... Boom...
__ADS_1
Ledakan hebat menghujani lokasi Tian Zhi, kemarahan dari kekuatan Half Alfa level 27 sangat mengerikan...