
Chapter 38. Villa, Singa Bersaudara.
Yin Rong dan Yin Shuang mengejar Xiang Tianzhi dengan jarak yang terpaut dua meter dari rekannya. Mereka berdua juga sangat cepat, gerakan seperti angin, anggun dan lincah. Tidak berselang lama mereka melihat Xiang Tianzhi sedang berjongkok di batang pohon, tampaknya sedang waspada.
Yin Rong memberikan kode kepada Yin Shuang dengan menunjuk punggung Xiang Tianzhi, mereka menyebar untuk mengunci posisi Xiang Tianzhi. Xiang Tianzhi menyeringai saat merasakan desiran angin.
Swosh... Swosh... Bang... Bang...
Yin Rong langsung memberikan pukulan telak di pipi kiri, disaat Xiang Tianzhi terjatuh, Yin Shuang segera menendang perut Xiang Tianzhi, tapi tubuh Xiang Tianzhi menjadi asap dan menghilang. Dan dua bayangan telah dihancurkan, tersisa delapan bayangan.
"Sialan! Hanya bayangan, benar-benar tampak nyata saat dipukul!" umpat Yin Shuang yang kesal telah gagal menemukan tubuh asli.
"Sudahlah, lebih baik kita cari bayangan yang tersisa ... Kita kesana saja!" ajak Yin Rong dan segera mengejar, dimana dia melihat sekelebat tubuh Xiang Tianzhi.
Sedangkan Yin Qiao dan Yin Ling'er juga mengalami hal serupa dimana mereka hanya memukul tubuh bayangan Xiang Tianzhi, dengan wajah kesal mereka berdua segera memburu Xiang Tianzhi. Sudah tiga bayangan yang dihancurkan, tersisa tujuh bayangan.
Matriark Yin juga mengalami hal yang serupa, dia sudah gagal untuk kedua kalinya, tapi dia tampak senang dengan permainan Xiang Tianzhi yang seperti petak umpet, dengan wajah tersenyum matriark Yin kembali mengejar Xiang Tianzhi. Tersisa enam bayangan.
Keempat tetua Yin semakin kesal, karena mereka gagal menemukan tubuh asli Xiang Tianzhi, dengan wajah cemberut mereka mencari keberadaan asli Xiang Tianzhi, dan tersisa empat tubuh bayangan.
Hingga akhirnya menyisakan satu tubuh bayangan dan telah dikepung oleh lima wanita, keempat wanita terlihat kesal dengan sorot mata tajam menatap Xiang Tianzhi yang masih menyamar sebagai pria tua bungkuk.
"Kalian mau apa? Kenapa kalian mengejar-ku yang tampan ini? Yang harus kalian ketahui, aku sudah memiliki banyak istri, anak dan cucu ... Jadi, aku tidak berniat menambah istri lagi!" tanya Xiang Tianzhi dengan suara serak khas pria tua, dia berpura-pura takut dinodai.
Matriark Yin menahan tawa mendengar alasan yang konyol, sedangkan keempat wanita semakin kesal dengan ocehan Xiang Tianzhi, Yin Rong berjalan mendekati dengan mengeluarkan senjata pedang.
"Ucapan mu sungguh memuakkan! Siapa juga yang mau dengan pria jelek sepertimu! Hah!" bentak Yin Rong dengan mengacungkan senjatanya.
"Nona muda, aku tahu kamu menyukaiku! Tapi maaf ... Aku menolak-mu! Carilah yang lain, masih banyak pria yang lebih jelek dari dariku," kata Xiang Tianzhi dengan berjalan mundur sambil menutupi tongkatnya.
"Konyol!!" bentak keempat tetua Yin dengan serentak.
Swosh... Jlebb...
Yin Rong yang marah langsung melesat dan menusuk bahu kiri Xiang Tianzhi, dan membuat Xiang Tianzhi syok sambil melihat pedang menusuk bahunya.
"Bunuh-lah aku jika ... Itu membuatmu puas!" ucapan terakhir Xiang Tianzhi sambil tangannya akan menyentuh wajah Yin Rong.
Bhuzhh...
__ADS_1
Seketika tubuh Xiang Tianzhi menjadi asap, dan membuat Matriark Yin tertawa terbahak-bahak dibalik cadarnya, sedangkan keempat tetua Yin cemberut saat diperdayai lagi dengan tubuh bayangan.
"Menarik, sangat menarik!" pujian Matriark Yin yang tampak senang bermain-main dengan Xiang Tianzhi, dan segera dia memeriksa seluruh hutan belantara dengan kesadarannya, namun Xiang Tianzhi tidak diketemukan lagi, bahkan tidak ada bayangan dirinya.
Keempat tetua Yin melihat matriark nya merasa aneh, belum pernah mereka melihat Yin He Hua tertawa lepas dan senang seperti saat ini. Jika cadarnya dilepas dan melihat tawa Matriark Yin, pasti setiap pria bertekuk lutut memuja kecantikannya.
"Kalian cari dia, aku yakin dia masih disekitar kita!" perintah Matriark Yin, dia segera terbang sambil terus mencari Xiang Tianzhi.
Sedangkan keempat tetua Yin juga menyebar dengan berpasangan, mereka berlima mencari Xiang Tianzhi hingga waktu enam dupa dan berkumpul kembali setelah Matriark Yin memanggil mereka.
"Yin Rong, Yin Shuang, kalian cari dia di Kota Donggi, aku yakin dia kembali kesana, kalian berdua ikuti aku mencari di Pegunungan Penglai!" sekali lagi Matriark Yin memberikan perintah.
Mereka berpisah menjadi dua kelompok, Matriark Yin ingin memastikan apakah ucapan Xiang Tianzhi adalah benar telah menemukan pill tingkat Raja dan Kaisar disana, walaupun dia tahu jika Xiang Tianzhi berbohong, jikalau pun berbohong, Matriark Yin juga tidak mempermasalahkannya, sebab lokasinya tidak jauh dari Sekte Yin.
"Huff! Merepotkan, terutama wanita bercadar itu!!" gerutu Xiang Tianzhi yang bersembunyi di dalam cincin dimensi, dia melihat apa yang mereka lakukan dan juga mendengarnya.
Xiang Tianzhi sebenarnya ketakutan saat tahu kekuatan Matriark Yin yang berada pada tingkat Supreme Immortal tahap lima, niatnya untuk menguasai Pegunungan Penglai dia urungkan, sebab jelas dia tidak mungkin melawan Matriark Yin yang jarak kekuatannya jauh berbeda.
Xiang Tianzhi mengetahui kekuatan Matriark Yin dari Inti Kehidupan, dan mereka menyarankan untuk menggunakan feromon afrodisiak untuk menguasai Matriark Yin, tapi Xiang Tianzhi masih ragu, takut teknik Dual Cultivation tidak berpengaruh terhadap Matriark Yin yang kekuatannya terpaut tujuh tingkat. Seandainya Matriark Yin hanya terpaut dua tingkat, Xiang Tianzhi masih berani dan tanpa ragu.
Ketakutan Xiang Tianzhi masuk akal, sebab dia belum pernah menggunakan feromon afrodisiak kepada wanita yang memiliki basis kekuatan yang lebih tinggi darinya, daripada mati konyol saat ketahuan niat busuknya, lebih baik menggunakan apa yang ada, yaitu menambah kekayaannya untuk membentuk pasukan sendiri di Kota Donggi.
Momentum seperti ini akan membuat Xiang Tianzhi bisa tampil menonjol tanpa menimbulkan kecurigaan siapapun, sebab dia tidak meninggalkan jejak. Sedangkan Chevalier Wu Jing Quo dan Nobel Li Jiancheng, Xiang Tianzhi tidak kuatir, mereka berdua mengetahui jika dia pembunuh Kaisar Pill dan pengikutnya.
Segera Xiang Tianzhi kembali menuju ke Kota Donggi dengan mengendalikan cincin dimensi, sengaja dia tidak keluar karena kuatir diketahui oleh Matriark Yin. Dengan cincin dimensi yang mampu berkamuflase, Xiang Tianzhi tidak perlu lagi antri memasuki Kota Donggi, dia langsung menuju villa dipinggiran kota dekat danau.
Danau ini sangat indah dan tenang, hanya ada tiga villa yang berdiri disekitar danau. Danau ini bernama Danau Air Biru, yang sesuai dengan namanya dimana airnya berwarna biru dan jernih, dasar danau bisa terlihat jelas dengan mata telanjang.
Setelah memastikan tidak ada orang yang membuntuti-nya, Xiang Tianzhi keluar dari cincin dimensi saat dekat dengan villa miliknya. Saat berjalan menuju gerbang villa, Xiang Tianzhi melihat plat nama, 'Grand Master Tian Zhi' itu namanya sebagian bentuk Identitas kepemilikan.
Plat nama itu dibuatkan oleh Paviliun Hitam dan sesuai janjinya tidak akan menunjukkan kemampuan Xiang Tianzhi sebagai Alkemis tingkat Saint.
Xiang Tianzhi juga melihat dua pengawal dengan kekuatan Nascent Soul tahap lima, sesuai dengan janji penatua Bing Fung.
"Grand Master Tian Zhi."
Sapa dua pengawal saat melihat Xiang Tianzhi berjalan menuju ke mereka, dengan menangkupkan kedua tangan dan sedikit membungkuk. Xiang Tianzhi mendekati mereka dan menepuk bahu kedua pengawal.
"Tidak perlu sopan! Ayo ikuti aku dan panggil ketiga rekan kalian, aku ingin berbicara kepada kalian!" ajak Xiang Tianzhi.
__ADS_1
Kedua pengawal saling bertukar pandangan, mereka tidak menyangka jika Grand Master Tian Zhi tidak sombong seperti alkemis yang mereka kenali. Baru kali ini ada seorang alkemis mau mendekati orang lain dan menyentuh bahu seperti seorang teman lama.
Segera salah satu pengawal memanggil rekannya dan satu pengawal mengikuti dibelakang Xiang Tianzhi, setelah menutup pagar villa dan menguncinya.
Di dalam villa, sudah menunggu Lili, Lang Ying, Wu Liqin dan Xiang Huifen, sedangkan Li Yenny tidak ada, mereka tampak serius saat mengobrol sehingga tidak mengetahui jika Xiang Tianzhi memasuki pintu pagar villa.
Li Yenny berada di Paviliun Pill Surga untuk membelikan sesuai pesanan kekasihnya, dan sesuai keinginan Xiang Tianzhi, Li Yenny memborong semua ramuan, bahkan ramuan kualitas buruk juga dibeli oleh Li Yenny, ramuan di Paviliun Pill Surga hanya menyisakan kebutuhan bagi para Alkemis mereka.
Mengetahui jika Grand Master Tian Zhi memborong semua ramuan, jelas membuat dua penatua syok, tapi hanya sesaat. Setelah pulih dari keterkejutan, justru mereka kegirangan saat Li Yenny berbicara, jika diijinkan untuk melihat Xiang Tianzhi meramu pill. Dengan segera kedua penatua membuat dokumen penjualan ramuan dalam skala besar, suatu peristiwa yang baru terjadi pada Paviliun Pill Surga.
Li Yenny telah membayar semua ramuan dan menyisakan empat juta keping emas dari 240 juta yang diberikan oleh Xiang Tianzhi, pengeluaran lebih banyak saat membeli ramuan di Paviliun Hitam, sudah dipastikan jika Paviliun Pill Surga memiliki lebih banyak ramuan.
Disaat Li Yenny keluar dari Paviliun Pill Surga, dua penatua dan Tsai Xinxin juga mengikuti. Tsai Xinxin adalah cucu dari penatua Tsai Yelu, dia juga penasaran dengan Xiang Tianzhi, apalagi dia mendapatkan perintah dari kakeknya agar mengikuti Xiang Tianzhi seperti Wu Liqin.
Ternyata, Wu Liqin yang telah menjadi murid Grand Master Tian Zhi, telah menyebar di seluruh Kota Donggi, sebab itu Tsai Yelu menginginkan cucunya mengikuti jejak Wu Liqin, agar bisa berguru pada Xiang Tianzhi.
Mengetahui kedatangan Xiang Tianzhi, keempat wanita merasa lega dan buru-buru mendekati Xiang Tianzhi dengan memeriksa apakah kekasihnya terluka, setelah tidak ada luka dan jubah Alkemis tidak tergores sedikitpun, keempat wanita mengelus dada.
Seandainya tidak ada pengawal disekitar Xiang Tianzhi, keempat wanita itu pasti akan memberikan pelukan serta ciuman. Xiang Tianzhi duduk di kursi ruang tamu dan didampingi oleh keempat wanita yang duduk disisi kanan dan kirinya.
"Saya akan langsung berbicara kepada kelima Senior perihal tujuanku memanggil Anda sekali," kata Xiang Tianzhi disaat kelima pengawal dari Paviliun Hitam telah duduk, "maaf sebelumnya jika pertanyaan-ku tidak sopan. Pertama, apakah Senior semua pekerja lepas atau tetap?" lanjutnya.
Salah satu dari kelima pengawal segera berbicara mewakili keempat rekannya, dia memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Mereka berlima adalah sahabat yang bersumpah menjadi saudara, mereka dikenal dengan julukan Lima Singa, yaitu;
Xi Shi, Singa Barat
Dongfang Shi, Singa Timur
Bei Shi, Singa Utara
Nan Shi, Singa Selatan
Lao Shizi, Singa Tua
Singa Tua adalah kakak dari empat saudara sumpah, yang sedang berbicara dengan Xiang Tianzhi. Mereka adalah pekerja lepas, setiap bulan menerima gaji lima ratus keping emas dan satu pil tinggi Master tahap rendah. Mereka bisa lepas jika tidak menginginkan lagi menjadi penjaga Paviliun Hitam. Gaji dari Paviliun Hitam sangat besar jika melihat pill sebagai pembayarannya.
Satu pill tingkat Master tahap rendah mencapai harga dua ratus lima puluh ribu keping emas, harga mahal tapi sepadan dengan kekuatan mereka yang berada pada tingkat Nascent Soul tahap lima untuk Singa Tua, dan keempat saudaranya yang terendah pada tahap satu hingga tahap empat.
__ADS_1