
Chapter 73. Benua Permata Hitam.
Ledakan hebat kembali terjadi ketika bola energi itu menghantam punggung Tian Zhi dan memicu gelombang energi serta cahaya menyilaukan. He Hua dan Miao Jiang menutup mata dengan lengan dan buru-buru melihat pelakunya, namun mereka tidak melihat siapapun, bahkan Tian Zhi juga tidak lagi mereka lihat.
Tubuh He Hua bergetar hebat saat tahu Tian Zhi tidak mungkin selamat dari serangan bola energi besar, dia berteriak memanggil nama Tian Zhi, dan melesat kearah di mana terakhir Tian Zhi berhenti dan disusul oleh Miao Jiang.
Sayang sekali, di luar angkasa tidak bisa menemukan jejak Tian Zhi setelah mereka mencari dengan menggunakan Mata Dewa.
Sudah wajar di luar angkasa, jika mereka tidak bisa menemukan jejak Tian Zhi, sebab setelah terkena serangan tubuhnya diperkirakan hancur dan tersebar.
Kekuatan yang menyerang Tian Zhi melebihi kekuatan He Hua, dia memperkirakan kekuatan itu setingkat Supreme God, dua tingkat di atasnya.
"Tian...! "
Dengan suara lemah He Hua memanggil Tian Zhi dan meneteskan air matanya. Dia sebenarnya ingin berbicara, jika Tian Zhi tidak terburu-buru menghancurkan batu meteor. Sayangnya, Tian Zhi telah meninggalkannya sebelum He Hua menerima cintanya.
"Tian, siapa yang telah kamu provokasi hingga memiliki musuh yang sangat kuat!" suara lirih He Hua dan sambil terisak-isak, dia kesal dengan tindakan ceroboh Tian Zhi.
"Kakak, mungkin ini sudah takdirnya... Aku harap dia baik-baik saja!" hibur Miao Jiang yang juga ikut menangis.
-
Tian Zhi yang terkena serangan mendadak yang sangat cepat dan tidak sempat bereaksi, tubuhnya tidak hancur tapi terpental sangat jauh dengan kecepatan tinggi hingga membuatnya pingsan.
Walaupun Tian Zhi memiliki armor dan dua Batu Keabadian, dia tetap saja masih belum terbiasa dan juga masih tetap merasakan dampak benturan kekuatan serangan itu. Beruntung dia masih hidup dengan perlindungan armor miliknya.
Tian Zhi yang pingsan jelas tidak tahu jika dia mengarah ke benua lain yang tidak banyak orang mengetahuinya. Tubuhnya melesat dan menghantam tanah dengan sangat keras hingga membuat lubang seperti kawah.
Dua hari berlalu dan Tian Zhi masih belum sadarkan diri akibat serangan yang sangat kuat, tubuhnya hampir tertutupi salju dan posisinya berada di bawah kaki Gunung Mahadewi.
-
Di hari ketiga, disekitar tempat Tian Zhi pingsan, datang sekelompok orang yang unik, memiliki empat telinga, telinga manusia dan telinga Rubah. Mereka sedang mencari tanaman obat untuk dijadikan ramuan, di antara mereka hanya ada satu wanita muda dan sepuluh pria. Tampaknya sepuluh pria itu adalah pengawal wanita muda.
"Kalian istirahat dulu, aku akan ke kebun obat!" perintah wanita muda itu kepada kesepuluh pria yang mengikutinya.
"Baik, Nona Muda."
Segera wanita muda itu berjalan ke kebun obatnya. Namun, dia syok melihat kebun miliknya berantakan dan membentuk sebuah kawah. Buru-buru dia berlari untuk melihat dari dekat dan terkejut saat melihat didasar kawah tergeletak seseorang.
Wanita muda itu seorang ahli alkemis tingkat Kaisar di Benua Permata Hitam, salah satu alkemis muda berbakti. Sosoknya anggun, cantik, kulit putih, rambut panjang dan cerdas.
Wanita mudah itu bernama Yu Bao dari Marga Yu, usianya 25 tahun, tinggi badan 180 cm, badan berisi dan terawat, kekuatannya berada pada tingkat Holy Tyrant level 9.
Struktur kekuatan dan profesi di Benua Permata Hitam berbeda dengan Benua Awan Timur, beda nama dan tingkatannya lebih banyak dari benua lainnya.
Yu Bao segera menghampiri Tian Zhi dan membersihkan tubuhnya yang tertutupi salju. Setelah wajah Tian Zhi terlihat, Yu Bao terkejut melihat ada seorang manusia di benua ini, sebab di Benua Permata Hitam tidak ada Ras Manusia, adanya Ras Half Human, perpaduan setengah manusia setengah binatang.
Yu Bao segera memeriksa denyut nadinya, dia bernafas lega saat Tian Zhi masih hidup. Tapi dia menjadi serius saat melihat dantian telah rusak, tulang tangan, kaki patah dan banyak retakan di tulang rusuknya.
"Siapa yang berniat buruk kepadanya, keterlaluan!?" batin Yu Bao yang marah kepada pelaku yang melukai Tian Zhi sedemikian rupa.
Yu Bao menduga jika Tian Zhi pasti bukan penduduk asli Benua Permata Hitam, dan sengaja dibunuh dan mayatnya dibuang kesini. Yu Bao membelai wajah Tian Zhi dan menatapnya penuh kasih sayang.
"Aku harus melindungi mu dan jangan sampai ada orang yang tahu jika ada manusia murni yang aku temukan...!" batin Yu Bao dengan tekad kuat ingin melindungi Tian Zhi, dia tidak tahu jika Tian Zhi memiliki dua garis darah.
Ras Manusia sangat dibutuhkan oleh seluruh kehidupan di Benua Permata Hitam, sebab memiliki karakteristik unik, yaitu; mampu beradaptasi di segala tempat, mampu meningkatkan kekuatannya tanpa batas walaupun lambat, cerdas dan mampu berkembang biak dengan baik walaupun berada di tempat yang ekstrim.
Karena hal itu, Yu Bao ingin melindungi Tian Zhi dan tidak akan memberitahukan kepada siapapun, dia bukannya berniat memonopoli Tian Zhi tapi sifatnya yang baik dan jauh berbeda dengan banyak ras di Benua Permata Hitam.
Yu Bao memasukkan sebutir pill penyembuh terbaik dan buru-buru menggendongnya di punggung. Lalu dia memeriksa sekitarnya, setelah aman Yu Bao segera terbang dengan sangat cepat menuju suatu tempat, dia tidak perduli dengan pengawalnya.
Yu Bao menuju puncak Gunung Mahadewi, dia berhenti untuk melihat sekitarnya, setelah aman dia terbang dan mendarat sebelum mencapai puncak gunung. Lalu Yu Bao menggeser sebuah batu, dan terlihatlah goa.
Yu Bao segera masuk dan menutup kembali pintu masuk goa, goa rahasia miliknya. Di dalam goa cukup besar dan segala keperluan bertahan hidup telah tersedia, tampaknya Yu Bao telah menyiapkan semua keperluannya.
Yu Bao membaringkan tubuh Tian Zhi di kasurnya dan memeriksa lagi tubuh Tian Zhi setelah menelan pill penyembuh. Dia geleng-geleng melihat efek pill buatannya tidak banyak bermanfaat.
Lalu, Yu Bao melepaskan pakaian Tian Zhi dan tidak menemukan apapun, dia menduga jika semua harta telah diambil oleh orang yang berniat buruk. Melihat tongkat Tian Zhi yang besar dan panjang melebihi semua kehidupan di benua ini, Yu Bao sedikit terkejut, dan buru-buru fokus untuk merawat semua luka diderita Tian Zhi.
Selain sebagai seorang ahli Alkemis, Yu Bao juga seorang tabib, dan sudah terbiasa mengobati pria dan wanita manapun.
Sikap profesional Yu Bao patut diacungi jempol, tidak terpengaruh dengan kelebihan yang dimiliki Tian Zhi.
Setelah membalut tulang yang patah dan semua telah dia periksa, Yu Bao bergegas keluar untuk mencari ramuan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan Tian Zhi.
Tiap hari Yu Bao merawat Tian Zhi yang belum sadarkan diri, hingga hari keenam Tian Zhi menggerakkan jari-jarinya. Yu Bao yang kebetulan sedang menggantikan perban, seketika kegirangan dan memanggilnya.
Secara berlahan Tian Zhi membuka mata, namun pandangannya kabur dan samar-samar mendengar suara seorang wanita di sebelahnya. Tian Zhi meringis kesakitan saat merasakan tulang tangannya yang patah demikian juga dengan kakinya.
"Dimana ini?" tanya Tian Zhi dengan memandang wajah Yu Bao yang tidak jelas.
"Kamu berada di tempat rahasia dan pingsan lebih dari ... Selama aku menemukanmu sudah tiga hari pingsan, menurut pemeriksaan ku, kamu sudah pingsan selama enam hari!" jawab Yu Bao.
"Enam hari!!" spontan Tian Zhi kaget, ingin bangun namun kesusahan dengan bagian anggota tubuh yang patah.
"Tenang, pulihkan dulu semua lukamu, dan secara berlahan kamu akan tahu!" tutur Yu Bao dengan suara lembut.
Segera Tian Zhi tenang dengan memejamkan mata lagi. Dia teringat telah di serang oleh seseorang dari belakang. Waktu itu dia terlambat bereaksi, tapi saat benturan dia sempat melihat sosok pria bertopeng yang dulu pernah dia temui, si penyerang adalah guru dari Xiang Huangdi.
Setelah teringat, Tian Zhi menahan amarahnya, dan bersumpah akan mencari pria bertopeng itu dan membalas segala perbuatannya yang pengecut.
Tian Zhi segera memeriksa seluruh tubuhnya dan terkejut lukanya cukup parah, dantian rusak dan beruntung tidak sampai kehilangan banyak kekuatannya.
__ADS_1
"Bajingan!? Pria bertopeng itu...?!" batin Tian Zhi yang geram.
Tian Zhi menghela nafas lega, karena beruntung dia masih memiliki beberapa Pill Penyembuh tingkat Surgawi yang masih tersisa beberapa pill. Namun, Tian Zhi di dalam hatinya tersenyum saat merasakan Energi Semesta di tempat ini, dia yakin jika ini bukan berada di Benua Awan Timur lagi.
Dengan Energi Semesta, dia akan segera meningkatkan kekuatannya dengan cepat. Kembali Tian Zhi memeriksa seluruh tubuhnya dengan detail dan juga melihat ke dalam cincin dimensi
Tian Zhi bernafas lega melihat kedua wanita yang masih pingsan, untungnya dia menyegel kekuatan kedua wanita itu, dan membuatnya tidak sadarkan diri sebelum dia yang menyadarkan mereka.
Tian Zhi juga melihat Dragon Flame yang sedang hibernasi, dan teringat janjinya. Setelah semua selesai, Tian Zhi membuka mata dan melihat seseorang wanita cantik dan unik di sebelahnya.
"Terima kasih telah menolongku!" ucap Tian Zhi dengan tulus.
"Tidak perlu berterima kasih, sudah seharusnya kita saling membantu!" jawab Yu Bao dan tersenyum setelahnya.
"Aku sekarang ada dimana?"
"Kamu berada di Benua Permata Hitam. Perkenalkan namaku Yu Bao dan kamu...!" jawab Yu Bao dan bertanya balik.
Excel Shimo segera teringat akan ingatan tubuh aslinya saat mendengar nama Benua Permata Hitam. Dari ingatan Xiang Tianzhi, Benua Permata Hitam telah menghilang dari peredaran tata surya Alam Semesta Aurora.
Selain Alam Roh, Benua Permata Hitam sangat kaya sumberdaya dan makmur, itu disebabkan Energi Semesta. Namun, dari ingatan Xiang Tianzhi, Benua Permata Hitam tiba-tiba menghilang, dan Tian Zhi tidak menduga dirinya terdampar disini.
"Panggil Shimo, berasal dari Benua Awan Timur. Jadi ini benua yang hilang itu ya...!" ucapannya setelah mengetahui.
"Benua Awan Timur, aku pernah mendengar nama itu! Itu benua yang sangat jauh dari sini. Lalu bagaimana kamu bisa berada disini? Jika aku lihat dari luka-lukamu, tampaknya kamu sengaja dilukai oleh seseorang!" Yu Bao kembali bertanya tentang keadaan Tian Zhi yang terluka parah.
"Aku di serang oleh seseorang bertopeng setelah menghancurkan batu meteor yang akan memusnahkan Benua Awan Timur...," jawab Tian Zhi dan menceritakan penyebab dirinya terluka.
Yu Bao yang mendengar cerita Tian Zhi merasa bersimpati dan juga geram. Setelah Tian Zhi bercerita, giliran Yu Bao menceritakan semua tentang Benua Permata Hitam, termasuk kekuatan yang berbeda.
Nama kekuatannya berbeda nama dan memiliki tingkatan yang lebih banyak, hanya tingkat profesi yang masih terbilang sama dengan Benua Awan Timur.
Setiap tingkat memiliki beberapa level, dari terendah hingga tertinggi, sebagai berikut;
Tingkat Tubuh Fana, level 1 hingga 9;
Kelahiran.
Tranformasi Qi.
Jalan Kesengsaraan.
Jalan Surgawi.
Kaisar.
Penguasa.
Nirwana.
Saint.
Tingkat menuju Dewa;
Tyrant.
Holy Tyrant.
Grand Dao.
Holy Dao.
Monarch.
Holy Monarch.
Heavenly Emperor.
Immortal Emperor.
Holy Emperor.
Supreme Being/ Half God.
Tingkat Surgawi - Prajurit Dewa level 1 hingga level 9;
Dewa Sejati.
Dewa Putih.
Dewa Kuning.
Dewa Biru.
__ADS_1
Dewa Ungu.
Dewa Merah.
Dewa Hitam.
Tingkat Surgawi - Jenderal Dewa;
Dewa Perunggu.
Dewa Perak.
Dewa Baja.
Dewa Emas.
Dewa Kristal.
Dewa Giok.
Tingkat Surgawi - Raja Dewa;
Dewa Bumi.
Dewa Langit.
Dewa Samudera.
Dewa Naga.
37 Dewa Dunia.
Tingkat Surgawi - Kaisar Dewa;
Dewa Semesta.
Dewa Abadi.
Dewa Nirwana.
Dewa Elemen.
Dewa Penguasa.
Dewa Alam.
Dewa Kuno.
Tingkat Mahadewa, terbagi menjadi 50 level;
Dewa Matahari.
Dewa Bintang.
Dewa Tertinggi.
Dewa Hukum.
Dewa Tahta.
Tingkat Keabadian, terbagi menjadi 100 level;
Sang Mahadewa.
Sang Mutlak (Dewa Absolute).
Sang Void.
..., dan seterusnya hingga Ranah Tanpa Batas.
(Note : Benua Permata Hitam ada di Legenda Pasukan Wanita. Tapi sebelumnya saya minta maaf, LPW (Legenda Pasukan Wanita) masih belum direvisi. Nanti setelah dua novel saya tamat, saya akan merevisi nya. Sehat selalu dan banyak rejekinya. Salam)
__ADS_1