Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 128.


__ADS_3

Chapter 128. Menaklukkan Naga Bumi.


Sambil menunggu pertarungan dua binatang berhenti, Tian Zhi meramu Buah Suci menjadi enam puluh butir pil dan membagikan kepada kekasihnya, dia hanya mengambil sepuluh butir pil untuk menerobos ke Ranah Keabadian.


"Kamu akan menerima Kesengsaraan Petir saat akan menerobos nanti! " He Hua mengingatkan kekasihnya.


"Oh iya! Aku lupa! " jawab Tian Zhi dengan menepuk keningnya sendiri.


"Apakah kamu siap? Kesengsaraan Petir ke Ranah Keabadian berbeda dari lainnya, umumnya yang muncul adalah Petir Surgawi sembilan warna, khusus untukmu... Aku tidak tahu peringkat apa yang akan muncul! " sahut Miao Jiang yang tampak kuatir.


He Hua dan Miao Jiang sudah tahu kekasihnya mampu menghadapi Kesengsaraan Petir Surgawi sembilan warna, tapi dengan kondisi tubuhnya yang unik, mereka kuatir yang muncul lebih mengerikan.


"Jangan kuatir! Apapun yang muncul asal bukan Petir Semesta, aku tidak kuatir! " jawab Tian Zhi dengan percaya diri.


Tian Zhi hanya kuatir jika yang muncul adalah petir peringkat pertama yang mampu menghancurkan alam semesta dengan mudah. Kedua kekasihnya tersenyum dan mempercayai ucapannya.


"Aku akan gunakan Kesengsaraan Petir untuk menjinakkan kedua binatang itu, lumayan kan jika kita memiliki tunggangan binatang mistik!" ujar Tian Zhi yang muncul ide.


"Kamu memang luar biasa! " pujian He Hua dengan mencium bibir Tian Zhi dan disambut dengan mesra.


Miao Jiang mendengus cemburu tidak kebagian tempat untuk mencium Tian Zhi. Tian Zhi melepaskan ciuman dan berganti mencium Miao Jiang. Tian Zhi sangat bahagia memiliki dua wanita yang sangat cantik dan menggoda.


"Ayo kita segera tingkatkan kekuatan!" ajak Tian Zhi.


Mereka bertiga segera duduk bersila dan menelan satu per satu pil-nya, kecuali Tian Zhi yang langsung menelan sepuluh butir pil sekaligus.


Tidak butuh lama, Tian Zhi merasakan akan menerobos dan perkiraan akan mendapatkan Kesengsaraan Petir keesokan harinya, dia segera membuka mata dan melihat kekasihnya menerobos dengan gila-gilaan.


Melihat kekasihnya menerobos, Tian Zhi tersenyum dan meninggalkan mereka, dia melihat dua binatang telah berhenti berkelahi, tidak ada yang kalah maupun menang diantara mereka berdua.


Sedangkan Naga Bumi yang masih marah segera keluar dari istana untuk mencari si pencuri Api Mekar Melahap Bulan. Tian Zhi terkekeh melihat kekesalan si Naga Bumi.


"Kalian berdua setingkat Dewa Absolute level 25, jelas aku bukan tandingan kalian. Tapi, dengan Kesengsaraan Petir tubuh kalian seperti ranting kering! " gumam Tian Zhi yang berpikir untuk memanfaatkan Kesengsaraan Petir untuk melumpuhkan kedua binatang itu, dia berharap memiliki dua binatang sebagai pelindung dan peliharaannya.


Untuk mengantisipasi jika gagal menjebak kedua binatang itu, Tian Zhi memikirkan cara lain untuk menjinakkan mereka berdua. Terbesit dipikirannya untuk merasuki tubuh kedua binatang itu dengan mengandalkan Teknik Perubahan Wujud.


"Dicoba dulu, jika tidak berhasil, aku akan cari cara lain! " tekadnya.


Tian Zhi segera keluar dari cincin dimensi dengan wujud menjadi udara, dia melesat menuju wilayah si Macan Putih. Saat baru sejauh lima ratus meter, Tian Zhi merasakan desiran angin kencang di belakangnya, dia melihat kebelakang dan syok saat ekor Naga Bumi telah melesat kearahnya.

__ADS_1


Swosh...


Ekor Naga Bumi melewati tubuh Tian Zhi yang berubah menjadi udara, beruntung dia memiliki Teknik Perubahan Wujud, jika tidak memiliki sudah pasti tubuhnya hancur terkena serangan ekor Naga Bumi.


Tian Zhi buru-buru masuk ke dalam cincin dimensi saat kepala Naga Bumi berada di atasnya, dia menghela nafas lega.


Lalu Tian Zhi berpikir, "bagaimana bisa Naga Bumi mengetahui wujud ku?"


Karena tidak tahu jawabnya, dia bertanya kepada Inti Kehidupan, "Kakak, bagaimana bisa Naga Bumi tahu keberadaan ku, padahal aku sudah berubah menjadi udara? "


"Itu karena Aura Api Mekar Melahap Bulan yang masih menempel di tubuh Tuan setelah berinteraksi. Jadi, untuk menghilangkannya cukup sederhana, Tuan bisa mandi! " jawab Qin Yang.


Wajah Tian Zhi langsung menjadi merah karena malu, dia memang belum mandi dari kemarin. Segera dia menuju kamar pribadinya, dan melihat kekasihnya masih terus berkultivasi.


Tidak berselang lama Tian Zhi keluar dari kamar mandi dengan pakaian baru yang dia dapatkan dari Organisasi Tangan Hitam. Tian Zhi segera keluar dari cincin dimensi dengan wujud menjadi udara, lalu dia melihat Naga Bumi masih dengan sabar mencari dirinya.


"Kamu targetnya pertama ku! " batin Tian Zhi.


"Jika Tuan ingin mengendalikan Naga Bumi, cukup bertarung dengan Jiwa-nya, jiwa binatang sangatlah lemah! " sahut Qin Zhu dengan memberikan solusi.


Wajah Tian Zhi berbinar-binar mendapatkan solusi yang dia nantikan.


Si Naga Bumi jelas merasakan sesuatu memasuki telinganya dan menggelengkan kepala berulang-ulang untuk mengusir.


Qin Zhu dan Qin Yang geleng-geleng melihat Tian Zhi yang ceroboh, dan menegurnya, "Tuan, untuk melemahkan jiwa binatang, bukan dengan cara merasuki tubuhnya, melainkan dengan serangan kekuatan jiwa. Metode yang Tuan lakukan ini jika berniat mengendalikan tubuhnya dan itu mengharuskan membunuh Jiwa binatang! "


Mendengar Inti kehidupan berbicara, Tian Zhi menepuk keningnya sendiri, sudah tiga kali ini dia selalu lupa. Tian Zhi merasakan keheranan pada dirinya sendiri, tidak biasanya dia seperti ini.


Segera Tian Zhi keluar dari telinga Naga Bumi dan langsung menyerangnya dengan kekuatan jiwa. "Swosh" Seperti suara cipratan air, saat Naga Bumi terhantam serangan jiwa.


Bang...


"Roar....!? " Naga Bumi meraung marah setelah terjatuh, dia menggelengkan kepalanya yang terasa pusing.


Setelah rasa pusing sedikit reda, Naga Bumi terkejut ketika melihat energi transparan telah mendekatinya. "Swosh" Suara cipratan air saat serangan Tian Zhi mengenai Naga Bumi.


"Roar...!? " Naga Bumi meraung lebih keras saat Jiwa-nya terhantam lagi.


Tian Zhi terus menyerang tanpa henti dan tidak akan memberikan kesempatan kepada Naga Bumi melawan.

__ADS_1


Sebenarnya Naga Bumi tidak tinggal diam, dia mengeluarkan aura kekuatannya tingkat Dewa Absolute level 25 untuk memberikan tekanan, namun Tian Zhi telah menetralisir dengan Jirah Perang Dewa Binatang.


Setelah menghabiskan waktu dua dupa, Tian Zhi menghentikan serangan, sebab Naga Bumi telah terbaring lemas, tanpa menampakkan dirinya terhadap Naga Bumi, dia berkata, "Tunduk atau aku serangan terus hingga jiwamu hancur! "


Naga Bumi melotot ke arah sumber suara yang tidak terlihat orangnya, dia meraung sebagai tanda penolakan.


Tian Zhi kembali menyerang dengan kekuatan Jiwa-nya dan membuat Naga Bumi makin melemah.


"Sekali lagi... Tunduk atau ..., " ujar Tian Zhi dengan tegas dan berhenti berbicara saat melihat Naga Bumi menganggukkan berulang-ulang.


"Kita lakukan kontrak jiwa! " pinta Tian Zhi dan di anggukan sekali lagi oleh Naga Bumi.


Tian Zhi mengeluarkan energi spiritual dan diikuti oleh Naga Bumi. Setelah kedua energi spiritual terhubung, Naga Bumi mulai mengecil dan mengikuti aliran energi spiritual tuan barunya.


Naga Bumi yang akan berdiam di punggung tuan barunya sedikit terkejut saat merasakan ada aura Naga Api. Karena tidak ada Naga Api, segera Naga Bumi berdiam menggantikan Naga Api dengan membentuk tato baru, kini Tian Zhi memiliki dua tato naga.


"Apakah kamu bisa diajak berkomunikasi?" tanya Tian Zhi kepada Naga Bumi dengan suara telepati-nya.


"Bisa Tuan."


"Bagus! Apakah istana ini milikmu? "


"Bukan Tuan, saya hanya penjaga saja. Pemilik aslinya telah lama pergi! " jawab Naga Bumi yang membuat Tian Zhi penasaran.


"Siapa pemiliknya? "


"Maaf Tuan, saya hanya dua kali bertemu dengannya, jadi tidak terlalu mengenalnya! Dia seorang wanita, kalau tidak salah ingat... Pemiliknya bernama Diao Chin, dia bersahabat dengan Dewi Cahaya!"


Mendengar nama Dewi Cahaya, Tian Zhi mengepalkan kedua tangannya, dia sangat membencinya, nama itu selalu terngiang-ngiang di telinganya.


Tian Zhi menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara berlahan untuk meredam emosinya.


Naga Bumi yang telah terhubung dengan tuannya, dia juga merasakan emosi dan segera bertanya, "apa Tuan mengenal dengan Diao Chin? "


"Tidak, tapi sahabatnya! Sahabatnya telah menculik wanita ku, bahkan membunuh murid dan juga anak buah ku! " jawab Tian Zhi yang terlihat emosinya masih belum mereda, "apakah kamu mengenalnya? " lanjutnya.


"Kenal Tuan, dia kan penguasa Alam Semesta Aurora! "


Sontak Tian Zhi tersentak kaget, dia tidak tidak berharap orang yang dia benci adalah penguasa alam ini. Tapi, karena kebencian membutakan rasa takutnya, Tian Zhi tetap akan membalaskan dendam untuk murid dan anak buahnya, sekaligus mencari tahu dibawa kemana semua wanitanya.

__ADS_1


__ADS_2