
Chapter 155. Manusia Monster Wanita.
Tian Zhi menepuk bahu Raja Wei dan Sontak mengejutkannya. Disaat akan melompat menjauhi orang yang berada dibelakangnya, Raja Wei tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, diam seperti patung tapi bukan karena efek Solar Plexus Stone.
"Percuma kamu lari dariku!" tegur Tian Zhi sambil berjalan di depan Raja Wei.
Apa yang dikatakan Tian Zhi memang benar, Raja Wei yang memiliki basis kultivasi rendah, jelas tidak akan berkutik menghadapi kekuatan tingkat Dewa Absolute, dengan tepukan tangan di bahunya sudah menyegel seluruh kekuatan Raja Wei.
Raja Wei menelan salivannya dan mengeluarkan keringat hingga membasahi pakaian. Tian Zhi melepaskan mahkota milik Raja Wei dan memakainya sendiri, lalu menelanjanginya hingga menyisakan pakaian penutup bagian tubuh bawah saja.
"Dulu katanya, kamu sempat menggoda kekasihku He Hua dan Miao Jiang, apakah benar?" tanya Tian Zhi sambil melipatkan kedua tangan di dadanya saat berada di depan Raja Wei, dia menatap matanya dan tersenyum tipis.
"A... Aku... Tidak, mereka bohong!" sanggah Raja Wei dengan tergagap, dia tidak ingin mati muda dan memilih untuk berbohong, padahal memang benar dia dulu menggoda dua Peri Bersaudari.
"Untung kamu tidak menggodanya! Jika kamu memang berhasil menaklukkan mereka berdua, aku akan menjadikan kamu saudaraku!" cibir Tian Zhi dengan menepuk-nepuk bahu Raja Wei.
Raja Wei kebingungan dengan ucapan Tian Zhi, "apakah ini pujian atau jebakan!" batinnya, dia ingin menjawab khawatir salah ucap, akhirnya dia memilih untuk diam saja.
"Apakah kamu memiliki patung emas Dewa Binatang?" tanya Tian Zhi yang asal bicara, dia berharap mendapatkan petunjuk dari Raja Wei.
Raja Wei sedikit terkejut dan segera berpura-pura kebingungan dengan pertanyaan Tian Zhi. Namun Tian Zhi mengetahui reaksi keterkejutan yang sesaat.
"Sayangnya, kamu tidak memiliki! Seandainya memiliki patung emas Dewa Binatang, aku akan melepaskan mu!!" sesal Tian Zhi yang berpura-pura karena dia yakin Raja Wei memilikinya setelah melihat reaksi mimik wajah.
Sekali lagi Raja Wei kebingungan dengan ucapan Tian Zhi, "ini jebakan atau ... Seandainya aku berkata iya, apakah aku benar dilepaskan? Tapi bagaimana dengan pamanku yang akan meminta patung emas Dewa Binatang!" batin Raja Wei penuh kontemplasi.
"Aku tidak memilikinya...!" jawab Raja Wei yang berbohong.
Tian Zhi mengangguk dan tersenyum tipis, lalu dia mengeluarkan pisau tajam. Sontak membuat Raja Wei ketakutan hingga peluh dingin bercucuran makin deras.
"Tapi, aku... Aku bisa menemukannya!" buru-buru Raja Wei yang mencoba menyelamatkan dirinya dengan memberikan janji, jelas dia tidak mau mati tersiksa.
Tian Zhi mengangkat alis kirinya dan menepuk punggung pisau di pipi Raja Wei, lalu ia melihat cincin dimensi milik Raja Wei. Tian Zhi meraih tangan Raja Wei dan memotong jari telunjuk yang terselip cincin dimensi.
"Arghh!!" teriak Raja Wei yang kesakitan saat jari telunjuk terpotong, dengan kekuatannya tersegel dia menjadi seperti orang biasa dan jelas rasa sakitnya menjadi luar biasa.
Tian Zhi menyunggingkan sudut bibirnya saat melihat di dalam cincin dimensi ada patung emas Dewa Binatang dan banyak harta milik Raja Wei. Lalu dia menyimpan cincin dimensi dan melihat Raja Wei yang menangis.
Kemudian Tian Zhi menempel telapak tangan kanannya di perut Raja Wei, lalu mengekstrak kekuatannya. Raja Wei berteriak kesakitan ketika kekuatannya menyusut dan usianya juga berkurang. Tidak berselang lama, Raja Wei mati dengan kondisi yang sama seperti Ma bersaudara dengan tubuh kering menyisakan kulit dan tulang.
Di telapak Tian Zhi terdapat kristal energi kekuatan setingkat Holy Tyrant milik Raja Wei. Mayat Raja Wei dibakar habis tanpa menyisakan abu, lalu Tian Tian terbang meninggalkan Benua Tengah.
Tian Zhi berhenti dan menoleh kebelakang dimana tempat Danau Panca Warna, "Aku tahu kamu tidak ingin menemuiku, tapi aku yakin suatu saat nanti kita akan bertemu lagi!"
Tian Zhi kembali terbang setelah berbicara kepada Bi Liqin yang bersembunyi di makam Dewi Samudera. Bi Liqin yang mendengar suara Tian Zhi melalui telepati, seketika menangis, seandainya dia tidak bersumpah untuk menunggu reinkarnasi dari Dewi Samudera sudah pasti mengikuti Tian Zhi...
Dipesisir laut semua orang masih banyak orang yang menunggu Tian Zhi kembali. Li Jiancheng selalu gelisah menunggu pujaannya, dia berjalan mondar-mandir di depan ayah dan ibunya.
__ADS_1
"Lihat dia kembali!" seru Permaisuri Ling sambil menunjuk sinar menuju ke arahnya.
Spontan Li Jiancheng melihat pujaannya, dia langsung terbang untuk menyambut Tian Zhi, tanpa perduli ganasnya lautan. Tian Zhi yang melihat Li Jiancheng tersenyum, dia melambaikan tangannya ketika melihat ikan terbang ingin memangsa Li Jiancheng.
Boom... Boom...
Suara ledakan ketika banyaknya ikan terbang terkena serangan energi, lautan bergejolak seketika untuk sesaat... Mereka berdua langsung berpelukan di udara, banyak pasang mata yang melihat dua kekasih yang saling berpelukan dan berputar-putar.
Permaisuri Ling dan Raja Li ikut terharu karena penantian putrinya disambut dengan hangat. Semua orang melihat Tian Zhi dan Li Jiancheng saling berciuman di udara, seakan-akan melihat drama percintaan dengan background bulan yang menerangi.
Raja Li menjadi iri dan melihat Permaisuri Ling, dia berkata, "ayo, kita tiru mereka!"
"Tak tahu malu!" sungut Permaisuri Ling dan tersipu malu.
Raja Ling dan semua petinggi tertawa melihat para manula seperti anak muda saja. Raja Ling melihat mahkota milik Raja Wei dipakai oleh Tian Zhi, seketika dia kegirangan.
"Raja Wei telah mati!" seruan Raja Ling yang bersorak-sorai seperti anak kecil.
Semua orang melihat juga mahkota milik Raja Wei dan ikut bersorak-sorai. Kematian Raja Wei merupakan kabar gembira bagi semua penghuni Benua Venus, seorang raja bengis dan kejam akhirnya dikalahkan oleh seseorang yang bukan dari Benua Venus.
Akhirnya Benua Venus kembali damai, kedamaian yang telah lama menghilang kini kembali lagi. Tian Zhi dan Li Jiancheng melepaskan ciuman dan saling bertatap mata untuk beberapa saat.
"Ikutlah denganku kemanapun aku pergi!" ajak Tian Zhi sambil membelai wajah cantik Li Jiancheng.
Li Jiancheng langsung menganggukkan kepalanya tanpa berpikir panjang, dia sudah bertekad untuk mengikuti Tian Zhi kemanapun dia akan pergi, karena kodratnya seorang wanita mengikuti suami.
"Tempat kalian berada akan menjadi wilayah zona bebas, aku beri nama Chang (bebas). Sesuai janjiku, aku akan buatkan jalur penghubung ke Benua Tengah," kata Tian Zhi dengan menggunakan suara energi agar didengar oleh seluruh penghuni Benua Venus.
Kemudian Tian Zhi melepaskan tangan Li Jiancheng, dia menggerakkan kedua tangan di tengah lautan...
Suara gemuruh air laut ketika tanah dari dasar bergerak naik. Air laut terbelah dan perlahan muncul tanah selebar delapan meter dan menghubungkan antara dua daratan.
Aksi Tian Zhi membuat semua orang berdecak kagum, seperti melihat fenomena alam. Bagi kekuatan Dewa Absolute, membuat jalan penghubung hal yang mudah.
Setelah Benua Tengah terhubung, Tian Zhi membuat penghalang jalan penghubung dengan batu karang, dengan tujuan untuk menghambat binatang air yang ingin menerkam setiap orang yang melintasi.
...****************...
Di Balai Pekerjaan Umum, Ketua Wei Yan menggebrak meja kerjanya saat mendapatkan laporan dari pengawas bola kehidupan milik Ma bersaudara dan keponakan menjadi pecah, tanda jika mereka bertiga telah tewas.
Lalu pengawas bola kehidupan menunjukkan sketsa wajah pelakunya. Ketua Wei Yan hafal dengan wajah si pelakunya yang tidak lain adalah Tian Zhi, peserta juara pertama dalam kompetisi Asyura Path.
"Sudah ku duga dia memiliki Batu Keabadian!" batinnya dan melihat pengawas bola kehidupan, "aktifkan Manusia Monster, targetkan pada bocah itu!" perintah Ketua Wei Yan kepada pengawas bola kehidupan yang merupakan orang kepercayaannya.
"Baik, Ketua. Jenis apa dan kekuatan setingkat apa?" tanya pengawas yang ingin kejelasan akan tugasnya.
"Wanita. Buat lebih cantik dari mantan kedua murid ku untuk mengikat dia, dan kekuatan Dewa Absolute level 50!" jawab Ketua Wei Yan, yang tahu Tian Zhi menyukai wanita cantik.
__ADS_1
Segera pengawas bola kehidupan mengikuti perintah Ketua Wei Yan. Ketua Wei Yan duduk kembali dengan tangan kanan mengetuk mejanya, terlihat wajahnya menjadi senang.
Manusia Monster adalah ciptaan Ketua Wei Yan tanpa sepengetahuan siapapun, itu merupakan projek yang telah lama dia kembangkan untuk mengerjakan tugasnya.
Tugas Manusia Monster untuk menjarah harta dengan berbagai macam cara, salah satunya jenis wanita karena targetnya adalah seorang pria. Manusia Monster Wanita akan mengambil harta targetnya tanpa menyisakan apapun tanpa takut mati. Jika Manusia Monster gagal dalam tugasnya, maka akan melakukan tindakan bunuh diri dengan meledakkan tubuh pada targetnya.
Ini seperti manusia mesin yang tidak memiliki emosi, tapi mampu mengikuti emosi lawannya, misalkan target menyukainya, maka Manusia Monster Wanita akan memberikan respon positif layaknya manusia nyata.
"Jika ini gagal, terpaksa aku keluarkan andalanku yang baru aku dapatkan dari Dewi Cahaya," ujar Ketua Wei Yan yang telah memiliki rencana sejak lama.
Entah apa yang didapatkan oleh Ketua Wei Yan dari Dewi Cahaya, yang jelas membuat Ketua Wei Yan sangat bahagia, dan berharap segera bisa menggunakannya...
...****************...
Tian Zhi telah selesai membuatkan jalan penghubung antara dua daratan, dia bergandengan tangan dengan Li Jiancheng menuju semua orang yang berkumpul.
Tian Zhi melihat sebagian kultivator yang akan menuju Benua Tengah dicegah oleh beberapa petinggi, karena masih belum membuat aturan agar saat berburu nanti menjadi tertib.
Disaat Tian Zhi dan Li Jiancheng mendarat, Raja Ling segera menghampiri, "Tuan Muda, saya Ling Shi, Kepala Negara wilayah Utara. Terima kasih telah banyak membantu penduduk Benua Venus dari segala kejahatan Raja Wei," sapa Raja Ling dan memperkenalkan dirinya.
Tian Zhi menangkupkan kedua tangannya sebagai balasan kesopanan, dia juga memperkenalkan dirinya. Kemudian Tian Zhi mengeluarkan He Hua dan Miao Jiang agar dikenal oleh Raja Ling dan jajarannya.
Li Jiancheng seketika senang dengan memeluk He Hua dan Miao Jiang. Mereka bertiga tertawa bahagia tanpa menghiraukan siapapun yang berada di dekatnya.
Tian Zhi tersenyum masam melihat tiga wanitanya, dan kembali mengobrol dengan Raja Ling, Raja Li dan semua petinggi. Obrolan sekitar aturan untuk mencari sumberdaya alam Benua Tengah, tapi Tian Zhi memasrahkan semua aturan kepada mereka, dia enggan berpikir rumit.
Setelah ngobrol, Tian Zhi berpamitan kepada semua orang, dia ingin melanjutkan perjalanan untuk menyelesaikan misi pribadinya. Namun Tian Zhi dicegah oleh Raja Li, sebab Li Jiancheng akan mengikutinya sebagai pasangan Dao dan harus melangsungkan pernikahan terlebih dahulu.
Tian Zhi tidak menolaknya, sebab dia juga akan menikahi He Hua dan Miao Jiang bersama dengan Li Jiancheng. Pikirnya, sekalian melangsungkan pernikahan dalam sekali jalan tanpa menunggu Miao Jiang masuk ke Ranah Keabadian.
Acara pernikahan akan diselenggarakan dalam waktu satu bulan, dan Tian Zhi tidak mempermasalahkannya, dia juga ingin bersantai di Benua Venus, apalagi sebentar lagi He Hua akan menjalani Kesengsaraan Petir.
Raja Ling menawarkan Tian Zhi untuk mengunjungi Kerajaan Ling sebelum acara pernikahan. Ya, Raja Ling berharap salah satu putrinya juga menjadi pendamping Dao, itu tujuannya mengundang Tian Zhi.
Tian Zhi mengeluarkan Kapal Perang Kaisar Api Asyura, untuk menuju ke Kerajaan Ling. Raja Ling tersenyum gembira dan ikut naik ke dalam kapal perang. Ternyata permaisuri Ling dan beberapa wanita juga mengikuti Tian Zhi.
Tersisa Raja Li dan beberapa petinggi dari Kerajaan Ling yang tidak ikut, mereka masih perlu membahas banyak hal setelah Tian Zhi membunuh Raja Wei dan juga membutuhkan jalan penghubung antara dua daratan.
Raja Li melihat kepergian menantunya, "perasaanku kok tidak enak, ya!" batinnya, ketika permaisuri Ling ikut Raja Ling yang merupakan kakaknya.
Raja Li menepis perasaan hatinya, sebab istrinya pasti baik-baik saja bersama Raja Ling, tidak mungkin Raja Ling menyakiti adik perempuannya...
Sayangnya, persepsi Raja Li kurang peka, jika yang akan terjadi merubah kehidupannya karena satu pria, pria itu tidak lain adalah Tian Zhi. Permaisuri Ling telah jatuh cinta kepada Tian Zhi sejak pandangan pertama.
Kini Tian Zhi telah mendapatkan patung emas Dewa Binatang, petunjuk jenis Batu Keabadian apa yang akan dia dapatkan? Manusia Monster Wanita ... Apakah memang lebih cantik dari He Hua dan Miao Jiang? Lalu, apa yang didapat oleh Ketua Wei Yan dari Dewi Cahaya, apakah sesuatu yang hebat?
Bersambung.
__ADS_1