
Chapter 307. Klan Zhi Siaga Penuh!
Zhi Mingyu dan istrinya memang telah mengalami penyiksaan selama mereka di dalam penjara, segala metode penyiksaan telah dialaminya. Karena itu, mereka berdua tidak takut jika disiksa lagi.
"Cucumu telah berada di Kota Api Asyura, apa kamu tidak ingin menemuinya?" sela Zhi Shirong sebelum Taois Yuma makin marah, dia tidak ingin kakaknya terbunuh sebelum mendapatkan formula garis darah Kasta Kaisar.
Zhi Mingyu tersenyum tipis. Namun sebelum berbicara, Taois Yuma menyela dengan berkata, "sudah jangan banyak bicara!?"
Taois Yuma dan Taois Cen mengangkat tangan kanan yang mengandung energi spiritual. Seketika Zhi Mingyu dan istrinya tidak bisa bergerak, bahkan semua inderanya terblokir. Tubuh mereka berdua diibaratkan boneka wayang, dimana kedua Taois tersebut mengendalikan mereka.
"Arghh!!"
Zhi Mingyu dan istrinya berteriak kesakitan ketika kedua tangannya tertekuk ke belakang hingga mengeluarkan tulang yang patah. Tidak berhenti disitu, kedua lututnya membentur lantai dengan sangat keras, dan mengeluarkan suara tempurung lutut yang retak.
"Katakan rumus antigen pembentukan garis darah Kasta Kaisar? Jika bungkam, semua tulang mu akan patah secara perlahan?" ancam Taois Yuma.
Inilah tujuan utama kedua Taois Yuma dan Taois Cen, mereka diperintahkan Maharaja Yaksa untuk mendapatkan formula garis darah Kasta Kaisar.
"Sampai mati kalian tidak akan mengetahuinya... Hahaha!" jawab Zhi Mingyu dan tertawa setelahnya, sengaja dia tertawa untuk menghilangkan rasa sakit tulang tangan yang patah.
Zhi Mingyu dan istrinya telah bersepakat dan setia sampai mati demi melindungi formula, sebab jika sampai jatuh ke tangan mereka, konsekuensinya akan sangat mengerikan.
Ada satu Kasta Kaisar saja sudah sangat merepotkan dan tak terkendali, apalagi ada banyak Kasta Kaisar? Hal ini yang tidak diinginkan oleh Zhi Mingyu dan istrinya, jangan sampai formula antigen pembentukan garis darah Kasta Kaisar jatuh ke tangan pihak lain yang serakah.
Taois Yuma dan Taois Cen sangat geram mendengar tawa Zhi Mingyu yang seakan-akan menghinanya, mereka kembali mengendalikan tubuh Zhi Mingyu dan istrinya...
"Tunggu!" cegah Xue Liena sebelum kedua kakinya dipatahkan.
Zhi Mingyu menatap wajah istrinya. Sebenarnya di hati ada rasa kasihan melihat Xue Liena yang ikut tersiksa karenanya, padahal dulu dia sudah meminta kepadanya untuk kabur. Namun, Xue Liena bersikeras ingin selalu bersamanya, sebab dia juga ikut andil dalam terciptanya Kasta Kaisar.
"Katakan?" pinta Taois Yuma yang sudah tidak sabar ingin mengetahui formulanya.
"Aku akan berikan setelah melihat cucuku!" jawab Xue Liena.
Zhi Mingyu ingin mencegah istrinya, namun niat itu dia urungkan karena tidak tega melihat istrinya terus disiksa.
"Baiklah, aku akan kabulkan permintaan mu!" ujar Taois Yuma dan disusul senyuman penuh kemenangan, baginya mendapatkan formula lebih penting dan tidak masalah menunggu sedikit lebih lama sampai Tian Zhi terjebak.
"Kamu rawat mereka!" perintah Taois Cen kepada Zhi Shirong dan hanya di anggukan kepala oleh Zhi Shirong.
Semua orang meninggalkan tempat penjara, tersisa Zhi Shirong...
...****************...
__ADS_1
Tian Zhi beserta anak dan istrinya berada di Istana Raja, atau berada di Kota Raja. Di dalam istana berkumpul banyak pejabat penting Klan Zhi. Sebagai leluhur pertama dan yang mendirikan Klan Zhi, Zhi Shaosheng duduk di singgasana, singgasana yang sudah lama tidak dia duduki.
Sekilas tentang Kota Raja. Di Kota Raja merupakan tempat tinggal Kasta Raja dan pusat pemerintahan Klan Zhi, di sini tidak sembarang orang bisa datang dan pergi, hanya ada kediaman anggota Kasta Raja, gedung-gedung penting dan tempat usaha yang tergolong mahal tapi berkualitas tinggi.
Tian Zhi yang menjadi pusat perhatian selalu menjawab setiap pertanyaan dari Zhi Shaosheng dan semua pejabat Klan Zhi.
Zhi Shaosheng bertanya tentang apa yang telah dibicarakan oleh Zhi Zixuan mengenai perjodohan, namun He Hua meminta waktu dua hari untuk memikirkan perjodohan ini.
Zhi Shaosheng tidak mempermasalahkannya. Di saat saling tanya jawab, tiba-tiba menara pengawas di wilayah Kasta Prajurit membunyikan lonceng marabahaya.
Menara pengawas yang saling terhubung juga ikut membunyikan lonceng marabahaya, hingga membuat pembicaraan di istana terhenti. Patriark Zhi Longwei memerintahkan Ketua Penegak Hukum untuk memeriksanya.
Sebelum Ketua Penegak Hukum keluar dari Istana Raja, Zhi Shaosheng bertanya, "apakah kalian bermasalah dengan Klan Xu?"
Semua orang menjadi serius mendengar pertanyaan leluhurnya.
Lalu Patriark Zhi Longwei menjawab, "perseteruan antara generasi muda sering terjadi, tapi tidak sampai merembet ke hal yang besar."
"Kalian aktifkan Mata Dewa, lihat di Utara!" pinta Zhi Shaosheng dengan nada serius.
Semua orang mengaktifkan Mata Dewa dan melihat ke Utara Wilayah Klan Zhi yang berdekatan dengan Klan Xu, termasuk Zhi Zixuan. Demikian juga dengan Tian Zhi yang mengaktifkan Mata Langitnya, tidak ketinggalan He Hua dan Zhi Yinping, bahkan Xiang Ri Kui yang tidak tahu apa-apa juga ikut melihat ke Utara karena penasaran.
Di wilayah perbatasan antara Klan Zhi dan Klan Xu, berkumpul banyak pasukan yang memiliki sayap hitam, mereka adalah Ras Malaikat sayap hitam dari Klan Xu.
Ras Malaikat dari Klan Xu tidak sendirian, mereka didukung oleh Keluarga Besar Bai dan Nanggong. Selain dua keluarga besar itu, ada juga tiga Keluarga Besar lainnya, yaitu Keluarga Besar Song, Qing dan Shang.
Tiga keluarga besar itu yang kekuasaannya diruntuhkan oleh Tian Zhi. Mereka membawa semua pendukungnya dan bergabung dengan Klan Xu.
Dilihat dari perlengkapan perang yang digunakan dan jumlah mereka yang mencari 9 juta lebih jiwa, sudah dipastikan mereka berniat untuk menyerang Klan Zhi. Hal ini tidak pernah terjadi semenjak berdirinya Klan Zhi.
Hanya Tian Zhi yang tidak terkejut melihat Ras Malaikat, dia berkata, "mereka berasal dari Benua yang hilang, Benua Roh atau orang mengenalnya Galaksi Cahaya. Mereka ada di sini dibawah oleh si Wei Yan...."
Semua orang menatap Tian Zhi dengan wajah keheranan. Pasalnya, mereka tahu tentang Galaksi yang menghilang dalam semalam, tapi tidak mengetahui tentang penghuninya.
"Bagaimana Junior Tian mengetahuinya?" tanya Patriark Zhi Longwei dengan rasa penasaran.
"Dewi Cahaya yang menceritakannya!" jawab Tian Zhi yang berbohong, tapi dengan wajah serius melihat ke arah Utara.
Tian Zhi jelas tidak akan mengungkapkan kebenaran, sebab menghilangnya Benua Roh karena tindakan Dewa Binatang atas persetujuan Raja Cahaya, saat ini Benua Roh ada di dalam Dunia Jiwanya.
"Ras Malaikat sebenarnya hanya ada satu. Awalnya semua malaikat bersayap putih, karena kejahatannya yang tidak termaafkan, maka sayap malaikat yang jahat itu berubah menjadi hitam. Imbasnya karena oknum yang jahat tersebut, semua keturunannya juga mewarisi sayap hitam. Jadilah Ras Malaikat menjadi dua bangsa. Klan Xu berada di sini karena telah mengkhianati Raja Cahaya yang baik dan bijaksana, semua karena si Wei Yan...," kata Tian Zhi yang menceritakan sejarah Klan Xu berada di Alam Keabadian.
Semua orang mendengar cerita Tian Zhi. Termasuk Xiang Ri Kui yang baru pertama kali mendengar ayahnya mendongeng, dia terlihat sangat tertarik dengan cerita dari ayahnya.
__ADS_1
"Dia lagi! Apa dia selalu mencari masalah dimana-mana?" geram Patriark Zhi Longwei atas tindakan Wei Yan.
"Pantas saja, tiba-tiba ada mereka ada di sini dan mendirikan Klan Xu!" gumam Zhi Shaosheng sambil mengingat masa lalu ketika Klan Zhi berada di masa jayanya, saat itu belum ada Klan Xu dan Istana Surgawi.
Waktu itu Klan Zhi masih belum pecah seperti saat ini, dimana terbagi menjadi empat keluarga besar, yaitu Xiang, Mu, Bai dan Nanggong. Terpecahnya Klan Zhi setelah berdirinya Istana Surgawi. Awalnya semua berjalan baik-baik saja dan tidak ada masalah.
Namun, setelah 1.000 tahun berdirinya Istana Surgawi, semuanya berubah, dimana Ras Asyura terpecah dan menyebar di seluruh Alam Semesta Aurora.
Zhi Shaosheng segera mengambil tindakan agar Ras Asyura yang terpecah masih bisa saling terhubung, dimana tercetuslah ide mengadakan pertemuan besar untuk mengumpulkan semua Ras Asyura.
Baru satu kali pertemuan besar diadakan, muncul Sekte Wei dan disusul oleh Klan Xu. Semenjak itu Klan Zhi terus bersaing, terutama para generasi mudanya yang setiap hari selalu berselisih.
"Saudara Taoran, berlakukan situasi Siaga Penuh, persiapkan pasukan dan selidik apa yang menjadi penyebab mereka berniat memerangi kita!" perintah Patriark Zhi Longwei kepada Ketua Penegak Hukum lalu dia melihat Tian Zhi.
Pasukan yang dimaksudkan oleh Patriark Zhi Longwei termasuk dari Kasta Prajurit, Bangsawan dan Kasta Jenderal. Kasta Prajurit merupakan pasukan infanteri, Kasta Bangsawan menjadi pendukungnya sebagai pasukan kavaleri, Kasta Jenderal merupakan pasukan artileri senjata berat dan Kasta Raja menjadi kesatria agung yang akan memimpin ketiga kasta dibawahnya.
"Junior Tian, empat kasta membutuhkan seseorang pemimpin yang berasal dari Kasta Kaisar, hanya kamu yang layak memimpin mereka." Lanjut Patriark Zhi Longwei yang menginginkan Tian Zhi memimpin pasukan Ras Asyura. Zhi Shaosheng dan para pejabat melihat Tian Zhi dengan penuh harap.
Ya, selama ini empat kasta tidak pernah akur walaupun dalam satu keluarga, mereka selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik. Dengan adanya Kasta Kaisar, semua orang berharap Tian Zhi mampu mempersatukan semua keluarga besar Ras Asyura.
"Ayah, aku ikut, ya!" pinta Xiang Ri Kui yang ingin ikut pemimpin pasukan Ras Asyura. Walaupun usianya masih belia, Xiang Ri Kui memiliki kecerdasan diatas rata-rata anak yang seumuran dengannya.
"Aku juga, aku ingin patahkan sayap-sayap mereka!" sahut Guo Shun yang mulai kecanduan untuk bertarung, dia belum puas setelah mengalahkan Bandit Tengkorak Hitam.
Zhi Shaosheng dan keturunan tersenyum melihat semangat Xiang Ri Kui dan Guo Shun.
"Baik, saya akan pimpin pasukan Ras Asyura!" jawab Tian Zhi dengan tegas, dia ingin memulai usaha untuk memperkuat posisinya di Klan Zhi, semua demi putranya.
"Bagus, bagus! Kami akan mendukung dan melindungi dari belakang saat ada lawan yang lebih kekuatanmu!" ucap Zhi Shaosheng yang ingin melihat Kasta Kaisar mengalahkan musuh Klan Zhi.
"Apa kita boleh mengikuti mu?" tanya Zhi Dao Mei yang ingin lebih dekat dengan Tian Zhi, termasuk sepuluh rekannya.
Tian Zhi melihat He Hua, sebab dialah yang memutuskannya boleh tahu tidak.
"Tapi kalian harus berada di belakang kita, lihat situasi dan jangan lengah!" ucap He Hua yang memberikan ijin. Sebelas wanita muda itu menangkupkan kedua tangannya sebagai ucapan terima kasih.
Tian Zhi segera berdiri dan diikuti oleh dua istri, anak-anaknya dan sebelas wanita muda. Dia menangkupkan kedua tangan untuk memberikan penghormatan kepada yang tua. Istri, anaknya dan sebelah wanita juga mengikuti.
Lalu Tian Zhi dan keluarganya keluar dari Istana Raja, dia akan kembali ke rumahnya untuk mempersiapkan diri, dia diikuti oleh Ketua Penegak Hukum yang akan memobilisasi pasukan terlebih dahulu di perbatasan wilayah.
Setelah Tian Zhi pergi, Patriark Zhi Longwei bertanya kepada semua orang dengan nada cemas, "diantara kita semua yang ada disini, saya tidak melihat Zhi Boqin, Zhi Bingwen dan Zhi Junjie, apakah kalian tahu dimana mereka?"
Semua orang baru menyadari jika tiga patriark tidak ikut hadir. Semua orang geleng-geleng dan memang tidak ada yang tahu. Sedangkan tentang Zhi Shirong, semua berpikir dia masih berkultivasi secara tertutup, padahal dia berada di Lembah Kekosongan.
__ADS_1
Hanya Zhi Shaosheng yang tahu, namun dia yang tahu memilih untuk diam...