
Chapter 154. Mendapatkan Solar Plexus Stone.
Setelah membuat kendi sebagai wadah air susu stalaktit, Tian Zhi mencelupkan kendi kedalam air, dengan cepat air susu stalaktit masuk dan kendi menjadi penuh, kini kolam terlihat dasarnya dan tersisa sedikit air susu stalaktit.
Setelah selesai Tian Zhi bergegas keluar dari gua untuk kembali ke Danau Panca Warna untuk menemui Bi Liqin, kemudian dia akan mencari Solar Plexus Stone di gua tempat tinggal si Naga Hitam.
Namun, sesampainya di Danau Panca Warna, Tian Zhi tidak lagi melihat Bi Liqin, dia masuk ke dalam dasar danau dan tetap tidak juga menemukan Bi Liqin. Dengan perasaan dongkol Tian Zhi kembali kepermukaan air danau, dia bergegas menuju gua tempat tinggal si Naga Hitam.
Didepan gua Naga Hitam terlindungi Formasi, tapi dengan mudah dia hancurkan. Tian Zhi pun masuk.
Setelah Tian Zhi masuk kedalam gua, Bi Liqin keluar dari makam gurunya, dia sengaja tidak ingin menemui Tian Zhi karena tahu perpisahannya ini akan menyakitkan, sebab itu dia tidak ingin bertemu dengan Tian Zhi.
"Maaf!" gumam Bi Liqin lalu meneteskan air mata, lalu dia kembali masuk ke dalam makam Dewi Samudera dengan berubah menjadi sinar.
Tian Zhi yang telah masuk kedalam gua, sedikit terkejut melihat dinding gua banyak sekali Batu Mistik, di bawah kakinya banyak sekali Batu Roh. Lalu diujung gua dia melihat sinar berwarna kuning, Tian Zhi menduga jika itu adalah cahaya yang keluar dari Solar Plexus Stone.
Dengan tergesa-gesa dia melangkahkan kakinya. Namun saat akan tiba di ujung gua suara desingan senjata rahasia melesat dari belakang, Tian Zhi secara nalurinya membuat perisai dari Api Asyura, dan membalikkan badannya, dia melihat banyak jarum emas ...
Jleb... Jleb
Jarum-jarum emas itu langsung mencair terkena perisai Api Asyura. Tian Zhi melihat tiga orang pria, dua orang pria paruh baya dengan mengeluarkan aura kekuatan Dewa Absolute level 15, satu pria yang lain usia 35 tahun dengan memakai pakaian kerajaan dan mahkota di kepalanya.
Tian Zhi menduga jika pria yang tampak dilindungi adalah Raja Wei, dan dua orang pria kuat itu pasti utusan dari Ketua Wei Yan. Yang membuat Tian Zhi sedikit heran, bagaimana ketiga pria itu mampu melewati kabut racun yang sangat tebal, tapi dia menduga jika mereka memiliki perlindungan diri untuk menangkal racun atau memiliki Pil Detoksifikasi Racun tingkat tinggi.
Raja Wei dan dua orang utusan itu sedikit terkejut melihat perisai Api Asyura, tapi keterkejutannya segera menjadi gelak tawa. Bagi mereka, walaupun Api Asyura terkenal ganas dan panasnya melebihi Api Surgawi, jika lawannya kuat setingkat Dewa Absolute Api Asyura masih bisa diatasi dengan mudah.
Kemudian, dua orang pria itu melirik cahaya kuning yang berada di belakang Tian Zhi.
Tian Zhi yang tahu niat buruk mereka segera mengeluarkan sepuluh ribu Tubuh Ganda. Seluruh Tubuh Ganda merangsek maju menyerang targetnya. Sontak ketiga orang itu kaget, dua pria yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute level 15 langsung menyerang bersamaan. Sedangkan Raja Wei buru-buru keluar dari gua untuk bersembunyi.
Boom... Boom...
Suara ledakan menggetarkan gua, anehnya gua yang terkena serangan tidak runtuh, setiap gelombang kejut setelah benturan diserap oleh Batu Mistik.
Tian Zhi yang melihat Batu Mistik mampu menyerap gelombang kejut sedikit heran, tapi dia segera berubah menjadi udara dan masuk ke dalam gua untuk mengambil Solar Plexus Stone. Saat diujung Tian Zhi melihat Solar Plexus Stone di tengah bunga teratai.
Kemudian Tian Zhi mengaktifkan Jirah Perang Dewa Binatang agar Solar Plexus Stone bisa menyatu. Solar Plexus Stone bereaksi dengan bunga teratai yang bergerak berputar dan mendekati Tian Zhi.
__ADS_1
Solar Plexus Stone melesat masuk ke Jirah Perang Dewa Binatang... Seketika waktu berhenti, seluruh Tubuh Ganda dan tiga orang pria juga ikut berhenti. Tidak hanya di dalam gua tapi diluar radius dua puluh kilometer juga ikut berhenti.
Hanya Tian Zhi yang tidak terpengaruhi oleh kemampuan Solar Plexus Stone, lalu dia memejamkan mata saat mendapatkan pengetahuan tentang kemampuan Solar Plexus Stone.
Tidak berselang lama dia merasakan keanehan disekitarnya, lalu Tian Zhi membuka mata dan melihat telah berada di tempat lain. Dia melihat dihadapannya banyak binatang mistik, banyak wanita dan satu pria. Sayangnya wajah-wajah wanita dan pria itu tidak bisa dilihat, seluruh tubuh wanita dan pria itu terselimuti kabut tebal.
"Solar Plexus Stone mampu menghentikan waktu untuk beberapa saat, semakin kamu sering menggunakannya, maka kemampuannya sering waktu juga meningkat. Kini kau telah mendapatkan empat Batu Keabadian dan tersisa tiga. Pesanku, pergunakan terus kemampuan Batu Keabadian agar kemampuannya bisa terus meningkat hingga maksimal. Ingat, batas waktumu tidak boleh lebih dari 1.000 tahun!" kata pria itu kepada Tian Zhi dan juga mengingatkannya.
Tian Zhi yang mendapatkan pesan hanya mengangguk tanpa bisa bicara, ingin berbicara tapi mulutnya seakan-akan terkunci. Setelah pria itu berbicara, Tian Zhi merasakan kepalanya pusing, lalu dia tiba-tiba telah kembali ke dalam gua dengan tubuh yang kembali normal.
Setelah kembali ke dalam gua waktu berjalan dengan normal. Dua pria utusan itu sempat linglung beberapa saat ketika terkena dampak waktu yang berhenti, baru tersadar saat melihat banyak energi spiritual menyerang mereka, dan masih menyempatkan untuk melihat punggung Tian Zhi.
Boom... Boom...
Kembali suara ledakan berbenturan dan menggetarkan gua. Tian Zhi yang tidak lagi merasakan pusing segera melihat disekitar gua yang banyak tergeletak emas, Batu Roh, Batu Mistik dan tanaman yang menggunung, segera Tian Zhi melambaikan tangan untuk mengambil semua harta milik Naga Hitam.
"Siapa pria itu dan banyaknya wanita? Apa dia Dewa Binatang dan pasangan Dao-nya?" batin Tian Zhi yang menebak siapa pria yang berbicara kepadanya, sambil mengambil semua harta milik Naga Hitam, termasuk bunga teratai yang memiliki lebar diameter tiga meter.
"Bisa jadi pria itu adalah Dewa Binatang! Lalu apa ada hubungannya denganku?" Tian Zhi merasakan kedekatan dengan pria itu dan semua wanita yang tidak bisa dilihat.
Karena tidak bisa mengingat hubungannya dengan pria dan banyak wanita, Tian Zhi menepis semua pikiran tentang mereka. Baginya yang terpenting telah mendapatkan Solar Plexus Stone dan kini tinggal tiga Batu Keabadian, dia berharap bisa menemukannya dengan mudah dan cepat sebelum batas waktu 1.000 tahun terlewati.
Setelah selesai mengambil semua harta di dalam gua, Tian Zhi melihat keatas dan terdapat lubang, dia menduga jika cahaya kuning keluar dari lubang tersebut.
Sebelum keluar menuju lubang di atas, Tian Zhi sempat melihat sekilas sekelebatan cahaya keluar dari sudut gua dan menghilang dalam sekejap, tapi dia tidak memperdulikannya, sebab dua pria itu hampir mengalahkan semua Tubuh Ganda.
Cepatnya Tubuh Ganda dikalahkan karena ruang gerak mereka dibatasi oleh dinding gua, dan membuat dua pria itu mudah mengatasi serangan energi spiritual dari Tubuh Ganda.
Swosh...
Akhirnya Tian Zhi keluar dari gua, dia berniat menghadapinya lawannya diluar gua. Dua pria utusan dari ketua Wei Yan yang telah menghancurkan semua Tubuh Ganda segera berpisah, satu mengikuti Tian Zhi dan satunya lagi keluar dari pintu masuk menuju gua.
Sayangnya, Tian Zhi tidak menyelidiki cahaya yang keluar dari sudut gua, seandainya mau menyelidiki cahaya itu, dia akan menemukan jalur menuju ke tempat lain, tempat di mana ada banyak buah Ginseng penambah usia dan juga istana milik Dewa Perang, disana juga ada Raja Ginseng.
Raja Wei hanya mengikuti utusan dari pamannya dengan menjaga jarak, dia selalu mengembangkan senyuman karena yakin mampu mendapatkan Batu Keabadian yang diinginkan oleh pamannya.
"Dengan bantuan Ma Dai dan Ma Gan, aku yakin paman akan memujiku!" harap Raja Wei dengan naifnya.
__ADS_1
Setelah keluar dari Danau Panca Warna, Raja Wei melewatkan kesempatan untuk mendapatkan air yang mampu memperkuat fisik bagi setiap kultivator, entah tidak tahu khasiat air Danau Panca Warna atau memang bodoh, Raja Wei hanya meliriknya sekilas.
Bi Liqin keluar dari makam Dewi Samudera setelah tidak merasakan orang kuat di Danau Panca Warna, dia terlihat khawatir dengan keadaan Tian Zhi, lalu dia buru-buru keluar dari dasar danau dan masuk ke dalam gua untuk memastikan rasa khawatirnya.
Setelah memeriksa seluruh gua Bi Liqin sedikit lega karena kekuatirannya tidak terbukti, biarpun begitu dia masih gelisah dengan melihat keluar Danau Panca Warna.
Tian Zhi yang telah berubah menjadi udara, dia melihat dua pria utusan Ketua Wei Yan yang terpisah sedang mencarinya, Tian Zhi yang mengingat pesan dari pria yang dianggap Dewa Binatang, segera menggunakan kemampuan Batu Keabadian.
Pertama, Tian Zhi menggunakan kemampuan Sacral Stone yang mampu menciptakan ilusi dengan pikirannya. Ini seperti membuat Formasi Ilusi, tapi keunggulan Sacral Stone cukup menggunakan pikirannya dengan mengkonsumsi energi spiritual sebesar 15%.
Tian Zhi segera menciptakan dinding tak kasat untuk memenjarakan Ma Dai, lalu menciptakan banyak binatang monster yang pernah dia lihat dengan pikirannya, binatang monster bermunculan di dalam dinding tak kasat mata.
Ma Dai kakak dari Ma Gan jelas kaget mendengar raungan binatang monster, dia melihat binatang monster itu berlari ke arahnya seperti kelaparan.
Ma Dai mengeluarkan senjata pedang dan menebaskan kearah binatang monster. Suara ledakan "Boom... Boom..." ketika tebasan pedang mengenai banyak binatang monster.
Sedangkan Tian Tian yang telah menggunakan kemampuan Sacral Stone tersenyum puas melihat hasilnya, lalu dia memadukan kemampuan Batu Keabadian yang lainnya, dia ingin menggunakan Solar Plexus Stone, cukup mengeluarkan energi spiritual sebesar 15% dan waktu akan berhenti setengah waktu dupa (15 menit).
Tian Zhi menargetkan Ma Dai agar tidak bisa bergerak, lalu keluar sinar dari tengah alisnya dan melesat ke arah Ma Dai. Seketika Ma Dai berhenti bergerak dan semua binatang monster oleh Tian Zhi dibubarkan dengan pikirannya.
Kemudian Tian Zhi mendekati Ma Dai, lalu meletakkan telapak tangan di perut musuhnya untuk menyerap kekuatan Ma Dai. Dengan segera Tian Tian menyedot habis kekuatan Ma Dai yang tersimpan di dantian.
Ma Dai yang menjadi patung jiwanya masih bisa melihat Tian Tian, sayangnya dia tidak bisa berucap maupun berteriak karena kesakitan saat kekuatannya tersedot. Secara perlahan tubuh Ma Dai mulai berkeriput, rambut menjadi putih dan akhirnya tersisa kulit dan tulang saja.
Kekuatan Tian Tian merangsek naik hingga berhenti di tingkat Dewa Absolute level 15 dari level 10. Setelah setengah waktu dupa lewat, Ma Dai seketika ambruk dan mati.
Tian Zhi ingin tertawa karena mendapatkan banyak keberuntungan melimpah hari ini, mendapatkan Sacral Stone, kekuatan naik lima level dan juga kekayaan yang berlimpah.
Dinding tak kasat mata juga menghilang, dan Ma Gan yang kebetulan dekat dengan Tian Zhi seketika membeku melihat kakaknya telah mati dengan tubuh yang mengerikan.
Tian Zhi yang juga melihat Ma Gan segera melakukan hal yang sama, menggunakan Sacral Stone dan Solar Plexus Stone sekali lagi. Dinding tak kasat mata bertujuan untuk memblokir siapapun agar tidak menganggu proses menyerap kekuatan Ma Gan, dan menghentikan waktu untuk membuat lawan tidak berkutik.
Setelah waktu setengah dupa habis, kondisi Ma Gan juga sama seperti Ma Dai, tubuh tinggal kulit dan tulang, dan kekuatan Tian Zhi hanya naik tiga level.
Tian Zhi tidak kecewa dan menyadari jika semakin tinggi basis kultivasinya maka semakin besar sumberdaya yang dibutuhkan, sebab itu dia tidak heran kekuatannya setelah menyerap Dewa Absolute level 15 hanya meningkat tiga level.
Setelah membunuh dua utusan Ketua Wei Yan, Tian Zhi merasakan Raja Wei yang sedang bersembunyi dan ketakutan. Raja Wei tidak menyangka dua utusan dari pamannya mati tanpa perlawanan.
__ADS_1
Namun Tian Zhi berpura-pura tidak mengetahuinya, dia menjarah harta milik Ma bersaudara dan membakar mayatnya. Setelah tidak ada jejak musuhnya, Tian Zhi menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang Raja Wei yang sedang bersembunyi.
"Plak...!"