Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 56 Siluman Rubah.


__ADS_3

Chapter 56. Siluman Rubah Jantan.


Setelah sedikit membersihkan kamar yang akan dibuat tempat tinggal semalam, Tian Zhi keluar memburu binatang untuk makan malam, namun dia melihat beberapa ayam yang ditinggalkan. Segera Tian Zhi menangkap empat ekor ayam jantan dan kembali ke tempat penginapan.


"Cepat sekali?" tanya Wu Liqin saat melihat Tian Zhi kembali dengan membawa empat ekor ayam jantan.


"Kamu mau mandi kan, biarkan aku yang menyiapkan makan malam," kata Tian Zhi setelah masuk kedalam penginapan, dia melihat Wu Liqin yang bersiap-siap untuk mandi.


"Setelah mandi aku akan membantu mu!" jawab Wu Liqin yang tersenyum melihat kedua mata kekasihnya yang haus akan hubungan intim.


Tian Zhi berniat membuat ayam panggang untuk makan malam, dia memotong leher empat ekor ayam, mengeluarkan isinya dan membakar bulu-bulunya dengan mudah.


Tian Zhi menusuk empat ekor ayam dengan kayu bambu dan meletakkan pada tungku yang sudah ada di penginapan. Setelah meletakkan empat ekor ayam pada perapian, dia merasakan kehadiran seseorang di desa.


Segera Tian Zhi keluar dari penginapan dan mencari keberadaan orang tersebut, tapi setelah beberapa saat mencari dia tidak menemukan siapapun. Disaat Tian Zhi akan kembali, dia kembali merasakan pergerakan orang tersebut dan melirik kearahnya.


"Hm! Jadi ini yang membuat semua penduduk desa ketakutan!" batin Tian Zhi yang melihat penyebab penduduk desa pergi.


Tian Zhi melihat siluman rubah jantan yang sedang berkamuflase menjadi apapun disekitarnya, tapi sayangnya siluman rubah itu tidak bisa luput dari kedua mata Tian Zhi yang sudah memiliki kekuatan True God.


Disaat Tian Zhi berjalan, dia melihat sebuah batu seukuran kepala manusia, dengan tumit kaki kiri Tian Zhi menendang batu itu dan melesat kearah persembunyian siluman rubah jantan.


Swosh... Bukk... Bang... Bang...


Kepala siluman rubah jantan terkena batu hingga membuatnya terpental, dia terkejut saat persembunyiannya diketahui. Namun, disaat ingin menyerang Tian Zhi, siluman rubah mengurungkan niatnya, karena Tian Zhi tampak tidak sengaja menendang batu hingga mengenainya.


"Sayang, kamu sedang mencari apa?" tanya Wu Liqin yang tubuhnya hanya berbalutkan handuk dari dada hingga paha.


Siluman rubah jantan melihat kecantikan Wu Liqin, seketika matanya berbinar-binar dengan air liur menetes, dia segera mengendap-endap mendekati penginapan.


"Aku kira ada Kucing Belang, ternyata hanya seekor Biawak yang menyamar menjadi Bunglon!" jawab Tian Zhi yang asal.


Wu Liqin tertawa mendengar lelucon kekasihnya dan meminta gendong dengan manja, kemudian Tian Zhi berbicara melalui telepati. "Ada seekor siluman rubah jantan, mungkin karena dia penduduk desa pergi!" ungkap Tian Zhi saat masuk kedalam penginapan.


Sontak Wu Liqin kaget dan baru menyadari jika kekasihnya telah masuk di wilayah siluman. "Kamu pasti telah masuk di wilayah siluman, aku dengar desas-desus jika banyak siluman memperluas wilayahnya, dan kemungkinan desa ini menjadi korbannya!" ungkap Wu Liqin dengan komunikasi telepati.


Wu Liqin tampak tidak kuatir jika telah masuk di wilayah siluman, sebab dia sudah tahu kekuatan kekasihnya yang bisa dengan mudah mengalahkan pemilik Paviliun Hitam, apalagi mengalahkan semua siluman.


Kemudian, Tian Zhi membuat rencana untuk mempermainkan siluman rubah jantan setelah makan malam, dan Wu Liqin tersenyum saat tahu niat kekasihnya.


Setelah makan malam, Tian Zhi dan Wu Liqin keluar untuk menikmati pemandangan di malam hari dengan berjalan mengelilingi penginapan. Siluman rubah jantan segera menyelinap masuk ke dalam penginapan dan menunggu kedua targetnya dibalik pintu.


"Sayang, ayo kita masuk, hari sudah larut dan aku ingin beristirahat!" pinta Wu Liqin dengan manja kepada Tian Zhi.


"Tentu, aku sudah lama tidak memakan-mu!" jawabnya sambil menggendong Wu Liqin.


Tian Zhi dan Wu Liqin segera masuk dan mengetahui siluman rubah jantan bersembunyi dibalik pintu masuk penginapan.

__ADS_1


Brakk...


Tian Zhi dengan keras menendang pintu hingga membuat wajah siluman rubah jantan mencium daun pintu dengan sangat keras. Siluman rubah jantan berusaha menahan rasa sakit walaupun hidungnya mengeluarkan darah segar dan air mata akan menetes.


"Kenapa pintunya susah ditutup," kata Tian Zhi dan menendang lagi pintu masuk.


Brakk...


Sekali lagi Tian Zhi menendang pintu dengan keras hingga membuat siluman rubah jantan mencium daun pintu. Wu Liqin menahan tawa saat kekasihnya sengaja menyiksa siluman rubah jantan.


Jelaslah Wu Liqin menahan tawa, kan seharusnya pintu ditarik agar pintu bisa menutup, lah ini malah ditendang masuk, mana bisa pintu itu menutup!


Brakk... Brakk...


Berkali-kali Tian Zhi menendang pintu hingga daun pintu muncul retakan, dan siluman rubah jantan yang paling tersiksa menerima kasih sayang dari daun pintu.


"Apakah siluman sudah tidak ada harga dirinya lagi...!" batin siluman rubah jantan sambil meneteskan air matanya.


"Aiyoh! Kan seharusnya begini ...," seru Tian Zhi setelah puas menendang pintu, dia menarik pintu dan menutup lah penginapan.


Segera siluman rubah jantan berpindah tempat di bawah kolong meja makan setelah pintu ditutup, dia merasa lega telah lepas dari penyiksaan daun pintu.


"Sayang, kamu tampaknya kelelahan setelah bekerja keras seharian. Lihat, kasihan dinding kayu itu yang tersiksa," kata Wu Liqin sambil menunjukkan retakan pada dinding kayu.


Siluman rubah jantan mengumpat kesal didalam hatinya, saat mendengar Wu Liqin yang menyayangkan dinding kayu daripada dirinya yang menjadi sasaran.


Brakk...


Sekali lagi Tian Zhi menendang, kali ini yang dia tendang adalah kursi dan mengenai siluman rubah jantan yang bersembunyi. Siluman rubah jantan menahan kesakitan saat wajahnya kembali terkena sasaran.


"Apa ini neraka!" batin siluman rubah jantan yang merasakan kesialan sejak ketemu Tian Zhi, wajahnya sudah tidak karuan, hidung bengkak, gigi rontok dan mata menjadi lebam.


"Sayang, apa kamu sedang mabuk!" tanya Wu Liqin sambil memeriksa kondisi Tian Zhi yang suka menendang apapun seperti orang mabuk arak, dia mendekati kursi dan duduk.


Siluman rubah jantan meronta-ronta saat Wu Liqin duduk dikursi, sebab tangannya terjepit kaki kursi, biarpun begitu dia masih menahan dirinya agar tidak diketahui. Tian Zhi berpura-pura sempoyongan dan duduk dipangkuan Wu Liqin.


"Loh Kan ... Kamu sudah dibilangin jangan minum-minum...!!" ocehan Wu Liqin seperti seorang istri yang marah kepada suaminya yang telah ketahuan mabuk-mabukan.


Siluman rubah jantan semakin kesakitan dengan Tian Zhi duduk dipangkuan Wu Liqin, secara otomatis beban kursi semakin berat, dan tangan kanan spontan menggaruk wajahnya sendiri untuk menahan rasa sakit tangan kiri yang terjepit kaki kursi, dan ekspresi mulutnya yang seakan-akan ingin berteriak-teriak.


"Ayo kita tidur saja dan aku juga kepengen itu ... !" ajak Wu Liqin dengan wajahnya yang malu-malu.


Tian Zhi tertawa dan segera berdiri, dia menggendong Wu Liqin, sebelum berjalan menuju kamarnya Tian Zhi menendang kursi, "brak!!" sekali lagi siluman rubah jantan yang baru saja lega terkena lagi benturan kursi di wajahnya.


Tian Zhi dan Wu Liqin masuk kedalam kamar dan siluman rubah jantan seketika menjadi lega, dia buru-buru mengikuti targetnya. Namun, Tian Zhi segera menendang pintu agar tertutup karena kedua tangannya menggendong Wu Liqin, dan lagi-lagi siluman rubah jantan menabrak daun pintu.


"Kampret!!" umpatan siluman rubah jantan saat di terjatuh di lantai tanah dan meringis menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Lalu, siluman rubah jantan mendengar suara Wu Liqin untuk meminta Tian Zhi memberikan diri sebelum berhubungan intim, segera wajah siluman rubah jantan tersenyum dan buru-buru berkamuflase di dinding menunggu Tian Zhi keluar.


Pintu kamar terbuka dan keluarlah Tian Zhi, melihat kesempatan itu siluman rubah jantan segera masuk dan melihat Wu Liqin sedang bersolek didepan cermin, dia menelan salivanya saat melihat tubuh indah Wu Liqin yang hanya menggunakan pakaian tipis.


Segera siluman rubah jantan berubah wujud menjadi sosok Tian Zhi dan mendekati Wu Liqin. Wu Liqin yang sudah mengetahuinya hanya diam dan berpura-pura tidak tahu.


Plak...


Namun, sebelum siluman rubah jantan memeluk Wu Liqin, tiba-tiba bahunya ditepuk oleh Tian Zhi yang asli. Spontan siluman rubah jantan ingin melompat untuk menjauhi Tian Zhi, tapi tubuhnya tidak bisa dia gerakan.


Wu Liqin membalikkan badannya dan tersenyum melihat siluman rubah jantan.


"Kamu penyebab semua penduduk desa pergi, kan?" tanya Tian Zhi kepada siluman rubah jantan, "aku sudah mengetahui mu semenjak masuk masuk ke desa ini. Katakan apa tujuanmu, jika tidak... Aku sangat menyukai daging rubah!" lanjutnya.


Segera siluman rubah jantan berubah wujud aslinya dengan wajah bengkak dan penuh lebam akibat terkena benturan, dia ketakutan saat merasakan kekuatan pria yang telah menyiksanya. Namun siluman rubah yang akan menjawab kesulitan untuk berbicara, karena merasakan aura kekuatan tingkat True God yang menyesakkan dadanya.


Bukk... Bukk...


Segera Tian Zhi menyegel kekuatan siluman rubah jantan dan meninju wajahnya, Wu Liqin juga ikut menendang perut siluman rubah tanpa ampun, sebab mengira siluman rubah jantan tidak mau berbicara.


"Cepat bicara?!" bentak Wu Liqin dengan terus menendangnya, dan berhenti setelah puas menghajar siluman rubah jantan.


Siluman rubah jantan sudah mengucurkan banyak darah diwajahnya, dan dia menjadi bungkam sambil melihat Wu Liqin duduk dipangkuan Tian Zhi. "Katakan apa tujuanmu? Aku akan hitung sampai sepuluh, jika kamu tetap bungkam ... !" tanya Excel Shimo sambil mengancam, dan Wu Liqin menggerakkan tangannya seakan-akan memenggal leher.


"Satu ..., " Tian Zhi mulai menghitung dan diteruskan oleh Wu Liqin hingga angka lima.


Namun, siluman rubah jantan tetap bungkam dengan sorot mata tajam menatap Wu Liqin dan Tian Zhi secara berganti. Lalu, Tian Zhi segera berdiri dengan mengeluarkan pisau.


Pisau itu diletakkan pada telinga siluman rubah jantan, dan menggoreskan secara berlahan, darah segar segera mengalir.


"Delapan...," Wu Liqin kembali menghitung.


"Ternyata kamu tidak membutuhkan telinga, ya!" ujar Tian Zhi sambil mengangkat pisaunya untuk memotong telinga siluman rubah jantan.


"Baik, baik, aku akan bicara! Tolong jangan siksa lagi!" akhirnya siluman rubah jantan menyerah, karena dia tidak tahan dengan rasa sakitnya, tapi dia masih bertele-tele dengan mengulur waktu.


"Cepat katakan?!" bentak Wu Liqin dengan membawa kursi, dan Tian Zhi meletakkan jari siluman rubah jantan di bawah kaki kursi.


"To--tolong, jan--jangan siksa lagi, aku akan bicara!!" siluman rubah jantan memohon dan Tian Zhi pun melepaskan jarinya.


"Aku ... Sejujurnya aku hanya diperintahkan oleh Raja Mu untuk mencari batu yang aneh yang mengeluarkan energi spiritual ... Hanya itu perintahnya!" ungkap siluman rubah jantan yang setengah-setengah, dan membuat Wu Liqin kesal dengan mengangkat kursi untuk menghajarnya lagi.


"Tu--tunggu, aku masih belum selesai bicara! Tapi, janji kalian akan melepaskan ku!" mohon siluman rubah jantan yang lebih takut kepada Wu Liqin daripada Tian Zhi.


"Iya aku akan melepaskan-mu!" janji Tian Zhi.


"Cepat katakan dan jangan bertele-tele!?" bentak Wu Liqin yang geram dengan mengangkat kursi ingin memukulnya.

__ADS_1


__ADS_2