
Chapter 270. Altar Dimensi Antarkota.
Dua hari berlalu, kekalahan Qing Guozhi di pelabuhan Jalur Sutra dengan cepat menyebar ke seluruh wilayah Kekaisaran Qing. Banyak penduduk yang mulai berspekulasi akan runtuh kejayaan Kekaisaran Qing. Banyak rakyat yang mulai mempersiapkan diri jikalau sewaktu-waktu menghadapi serangan balasan dari pihak Kerajaan Guang yang didukung oleh Master Tian.
Dewi Alkemis yang berada di Kota Dongmen telah mengetahui apa yang sedang terjadi, dia selama ini selalu mengaktifkan Mata Dewa untuk melihat kejadian di pelabuhan Jalur Sutra. Saat ini dia dan Zhou Qionglin ada di Paviliun Pil Langit.
"Apa langkahmu jika Kekaisaran Qing runtuh?" tanya Zhou Qionglin, dia juga melihat kejadian di pelabuhan Jalur Sutra.
"Lihat dulu apa yang akan terjadi, untuk saat ini aku belum bisa berspekulasi. Tapi, Persatuan Alkemis akan tetap terus berdiri!" jawab Dewi Alkemis yang terlihat tidak khawatir Kekaisaran Qing.
Walaupun suatu kekuasaan dalam gejolak, bidang profesi Alkemis di manapun akan tetap terus ada dan dibutuhkan, sulit untuk tidak membutuhkan keahlian Alkemis dalam menunjang kekuatan serta pengobatan.
Oleh sebab itu Dewi Alkemis tetap tenang seandainya kejayaan Kekaisaran Qing runtuh. Tapi, didalam hatinya sedikit ada rasa khawatir dengan Tian Zhi yang memiliki kemampuan yang bisa melampauinya.
"Bagaimana dia bisa memiliki tiga api yang berbeda di dalam tubuhnya?" gumam Zhou Qionglin yang selalu memikirkan Tian Zhi karena memiliki tiga api.
Dewi Alkemis yang melihat ke luar balkon Paviliun Pil Langit, dengan Mata Dewa dia melihat Qing Guozhi duduk di pilar tanah bersama Dewa Air, lalu dia berbicara, "aku pernah membaca tentang Anatomi Regional, khusus pengetahuan seseorang yang memiliki Tubuh Bawaan. Aku perkirakan dia memiliki Tubuh Bawaan Lima Elemen, jadi mampu menampung jenis elemen api yang berbeda."
Anatomi Regional adalah ilmu tentang bagian tubuh berdasarkan area atau pembagian tubuh dan menekan pada hubungan antar-struktur yang beragam; seperti otot, saraf dan arteri diarea tertentu.
Demikian dengan Tubuh Bawaan Lima Elemen, setiap elemen mampu menampung semua jenis unsur alam yang berbeda. Contohnya; memiliki Tubuh Bawaan Racun, maka tubuh akan mampu menampung jenis semua racun, atau Tubuh Bawaan Es, seperti milik Dewa Es Abadi, dimana tubuhnya mampu menampung jenis elemen air dan es peringkat apapun. Elemen es terbagi menjadi 21 peringkat, tertinggi adalah Es Semesta, dan terendah adalah Inti Es Bumi.
"Hebat! Tubuhnya adalah harta yang sangat berharga. Jika Qing Guozhi dan pendukungnya tahu, mereka mungkin lebih memilih mengorbankan apapun hanya untuk mendapatkan Tubuh Bawaan Lima Elemen!" seruan Zhou Qionglin, dia tampak menginginkan tubuh seperti Tian Zhi.
"Tapi... Memiliki Tubuh Bawaan juga memerlukan sumber daya yang besar luar biasa. Contoh sederhananya; jika seorang kultivator membutuh satu butir Pil Kultivasi, maka Tubuh Bawaan Lima Elemen membutuhkan lima butir pil, itu akan terus bertambah manakala semakin kuat?" jelas Dewa Alkemis dan membuat Zhou Qionglin melongo.
Bisa dibayangkan bagaimana gilanya Tian Zhi meningkatkan kekuatan, dia harus banyak mengkonsumsi banyak energi daripada orang normal. Untung saja Tian Zhi seorang ahli Alkemis, jadi rakusnya Tubuh Bawaan Lima Elemen bisa ditanggulangi dengan mudah.
Tapi, apa yang dikatakan oleh Zhou Qionglin memang benar, tubuh Tian Zhi adalah harta yang sangat berharga, siapapun pasti akan berebut untuk mendapatkan Tubuh Bawaan Lima Elemen, dengan cara mengekstrak darah dan dantian-nya.
Selain Dewi Alkemis yang tahu kelebihan memiliki Tubuh Bawaan Lima Elemen, Qing Guozhi juga mengetahuinya, hanya saja dia tidak membicarakan masalah ini kepada siapapun, kecuali Dewa Air.
Qing Guozhi hanya membutuhkan tubuh Tian Zhi, yang lainnya dia tidak membutuhkannya, jikalau mendapatkan bagian hanyalah bonus. Oleh sebab itu dia bertekad untuk menunggu Tian Zhi keluar dari Formasi Perlindungan.
"Ohh...! Jadi ini alasan mu yang tidak kembali ke pusat Paviliun Pil Langit, khawatir Qing Guozhi memanfaatkan mu untuk membuatkan Pil Elemental Body?" tebak Zhou Qionglin yang akhirnya tahu tujuan Dewi Alkemis berada di Kota Dongmen.
__ADS_1
Dewi Alkemis hanya mengangguk sebagai jawaban, dia memang sengaja tidak berada di ibukota untuk menghindari Qing Guozhi dan Dewa Surya yang selalu meminta sesuatu dengan sesuka hatinya.
"Berarti kamu sudah tahu Master Tian yang mengambil Api Asyura Dasar Laut, kan?" selidik Zhou Qionglin.
Dewi Alkemis geleng-geleng kepala, lalu menjawab, "awalnya tidak tahu, tapi aku teringat Master Tian yang memiliki Api Suci Petir Asyura... Seperti milikku, api yang memiliki peringkat tinggi akan mampu merasakan frekuensi dari jenis api yang lebih rendah. Ketika semua orang pergi, baru aku menebak siapa pelakunya"
Zhou Qionglin menghela nafas berat, dia sangat menginginkan api yang memiliki kualitas terbaik seperti milik Dewi Alkemis, minimal dia ingin benih Api Asyura Dasar Laut. Memiliki jenis api yang terbaik akan sangat membantu dalam bidangnya.
Sedangkan Zhou Qionglin hanya memiliki Api Surgawi peringatan sepuluh, yaitu Sembilan Api Angin Tenang. Walaupun api peringkat kesepuluh sudah istimewa, jika dibandingkan dengan Api Asyura jelas jauh berbeda, dan itu juga mempengaruhi kualitas pil.
"Seperti orang bodoh yang menunggu Master Tian! Jika aku menjadi dia, aku lebih baik menjalan hubungan baik dengan Master Tian!" ejek Dewi Alkemis yang melihat Qing Guozhi menunggu Tian Zhi dengan mengandalkan alat penghancur Formasi.
"Kamu kan sudah membuat masalah dengan Master Tian, lalu apa bedanya kamu dengannya!" sindir Zhou Qionglin.
Dewi Alkemis tidak marah dengan sindiran Zhou Qionglin, dia malah tertawa renyah. Setelah itu dia berbicara, "karena aku adalah wanita bertopeng, dia pria dan pasti penasaran dengan wajah asliku."
Zhou Qionglin mendengus kesal dengan kesombongan Dewi Alkemis yang mengunggulkan kecantikan dibalik topengnya.
Seperti itulah mereka berdua, walaupun saling sindir dan menyombongkan diri, tidak ada diantara mereka yang tersinggung. Seandainya ada Zhi Yinping, obrolan mereka akan semakin menarik dan merembet kemana-mana.
Di Kota Jalur Sutra, tepatnya di pelabuhan Jalur Sutra, banyak kultivator yang berada di belakang Qing Guozhi, mereka ingin masuk ke dalam Kota Jalur Sutra untuk membeli pil. Namun banyak kultivator yang diusir oleh Dewa Air, akhirnya mereka hanya bisa kembali dan menunggu di pelabuhan Qingshan.
Tian Zhi melihat kultivator yang diusir oleh Dewa Air, dia hanya tersenyum tipis dan tidak marah. Berbeda dengan istrinya dan ketiga jenderal, mereka geram melihat Dewa Air.
"Kenapa kamu tidak bertindak agar mereka tidak kembali?" tanya He Hua yang kesal dengan tindakan Dewa Air, dia ingin suaminya mengatasi masalah ini.
"Tenang saja, ada waktunya untuk bertindak, semua sudah dalam rencana ku!" jawaban Tian Zhi membuat penasaran.
"Apa rencana mu, cepat katakan?" tanya He Hua dengan tidak sabaran.
Tian Zhi melihat Qing Huan dan bertanya, "bagaimana dengan ayahmu?"
"Ayah, Master Jin, Master Han dan para penduduk sudah berada di Kota Henjiu (lama sekali), Mereka siap untuk menghidupkan kembali kota yang lama tidak berpenghuni!" jawab Qing Huan.
Kota Henjiu dan Kota Qingshan berjarak 500 km lebih, tepatnya dekat dengan pesisir pantai sebelah Barat-barat Laut dari Kota Qingshan, kota ini memiliki sejarah kelam, dimana dulunya adalah markas para bandit darat dan lautan, lokasi yang cocok bagi para bandit berkumpul.
__ADS_1
Di Kota Henjiu tidak ada aturan, aturannya sederhana dimana yang kuat dihormati, biarpun begitu sesama bandit tidak ada yang salah membunuh. Target mereka adalah orang-orang kaya, saudagar dan bangsawan. Karena pengaduan dari korbannya, maka Dewa Surya memerintahkan Jenderal Besar untuk memimpin dalam memberantas para bandit.
Sewaktu di Kota Qingshan, Tian Zhi telah memberikan token perekam suara kepada Duke Qing Fei, saat itu dia menitipkan cincin dimensi kepada Qing Huan untuk diberikan kepada ayahnya sebelum kembali ke wilayah Utara. Isi pesan itu tentang masa depan Kekaisaran Qing, dan meminta Duke Qing Fei untuk mencari lokasi baru, sebab Kota Qingshan akan menjadi sejarah.
Tian Zhi berencana menjadikan Duke Qing Fei sebagai penguasa dengan gelar King di Kota Henjiu, dan juga sebagai pusat gerbang portal dimensi antarwilayah.
"Bagus! Aku akan ke sana. Apa kalian mau ikut," ucap Tian Zhi.
Jelas He Hua tidak mau ditinggalkan, termasuk seratus istri utamanya juga ikut. Tian Zhi mengajak Ma Xiu dan dua jenderalnya tetap berada di Kota Jalur Sutra untuk mengawasi gerak-gerik Qing Guozhi.
"Apakah aku boleh ikut?" tiba-tiba gadis kecil alias si Guo Shun tidak mau ketinggalan melihat gurunya akan mengikuti Tian Zhi.
"Tentu boleh! Ayo, gandeng tanganku!" sela Luo Yang sebelum Tian Zhi menjawab.
Dengan senang hati Guo Shun mengandeng tangan gurunya, lalu mengikuti Tian Zhi yang turun dari tembok pertahanan kota bersama Marquis Guo Bojing.
Marquis Guo Bojing telah menyediakan tempat khusus untuk menjadi gerbang portal dimensi. Lokasinya berada dekat dengan barak militer, sengaja ditempatkan dekat dengan barak militer agar mudah dalam penjagaan serta pengawasan.
Sesampainya di lokasi, Tian Zhi mengeluarkan altar dimensi berbentuk kotak dengan empat pilar Formasi, ukurannya 10 cm², lalu Tian Zhi meletakkan di tanah. Altar dimensi yang berukuran kecil tiba-tiba membesar hingga maksimal, kini ukurannya sepuluh meter persegi.
Semua wanita melongo melihat Tian Zhi memiliki altar dimensi yang bisa dibawa-bawa, sangat praktis menggunakannya. Selama ini mereka tidak pernah melihat Tian Zhi membuat altar portal dimensi. Jelas mereka tidak mengetahuinya, sebab altar dimensi dibuat di Dunia Jiwa.
Lalu Tian Zhi berjalan ke altar dimensi dan berhenti di tengahnya. Di tengah altar ada sebuah tugu prasasti setinggi 100 cm, di permukaannya tercetak telapak tangan.
"Marquis Guo Bojing, nanti buatan pos penjagaan di sekitar altar dimensi," pinta Tian Zhi dan di anggukkan kepala oleh Marquis Guo Bojing, "kalian pasti sudah tahu apa ini? Ini adalah panel mengontrol altar dimensi antarkota yang bisa diatur sesuai keinginan dan tujuannya. Untuk sementara ini hanya ada dua, di Kota Henjiu dan disini. Kedepannya aku akan buat beberapa untuk ditempatkan di kota-kota lain." Lanjutnya dengan sedikit memberikan penjelasan dan rencananya.
Lalu Tian Zhi meletakkan telapak tangan diatas panel yang ada di tugu, seketika empat pilar altar bercahaya, tidak berselang lama muncul lubang hitam ditengah dipinggir altar, tepatnya di depan panel kendali.
"Sejak kapan kamu membuat altar dimensi?" tanya Meyleen yang keheranan.
"Sudah lama!" jawab Tian Zhi yang selalu saja membuat penasaran, lalu dia berjalan ke lubang hitam dan berkata, "ayo, ikuti aku."
Tian Zhi masuk terlebih dahulu, lalu He Hua buru-buru menyusul bersama dengan yang lainnya. Guo Shun kegirangan dan menarik tangan gurunya agar cepat masuk ke lubang hitam.
Seketika Tian Zhi menghilang seperti tertelan lubang hitam dan diikuti oleh istrinya. Marquis Guo Bojing geleng-geleng melihat putrinya yang bisa bebas kemana-mana, dia dulu sangat protektif terhadap putrinya, bahkan untuk berlatih beladiri selalu dilarang.
__ADS_1
"Semoga ini awal yang baik untuk masa depan semua orang!" gumam Marquis Guo Bojing, lalu dia memanggil beberapa prajurit untuk membuat pos penjagaan untuk menjaga altar dimensi.