
Chapter 146. Raja Li.
Jenderal Utara Yun naik ke kapal perang untuk menuju wilayah pusat Kerajaan Li. Saat dalam perjalanan, Li Yun banyak berbicara tentang Benua Venus, terutama wilayah Benua Tengah dimana banyak menyimpan misteri.
Banyak kultivator yang ingin menjelajahi Benua Tengah namun terhalang lautan yang dihuni binatang air yang kuat, banyak orang pernah terlihat seekor gurita raksasa yang memiliki kekuatan Holy Dao level tujuh.
Tian Zhi dan kekasihnya yang mendengar hanya tersenyum, tingkat Holy Dao bagi mereka seperti ranting kering, mudah dihancurkan dengan sekali kedipan.
Tapi yang membuat Tian Zhi dan kekasihnya penasaran, siapa orang yang memanggil mereka sewaktu menghancurkan pasuka Kerajaan Wei, suaranya bukan wanita maupun pria seperti nada musik Guzheng.
"Jika yang berdiam di Benua Tengah memiliki kekuatan jiwa, kita akan kesulitan walaupun memiliki basis kultivasi tinggi," kata Miao Jiang yang tidak ingin berhadapan dengan musuh yang unggul dalam hal kekuatan jiwa.
Tapi Tian Zhi dan He Hua sebagai seorang ahli Alkemis jelas tidak takut, sebab kekuatan jiwa mereka juga mumpuni menghadapi lawan, dan sebagai contohnya seperti menjinakkan binatang penjaga.
"Tuan Muda, kita sudah sampai. Tolong turunkan kapal perang ini di tanda bendera itu," sela Jenderal Utara Yun sambil menunjukkan arah tempat mendaratkan kapal angkasa.
Kedatangan kapal perang besar jelas membuat semua orang ketakutan, tapi Jenderal Utara Yun bergegas menuju ke anjungan agar semua orang mengenalinya.
Penghuni istana Kerajaan Li yang mendapatkan laporan segera keluar termasuk Raja Li yang eksentrik, seorang raja tapi pakaiannya terlihat aneh, lebih besar dari ukuran tubuhnya.
Raja Li, para petinggi, termasuk beberapa pangeran dan juga putri melihat kapal perang dari atas istana. Raja Li segera memerintahkan prajurit untuk memeriksa siapa pemilik kapal perang yang bukan berasal dari Benua Venus.
Para prajurit pertahanan ibukota segera terbang setelah mendapatkan perintah. Sesampainya di dekat kapal perang, prajurit melihat Jenderal Utara Yun, mereka menangkupkan kedua tangan dan memberikan jalan dan sebagian prajurit kembali untuk melaporkan kepada Raja Li.
Kapal perang segera mendarat, dan keluarlah tiga orang yang menarik perhatian setelah Jenderal Utara Yun turun. Lalu Tian Zhi menepuk kapal perang dan seketika berubah menjadi miniatur.
Para prajurit dan penduduk melihat dua wanita paling cantik yang tidak pernah mereka lihat di Benua Venus, dan melihat pria yang dipeluk lengannya oleh kedua wanita itu.
"Sayangnya sudah memiliki suami!" sesal salah satu kultivator yang tidak bisa mendekati dua kecantikan bidadari.
"Dengan kekuatan apapun bisa dimiliki, tidak perduli jika itu milik orang lain!" sahut seorang pria yang berada disebelahnya, sambil kedua tangan bersilang dada, punggung disandarkan pada tembok rumah penduduk dan melihat Tian Zhi bersama kekasihnya, tampak jelas iri akan keberuntungan seorang pria diapit dua bidadari.
Mereka berdua sangat terkenal di Benua Venus, mereka dijuluki sebagai pendekar Tombak Kembar Menusuk Langit karena ahli dalam menggunakan senjata tombak, kekuatan mereka berdua tidak bisa diremehkan berada di tingkat Saint level 7, pria yang bersilang dada bernama Wang Yue usia 35 tahun dan Wang Ping usia 34 tahun.
"Melihat nama kapal perang, aku rasa pria itu adalah kaisar. Perkiraan ku pasti berasal dari Alam Keabadian atau Galaksi lain," jelas Wang Ping yang paham dengan ucapan kakaknya.
"Lalu kenapa jika dia seorang kaisar! Lihat mereka bertiga sangat lemah...," Wang Yue menyahut lagi, lalu dia mengeluarkan senjata tombak berkarat, dia berniat memprovokasi Tian Zhi.
"Apa yang kamu lakukan? Di sana ada Jenderal Utara Yun, kamu jangan ceroboh!" cegah Wang Ping, sebagai adik dia tidak ingin kakaknya mendapatkan masalah baru.
__ADS_1
"Lalu kenapa jika ada Jenderal Utara Yun? Dia hanyalah menang dalam status saja dan kekuatannya juga dibawa kita. Kenapa harus takut, lagian keluarga besar Wang merupakan pendukung utama Raja Li!" geram Wang Yue yang tidak terima dihentikan adiknya.
Keluarga besar Wang memang pendukung Kerajaan Li, memasok berbekal persenjataan dalam melawan Kerajaan Wei. Karena itu Wang Yue tidak takut membuat masalah, sebab keluarganya selalu menyelesaikan masalah yang mereka berdua perbuatan.
Sejujurnya Wang Yue ingin pamer dan mencari perhatian He Hua dan Miao Jiang, karena dia yakin mampu mendapatkan simpati dari dua bidadari, terutama matanya tidak melepaskan setiap gerakan He Hua.
Sebelum Wang Yue melemparkan tombak berkarat, dia berkata, "wanita itu milikku dan satunya bagian mu." Segera Wang Yue melemparkan tombak berkarat.
Tian Zhi dan kekasihnya jelas merasakan niat pembunuh yang dikeluarkan oleh Wang Yue, mereka bertiga berhenti dan melihat disudut rumah penduduk. Jenderal Utara Yun juga ikut berhenti dan melihat tombak melesat dengan cepat ke arah Tian Zhi.
Swosh... Trang...
Jenderal Utara Yun menangkis tombak berkarat dengan pedangnya dan melihat Wang Yue sedang menepuk kedua tangan setelah melemparkan tombak berkarat.
"Wang Yue, apa yang kamu lakukan? Apa ingin Kerajaan Li dimusnahkan oleh Tuan Muda!?" bentak Jenderal Utara Yun dengan punggung berkeringat, dia ketakutan akan kemarahan Tian Zhi dan kekasihnya.
Mengingat kapal perang Kaisar Api Asyura yang dengan mudah menghancurkan 30.000 prajurit, Jenderal Utara Yun jelas tidak mau merasakan hal sama yang dialami oleh Kerajaan Wei, apalagi dengan sekali tembakan anak panah tubuh Ceng Gong meledak.
Mendengar teriakan Jenderal Utara Yun, semua orang bergidik ngeri, termasuk Wang Yue dan Wang Ping. Wang Yue terlihat mengeluarkan keringat karena telah menendang plat besi kali ini, tapi dia berusaha menepis pikiran ketakutan, sebab ucapan Jenderal Utara Yun seakan-akan menakutinya dan tidak mungkin tiga orang mampu memusnahkan Kerajaan Li. Apalagi niatnya untuk menarik perhatian telah sukses, dan berniat tetap mencari perhatian lebih.
"Aku bukan anak kecil yang bisa kamu bodohi! Jenderal Utara Yun, aku menginginkan kedua wanita itu!" Wang Yue mengungkapkan keinginannya tanpa malu, sambil melihat He Hua dan Miao Jiang.
Bang...
Tian Zhi menghentakkan kaki kanan di tanah dan satu kerikil seukuran ibu jari terangkat hingga di depan matanya, lalu Tian Zhi menyentil kerikil tersebut ke arah Wang Yue.
Swosh...
Kerikil itu melesat sangat cepat hingga membuat Jenderal Utara Yun terkaget. Sedangkan Wang Yue yang sekilas melihat kerikil juga kaget, dia buru-buru mengeluarkan senjata tombak andalannya...
Jleb...
Sayangnya Wang Yue terlambat ketika kerikil lebih dulu menembus keningnya, dan suara "Bruk" ketika Wang Yue ambruk, tewas seketika dengan kening berlubang.
Wang Ping mematung melihat kakaknya mati di depan mata kepala, tubuhnya gemetaran, dia langsung berjongkok di samping mayat Wang Yue lalu menggoyangkan tubuhnya.
"Kakak!!" teriakan Wang Ping dan dia mengeluarkan basis kultivasi tingkat Saint, dia sangat marah dan melihat pelakunya.
Sedangkan Jenderal Utara Yun gemetaran tanpa henti, dia sempat merasakan sekejap aura kekuatan Tian Zhi yang berfluktuasi, dia tidak menyangka seorang Dewa Absolute di usia yang masih sangat muda.
__ADS_1
Raja Li dan semua orang yang melihat tercengang. Diantara mereka ada ayah dari Wang bersaudara. Ayah Wang bersaudara geleng-geleng melihat kebodohan putranya kali ini, padahal sudah jelas kapal perang itu bukti jika pendatang ini tidak bisa diremehkan, dia juga tidak berusaha membela putranya demi kelangsungan hidup keluarga besar Wang, apalagi mendengar ucapan Jenderal Utara Yun yang telah memberikan peringatan.
"Aku sempat merasakan kekuatan pria muda itu," kata Raja Li kepada semua orang.
Ayah Wang bersaudara dan semua orang melihat Raja Li dengan rasa ingin tahu, sebab mereka tidak merasakan apa yang dirasakan oleh Raja Li. Salah satu putri segera mendekati Raja Li.
"Apa dia kuat?" tanya Putri Li Jiancheng kepada ayahnya.
"Dewa Absolute level 10!" jawab Raja Li.
Raja Li yang tahu kekuatan Tian Zhi tampak tidak takut, sebab tidak memiliki masalah dengan Tian Zhi. Setelah berbicara dia langsung bergegas terbang untuk menyambut Tian Zhi, meninggalkan semua orang yang syok.
Li Jiancheng buru-buru mengikuti ayahnya, dia ingin berkenalan dengan seorang super jenius yang entah darimana datangnya, dia berharap bisa menjadi bagian dari kedua bidadari, karena kecantikannya tidak kalah jika dibandingkan dengan mereka.
Semua orang menjauhi Wang Ping yang tidak terima kakaknya dibunuh segera mengeluarkan senjata tombak. Jenderal Utara Yun yang akan maju dihentikan oleh Tian Zhi.
"Ini tanggungjawab ku!"
Setelah Tian Zhi berbicara dia menghilang dan muncul di depan Wang Ping. Spontan Wang Ping yang kaget dengan bergerak mundur sangat cepat, namun Tian Zhi lebih cepat darinya dan sudah berada di depan.
Sekali lagi Wang Ping mundur dan kembali Tian Zhi mengikuti, sambil mata mereka berdua saling memandang. Wang Ping yang akan menggunakan tombaknya untuk menyerang selalu ditahan oleh telapak tangan Tian Zhi. Kini Wang Ping baru menyadari jika pria yang tampak lemah sangatlah kuat.
Swosh... Bruk...
Muncul ayah Wang Ping dan melemparkan putranya ke belakang sebelum Tian Zhi membunuhnya, ayah Wang Ping segera meminta maaf kepada Tian Zhi, "Tuan Muda, maafkan kesalahan putraku!" dengan menangkupkan kedua tangannya.
Tian Zhi tersenyum ramah melihat ayah Wang bersaudara, lalu melirik Wang Ping yang baru bangkit setelah berguling-guling. He Hua dan Miao Jiang menghampiri kekasihnya. Raja Li yang baru mendapatkan laporan dari Jenderal Utara Yun segera mendekati Tian Zhi.
"Tidak perlu meminta maaf, putramu yang telah memprovokasi ku terlebih dahulu," kata Tian Zhi dan melirik lagi Wang Ping yang telah pergi dengan raut wajah penuh amarah.
"Maaf Tuan Muda dan Nona Muda atas ketidaknyamanannya!" sela Raja Li yang ingin mencairkan suasana canggung.
Tian Zhi membalikkan badan bersamaan dengan kekasihnya, dan melihat Raja Li yang pakaian eksentrik, lalu melihat Li Jiancheng dan putra mahkota.
"Seharusnya aku yang minta maaf telah membuat keributan," ujar Tian Zhi.
Raja Li tertawa dan mengajak Tian Zhi menuju istana. Tian Zhi dan kekasihnya saling bertukar pandangan, mereka bertiga ingin ketawa melihat gaya Raja Li yang eksentrik.
"Cocok sebagai pemain teater," kata Tian Zhi kepada kekasihnya melalui telepati.
__ADS_1
He Hua dan Miao Jiang menahan tawa. Lalu Tian Zhi berjalan bersama Raja Li dan kekasihnya berada di sebelah kanan. Dalam perjalanan ke istana, Raja Li banyak berbicara tentang budaya Kerajaan Li. Sedangkan Tian Tian juga memperkenalkan dirinya dan kekasihnya juga melakukan hal yang sama.