Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 145.


__ADS_3

Chapter 145. Kapal Perang Kaisar Api Asyura.


Sebelum Tian Zhi keluar dari cincin dimensi, dia bertanya kepada kekasihnya, "bukannya Ketua Wei Yan adalah guru kalian, bagaimana jika kita nanti menghancurkan Kerajaan Wei dan mungkin juga membunuh keponakannya, apakah tidak menjadi masalah bagi kalian nanti?"


Inilah pikiran Tian Zhi yang muncul disaat teringat status kekasihnya sebagai murid. He Hua tersenyum manis, lalu menjawab, "jangan khawatir, guru kita tidak perduli kepadanya karena dia tidak pernah bisa mencari Batu Keabadian dan selalu gagal menjalankan tugas dari guru kita."


Tian Zhi mengangguk paham, lalu mereka bertiga keluar dari cincin dimensi...


Jenderal Utara Kerajaan Li telah bersiap-siap melawan pasukan Kerajaan Wei yang telah bergerak dengan senjata peralatan berat, pasukannya juga telah merakit Catalpult tapi hanya empat unit, sedangkan pihak Kerajaan Wei telah merakit sepuluh Catalpult. Perbedaan kekuatan sangat jelas terlihat dan tidak mungkin bisa melawan pasukan Kerajaan Wei.


"Lihat di sana!" teriakan keras salah satu prajurit Kerajaan Li sambil menuju ke arah Utara. Semua prajurit dari kedua kubu langsung melihat ke arah Utara.


Di sebelah Utara dari benteng pertahanan pertama Kerajaan Li terlihat kapal perang yang melayang di udara. Ukurannya yang besar jelas membuat perhatian semua prajurit dari dua kubu. Berbagai macam pertanyaan di hati pun bermunculan, apakah kapal perang itu di pihak lawan atau kawan?


"Jenderal Yun, apakah Kerajaan Wei telah membuat armada udara seperti itu?" tanya salah satu perwira yang terkenal di Kerajaan Li, perwira itu bernama Sun Tzu dan dikenal dengan nama Perwira Tzu.


Sedangkan si jenderal juga terkenal, dia bernama Li Yun, dan dikenal dengan sebutan Jenderal Utara Yun. Prestasi mereka tidak perlu diragukan lagi, dimana mereka berdua selalu berhasil dalam hal mempertahankan benteng Kerajaan Li dari gempuran pasukan Kerajaan Wei.


Sedangkan, di pihak Kerajaan Wei dipimpin oleh seorang ahli strategi yang bermarga Ceng dan nama belakang Gong, dia dijuluki Badai Api karena strateginya selalu menggunakan api untuk menghancurkan lawan kuat.


Diutusnya Ceng Gong si Badai Api jelas karena lawan tangguh, hebat dalam menangani gempuran pasukan Kerajaan Wei, lawannya adalah Jenderal Utara Yun dan Perwira Tzu, Sun Tzu juga ahli strategi handal.


Jenderal Utara Yun melihat kapal perang, "itu bukan armada udara Kerajaan Wei dan juga bukan dari Kerajaan Ling. Aku rasa kapal perang itu bukan dari Benua Venus, perkiraan ku mereka adalah pendatang baru! Perwira Tzu, siapkan senjata turret untuk berjaga-jaga!" jawabnya dan memberikan perintah kepada Perwira Tzu.


"Baik Jenderal."


Perwira Tzu tahu apa yang harus dilakukannya tanpa Jenderal Utara Yun jelaskan, sebab senjata turret merupakan ide darinya sendiri yang dipersiapkan untuk melawan armada kapal perang udara Kerajaan Wei.


Di pihak Kerajaan Wei juga sama, Ceng Gong si Badai Api mengira kapal perang itu milik Kerajaan Li yang sengaja dipersiapkan untuk melawannya, dia segera memerintahkan Deputi-nya untuk mengeluarkan senjata Ballista, Ballista merupakan senjata berat yang mampu menembak anak panah ukuran besar dan diciptakan untuk mengatasi serangan armada udara lawan.


Segera pasukan Kerajaan Wei merakit senjata Ballista dengan cepat, karena telah memiliki blueprint pembuatan Ballista dan juga jumlah mereka sangat banyak.


Namun anehnya, kapal perang itu tampak tidak tergesa-gesa, seolah-olah memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak yang akan bertempur mempersiapkan dirinya.


Disaat kapal perang makin dekat, dua pasukan kerajaan melongo melihat ukurannya yang besar, panjang 200 meter dengan lebar 75 meter dan tinggi mencapai 25 meter. Ukuran kapal perang bisa menutup benteng pertahanan pertama kerajaan Li dan tingginya melebihi tembok pertahanan kota.


Di anjungan, tepatnya di belakang kepala Naga berdiri tiga orang, satu pria dan dua wanita yang sangat cantik. Kedua wanita itu menarik perhatian banyak kaum pria dan bermacam-macam pikiran kotor segera bermunculan.


Jenderal Utara Yun dan Perwira Tzu segera menghampiri kapal perang dengan terbang, saat mengetahui jika kapal perang itu bukan dari Benua Venus. Mereka ingin menyapa dan juga berkenalan dengan pihak pendatang.


Kapal perang Kaisar Api Asyura berhenti dan melayang, disaat Jenderal Utara Yun dan Perwira Tzu mendekatinya.

__ADS_1


"Selamat datang tamu yang terhormat. Perkenalkan saya Li Yun yang bertanggungjawab atas wilayah ini," sapa Jenderal Utara Yun dengan sopan kepada Tian Zhi dan kedua kekasihnya, lalu dia bertanya, "kalau boleh tahu, apa tujuan Anda berada di wilayah kami?"


Tian Zhi dan kekasihnya tersenyum ramah, dan Miao Jiang sebagai perwakilan segera menjawab, "kami di sini ada sesuatu yang kita cari, jadi maafkan jika mengganggu acara kalian saat ini."


Jenderal Utara Yun yang melihat jika pendatang ini tidak memperlihatkan sifat arogan dan juga niat buruk, menjadi lega, dia tertawa ringan saat mengira wanita cantik rupawan ini tidak tahu apa yang sedang terjadi.


"Maaf, saat ini kita sedang bertempur dengan Kerajaan Wei, mereka ingin menguasai wilayah kerajaan Li...," jelas Jenderal Utara Yun kepada Miao Jiang dan timnya agar tidak salah paham dengan situasi saat ini.


"Jika melihat kekuatan tempur saat ini, di pihak Kerajaan Li jelas kalah ... Aku bisa bantu kalian, tapi aku juga membutuhkan bantuan untuk mendapatkan sesuatu di benua ini, apakah kalian bisa membantu kita?" sela Tian Zhi setelah Jenderal Utara Yun berbicara.


Jenderal Utara Yun melihat Tian Zhi merasakan aura seorang Kaisar dan membuat dia sedikit gemetaran, apalagi lambang kapal perang sudah mengidentifikasi statusnya. Dia menarik nafas dan menangkupkan kedua tangannya kepada Tian Zhi, "Tuan Muda dan Nona Muda, jika boleh tahu, apa yang sedang Anda sekalian cari di benua ini?"


Jenderal Utara Yun sebenarnya kebingungan harus memanggil apa pada pendatang baru ini walaupun tahu melalui lambang kapal perang, jadi dia memilih panggilan seseorang yang memiliki status bangsawan.


"Sebenarnya ini sangat rahasia dan aku kira harus berbicara dengan pemimpin-mu. Kalian juga jangan kuatir, kami tidak akan mengambil apapun di wilayah ini!" jawab Tian Zhi dengan jujur, memang Benua Venus tidak berarti apa-apa baginya.


Jenderal Utara Yun menjadi berpikir sesuatu yang rahasia itu. Jika melihat status dan kapal perang istimewa yang tidak pernah dilihat di Benua Venus, jelas mereka bertiga tidak membutuhkan sumberdaya di Benua Venus yang dianggap miskin, dan ucapan Tian Zhi sangat menyakinkan. Sedangkan Perwira Tzu hanya mendengar dan mempelajari karakter pendatang baru ini.


"Saya bisa mempertemukan Anda dengan Yang Mulia, tapi saya tidak bisa meninggalkan tempat ini dalam situasi buruk!" jawab Jenderal Utara Yun, dia berharap Tian Zhi bisa membantunya.


Namun, sebelum Tian Zhi berbicara, Ceng Gong memerintahkan prajuritnya melepaskan serangan senjata Ballista untuk menjatuhkan kapal perang yang sudah dianggap musuh, dia anggap musuh karena berhubungan dengan Kerajaan Li.


Xiu...


Jenderal Utara Yun yang panik segera tenangkan oleh Tian Zhi, dan membiarkan empat anak panah mengenai lambung kapal perang.


Trang... Trang... Trang...


Empat anak panah langsung patah ketika mengenai lambung kapal perang, bahkan tidak menimbulkan goresan. Ceng Gong dan pasukannya tercengang melihat pertahanan kapal perang begitu kuat. Terlihat wajah Ceng Gong timbul keserakahan untuk memiliki kapal perang.


Sedangkan Jenderal Utara Yun dan Perwira Tzu bernafas lega melihat lambung kapal perang tidak tergores sedikitpun.


"Serang lagi!" perintah Ceng Gong kepada pasukan Ballista.


Tian Zhi segera mengendalikan persenjataan meriam kapal perang dengan pikirannya. Moncong meriam lambung kapal perang sisi kiri segera bergerak mengarah kepada pasukan Kerajaan Wei.


Suara berderak meriam terdengar oleh Jenderal Utara Yun dan Perwira Tzu, mereka geleng-geleng saat tahu nasib Ceng Gong dan pasukannya.


Trang... Trang...


Sekali lagi empat anak panah tidak mampu merusak lambung kapal perang...

__ADS_1


Ceng Gong yang melihat meriam kapal perang berjumlah dua puluh unit mengarah kepadanya dan pasukan, jelas ketakutan. Ceng Gong buru-buru terbang menghindari setelah memerintahkan pasukannya untuk menyebar. Tapi mereka terlambat ketika senjata meriam telah melepaskan tembakan.


Bang... Bang... Boom... Boom...


Ledakan terdengar dan menghancurkan Ballista dan Catalpult seperti kerupuk, dampak ledakan itu mengenai banyak pasukan Kerajaan Wei. Seketika pasukan Kerajaan Wei kocar-kacir dan berlarian ke segala arah.


Disaat pasukan Kerajaan Wei ingin menyerang balik, sekali lagi Tian Zhi menembakkan meriam kapal perang berulang-ulang, hingga pasukan Kerajaan Wei banyak yang meregang nyawa dengan tubuh hancur berkeping-keping.


Boom... Boom...


Suara ledakan bom menggema di depan benteng pertahanan pertama Kerajaan Li dan membuat pasukannya bersorak-sorai melihat musuhnya dikalahkan dengan mudah.


Boom...


Ceng Gong yang akan kabur segera dibidik oleh Tian Zhi dengan senjata Busur Langit, dan sekali tembak meledak-lah tubuhnya.


"Selesai," kata Tian Zhi dengan santainya, lalu dia menepuk tangan yang seakan-akan kotor.


Jenderal Utara Yun dan Perwira Tzu menghela nafas berat melihat nasib tragis seseorang ahli strategi handal meregang nyawa. Mereka berdua memberikan penghormatan terakhir kepada Ceng Gong.


Tian Zhi mengangguk melihat cara Jenderal Utara Yun yang menghormati lawan, namun dia tiba-tiba merasakan keanehan pada suatu wilayah, segera mengalihkan pandangannya. Tian Zhi melihat suatu wilayah yang dikelilingi lautan tanpa ada jalur menuju daratan Benua Venus, tampak seperti pulau terisolasi dengan ukurannya dua kali luas wilayah Kerajaan Li.


Tian Zhi merasakan seseorang memanggilnya setelah membunuh Ceng Gong, sebab itu dia menjadi tertarik ingin menuju kesana.


"Senior Yun, wilayahnya siapa itu yang dikelilingi lautan?" tanya Tian Zhi kepada Jenderal Utara Yun setelah selesai memberikan penghormatan.


Jenderal Utara Yun melihat wilayah itu, lalu dia menjawab, "itu wilayah Benua Tengah, wilayah yang konon sangat berbahaya dan dihuni banyak hantu!" setelah berbicara, Jenderal Utara Yun terlihat bergidik, dia samar-samar merasakan sedang ditatap oleh sesuatu yang mengerikan.


Benua Venus dibagi menjadi beberapa wilayah, wilayah Benua Timur dikuasai oleh Kerajaan Wei, wilayah Benua Selatan dikuasai oleh Kerajaan Li, wilayah Benua Utara dikuasai oleh Kerajaan Ling, wilayah Benua Barat merupakan wilayah yang juga berbahaya, tapi merupakan ladang kultivator untuk berburu binatang mistik.


Khusus wilayah Benua Tengah merupakan tempat yang tidak ada satupun kultivator menginjakkan kakinya, selain tidak ada jalur penghubungnya menuju Benua Tengah, lautan yang mengelilinginya dihuni banyak binatang air raksasa.


"Aku samar-samar mendengar suara panggilan dari wilayah itu sejak tadi!" ungkap He Hua yang ternyata merasakan hal yang sama seperti di alami Tian Zhi.


Miao Jiang juga merasakan hal yang sama, tapi dia menghiraukan panggilan itu. Kemudian Jenderal Utara Yun bercerita.


Tian Zhi yang mendengar kata hantu menjadi tertawa, jelas dia tidak percaya dengan hantu jenis apapun, sebab hantu hanya bentuk roh penasaran dan tidak bisa menyentuh kultivator, hantu hanya bisa mempengaruhi orang yang tidak berkultivasi.


"Nanti kita jelajahi Benua Tengah setelah menemui Yang Mulia," kata Tian Zhi yang ingin mengetahui apakah ada berita tentang Batu Keabadian di Benua Venus, "Senior Yun, silakan naik ke kapal kita, antar kami menemui Yang Mulia!" pinta Tian Zhi.


"Saudara Tzu, aku serahkan keamanan benteng pertahanan pertama dan juga bereskan mereka!" perintah Jenderal Utara Yun kepada Perwira Tzu.

__ADS_1


"Baik, Jenderal!" jawab Perwira Tzu dan melihat ke arah Tian Zhi dan kekasihnya, "Tuan Muda dan Nona Muda, Terima kasih telah membantu kita. Saya undur diri!" pamitnya dengan menangkupkan kedua tangan.


"Sama-sama!" jawab Tian Zhi dan kekasihnya dengan kompak, mereka langsung tertawa ringan.


__ADS_2